
Rena semakin yakin kalau Desy memang sangat mencintai Mario,bagi Rena Mario cocok dengan Desy karena Mario feminim sedangkan Desy bersifat lelaki alias gadis tomboy jadi mereka akan saling melengkapi.
Kini Desy dan Mario pamit dengan Rena,Mario menggandeng jemari Desy dengan mesra berjalan menuju persimpangan rumah, saat berjalan melewati rumah warga banyak mata yang memandang Aneh kepada mereka berdua mungkin pengakuan yang dibuat Desy sewaktu membatalkan pernikahan Mario kepada Mawar.
"Hei kau lihat Adik Rena itu dibalik wajahnya yang polos ternyata dia Pemuda nakal,bisa bisanya mau menikah dengan anak Maryam eh kagak taunya menghamili gadis Bar Bar itu" Tandas Yuli saat duduk dibalkon teras.
"Ayo kita lapor Pak RT,merekakan belum Sah kenapa bebas berkeliaran dikomplek kita ini,malah hamil lagi apa enggak punya malu,Ibu ibu mending kita kerumah Rena sekarang" sambung Wati dengan bibir panjangnya.
"Urus saja anak kita masing masing,siapa tau mereka menikah sebentar lagi,yang penting mereka tidak menganggu kita,saya tidak mau ikut campur" Sambung lagi wanita yang bernama Marni,rumah Marni terletak didepan rumah Rena.
"Aku tidak senang ada mereka disini,Rena membiarkan adiknya berbuat mesum dirumahnya buktinya gadis itu sudah hamil diluar nikah" Tandas Yuli dengan mengkerutkan dahi,Wanita setengah baya ini selalu memprovokasi Ibu Ibu yang ada dikomplek ini jika ada gosip yang masih hangat.
Sebagian warga Pro kepada omongan Wati dan Yuli,sebagian lagi tidak setuju melabrak rumah Rena,untuk apa?,itu memicu pertikaian baru karena Mario serta Rena tidak menggangu warga.
Kembali bersama Mario yang sudah duduk dibangku tumpangan depan mobil Desy dan disusul Desy yang juga sudah duduk dibangku setir. Tidak sabar menahan rindu Mario mengelus pucuk kepala Desy dengan kasih sayang.
"Kamu harus menjelaskan kenapa bisa kamu bawa lelaki itu?" Tukas Mario seperti ada yang mengganjal dihatinya.
Desy memulai ceritanya dari bertemu Rena tentang penjelasan Mawar,tentang Andy yang tidak mau bertanggung jawab kepada Mawar, lalu Desy dengan cara extrim melumpuhkan Andy supaya mau menikahi Mawar.
"Kau jangan membenci Mawar dia juga korban Sayang,Ibunya yang merencanakan ini semua supaya kamu jadi Ayah pengganti" Kata Desy lagi menatap Mario yang terbengong mendengar cerita ini.
"Aku sempat membenci Mawar,ternyata ceritanya begini,mbak Rena lagi bisa bisanya dia tidak mengatakan Hal ini denganku terlebih dahulu !" Sambung Mario yang masih syock mendengar cerita Desy dan juga Rena kenapa merahasiakan Hal sebesar ini.
"Andy itu Pria buaya,tidak sangka dia juga merantau kekota ini,Aku kenal betul Pria itu karena dulu dikampus dia seniorku,dia juga playboy banyak mahasiswi jadi korbannnya" Tandas Desy lagi dengan wajah geram mengingat wajah Andy.
"Kau lagi" Kata Desy lagi sembari meninju lengan kanan Mario,Mario terpekik kesakitan kenapa Desy tiba tiba memukul Mario.
__ADS_1
"Aduh,aku kok dipukul?" Tanya Mario heran sembari mengusap ngusap rasa pegal dilengan kanannya.
"Kesal lihat kau,enggak ada tegasnya jadi cowok huh !" Kesal Desy yang sempat frustasi hampir kehilangan Mario.
Desy berpindah duduk dikedua paha Mario dan memeluk leher Mario seperti binatang Koala saja yang memeluk batang pohon,Desy melihat kedua bola mata Mario yang teduh menatap gadis ini juga. Desy melihat ada cinta disana.
"Menderita betul aku jauh darimu,sampai enggak bisa tidur dua hari ini" Tukas Mario masih menatap dua bola mata cokelat milik Desy. Kedua lengan Mario sudah melingkar dipinggul ramping Desy.
"Aku juga Mario" Suara serak Desy saat keningnya sudah menyatu dikening Mario,masih posisi sama gadis ini dipangkuan Mario.
Secara perlahan Mario mendekatkan bibirnya seraya ingin mencium bibir Desy,gadis ini mengikuti bahasa tubuhnya membalas ciuman mesra dibibir Mario dengan memejamkan mata,Mario menekan kepalanya supaya lebih dalam lagi melahap bibir ranum Desy. Lidah Desy menerobos masuk kedalam mulut Mario membuat gelora hati semakin panas.
"Hah..." Nafas kedua insan yang sedang dimabuk asmara tersengal saat melepaskan first kiss diantara mereka,sampai sampai bibir Desy terasa jendol karena hisapann bibir Mario.
Cup
Cup
"Tun-tunggu Mario" Jemari Desy membekap mulut Mario supaya berhenti menciumi lehernya,Mario berkerut dahi karena aksi nakalnya tergantung begitu saja padahal Pemuda ini berusaha untuk menaikkan batangnya.
"Kenapa?" Lirih Mario yang masih memangku Desy dengan posisi yang sama.Batang Mario yang tegak sedikit jadi lemas seperti selang tanpa air.
"Kau kok sepertinya mahir?,kau bilang baru ini pacaran dengan cewek" Tanya Desy sembari menaruh curiga untuk Mario. Mario berfikir sekelak harus menjelaskan dari mana supaya Desy puas dengan jawabannya.
"Aku nonton,mmmm film blue" jawab Mario dengan kikuk dan jawaban itu terlintas begitu saja dibenak Pemuda ini.
"Kau suka ya menonton itu?,ih nakal kamu Mario !" Sambung Desy sembari meninju dada Mario dengan mesra.
__ADS_1
"Terkadang,enggak sering sih" Ucap Mario lagi yang sebenarnya dia tidak suka menontom film blue.
"Maafkan Aku Des,aku memang mahir tapi bukan sama wanita" Batin Mario seperti terhiris mengingat masa lalunya yang masih iya simpan rapat rapat kepada Desy.
Mario belum sanggup cerita siapa dia sebenarnya,Mario juga belum siap gimana perasaan Desy jika mengetahui pengalaman Mario dahulu sewaktu dia belum bertobat.
"Hei kok melamun" Kata Desy dengan heran lalu gadis ini berpindah duduk dibangku setir,membuat kedua lengan Mario melepaskan pinggul ramping Desy.
"Aku berterima kasih sama Allah bisa kenal kamu sayang" Ucapan Mario sembari menarik jemari Desy dan mengelusnya.
Cup
Mario mengkecup mesra punggung jemari kanan Desy yang sempat diatas setir mobil,Dia tarik kepala Desy lalu mengecup mesra kening Desy membuat Desy memejamkan mata. Pipi Desy merona malu saat Mario melepaskan kecupan dikening gadis ini.
Perlakuan manis dari Mario tidak pernah Desy dapatkan sewaktu pacaran dengan mantannya dulu,membuat gadis ini semakin kelepek kelepek dengan kehangatan dan keromantisan Mario,Para jomblo meronta ronta kalau melihat kemesraan mereka berdua didalam mobil yang menjadi saksi bisu.
"Kita kemana?" Tanya Desy dengan malu malu saat memutarkan kunci kontak mobil.
"Kemana aja aku ikut" Jawab Mario seperti menggombal membuat pipi Desy semakin merona.
"Gombal" Jawab singkat Desy tersenyum sembari melajukan mobil kearah jalanan besar.
"Sama kamu saja aku gombal begini Hehehe" Sahut Mario lagi sembari tersenyum nakal dan memandang jalanan raya dikaca depan mobil. Pemuda dengan tinggi 180cm ini tampaknya sudah jatuh cinta.
Mario mengelus lagi pucuk kepala Desy dengan lembut membuat gadis ini tidak fokus menyetir.
Bersambung*
__ADS_1
Hallo guys sudah sampai disini episode kita ya tidak terasa,tolong komen dan like nya dong biar saya semangat meneruskan novel ini.