KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 71


__ADS_3

Musik telah berhenti,sejumlah pelanggan berjalan keluar pintu diskotik secara bergantian,karena hiburan telah usai dan waktu menunjukkan angka empat dini hari,begitu juga Mario yang sudah bergegas akan pulang. Sekarang Pemuda ini menapakkan kaki diparkiran lalu berjalan sedikit kedepan diskotik.Mario akan menunggu Bartender atau karyawan lain untuk menumpang pulang dengan mereka.


Sebuah mobil mewah melintas didepan Mario,mobil itu sangat mahal seharga dua rumah miliyaran rupiah,kaca mobil tersebut terbuka setengah dan memperlihatkan seorang wanita cantik sedikit berumur tiga puluhan lebih dialah Kartika.


"Mario kamu mau pulang?" Tanya Kartika yang lagi duduk dibangku setir,iya sendirian temannya sudah tidak ada lagi.


"Iya Tan,aku menunggu teman kerja" Balas Mario sembari melontarkan senyum yang indah,Kartika jadi meleleh lihat senyuman itu karena baru ini iya melihat pemuda yang iya kagumi tersenyum.


"Masuklah aku akan mengantarkanmu?" Titah Kartika sembari membuka pintu mobil.


Mario ingin menolak tawaran Kartika tetapi matanya langsung melihat Sarah ingin mendekati dia lagi,terpaksa Pemuda ini langsung naik kedalam mobil mewah tersebut supaya tidak berhadapan lagi dengan Sarah,lalu mobil itu melaju pergi meninggalkan area diskotik.


"Kurang ajar,siapa yang berani membawa berondongku !" Kata Sarah berdecis kesal sembari melihat mobil mewah itu melaju keluar dari tempat itu. Sarah memukul bamper mobilnya iya menumpahkan kekesalan hati karena tidak bisa melihat Mario lagi.


"Besok malam aku kesini lagi,kau pikir bisa lolos Mario" Sarah bergumam lalu masuk kedalam mobil dan pergi begitu saja membawa kekesalan hatinya.


Sementara didalam mobil Mario melirik wajah Kartika yang masih cantik alami,dengan tubuh gitar sepanyol dibalut kulit putih bening,Kartika fokus menyetir sesekali melihat Mario sembari melontarkan senyuman.


"Umur kamu berapa Mario?" Tanya Kartika


"Dua puluh delapan Tan,baru ulang tahun bulan kemarin" Jawab Mario.


"Sayang sekali aku tidak bisa ikut merayakan ulang tahun kamu karena kita baru kenal,umur kita juga enggak jauh beda sedikit" Balas Kartika.


"Oh iya jadi berapa umur Tante?" Tanya Mario tertarik mengobrol bersama Kartika.


"Tiga puluh lima tahun,kita beda tujuh tahun saja" Jawab Kartika.


"kamu udah punya pacar Mario?" Tanya Kartika lagi ingin tau lebih banyak tentang Mario.


"Belum,Aku masih singel Tan" Jawab Mario dengan senang hati.

__ADS_1


"Jangan panggil Tante dong,saya enggak beda jauh dari umur kamu,panggil Mbak atau apa kek"


"Oh boleh,kalau begitu aku akan panggil anda Mbak aja biar sedikit gimana gitu"


"Its Ok,oh ini gang rumah kamu?" Tanya Kartika sembari membelokkan setir mobil kearah kiri gang.


"Iya Mbak,nama mbak siapa?,kalau boleh tau dari tadi kita ngobrol aku enggak tau nama mbak" Tanya Mario.


"Oh saya Kartika"


"Ah disini saja Mbak,itu rumah aku" Tukas Mario setelah melihat rumahnya yang paling ujung.


"Yang mana rumah kamu?" Tanya Kartika Sembari matanya melihat kanan kiri.


"Itu Mbak" Tunjuk Mario asal padahal rumahnya masih jauh dari tempat mobil Kartika berhenti.


Mario tidak mau Kartika mengetahui letak rumahnya,mana tau sewaktu waktu Kartika tanpa izin datang kerumah pasti Rena akan menyambut dengan Amukan atau omelan karena Kartika lebih tua dari Mario.Pasti Rena tidak akan setuju Mario berteman dengan wanita yang lebih tua darinya.


"Kenapa mbak?" Mario tidak jadi membuka pintu mobil untuk keluar.


"Ini uang tips kamu,tadi saya tidak sempat kasih,kamu terima ya" Kata Kartika sembari menyodorkan uang ratusan berjumlah banyak sekali,uang sebanyak itu bisa untuk membeli ponsel canggih dan terbaru.


"Maaf mbak,bukan aku tidak mau tapi itu memang pekerjaan aku melayani pelanggan,simpan saja uang mbak itu" Tolak halus Mario sembari mendorong jemari Kartika saat ingin memberi uang tersebut.


"Mario kamu memang ah" Kartika langsung merangkul Mario dan semakin terpesona dengan menyandarkan kepala dibahu kekar Mario,Pemuda ini duduk mematung saat dipeluk Kartika.


Mario merasakan aroma wangi khas tubuh Kartika saat wanita ini merangkulnya,Pemuda ini juga merasakan lagi tonjolan dua bukit kembar yang menempel dilengan kanan Mario,pemuda ini sedikit canggung serta terkejut.


"Mbak saya mau pulang" Kata Mario supaya Kartika mau melepaskan rangkulannya tersebut.


"Ah Maaf Mario saya kelepasan,ya sudah kamu hati hati ya" Wanita ini langsung melepaskan kedua tangannya yang merangkul tubuh Mario dari samping.

__ADS_1


"Mbak seharusnya yang hati hati,rumah aku dekat dari sini,ok Mbak luan ya" Mario langsung membuka pintu mobil dan berjalan pergi.


"Dia berbeda sekali,tidak seperti berondong yang pernah aku kenal,menolak uang ini,kamu buat aku semakin terpesona Mario" Batin Kartika sembari menyimpan uangnya kembali kedalam tas mewahnya dan melajukan mobil pergi dari tempat itu.


Kartika pikir tadi Mario mau menerima Uang itu,supaya Mario terlena dengan uang dan mau meniduri Kartika dengan bayaran mahal seperti kebiasaan yang iya lakukan selama ini,nyatanya Mario menolak uang tips tersebut membuat Kartika semakin menggilai Mario.


Kartika adalah janda kaya raya tidak mempunyai anak,suaminya meninggal kecelakaan saat Kartika telah hamil empat bulan,tetapi sayangnya iya keguguran karena frustasi kehilangan orang yang iya cintai tersebut,kini dia melakoni sepuluh perusahaan yang diwariskan almarhum suaminya,wanita ini juga yatim piatu.


Pantas wanita ini sangat kesepian dan selama ini iya mencari kepuasan sendiri tidur dengan Pria bayaran untuk mencari kesenangannya sendiri,selama ini pemuda yang iya kenal hanya mau uangnya saja dan tubuh moleknya itu.


Kembali bersama Mario yang sudah membuka pintu rumah dengan kunci duplikat yang iya bawa selalu,Pemuda ini berjalan sembari membuka pintu kamarnya.


"Mario kamu sudah pulang?" Rena membuka pintu kamarnya dan melihat Mario berdiri didepan pintu kamar pribadinya.


"Ah iya mbak,aku pulang diantar teman tadi,abang mana?" Jawab Mario sembari membuka pintu kamarnya.


"Biasalah neetekk sama istrinya yang bunting itu" Sungut Rena dengan wajah masam.


"Hahaha mbak ini ngomong enggak pake bandrol" Mario tertawa renyah.


"Udah lama kamu enggak masak,mbak lapar nih" Kata Rena sembari memegang perutnya.


"Aku malas nyentuh kuali ama sutil itu mbak,akukan cowok ngapai masak"


"Mmm kamu udah pintar bicara sekarang ya,pasti Jimmy si buaya itu banyak ajari kamu yang enggak enggak" Rena geleng kepala sembari tolak pinggang.


"Ah enggak mbak,dia cuma kasih tau taklukan wanita jangan baper itu aja kok" Sangkal Mario membela Jimmy padahal lebih dari situ yang Jimmy ajarkan kepada Mario.


"Ya sudah biar aku saja yang masak,huh" Sungut Rena sembari berjalan kearah dapur.


Pemuda ini berjalan masuk kedalam kamar dan mengganti pakaian tidur,lalu iya berbaring merenggangkan sedikit otot otot tegangnya yang seharian sehabis beraktifitas.

__ADS_1


__ADS_2