
"Berat juga kawan ini" Kata Yuda saat memapah Desy yang mulai tidak sadarkan diri untuk masuk kedalam mobil. Yuda masuk kedalam bangku setir dan melajukan mobil Desy menuju apartemennya dan meninggalkan diskotik tersebut.
"Mario, Mario"
Desy mengigau nama kekasihnya yang telah membuat dia jadi begini,Yuda mendengar suara Desy dan tau nama Pemuda yang bisa membuat Desy sampai kacau begini.
"Seperti apa wajah Pria yang kau suka itu,sampai sampai kau kacau gini,baru ini aku lihat kau rapuh Des,putus dengan Johan tidak sampai sebegininya" Gumam Yuda cemas sembari geleng kepala.
Sesaat kemudian Yuda mengambil parkir digedung apartemen milik Desy,Yuda menghidupkan sekelak lampu mobil melihat barang barang Desy siapa tau terjatuh dibawah kursi mobil.
"Ckck...sampai pakai baju wanita gini, salut lihat cowok itu merubah Desy" Gumam Yuda saat menemukan mini dress Desy yang terletak begitu saja dibawah lantai mobil.
Yuda sudah lama mengenal sosok Desy yang kuat dan tangguh seperti teman Prianya yang lain,tetapi Yuda menyadari bagaimanapun tingkah Desy tetap saja dia seorang wanita.
"Mario...Hikss.." Desy mengigau lagi dengan air mata yang silih berganti jatuh dikedua pipinya, Yuda jadi bingung kini pemuda itu berjalan cepat masuk kedalam lift dengan memapah Desy.
"Dih sampai sebegini cintanya hah !" Yuda mengapus air mata Desy yang tidak sadarkan diri sehabis dugem dan minum,Pemuda ini tersenyum kecil melihat sisi Desy yang terlihat cengeng.
Terkadang kita berfikir kenapa sebagian manusia menyelesaikan masalah dengan minum dan mabuk atau melampiaskan kekesalan supaya beban mereka berkurang,padahal itu salah,kenapa salah?,ya memang salah mereka mencari hiburan hanya kesenangan sesaat dan berakhir dengan kecanduan,sehabis mabuk atau menekan pil gila buat geleng kepala ditempat hiburan hanya kesenangan untuk beberapa jam saja seperti yang dilakukan Desy supaya bisa melupakan Mario.
Hal yang dilakukan Desy adalah sebuah penyimpangan bodoh,tetap saja dia tidak bisa melupakan bayangan wajah Mario inilah akal manusia yang telah berputus asa mencari hiburan sesaat, padahal mereka tau ketempat hiburan itu salah tetapi tetap saja mereka datang beramai ramai tidak memikirkan akibat kecanduan untuk kedepannya,mereka lupa diri sehingga tidak punya Tuhan dihatinya sewaktu bergoyang diarena Diskotik.
Biasanya sisi lemah Desy akan direkam vidio oleh Yuda sebagai bahan ejekan jika nongkrong bersama teman lainnya,tetapi entah kenapa Yuda tidak mau merekam wajah Desy yang frustasi kali ini.
"Sudah kau tidur saja Des,aku pulang dulu" Tukas Yuda selesai meletakkan tubuh Desy diatas ranjang.
Saat Yuda ingin pulang berjalan kearah pintu keluar apartemen langkahnya terhenti,Yuda melihat sebuah bingkai foto seorang pemuda terletak diatas televisi.
"Oh ini toh biangnya yang buat Raja dugem frustasi,pantas Desy kelepek kelepek mirip oppa korea hufft..." Tukas Yuda memperhatikan foto Mario.
Yuda geleng kepala dan berjalan lagi keluar dari apartemennya,pemuda ini memanggil taxy online karena mobil miliknya masih diparkiran diskotik.
__ADS_1
*************Skip
Jarum jam menunjukkan angka lima pagi dan Mario tidak bisa tidur,matanya masih saja terbelalak menatap langit langit kamar, dengan hati yang tidak menentu Mario duduk dari pembaringannya.
"Mario kamu belum tidur?" Suara Rena dari luar kamar Mario,sepertinya Rena juga tidak bisa tidur. Mario dengan langkah malas membukakan pintu kamar untuk Rena.
"Kamu juga belum tidur?,boleh Aku masuk?"Tanya Rena yang berdiri didepan pintu kamar Mario.
Rena sudah lama membiarkan Mario untuk sendiri,jadi wanita ini sangat cemas ingin melihat keadaan Mario.Rena masuk kedalam kamar melihat sajadah diatas ranjang Mario wanita ini sedikit tenang karena adik sepupunya masih ingat sang pencipta.
"Apa kau sudah bisa bicara dengan tenang Mario?" Tanya Rena yang sudah duduk ditepi ranjang.
"Sedikit mbak,Desy nomornya enggak aktif" Jawab Mario dengan suara sedih dan duduk diatas lantai kamar.
"Kau mau merokok?,mbak ada biar kau tenang" Kata Rena dengan keceplosan.
"Mbak merokok?,Mario baru tau !" Jawab Mario dengan heran.
"Ehmm..,kalau mbak stres pasti merokok,itu kadang kadang" Tukas Rena dengan kikuk dan tidak jadi mengeluarkan bungkusan kecil berisi rokok didalam saku celananya.
"Ya walau seperti itu,bebanmu sedikit berkurang Mario,Mau ?" Tawar Rena sekali lagi.
"Ya sudah mbak sini rokoknya,sekali aja Mario takut bibir ini jadi item" Sahut Mario mengambil bungkusan kotak dari jemari kanan Rena.
"Sekali saja enggak apa" Kata Rena sembari menyerahkan pemantik untuk Mario, Rena juga mengambil sebatang rokok tersebut karena stres juga.
Mereka berdua terdiam sembari menikmati asap nikotin yang masuk kedalam otak kecil dan paru paru mereka,ini salah satu contoh manusia salah kaprah namanya.
Seperti Desy stres berputus asa malah dugem,lain dengan Rena mengajak Mario merokok supaya beban berkurang,ada ada sajakan tingkah manusia, Hah... semoga sebagian orang bisa mengurangi kebiasaan buruknya.
"Mario Aku bisa mengagalkan rencana Maryam untuk menikahi anaknya itu" Tiba Tiba Rena memecahkan kesunyian disubuh begini.
__ADS_1
"Mbak mau apa?, apa ada hal lain,Mario sudah terjerat janji,mbak pernah bilang Pria sejati tidak akan ingkar janji,apa mbak lupa?" Jawab Mario sembari menarik asap rokok didalam mulutnya.
"Kita lari saja dari kota ini,beres bukan" Ternyata usulan Rena hal yang simpel tetapi bisa berakibat fatal.
"Mbak ada ada saja,Mario tidak bisa balik kerumah kardus itu mbak,bukan karena disini sudah enak tetapi Mario sudah punya pekerjaan mbak,apalagi Mario masih bisa melihat Desy" Sahut Mario tidak setuju dengan usulan Rena.
"Bukan pulang kampung bodoh,kita kekota lain saja,lagian mbak bosan disini" Sambung Rena dengan mengeluarkan asap rokok dengan kasar.
"Mbak apa enggak ingin melihat Jimmy?" Tanya Mario dengan lirih,seketika wajah Rena berubah merona mendengar nama Pria yang iya cintai tersebut.
Rena jadi terdiam dengan tatapan kosong sembari tangannya mencapit sebatang rokok yang mulai habis,Mario melirik wajah Rena yang melamun sejak mendengar nama mantannya itu.
"Eh heh melamun,mbak juga galaukan?,kayak gitu sekarang hatiku mbak,sulit sekali bersatu sama orang yang kita cintai ya mbak" Tukas Mario dengan mengkerutkan dahi.
"Kisah kamu beda sama Aku, huh sudah deh jangan bicara lagi mbak mau tidur saja,ocehan kamu mulai ngawur" Sambung Rena berdiri dari duduk yang sebelumnya mematikan puntung rokok didalam asbak.
Mario melihat Rena sudah pergi keluar meninggalkan dia sendirian,Mario berdiri dari duduk dan mematikan api rokok yang dia hisapp beberapa kali.
"Ini bukan ngurangi beban,bisa rusak paru paruku" Gumam Mario mematikan api rokok didalam asbak.
Pemuda ini mengambil handphonenya kembali yang terletak diatas meja nakas bersebelahan dengan ranjang,Mario melihat foto profil Desy didalam whatsup.
"Aku rindu kamu Des,baru tadi malam kita putus,Aku tidak mau pisah darimu Des?" Tanya Mario sendiri sembari mengutak atik ponselnya.
Mario baru tersadar dan ingat ucapan Desy kalau whatsup gadis ini mati,nomor telpon biasa pasti bisa dibubungi, dengan tangan cepat Mario menekan tombol hijau kenomor telpon Desy.
"Turt turt turt"
Mario kegirangan karena nomor Desy aktif pemuda ini ingin bicara dan menjelaskan kejadian yang sebenarnya,supaya bebannya berkurang sedikit.
"Halloo siapa ini?" Suara lelaki yang menjawab handphone Desy,Mario jadi lemas menduga Desy bersama lelaki lain.Dengan hati hancur Mario memilin spreinya dan mulai menangis.
__ADS_1
Sementara disebrang Sana Yuda terkejut melihat nama Mario saat menerima telpon,Handphone Desy terbawa Yuda sewaktu memapah Desy menuju apartemen.
Bersambung*