
Matahari menjulang tinggi membuat kulit terasa menyengat terbakar bila terkena paparan cahanya,bertanda hari sudah siang dengan pukul satu siang,begitu juga Mario yang kini didepan sebuah kafe berdiri memerintah pelayan untuk membersihkan meja yang kotor sehabis ditinggal pengunjung.
Pelayan wanita begitu menurut saja diatur Mario kesana kemari,karena mereka hanya ingin melihat Mario dari dekat dengan pesona wajahnya yang sangat berkharisma itu.
"Marni itu meja sebelah kiri kenapa belum kamu bersihkan?" Titah Mario yang berdiri gagah memperhatikan sekeliling kafe tersebut.
"Ah iya Pak,saya akan membersihkannya" Balas Marni sang pelayan iya sengaja jalan didepan Mario hanya untuk melirik wajah Mario dari dekat.
"Pelayan,halloo!" Teriak pelanggan kafe yang duduk disudut kiri memanggil dengan suara meninggi. Lalu salah satu pelayan berjalan kemeja pelanggan tersebut.
"Gimana sih ini,saya pesan jus pokat ditambah susu banyak kenapa tidak ada susunya !" Bentak seorang wanita yang komplin dengan itu.
"Baik bu saya akan ganti !" Jawab Milla salah satu pelayan kafe tersebut.
"Enggak usah saya enggak mau makan dan minum lagi disini !,kalian kerja enggak becus!" Ketus wanita itu ingin pergi dari kafe milik Rena tersebut.
Mario mendengar omelan wanita tersebut lalu berjalan mencari suara wanita tadi,kini Mario menapakkan kaki dimeja wanita setengah baya sekitar berumur empat puluh tahunan itu.
"Ibu kenapa,ada masalah?" Tanya Mario dengan ramah dan tersenyum manis.Lalu tangan Mario menyuruh pergi Milla biar pemuda ini yang mengurus pelanggan yang komplin tersebut.
Mata wanita itu begitu silau melihat ketampanan Mario yang terpapar sedikit terkena sinar mentari,membuat kulit putih wajahnya begitu mencolok dipandangan wanita tersebut.
"Kamu Mariokan?" Balas wanita tersebut sembari mengukir senyuman,padahal iya tadi berwajah masam saat komplin kepada pelayan.
"Ibu kok tau nama saya?" Mario bingung sembari mengkerutkan dahi.
"Duh jangan panggil saya Ibu,padahal tadi malam kita ketemuan lho" Ucap wanita itu dengan bernada manja.
Mario tampak bingung dengan jawaban wanita tersebut,iya masih berdiri mematung didepan wanita itu yang masih duduk diatas kursi.
"Jangan bingung atuh,tadi malam kita ketemu didiskotik aku teman Kartika,namaku Melsa" Tukas Melsa lagi dengan suara pelan takut kedengeran orang kalau iya sering ketempat dugem itu.
"Ow saya tau tau,maaf bu lupa" Tukas Mario mengingat wanita itu,karena sedikit remang didalam diskotik Mario tidak menandai wajah Melsa.
__ADS_1
"Jangan Ibu dong,duh tua banget kamu panggil aku ibu" Kata Melsa sembari menepuk paha Mario,Mario jadi salah tingkah apalagi mata pengunjung lain sedikit melirik mereka berdua.
"Panggil saja aku mbak atau tante biar lebih muda dikit" Kata Melsa lagi dengan tersipu malu.
"Ah ya Tan,tadi saya dengar anda komplin soal jus ini,biar saya ganti ya" Kata Mario dengan memanggil Milla yang berdiri didekat kasir.
"Duh enggak apa atuh,aku tidak permasalahkan ini lagi,oh iya kamu juga kerja disini,kok bisa mengatur pelayan itu?,apa kamu ownernya?" Tanya Melsa bersuara manja.
"Aku manejer disini Tan,ownernya lagi enggak disini" Jawab Mario yang masih berdiri.
"Duduk atuh jangan berdiri aja macem mau minta hutang saja ehehe..." Melsa tersenyum tidak tahan karena melihat mata Mario menatap wajahnya.
"Oh maaf Tan bukan saya menolak masih ada lagi tugas yang mau saya kerjakan" Balas Mario.
"Oh enggak apa,kamu hebat juga ya udah ganteng,siang kerja disini,malam juga kerja" Kata Melsa.
"Ah gimana ya namanya udah kerjaan Tan,Tan maaf ya aku tinggal sebentar,mau urus kerjaan dulu,kalau ada masalah panggil saja aku" Kata Mario.
"Ow tidak ada komplin lagi,buat kamu saya tidak akan komplin"
"Siang hari dia makin ganteng,Kartika pasti cemburu kalau aku bisa lihat berondong itu disiang hari,aku harus kasih tau Kartika,biar saja minuman ini tidak cocok yang penting besok aku kesini lagi lihatin Mario hihihi" Melsa bicara sendiri sembari memberi pesan Whatsup kepada Kartika.
Mila dan Marni memperhatikan Melsa yang tersenyum sendiri semenjak bertemu Mario,dua Pelayan itu memperhatikan sinis dari kejahuan.
"Lihat tuh nenek peot tadi marahnya minta ampun karena salah pesan,eh ketemu Pak Mario dia jadi meleleh,ih sebel udah tua ganjen lagi" Tandas Mila dengan menggeram.
"Pak Mario apa pakai pelet ya,pelanggan wanita lain dan semua pelayan disini meleleh lihat wajahnya yang kayak artis korea itu namanya siapa itu jonkok,eh aku lupa siapa sih" Marni sembari berfikir.
"Jeun jung-kook bodoh,iya wajahnya sebelas dua belas,cuma Pak Mario nyata lebih tampan dia,bodynya masya Allah" Milla sangat memgagumi Mario sehingga lupa dengan kerjaannya.
"Woi ngobrol aja kalian berdua,Milla apa kau lupa mengganti jus Ibu yang komplin tadi,entar dia marah lagi baru tau rasa" Tukas Sella salah satu pelayan kafe juga.
"Astaga aku lupa,ayo Mar kita kedapur" Milla dan Marni berjalan sembari terburu buru.
__ADS_1
Sedangkan Mario duduk manis sembari memeriksa pengeluaran dan pemasukan,Pemuda ini fokus dikomputernya padahal iya tidak tamat sekolah,tetapi otaknya sedikit cemerlang menangkap dengan cepat saat diajari Jimmy beberapa bulan yang lalu.
Tok tok tok
"Masuk enggak dikunci" Kata Mario yang masih menyiapkan kerjaannya. Seorang pelayan bernama Sella kini dihadapan Mario dengan pandangan penuh arti.
"Sella kenapa kamu diam melihati aku terus,cepat katakan ada perlu apa?" Tukas Mario melirik Sella dan melihat lagi kearah komputer sembari tangannya mengetik keyboard.
"Pak ada yang cari tuh,maaf ganggu" Jawab Sella.
"Siapa?,cewek apa cowok?" Mario memandang wajah Sella dengan tersenyum.membuat Sella salah tingkah dengan jantung berdegup kencang sekali,Sella meleleh tetapi iya berusaha menyembunyikan perasaan itu.
"Kenapa kamu diam mmm?" Tanya Mario lagi yang lihat Sella memandang Mario dengan tatapan kosong.
"Ya-yang datang cewek,nunggu Bapak diluar" Kata Sella dengan kikuk.
"Ow begitu,ok" Mario langsung keluar dari ruangan melewati tubuh Sella,gadis ini mencium Aroma parfum Mario membuat iya ingin pingsan tidak tahan dengan kharisma yang dimiliki Mario.
"Oh Tuhan lama lama aku bekerja disini jadi sakit jantung kalau melihat wajah Pak Mario" Batin Sella menenggak salivanya berkali kali,gadis ini jadi bawa perasaan padahal Mario tidak tau disukai gadis yang bernama Sella ini.
Kembali bersama Mario yang berjalan sedikit melihat orang yang telah memanggilnya,gadis itu cantik dengan rambut yang iya gerai memakai mini dress terlihat begitu feminim dialah Melati.
"Mario,jerry bilang elo kerja disini jadi gue samperin" Tukas Melati yang sudah ada dihadapan Mario.
"Kurang ajar Jerry bisa bisanya dia kasih tau aku kerja disini" Batin Mario kesal.
"Mario kok diem?" Tanya Melati dengan senyuman manis.
"Ngapai kamu kesini?,aku masih kerja Melati" Jawab Mario dengan wajah dingin.
"Gue mau ketemu elo masa enggak boleh?"
"Tolong udah aku bilang jangan pake gue,elo kamu ngerti" Kata Mario dengan nada datar.
__ADS_1
"Ok kalau mau kamu gitu gue eh maksudnya aku mau ajak kamu jalan,buat temani aku" Balas Melati.
Bersambung*