KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 7


__ADS_3

Mario duduk bagai bak cowok sejati dimeja makan,iya menikmati makan siang dengan lahap sekali,Rena melihat dan sesekali memperhatikan Mario yang terdiam fokus dengan makan siangnya.


"Udah ada perubahan ya kamu".Tukas Rena juga menikmati hidangan didalam piringnya.


"Iya mbak".Jawab singkatnya yang tidak ingin menghentikan mengunyah makanan yang ada didalam mulut Mario.


"Oh iya Mario hari ini kita pergi kehotel teman aku".Sambung Rena lagi melihat Mario sudah menenggak air putih dengan piring yang sudah bersih.


"Ngapai kehotel mbak?".Tanya Mario kepada Rena dengan wajah yang Heran,setau Mario hotel itu tempat mesum berbagai orang didalamnya,itu yang terlintas diotak mesum Mario ini.


"Kamu kok heran gitu, kita kesana mau tanya lowongan kerja buat kamu, jangan berpikiran aneh aneh kamu" Jawab Rena dengan wajah datar.


"Kirain,yaudah Mario ganti baju dulu".Tukas Mario langsung berdiri dari duduk meninggalkan meja makan.


Terlihat Rena geleng kepala karena mengetahui gagal paham yang ada didalam otak Mario.Mario kini masuk kedalam kamar dengan semangat membuka baju kaos dan celana pendek menggantikannya dengan kemeja lengan panjang dan celana jeans panjang.


Mario juga memakai jam tangan dan tak lupa menyisir rambut barunya itu,entah kenapa wajah Mario berputar melihat kearah jendela yang tertutup horden berwarna hujau lumut.


"Mawar lagi apa ya?".Gumam Mario saat tangannya menyikap horden dan melihat kearah jendela rumah gadis yang iya maksud,jendela Mawar kosong tidak ada iya disana.


"Tok tok tok"


"Mario kamu udah siap".Suara Rena terdengar dari bilik pintu kamar,segera Mario berjalan dengan tangan menekan knop pintu kamar. Pintu kamar terbuka dan Mario berdiri menghadap Rena yang membelalakan mata dengan rasa kagum.


"Wah kamu tampan Mario,cocok sama kemeja yang aku pilih" Kata Rena dengan sumringah yang melebar dibibir tipisnya.


"Mbak buat aku malu aja,ayo mbak aku udah siapan" Sahut Mario dengan malu malu kepada Rena.


Jarum jam menunjukan pukul satu siang lalu mereka berdua bergegas pergi dari rumah,saat digerbang rumah Mario memutar leher melihat balkon teras rumah Mawar.


"Tuhkan benar dia cewek ganjen".Ucap Rena dengan bicaranya yang bernada kesal melihat Mawar lagi duduk bermesraan bersama seorang pemuda tampan.

__ADS_1


Mario diam saja sambil melihat Mawar yang manja kepada pemuda berhidung mancung dan membawa mobil mewah yang terparkir didepan rumah Mawar.


"Besok kamu lihat deh pasti cowoknya berbeda,dah jangan dilihati terus ayo jalan"Titah Rena langsung menarik lengan Mario menuju jalanan gang rumah.


Mario diam membisu seperti ada yang sesak didada karena melihat Mawar bermanja ria kepada pemuda itu,Hati Mario rasanya kecewa melihat apa yang iya lihat barusan dan gadis itu tidak menyadari keberadaan Mario tadi.


Apalagi pemuda yang bersama Mawar sepetinya orang kaya terlihat dari mobil mewah yang iya bawa,Mario kalah kalau bicara soal harta dan iya tarik diri sendiri,jangankan mobil,ponsel genggam aja Mario sekarang enggak punya,buat apa tampan kalau tidak punya uang pikiran itu melintas dibenak Mario.


"Ngelamun, hei".Suara Rena membuyarkan lamunan Mario,Mario jadi gugup dan pura pura melontarkan senyum kepada Rena,padahal dihati sungguh nasibnya amatlah pahit.


"Kamu suka ya sama Mawar,sejak tadi bengong terus,hai bodoh masih banyak gadis yang lebih cantik dari pada Mawar" Sungut Rena dengan nada kesal.


"Aku enggak apa mbak, santai aja, oh iya kita naik apa mbak" Balas Mario dengan maksud menngalihkan omongan supaya Rena tidak membahas Hal tentang Mawar.


"Kita nunggu disini, teman aku entar lagi datang" Sahut Rena yang sibuk dengan ponsel genggamnya.


Betul saja sebuah mobil mewah berwarna merah berhenti didepan mereka, Rena melontarkan senyum saat seorang Pria membuka jendela kaca mobil.


"Ah enggak baru aja kami disini".Jawab Rena langsung membuka pintu mobil dan duduk dikursi tumpangan depan.


"Itu sepupu kamu?".Tanya Pria yang berbadan besar kepada Mario,saat Mario masuk kedalam mobil mengambil bangku tumpangan belakang.


"Iya, kenalkan Mario ini teman aku namanya Jimmy" Rena membalikan badan melihat Mario dibelakang bangku tumpangan mobil.


"Saya Jimmy".Lelaki ini mengulurkan tangan saat badannya berbalik arah belakang.


"Saya Mario om".Balas Mario dengan menyalam tangan lembut kepunyaan pria yang terlihat kaya ini.


"Jangan panggil om,apa saya kelihatan tua,Heheeh?".Jimmy merasa risih dipanggil Om.


"Ye emang kamu udah tua".Tukas Rena dengan tangan mencubit mesra tangan kanan kiri Jimmy,mata Mario melihat bahwa Rena kelihatannya sangat akrab dengan Jimmy.

__ADS_1


"Umurku masih tiga puluh empat Rena,ada ada aja kamu" Sahut Jimmy dengan senyuman lebar dan tangan memutar kunci mobil.


"Jadi saya harus manggil apa?".Tanya Mario dengan bengong dan polos melihat mobil sudah melaju dengan kecepatan rendah.


"Panggil kakek saja".Sahut Rena sambil melirik Jimmy yang memutarkan mata dengan rasa malas karena candaan Rena.


"Rena kamu ya,panggil saja saya abang atau apa gitu biar enak didengar Mario".Jawab Pria yang kini menatap Rena dengan tatapan mesra dan sesekali melihat wajah Mario dari kaca spion tengah mobil.


"Oh abang aja deh".Kata Mario dengan menganggukan kepala, membuat Jimmy tersenyum puas kelihatan kalau dia setuju dengan ucapan Mario.


Mobil Jimmy terus melaju kencang melewati jalan raya yang penuh keramaian,mata Mario melihat dengan jelas tangan nakal Jimmy mengelus dada Rena dengan tatapan mesum,Rena menangkis tangan Jimmy dengan lembut dan tersenyum,Mario diam saja dan memutar kepala melihat kearah jendela kaca mobil.


Tangan nakal Jimmy bergerak lagi kearah paha putih milik Rena dan mengelusnya,melihat itu Mario jadi gugup dan melirik sesekali perbuataan mesum Jimmy kepada Rena.


"Dilihat Mario malu ah".Ucap Rena dengan suara samar tapi Mario masih bisa mendengarnya,Bibir kecil Jimmy hanya diam dan membuang senyuman lalu tangannya kini sudah mengelus pucuk kepala Rena.


"Kelihatannya mereka pacaran,ah bukan urusan aku".Gumam Mario dengan pura pura tidak melihat aksi mesum Jimmy kepada Rena.


Jimmy menekan pedal rem dan mengambil parkiran disebuah gedung yang mewah dan besar,Mario berdetak kagum melihat gedung yang tinggi itu dengan papan iklan yang sangat jumbo tertancap kuat dipagar besi.


"Mbak apa ini hotelnya?".Tanya Mario saat turun dari mobil dibarengi Rena dan Jimmy.


"Iya ini hotelnya,kamu tau ini punya siapa?"Sahut Rena bersuara pelan saat Jimmy berjalan didepan.


"Mana aku tau mbak".Jawab Mario dengan polosnya dan berjalan saja mengikuti Rena.


"Ini punya jimmy".Rena membisikan kekuping kiri Mario,Pemuda itu terkejut ternyata bakal Bos iya adalah Jimmy.


"Apa jimmy udah punya istri mbak?".Tanya Mario dengan rasa penasaran,Rena hanya diam dan melihat Mario dengan kekesalan,kelihatan dari wajah wanita cantik itu kalau pertanyaan Mario tadi adalah benar.


Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2