KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 22


__ADS_3

Hari ini ketepatan Mario gajian karena sudah sebulan iya berkerja dihotel ini sebagai office boy,Pemuda ini juga sudah bisa bernafas lega karena Rena sudah pulang dari rumah sakit, kini Iya membersihkan kamar mandi hotel ditempat iya bekerja.


"Du dud dudu"


Suara Mario bersenandung dengan semangat karena detik lagi akan menerima uang upah gajinya,iya juga berniat membelikan cincin emas dan tas cantik untuk Tiny sahabatnya dikota lain.


Beberapa menit kemudian semua kerjaan didalam kamar satu tiga enam selesai Mario bersihkan,setelah itu iya berjalan kelantai bawah masuk kedalam lift khusus karyawan hotel.


"Mario, semangat benar kau hari ini?" Tanya Dana saat masuk juga kedalam lift.


"Gajian Dan,Alhamdulilah" Jawabnya dengan sumringah sembari membawa alat bersih bersih.


"Oh iya entar lagi kita gajian aku sampai lupa Hahaah...." Sahut Dana dengan tertawa sembari melihat jarum jam menunjukan angka lima sore.


Tring


Lift terbuka lalu mereka berdua berjalan masuk kedalam ruangan tempat kerja dimana semua karyawan pada ngumpul selesai bekerja,kedua lengan Mario terburu buru memasukkan alat kerjanya ketempat semula.


Setelah semuanya rapi Pemuda ini berjalan menuju kantor bendahara untuk mengambil gaji.Disana sudah ada beberapa karyawan mengantri menunggu upahnya selama sebulan bekerja.


"Mario baskara"


Panggilan sang bendahara yang duduk dibangku kerjanya,dengan cepat Pemuda ini berjalan lalu duduk didepan bendahara tersebut,dia seorang wanita panggil saja Tina.


Kini tangan Tina menyerahkan sebuah amplop kepada Mario,dengan cekatan tangan Mario mengambil amplop tersebut dan menghitung jumlah gajinya.


"Setelah ini kamu dipanggil Ibu Sarah,kamu disuruh datang keruanganya" Titah Tina dengan tersenyum.


"Ah iya"


Jawabnya dengan gugup karena yang memanggil iya orang yang dibenci Rena,Ingin sekali Mario cepat pulang dan tidak mau mengikuti perintah Tina,tetapi apa boleh buat Sarah adalah manejer hotel ini.


Dengan berat hati kaki Mario berjalan menuju ruangan Sarah,Apalagi yang mau Sarah bilang dengannya?,Pemuda tampan ini terus bertanya tanya didalam Hati."Tok tok tok" Kini lengan kanan Mario mengetuk ruangan Sarah.


"Masuk".Suara Sarah saat didalam ruangan,lalu tangan Pemuda ini menekan knop pintu kantor Sarah dan masuk melihat Sarah yang sudah duduk dengan lipat kaki diatas sofa,sepertinya janda satu anak ini sudah menunggunya sedari tadi.

__ADS_1


"Tante memanggil saya?" Tanyanya yang sudah duduk diatas sofa berhadapan dengan Sarah.


"Ya saya memanggil kamu,apa kabar Mario?, sudah lama kita tidak berdua begini" Jawab Sarah sembari berdiri dan mengambil duduk disebelah Mario.


"Glek"


Mario menelan Salivanya berkali kali dengan perasaan gelisah saat melihat dada Sarah yang besar menonjol dan hampir saja keluar dari Branya.Sarah apa sengaja berpakaian begitu dihadapannya padahal tadi pagi dia memakai jas wanita,kenapa sekarang memakai baju tali satu yang ketat kelihatan dua bukit kembarnya yang sesak dan ingin keluar.


"Kok kamu bengong,gimana kabar Rena?,apa dia baik baik saja?" Tanya Sarah sembari mengelus lembut paha Pemuda ini.


Entah sejak kapan tangan lembut Sarah sudah nempel dipaha kanan Mario,Sumpah hatinya bergemuruh sangat gugup,Mario tidak suka diperlakukan begini iya ingin melawan tapi takut dipecat.


"Kenapa Tante tanya mbak Rena?,Apa tante tau mbak Rena sakit?" Tanya Mario lagi dengan heran dan tidak berani menatap mata Sarah yang melihatnya seperti ingin memakan Mario.


"Cuma tanya aja, apa enggak boleh?, oh iya kamu pasti sudah terima gaji,wah boleh dong entar malam kamu temani saya" Sahut Sarah yang tidak berhenti mengelus paha Pemuda ini.


"Saya ada janji Tan,Tante memanggil saya kesini ada perlu apa?" Tanya Mario memberanikan diri karena sudah sesak didalam ruangan kantor Sarah.


"Cuma mau ajak kamu aja entar malam" Jawab Sarah dengan suara manja dan senyum lebar.


"Maaf Tan sudah saya bilang punya janji, kalau tidak ada lagi perlu penting saya boleh permisi" Katanya dengan duduk sangat gelisah.


Sarah mengembus nafas kasar dan buang muka seketika senyumnya hilang,wanita ini tau kalau Mario menolak ajakannya secara terang terangan.


"Saya izin Tan" Kata Mario lagi yang sudah berdiri langsung dan bergegas pergi.


"Tunggu"


Suara Sarah dengan penuh kekecewaan dan menangkap lengan kanan Mario, Lalu wanita ini berdiri dihadapannya dekat sekali,entah kenapa Dia merapatkan dadanya dibidang dada Mario,membuat Pemuda ini jadi frustasi merasakan tonjolan kenyal itu sangat dekat sekali.


"Kau menolakku Mario?,Apa kau tidak suka padaku?" Tanya Sarah dengan terang terangan lalu kepala Sarah sudah bersandar dibahu kanan Pemuda ini.


"Apa maksud Tante?,Tan maaf Tan saya ada kerja lagi" Sahut Mario dengan berjalan cepat kepintu ruangan dan membukanya.


"Jual mahal !, cih...Awas saja kamu Mario akan aku dapatkan kamu apapun caranya" Gumam geram Sarah saat melihat Mario sudah pergi begitu saja didalam ruangan kantornya.

__ADS_1


"fiuh...."


Didepan pintu ruangan kantor manejer Mario bersandar dengan perasaan lega sekali telah lolos dari wanita itu.Sudah beberapa kali Sarah menggodanya entah apa mau dia kepada Mario?,padahal dia tidak tau kalau Mario susah jatuh cinta kepada seorang wanita.


"Tlit tlit tlit"


Handphone Mario berdering dari dalam saku celana,Pemuda ini sangat senang karena yang menelpon adalah Desy,dengan cepat iya menekan tombol hijau.


"Aku didepan hotel" Suara Desy dari dalam handphone dan langsung kaki Mario berjalan cepat keluar hotel. Lalu Mario melihat Desy yang sudah melambaikan tangan dengan wajah cantiknya didalam mobil.


Mario berjalan menuju mobil Desy dan masuk kedalam duduk dibangku tumpangan depan.Lalu Desy memutar kunci mobil dan melajukan mobil tersebut keluar dari hotel.


"Kamu sudah menunggu dari tadi ya?" Tanya Mario saat melihat Desy fokus menyetir.


"Enggak Aku baru datang,tadi lagi tengok gedung yang udah aku rancang dikota" Jawab Desy sambil tersenyum.


"Gedung?, itu kerjaan kamu juga?" Tanyanya lagi dengan heran dan tidak bisa berfikir seorang wanita bisa membuat gedung.


"Kan sudah aku bilang Aku seorang Arsitektur Mario,Kek mananya kau it ah lupa ya" Jawab Desy dengan bicara gaya batak.


"Maaf Aku enggak tau Des,Arsitektur itu apa maklum enggak tamat sekolah heeheh" Jawabku dengan cengengesan.


"Ya sudah kita mau kemana?" Kata Desy dengan senyum manis.


"Ketoko emas Des,Aku mau membeli cincin" Jawab Mario dengan sumringah.


"Kamu mau beli cincin,untuk siapa?" Tanya Desy dengan heran sekali.


"Tiny yang dikampung,Aku sudah janji didalam hati membelikan cincin untuk dia" Jawabnya lagi sembari memegang amplop berisi gaji didalam saku celana.


Desy seketika cemberut dan bermuka datar setelah mendengar nama Tiny,Ada seberkas kecemburuan terpampang diwajah cantiknya. Desy menggerutu didalam hati dan menyembunyikan perasaan cemburunya kepada Mario.


"Udah punya pacar ternyata,kelihatannya aja polos rupanya playboy cih...salah paham Aku" Gerutu didalam hati Desy.


Padahal Desy tidak tau siapa Tiny,Gadis ini tidak tau Tiny itulah yang menolong Mario hingga bisa merantau kekota ini. Mario jadi heran kenapa tiba tiba gadis tersebut diam membisu seraya menyetir sampai kesebuah pasar besar.

__ADS_1


Bersambung*


Jangan lupa like and komen


__ADS_2