
DUA BULAN KEMUDIAN
Hari berganti hari Mario masih tetap sama berpenampilan kumuh,jarang mandi kalau makan hanya sesekali,Mario mengurung diri didalam kamar sembari meratapi kesedihannya,iya masih saja tidak bisa melupakan gadis yang telah menghancurkan perasaanya itu.
"Tok tok tok"
"Mario buka pintunya,Abang mau bicara sama kamu !" Suara Jimmy dari luar pintu kamar.
"Cklek"
Mario membuka pintu sembari mengusap air matanya,lalu Pemuda ini mengambil duduk ditepi ranjang,Jimmy masuk kedalam kamar dan melihat penampilan Mario yang acak acakan seperti orang gila dijalanan raya sana.
"Abang sudah mendapatkan pekerjaan untuk kamu" Jimmy langsung duduk disamping Mario.
"Mario belum nafsu untuk bekerja bang,mario masih ingin sendirian"
"Mario,mau sampai kapan kamu begini?,tolong kasihani mbak kamu yang sudah pusing mikirin nasib kamu"
"Mario belum bisa melupakan dia bang,bayangan dia selalu datang,pahit rasanya bang"
"Mario apa kamu lupa pesan Ibu kamu hah!,kamu egois Mario mementingkan perasaan kamu sendiri !!" Sambung Rena yang sedari tadi dibalik tembok kamar mendengar obrolan Jimmy dan Mario,Rena yang menyuruh Jimmy mengetuk pintu kamar supaya Mario berhenti dari aksi mogok makan dan mogok mandi,serta tidak mau bekerja.
"Semangat Mario udah hilang mbak,Mario enggak sanggup lagi hidup" Balas Mario dengan suara gemetar.
"Plak"
Rena menampar pipi Mario dengan keras karena kesal mendengar ucapan Mario yang tidak punya semangat hidup,Jimmy terkejut ternyata Rena bisa juga bermain tangan.
"Sayang apa yang kamu lakukan?" Kata Jimmy dengan mengkerutkan dahi.
"Biar saja,biar dia sadar kalau didunia ini masih ada yang sayang sama dia" Kata Rena bersuara lantang sembari melihat Mario yang tertunduk memegangi salah satu pipinya yang tetasa terbakar.
"Masih ada kami yang menyayangi kamu Mario,apa kau lupa hah!,sayangi dirimu sendiri Mario diluar sana masih banyak perempuan menunggu untuk dicintai,kau memang keras kepala huh" Rena langsung pergi dengan perasaan emosi.
"Kamu jangan sakit hati ucapan mbak kamu ya,apa yang dia bilang itu semua benar,demi kebaikan kamu Dek,tolong hargai mbak kamu yang sudah mengurus kamu" Kata Jimmy
"Tapi Mario tidak bisa Bang,abang tidak mengerti perasaan Mario" Mario dengan suara gemetar.
__ADS_1
"Berhenti menangis itu pekerjaan wanita Mario,kau tidak pantas menangisi wanita yang sudah merendahkan kamu,apa kau tau disana dia lagi apa?,apa dia disana memikirkan kamu juga?,bodoh kamu"
"Dia memutuskan hubungan karena tidak bisa menerima kenyataankan?,tidak bisa menerima masa lalu kamukan?"
"Iya Bang" Jawab Mario sedih.
"Berarti dia tidak mencintai kamu dengan tulus,orang yang mencintai dengan tulus akan menerima pasangannya apa adanya,walaupun masa lalu pasangannya buruk sekalipun,itu bukan cinta sejati kamu Mario,abang beri tau begini karena sudah menjalani berbagai hal kehidupan"
"Jadi sekarang Mario harus apa bang?,Mario tidak mau lagi kenal wanita,Mario tidak mau lagi mencintai wanita"
"Bodoh kamu,wanita itu indah Mario enak saja kamu bilang tidak mau lagi mencintai wanita,huh kalau abang jadi kamu abang akan bangkit,merubah apa yang salah supaya mantan menyesal ninggalin abang"
"Mario enggak kek abang,kaya,ganteng,badannya bagus"
"Hahahaa,kamu juga bisa sepertiku"
"Maksud abang?"
"Kamu harus merubah penampilan kamu,ayo belajar sama abang,sia sia Ibu kamu melahirkan kamu dengan wajah tampan itu"
"Mario tampan ya bang?" Tukas Mario jadi tertarik dengan ucapan Jimmy.
"Kesempatan kamu hanya sekali Mario,abang tunggu kamu didalam mobil,kamu cukur dulu kumis kamu yang berserakan itu" Kata Jimmy lagi langsung pergi dari dalam kamar Mario.
Mario langsung tertarik dengan ucapan Jimmy,kini iya bangkit dan mengambil handuknya dengan semangat empat lima,Pemuda ini mencukur kumis dan janggutnya yang iya biarkan begitu saja,lalu iya membersihkan diri dengan air.
Sementara Jimmy lagi mengobrol dengan Rena diruang tamu Rumah,Rena masih kesal dengan tingkah Mario yang seperti tidak punya semangat hidup.
"Sayang jangan keras sama adik kamu,tenang saja aku akan merubah Mario seperti yang kamu mau"
"Apa dia mau?,makan saja dia tidak mau,aku sudah capek membujuk dia untuk move on" Tukas Rena sembari mendengus kesal.
"Dia sudah mau,sekarang pasti dia lagi mandi" Balas Jimmy.
"Hah mudah mudahan dia mau berubah dan melupakan gadis tomboy yang gila itu" Sungut Rena.
"Sudahlah jangan kau sebut lagi gadis itu,entar kedengaran Mario" Balas Jimmy.
__ADS_1
"Cklek"
Jimmy dan Rena mendengar suara pintu terbuka,mereka berhenti mengobrol karena mereka tau itu pasti Mario yang sudah siap mandi.
"Bang Mario udah siap,kita mau kemana?"
Rena melihat atas bawa penampilan Mario yang sudah kembali lagi seperti dulu,melihat itu Rena jadi tersenyum lega tampaknya ucapan Jimmy telah masuk kedalam akal Mario dan mau menuruti kemauan Jimmy.
"Minta maaf sama mbak kamu dulu,setelah itu kita pergi" Titah Jimmy yang sudah berdiri dipintu utama rumah.
"Maafkan Mario mbak" Mario langsung memeluk Rena dan tidak menangis lagi,kini Mario tersenyum walau sebenarnya dihati kecil Mario belum bisa melupakan sang mantan. Tetapi Mario berusaha menutupinya supaya Rena tidak marah lagi.
"Sudahlah enggak usah dibahas,kamu ikutin saja abang kamu itu" Kata Rena yang sudah tersenyum.
"Ayo ikut abang" Titah Jimmy sembari berjalan kearah halaman rumah mereka,Mario mengikuti saja kemauan Jimmy padahal iya tidak tau mau kemana.
Kini mereka berdua sudah masuk kedalam mobil dan melajukan mobil ketengah kota,Hingga mobil terparkir disebuah tempat fitnesh dan angkat barbel.
"Kita kok kesini bang" Kata Mario dengan heran.
"Udah enggak usah banyak tanya,ini tempat langganan abang,ayo turun enggak usah bengong gitu" Kata Jimmy yang sudah membuka pintu mobil.
Mario menurut dan mengikuti Jimmy masuk kedalam gedung tersebut,sampai didalam Mario terkejut melihat Pria kekar dengan roty sobek dibagian perutnya.
Lalu Jimmy membuka bajunya dan memperlihatkan tubuh kekarnya dan perut berotot kepada Mario,Jimmy sengaja pamer supaya Mario semangat.
"Kamu mau badan kamu begini?"
"Bagus banget badan abang" Mario berdecak kagum melihat tubuh Macho Jimmy.
"Kamu bisa seperti ini,angkat ini" Kata Jimmy menyerahkan barbel ditangan Mario.
"Ya Allah ini berat sekali bang" Kata Mario dengan kepayahan mengangkat barbel.
"Alah cuma berat tujuh kilo kamu bilang berat,kamu hilangkan feminim itu,ayo lakukan apa kamu tidak malu ditertawai mereka" Kata Jimmy sembari melirik beberapa Pria yang memperhatikan Mario dengan tersenyum nengejek.
Mario melirik kanan kiri ternyata dia sudah jadi pusat perhatian,Mario terlihat cemen didepan mereka karena barbel tujuh kilo gram saja dia susah angkat,padahal iya seorang Pria.
__ADS_1
Bersambung*