
Seorang gadis datang dengan jalan sempoyongan menuju ruang reception ingin menyewa kamar,gadis itu dengan wajah cantik nan mungil mengeluarkan kartu tanda pengenal dari dalam tas bermereknya,lalu menyerahkan kartu itu kepada receptionis.Receptionis memberi kunci kamar kepada gadis cantik berhidung mancung selaras, serta bibir sensual dan berkulit kuning langsat.
"Mbak tengok dulu ini Kartu pengenalku?"gadis itu ragu karena dia sudah merasa pusing sekali.
"Namanya Desy maya saragih,benar itu nama mbak? Jawab receptionis yang sudah membaca kartu pengenal milik gadis yang ternyata bernama Desy.
"Oh makasih mbak,aku cuma mastikan aja takutnya bukan punyaku" Tukas gadis cantik berambut sebahu itu dan melihat receptionis menganggukan kepala lalu tersenyum manis.
Gadis tersebut berjalan sedikit sempoyongan masuk kedalam lift dibarengi Mario yang ingin kelantai atas.Gadis itu melihati Mario dengan sangar dan tak berkedip,lalu matanya melotot mendekatkan wajahnya kepada Mario,Pemuda itu jadi salah tingkah dengan mencium aroma minuman keras terasa sangat menyengat.
"Kau Johankan !" Tanya gadis itu sambil bersuara tinggi dan menunjuk wajah Mario.
"Bu-bukan mbak,saya bukan Johan".Sangkal Mario dengan geleng kepala.
"Bohong !!!,enak kali kau bah" Balasnya lagi dengan suara ketinggian seribu Volt membuat telinga bisa pecah.
"Kuretakkan ginjalmu Johan,dasar pengkhianat kau !!!" Tukasnya lagi langsung memukul dada bidang Mario dengan sekuat tenaga.Mario menahan pukulannya dengan terbungkuk didalam lift tersebut.
"Gila ini cewek tenaganya kuat benar,udah mabuk,resek lagi".Mario membatin kesal dan berharap lift ini cepat terbuka.Mario tidak mengenal dia sama sekali,ini membuatnya bingung dan heran.Pemuda ini tidak mungkin membalas orang mabuk apalagi dia seorang perempuan.
Ting Tong
Doa Mario terkabul lift telah terbuka, dengan niat langka seribu iya ingin menjahui gadis gila itu,tapi sayang gadis itu malah menarik lengan kiri Mario sekuat tenaga sehingga niat kabur jadi gagal.
"Huek huek ".Segala isi perut gadis ini keluar berserakan diatas lantai, membuat Mario terkejut sambil merasakan perutnya jadi ikutan mual,Mario langsung buang muka tidak melihat kearah lantai takut kalau ikutan jadi muntah.
"Tolong aku mau kekamar" Ucap gadis tersebut dengan wajah memelas.Memang kalau orang mabuk sikapnya berubah ubah terkadang marah mendadak dan terkadang menangis sesuai perasaan dihati.
__ADS_1
Mario jadi kasihan melihat gadis yang kini sudah duduk diatas lantai,gadis itu tidak perduli lantainya kotor atau enggak,Mario tarik lengannya seraya ingin menyuruh dia berdiri, tetapi usaha Mario gagal malahan tubuhnya lemas sepeti tidak bertulang.
"Duh gimana ini?". Gumam Mario bingung apalagi lantai atas itu sepi,dengan terpaksa Mario gendong dia Alla bridal style menuju kamarnya.
"Mana kunci kamarnya ya?" Gumam Mario tidak tau kamar nomor berapa,lalu tangan Mario merogoh sendiri saku celana pendek milik gadis itu dan mengambil kunci tersebut.
Sepanjang lorong kamar Mario berjalan dengan menggendong dia,langkahnya terhenti dikamar paling sudut nomor 36.Mario memutar kunci kamar dan menekan knop pintu.
Sampai didalam kamar tangan Mario membaringkan tubuh gadis itu diatas ranjang,Mario ingin cepat keluar dari kamar itu,tetapi saat iya hendak pergi jemarinya ditarik membuat Mario terduduk diatas ranjang.
"Jangan pergi" Suara manjanya walau samar dan serak membuat hati Mario tidak tega untuk pergi.
Gadis tersebut duduk langsung mencium bibir merah Mario,lalu tangannya melingkar dilehernya.Mario terkejut batin karena baru kali ini iya dicium seorang gadis.
Mario diam saja tidak berkutik dan memejamkan mata,apalagi lidah kecil gadis itu menerobos masuk kedalam mulut Mario serta mengobrak abriknya,seperti mengalir sesuatu didalam otak dan darah Mario merasakan ciuman gadis cantik tersebut,padahal aroma mulut gadis itu berbau alkohol tapi mengalahkan ciumannya kepada Mario.
Mario berniat pergi tidak mau menganggu gadis berbadan ramping dan bertubuh tinggi sekitar 165cm,kini dia terlelap tidak sadar apa apa lagi.Kaki Mario kini melangkah pergi meninggalkan kamar.Dengan langkah perlahan tangan Mario memegang bibirnya sendiri karena mengingat ciuman panas tadi.Ah rasa itu tidak bisa dibayangkan dengan kata kata.
"Aku telat pulang udah jam delapan malam,mbak Rena marah apa enggak ya?".Gumam Mario melihat jam tangan saat masuk kedalam lift hendak kelantai bawah.
Mario melihat muntahan tadi yang masih tercecer didepan lift,lalu cepat cepat Mario masuk kedalam lift tersebut,jam kerjanya sudah lewat. Lagian tubuhnya sangat lelah dari pagi sampai jam enam sore membersihkan setiap kamar hotel.
Mario sudah dilantai bawah dan menemui receptionis hotel berniat minta tolong memanggilkan taxy online,karena iya belum mempunyai handphone,Mario terpaksa meminta tolong kepada receptionis.
Beberapa menit kemudian taxy online sudah menunggu didepan hotel,kaki Mario langsung berjalan mendekati mobil taxy itu dan langsung masuk kedalam.Didalam mobil Mario masih saja mengingat kejadian tadi,ternyata sungguh luar biasa rasa bibir wanita seperti makan ice kream vanilla terasa lembut sekali.
"Dek sudah sampai ini".Ucap supir taxy melihatku dari spion tengah,Mario terkejut karena suara supir taxy membuat lamunannya seketika buyar dan langsung memberi uang kepada supir taxy,setelah itu iya turun dari dalam mobil depan gang rumah.
__ADS_1
Lalu kaki Mario berjalan menelusuri rumah yang berderet sampai didepan halaman rumah Rena,langkahnya terhenti melihat suara canda tawa milik Mawar. Gadis itu melihat Mario saat iya masuk kedalam pagar rumah.
"Eh bang Mario,sudah pulang bang?".Tanya Mawar yang berdua dengan seorang wanita seumuran dengannya.
"Iya baru pulang kerja,kamu lagi ngapai?" Tanya balas Mario kembali dengan senyum kecil.
"Lagi ngobrol sama teman bang" Balas Mawar dengan suara manjanya.
"Ow..,kalau gitu abang masuk dulu ya,gerah mau mandi" Sahut Mario lagi sembari berjalan masuk kedalam rumah dan Mawar menjawab dengan kata " Iya bang".
Rumah dari dalam terlihat gelap tampaknya Rena udah pergi kerja,Mario sampai sekarang tidak tau apa pekerjaan sepupunya itu,pergi malam pulangnya pagi.
Mario mencari kunci rumah disalah satu pot bunga mawar yang terletak didepan balkon teras rumah,Rena memberi tau sebelumnya kalau iya tidak ada dirumah kunci diletak bawah pot bunga.Kini kaki Mario melangkah masuk kedalam rumah setelah menutup pintu terlebih dahulu.Rumah begitu sepi tanpa adanya Rena.
Tok tok tok
Baru saja mau masuk kedalam kamar pintu rumah sudah ada yang mengetuk,terpaksa dengan langkah malas Mario kembali lagi kepintu utama dan melihat siapa yang bertamu malam malam begini.Tanpa bertanya Mario langsung membuka pintu teesebut,terkejut yang bertamu adalah Mawar padahal tadi mereka baru bertutur sapa.
"Bang Mario maaf yang ganggu,Mawar mau minta tolong" Ucap Mawar dengan raut wajah penuh kebingungan,membuat Mario heran kerut alis sejenak.
"Emangnya ada apa ya?" Tanya Mario yang masih didepan pintu berhadapan dengan Mawar.
"Keran air mawar enggak bisa diputar bang,Mawar juga mau mandi,ibu lagi pergi dagang,teman Aku tadi udah pulang karena dipanggil ibunya,Mawar enggak bisa putar kerannya bang keras banget" Balas Mawar dengan panjang kali lebar.
"Ayo mungkin bisa aku bantu" Tukas Mario dengan tangan menutup pintu rumah,lalu mereka berdua berjalan masuk kedalam rumah Mawar.
Bersambung*
__ADS_1