
Pagi hari yang cerah Mario sudah bersiap diri untuk bekerja,sejak perkenalan Mario dengan ketiga sahabat Desy pemuda ini jadi tau hal kebiasaan buruk gadis yang iya cintai itu,tetapi Mario tarik diri dia juga dahulu siapa? lebih mengerikan masa lalu Mario dibanding kelakuan buruk Desy.
Kini Mario keluar dari kamar sembari vidio call kekasihnya itu,Pemuda ini berjalan kearah kamar Rena yang terkunci rapat,Mario melihat lagi sepatu yang dikenakan Rena sewaktu pergi tadi malam tidak ada didalam lemari sepatu bertanda Rena tidak pulang hari ini.
(Kenapa wajah kau begitu?) Suara Desy dari handphone milik Mario dan melihat wajah Mario berubah bingung dan cemas.
"Mbak enggak pulang lagi,entah dimana dia tidur" Jawab Mario sembari memakai sepatu kerja.
(Mungkin tidur dirumah temannya sayang,eh sudah dulu ya aku juga mau kerja,muach da sayang) Suara Desy sembari mengakhiri Vidio Call.
Mario menyimpan handphone didalam saku celana dan berjalan hendak keluar rumah,langkah kaki ini terhenti didepan rumah Mawar yang sangat sepi,Mario baru ingat semenjak menikah Mawar dibawa pergi Andy entah kemana,mungkin Mawar sudah bahagia dengan pernikahannya itu.
Lalu Mario berjalan masuk kedalam taxy online yang sebelumnya iya pesan,Mario sudah duduk dibangku tumpangan sembari melihat handphonenya siapa tau Rena membalas pesan whatsup dari Mario.
Satu,dua,tiga beberapa menit telah berlalu kini mobil taxy sudah terparkir didepan hotel,lalu Mario turun dari dalam mobil sesudah membayar tagihannya. Sewaktu Mario hendak keruangan kerja langkahnya terhenti karena ada Dana yang menghalangi jalannya.
"Kamu dipanggil Ibu Sarah" Ucap Dana saat bertatap muka dengan Mario,untuk apalagi janda itu memanggil Mario ow sungguh membuat Mario menjadi nyesak didalam hati.
"Ya sudah aku akan kesana sebentar lagi" Jawab Mario sembari menarik nafas dalam dalam untuk bersiap masuk kedalam ruangan manejer tersebut.
Mario tidak membawa tas ransel lagi karena semenjak insiden kehilangan kemarin Pemuda ini waspada disekelilingnya,kini Mario dengan langkah berat berjalan kearah ruangan manejer.
Tok tok tok
Pemuda tampan ini mengetuk pintu ruangan milik Sarah, "Masuk saja" Suara manja Sarah dari dalam bilik pintu ini,Mario menekan knop pintu dan membuka pintu sedikit lalu menutupnya karena tubuhnya sudah didalam ruangan Sarah.
__ADS_1
"Akhirnya kamu datang juga" Kata Sarah langsung berdiri dari duduknya mendekati Mario yang masih berdiri didekat pintu ruangan.
"Duduklah apa kau tidak mau duduk?" Kata Sarah lagi karena Mario tidak membalas pembicaraan Sarah hanya terdiam sembari melirik Sarah yang sibuk berjalan lenggak lenggok didepan mata Mario.
Dengan diam lagi Mario mengambil tempat duduk disudut sofa dan tetap waspada kalau Sarah akan menggodanya lagi didalam ruangan ini,sedangkan wanita ini sibuk mengambil dua gelas minuman yang sudah iya siapkan terlebih dahulu.
Mario melihat Sarah membawa dua gelas minuman dan meletakkan diatas meja,entah apalagi yang akan dibuat Sarah untuk menggoda jejaka ini. Mario tidak gugup lagi jika dihadapan Sarah,itu tidak seperti dulu pertama kali yang iya rasakan hanya gugup dan takut dengan godaan Sarah,Pemuda ini sudah terbiasa sikap mesum Sarah terhadapnya.
"Minumlah kenapa bengong saja dari tadi" Titah Sarah sembari mengambil salah satu gelas diatas meja dan meminumnya sembari memperhatikan Mario yang duduk manis tanpa bicara.
"Ada hal apa anda memanggil saya Tan?" Akhirnya Mario membuka suara dan terlihat masih bingung kenapa Sarah memanggilnya.
"Minumlah jangan tegang gitu,santai saja sebentar lagi ada tugas baru untukmu" Jawab Sarah,entah kenapa Wanita ini terus menyuruh Mario untuk minum.
Mendengar kata tugas Mario bernafas lega karena Sarah menyuruh dia datang bukan maksud untuk menggodanya,tanpa rasa curiga Mario langsung menuruti Sarah untuk minum teh buatan wanita tersebut. Sarah dengan senyum penuh kepuasan melihat Teh yang iya buat dihabiskan Mario tanpa jeda meminumnya,Mario sengaja menghabiskan minuman tersebut agar cepat keluar dari ruangan Sarah yang membuatnya sesak itu.
Sarah tersenyum puas dan berjalan mendekati Mario yang duduk dengan wajah bingung,peluh keringat terus mengalir diatas kulit Mario sekujur tubuhnya ingin sekali dijamah seseorang. Dengan wajah Sensual Mario melihat samar wajah Sarah yang sudah dekat duduk bersamanya.
"Kau mau?" Tanya Sarah dengan senyum kemenangan,kemenangan berhasil melumpuhkan Mario yang selalu menolaknya jika iya goda,tidak tinggal diam sarah sudah menikmati bibir Pemuda ini menciumnya penuh rasa Birahi.Sarah begitu bernafsu hingga menanggalkan satu persatu pakaian yang iya kenakan.
Mario dengan pandangan buram melihat dua gunung kembar yang bergelantungan begitu menantang milik Sarah, "Ough" Sarah meracau kenikmatan Saat tangan nakal Mario menyentuh dua bukit kembar miliknya.
Tok tok tok
Sarah terkejut siapa yang mengetuk pintu ruangannya,seketika birahinya turun dan berdiri dengan bertelanjang dada,iya masih mengenakan rok sepanjang paha diatas lutut.
__ADS_1
"Tok tok tok" Karena Sarah tidak membuka ketukan itu terulang kembali dan wanita ini berdecak mulut kesal lalu memungut pakaianya diatas lantai untuk dipakainya kembali dengan perasaan jengkel sekali,sedangkan Mario duduk lemas menahan gejolak birahi ingin sekali memakan seseorang yang ada didepannya.
"Siapa?" Tanya Sarah dari bilik pintu karena tidak ingin membuka pintu takut kalau melihat wajah sensual Mario yang sudah dirasuki birahi tersebut.
"Aku,cepat buka pintu" Suara seorang Pria dari luar pintu menunggu Sarah membukakan Pintu,wanita ini melonjak bingung dan takut karena pemilik suara itu tak lain adalah Jimmy selaku adik iparnya.
"Tunggu sebentar" Tukas Sarah dengan bingung harus berbuat apa supaya Jimmy tidak melihat Mario,Dengan langkah berat Sarah memapah Mario masuk kedalam kamar mandi ruangan Sarah,menyembunyikan Mario didalamnya.
"Panas panas" Lirih Mario yang masih tidak sadarkan diri,Wanita yang berfikiran licik ini tidak perduli ocehan Mario langsung mengunci pintu kamar mandi.
Dengan langkah takut Sarah membukakan pintu untuk Jimmy,lalu dengan wajah ketat Pria ini masuk kedalam ruangan Sarah,mata Jimmy melihat setiap sisi ruangan seperti mencari sesuatu.
"Lama sekali kau membuka pintu?" Tanya Jimmy dengan mengkerutkan dahi dan memasang wajah masam.
"Tadi aku lagi kebelet,kamu ganggu saja" Jawab Sarah berbohong dengan raut wajah yang sedikit melukiskan kecemasan,Jimmy bukanlah Pria polos iya tau dan bisa membaca raut wajah yang tampak pucat karena dilanda ketakutan.
"Ada perlu apa? Tanya Sarah dan mengambil tempat duduk dimeja kerjanya,Pria ini diam sekelak dan berjalan kearah sofa.
Jimmy duduk diatas sofa dan merasakan bokongnya seperti menduduki sesuatu lalu Pria ini menggeser sedikit apa gerangan yang menonjol ditempat duduknya.
"Handphone siapa ini?" Tanya Jimmy sembari mengambil handphone yang sempat iya duduki tadi dan melihat poto profil Mario dihanphone tersebut.
"Mario"
Gumam Jimmy dengan wajah kesal membuat Sarah semakin takut dengan jantung berdegup kencang sekali. Jimmy meletakkan handphone tersebut diatas meja kerja Sarah supaya Sarah menjelaskan kenapa Handphone milik pemuda malang itu ada diruangan Sarah.
__ADS_1
Bersambung*