KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 79


__ADS_3

Tempat pariwisata tersebut menyediakan joglo tertutup sedikit dan letaknya berjauhan dari joglo lainnya,tampaknya memang dibuat khusus tempat berkencan supaya nyaman didalam joglo tersebut,sementara Mario memilih joglo menyudut dan jauh mengarah kebukit sedikit. Hanya pohon pohon dan beberapa tanaman lain menemani joglo itu.


"Silahkan" Kata Seorang pelayan meghidangkan dua minuman untuk Mario dan Melati.


"Terima kasih" Jawab Melati sembari duduk bersila disamping Mario dan melihat pelayan tersebut pergi meninggalkan mereka berdua.


"Tempatnya sepi,nyaman lagi" Ucap Melati dengan melihat kearah luar joglo.


"Ya bagus juga,disini asri dan sejuk"Kata Mario lalu melihat beberapa pohon dan burung camar terbang dari atas langit,membuat nuansa romantis semakin mendukung.


"Duduk sini jangan disitu" Titah Mario berpindah tempat dipojok joglo yang lebarnya hanya sepetak.


Melati menuruti kemauan Mario dan duduk disamping Mario,lalu tangan Mario memegang jemari melati dan mencium punggung jemarinya,perlakuan manis Mario membuat Melati tersipu malu dan menundukkan wajah sebentar.


Kini mereka berdiri sekelak untuk melihat pegunungan yang jauh didepan mereka,mereka berbincang sekelak dengan canda dan gurau,lalu minum berduaan didalam joglo tersebut.


Dengan perlahan Melati menatap wajah Mario saat Mario serius bercerita,Mario tersadar Melati tidak mendengarkan ceritanya,lalu Mario langsung mencium bibir gadis ini dengan mesra.Tangan Melati langsung memegang tengkuk Mario dan membalas ciuman Mario.


Mario berkonsentrasi mencium bibir Melati dan memainkan lidahnya kedalam mulut Melati,bukan hanya itu bibir Mario sudah bertengger menciumi jenjang leher Melati membuat gadis ini melenguh kecil.


Melati tidak kuasa saat tangan nakal Mario mulai menjajah diarea dadanya,walau masih terbungkus kain iya menikmati sentuhan sentuhan kecil dari Mario,bagi Melati itu pertama kali iya rasakan membuat gadis ini jadi terlena.


Gadis ini tidak mau kalah iya mencium lagi bibir Mario,disisi lain tangan Mario masih menjajah diarea dada Melati,Mario tidak puas lalu tangannya menyelip masuk kedalam baju Melati dan mengusek ngusek apa yang iya dapatkan disana.


"Eugh..." Melati melenguh kecil merasakan sentuhan tangan nakal Mario dibalik bajunya tersebut,sementara Mario berusaha menegakan senjata pamungkas miliknya yang mulai bergerak berdiri dengan setengah.


Setelah Mario puas membuat Melati meracau iya menghentikan aksinya membuat Melati cemberut,Mario lalu berdiri dengan nafas yang masih tersengal berusaha mengendalikan hawa nafsunya tersebut,Mario hanya mengetes saja birahinya apakah senjata itu bisa berdiri,nyatanya senjata itu sudah bisa berdiri tegak walau setengah.

__ADS_1


Melati tidak tau bahwa Mario melakukan itu hanya untuk bahan percobaan saja,gadis lugu ini merasa dicintai Mario,padahal Mario hanya bermain saja untuk mencari pengalaman baru,luka hati Mario dulu yang dibuat Desy belum kering masih berdarah walau tidak nampak.


Melati berdiri dari duduknya dan memeluk Mario dari belakang,Lalu gadis ini meniup telinga Mario bermaksud menggoda Mario,Mario terpekik geli dan membalikan Tubuh dengan tangan mengusek telinganya yang terasa geli karena ulah Melati.


"Geli tau,kamu mau menggodaku?" Ucap Mario dengan mata melihat wajah Melati yang cemberut.


"Jahat....Padahal aku ingin lebih" Kata Melati dengan mengelus rahang Mario.


"Kamu ingin lebih?,apa kamu tidak menyesal kalau kita melakukan lebih dari ini?" Tanya Mario setelah itu merapikan pakaiannya yang sedikit kusut.


"Kamu pintar banget bicara aku hanya menggodamu,lagian aku masih Virgin" Jawab Melati sembari merapikan rambutnya yang sempat acak acakan.


"Kamu masih Virgin?,aku tidak tau" Balas Mario dengan wajah bodohnya.


"Sekarang kamukan sudah tau?" Sahut Melati lagi dengan tangan memencet hidung Mario.


"Mmmm ya sudah kita pulang yuk,ini udah mau malam" Kata Mario sembari berdiri dari duduk.


Mobil itu terus melaju menelusuri jalan sampai kedalam tengah kota,lalu melewati dua lampu merah dan berbelok kearah kafe milik Rena,kini mobil sudah didepan Kafe.


"Mario aku enggak mau pisah" Kata Melati dengan menyandarkan kepalanya dibahu kekar Mario.


"Masih ada hari esok,kamu taukan aku sibuk" Jawab Mario,lalu tangannya mematikan mesin mobil.


"Ya aku mengerti,ya sudah nanti kamu kerja malam hati hati ya" Kata Melati dengan mengelus rahang Mario.


"Iya,kamu pulang hati hati" Jawab Mario lalu tangannya membuka pintu mobil.

__ADS_1


"Mario apa kamu cinta padaku?" Tanya Melati dengan tangan Memegang bahu Mario.


"Cinta tidak perlu dikatakan,apa yang kamu rasakan selama denganku,kamu bisa menilai sendiri Mel" Jawab Mario sembari tersenyum.


"Mmmm" Melati berfikir dengan ucapan Mario,lalu membiarkan Mario keluar dari dalam mobilnya.


"Bagiku cinta udah mati Mel,aku tidak tau rasanya jatuh cinta lagi,karena aku tidak mau jatuh cinta lagi,kalian wanita hanya penggoda melihat wajah tampanku langsung cinta,kalau kau tau masa laluku,pasti kau juga akan meninggalkanku seperti dia." Batin Mario dengan wajah badboynya.


Melati berpindah duduk kebangku setir lalu gadis ini melajukan mobilnya untuk pulang,sementara Mario masuk kedalam kafe dan berjalan kearah toilet Pria.


"Sepertinya sudah berhasil sedikit lagi,benar kata Bang Jimmy dan dokter itu,kau cepatlah tegak jangan tidur melulu ya" Ucap Mario sendiri saat menepuk nepuk senjatanya sewaktu buang air kecil.


Setelah buang air kecil pemuda ini berjalan keluar toilet dan melihat sebagian karyawan sudah pulang,Mario melihat arlojinya sudah menunjukkan pukul tujuh malam.


"Hah cepat sekali waktu" Dengus kesal Mario lalu pemuda ini masuk kedalam ruangannya.


Saat pelayan dan kasir sudah pulang,tinggalah Sella yang masih sibuk membersihkan meja dapur,iya tengah sendiri karena memang hari ini gilirannya yang membersihkan dapur,lalu gadis ini berjalan masuk kedalam ruangan Mario dengan terkejut.


"Pak Mario belum pulang,maaf pak aku kira sudah pulang" Kata Sella dengan tangan membawa sapu.


"Ini mau pulang Sell,kamu mau bersihkan ruangan saya?" Jawab Mario lalu berdiri dari duduknya.


"Iya Pak cuma ruangan bapak yang belum saya bersihkan" Jawab Sella yang masih berdiri didekat pintu.


"Ya sudah bersihkan saja bagian belakang,sebentar lagi saya pulang" Kata Mario yang sibuk memasukan barang miliknya kedalam tas.


Sella menurut dan masuk kedalam ruangan untuk menyeka debu diatas meja dan kursi terletak ditengah ruangan Mario,Sesekali mata Sella melirik punggung kekar Mario dan kepala Mario karena iya posisi dibelakang Mario.

__ADS_1


"Kapan Pak Mario jadi pacarku?" Batin Sella sembari menyeka meja dengan melamun membayangkan jadian dengan Mario,kini otaknya dipenuhi Mario.


Bersambung*


__ADS_2