KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 38


__ADS_3

Gadis dengan tubuh tinggi 165cm ini lagi didepan cermin dengan memakai makeup tipis diwajah cantiknya,tidak lupa memoles lisptik berwarna soft dibibirnya yang berbelah bawah alias pecah gambir, gadis ini adalah Desy.


Desy tidak pernah menyentuh alat alat rias yang diberikan Ibunya tetapi makeup itu kini sudah ada ditiolet kamar Desy,gadis ini mengeluarkan alat rias yang didalam kotak yang sebelumnya tersimpan diatas lemari pakaian.


"Kalau bukan permintaan Mario,Aku malas memakai makeup huh" Gerutu Desy sembari melihat wajah cantiknya dipantulan cermin.


Lalu gadis ini mengambil mini dress didalam koper yang sudah lama desy tidak menyentuhnya,supaya terlihat feminim terpaksa gadis ini memakai mini dress berwarna merah darah.Mini dress itu juga pemberian Ibunda Desy.


Selesai memakai mini dress desy menghadap cermin kembali dan melihat tubuhnya terlihat sexy dengan kulit kuning langsat dibalur mini dress panjang diatas lutut.


" ckckc" Desy kecap mulut melihat lengannya yang sedikit berotot dia jadi tidak percaya diri memakai mini dress tanpa lengan tersebut,gadis ini tidak kehabisan akal mencari rompi kecil supaya bisa menutupi kedua lengannya yang terlihat berotot tersebut.


"Nah gini mending,tadi kayak wanita yang ada disamckdown Hihihihi" Geli Desy sendiri sembari melihat dirinya yang sudah cocok dan terlihat feminim memakai makeup dan baju mini dress dipadu rompi kecil.


Gadis ini lanjut berjalan mencari sepatu bertumit tinggi yang iya beli tadi sore,tampaknya Desy sudah mempersiapkan gaya feminim untuk berkencan dengan Mario,biasanya gadis ini hanya memakai kemeja kedodoran dengan celana joggernya dan tidak lupa memakai topi kesayangannya itu.


Desy sudah berdiri memakai sepatu bertumit tinggi dan berjalan pelan pelan kearah kamarnya,gadis ini tidak biasa memakai sepatu bertumit tinggi sehingga seperti balita yang baru belajar berjalan.


"Aduh,argghh...susah kali pakai sepatu kek gini,tapi Aku harus bisa demi terlihat feminim didepan Mario" Gerutu kesal Desy saat kaki kirinya terpelekok memakai sepatu hak heels tersebut.


Dengan semangat empat lima Desy memaksa jalan perlahan menuju tempat parkiran dilantai bawah apartemen miliknya,gadis ini masuk kedalam mobil dengan sedikit berkeringat.


"Argghh panasnya" Gerutu Desy iya tidak biasa rambut panjang sebahunya yang lurus iya gerai begitu saja.Cepat cepat iya memutar kunci kontak mobil dan menghidupkan Ac mobil.


Mobil Desy melaju kencang kearah tengah kota,telunjuk Desy menekan tombol On seraya menghidupkan musik didalam mobil.


Kepala Desy bergoyang goyang mengikuti aluran musik jungle duth tanpa sadar. Gadis ini sangat bahagia sekali terlihat diraut wajahnya yang senyum sendiri memikirkan wajah Mario yang tampan dan polos.

__ADS_1


Sesaat kemudian mobil Desy sudah terparkir didepan simpang gang rumah pacarnya itu,lalu gadis ini mengambil Handphone yang disimpan didalam mini bag.


"Kok enggak diangkat sih?" Gumam Desy saat menelpon Mario berkali kali tetapi tidak ada jawaban.


Desy jadi cemas kenapa Mario tidak mengangkat telpon dari Desy,apa Mario sakit atau apa itu yang ada didalam pikiran gadis ini,karena tidak sabar gadis ini sudah turun dari mobil mewahnya.


Dengan perlahan Desy berjalan supaya kakinya tidak keseleo karena belum terbiasa memakai sepatu bertumit tinggi tersebut.Gadis ini bisa bernafas lega karena tidak keseleo saat sampai didepan gerbang rumah Rena.


Desy terus berjalan sampai kepintu utama rumah dan melepas sepatunya karena ingin masuk kedalam rumah tersebut,Desy heran kenapa pintu rumah dibuka lebar lebar begitu saja tanpa ada orang diruang tamu.


"Kok sepi sih " Gumam Desy saat berdiri didepan ruang tamu rumah Rena.


"Mario kau harus bertanggung jawab menikahi anakku,kau telah menodainya!!" Sungut Maryam dengan wajah sangar.


"Ini salah paham bu,saya tidak ada apa apa sama Mawar,dia dat----" Ucapan Mario terpotong.


Suara ngedumel Maryam dan suara Mario terdengar ditelinga Desy,gadis ini berjalan mencari sumber suara tersebut. Tanpa kata Desy sudah berada dipintu kamar Mario.


Desy mengepalkan tangan geram karena mulai naik darah,mata Desy terperanjat melihat Mario berdiri mematung dengan bertelanjang dada hanya handuk melingkar dipinggul Mario,lalu Desy melihat lagi Mawar yang sudah terduduk dibawah lemari dengan tubuh ditutupi selimut tidur.


Rena masih terpaku tanpa bicara karena syock melihat kejadian ini,Maryam sudah menuduh dan menyudutkan Mario supaya menikahi Mawar.


"Sayang !" Lirih Mario saat melihat Desy dengan wajah merah padam dan tatapan membunuh. Jantung Mario berdegup kencang dan berjalan mendekati Desy.


"Sayang Aku ak----"


"Buak"

__ADS_1


Mario tidak sempat bicara Desy dengan emosi meninju tepi bibir Mario seketika menjadi pecah dan berdarah,Mario terpekik kesakitan memegang area bibirnya lalu mengusap setitik darah dari tepi bibirnya.


Tetapi Mario tidak membalas perlakuan Desy Karena mutlak memang kecerobohannya sendiri tidak tau Mawar menyelinap kedalam kamarnya.


"Pengkhianat !!!, Aku benci dikhianati,jelas jelas kau berbuat mesum kepada dia, kau malah tidak mengakuinya !!,kita Putus Mario" Bentak Desy dengan mata terbelalak serta mengembun dihadapan Mario.


"Ini salah paham tolong percaya sama aku !" Tandas Mario dengan suara gemetar sembari menatap Desy dengan sayu dan bersedih.


Desy tidak perduli penjelasan Mario lagi karena sudah iya saksikan dengan mata kepalanya sendiri,kalau pemuda yang iya cintai telah berkhianat padanya.


Dengan hati yang ditutupi amarah Desy berlari pergi meninggalkan rumah Rena dengan tangisan pilu,sementara Rena dan Maryam masih terdiam menyaksikan dua sejoli yang bertengkar.


Mario hendak mengejar Desy yang sudah keluar dari rumah,sampai sampai pemuda ini tidak perduli dengan handuk yang masih melingkar dipinggul rampingnya,tetapi rencana dia untuk mengejar Desy dihalangi Rena yang sudah berdiri didepan pintu utama rumah.


"Tolong mbak biarkan Mario lewat,Mario mau susul Desy,pliese jangan halangi Mario !" Tukas Mario hendak menerobos pintu dimana Rena berdiri ditengahnya.


"Apa kau tidak malu dilihat warga tanpa baju begini !?, hem..." Sahut Rena masih bertahan menjadi benteng didepan pintu utama rumah.


"Mario tidak perduli mbak, Mario mau menjelaskan ini semua !" Tandas Mario dengan mata yang mengembun dengan hati yang sesak iya rasakan.


"Bilang saja kau mau lari dari anakku !!" Sambung Maryam dengan ketus saat berdiri diruang tamu dengan mawar yang sudah terduduk diatas sofa.


"Kita selesaikan masalah ini Mario,Desy biar Aku yang mengurusnya besok, dari tadi wanita tua ini tidak berhenti mengoceh terus membuat kepalaku semakin sakit saja !" Tandas Rena sembari menutup pintu rumah dan melihat Maryam dengan wajah sangar.


"Apa kau bilang?,Aku hanya menuntut perbuatan adikmu menodai anak gadisku, kau bilang Aku mengoceh terus hah !!" Ketus Maryam berjalan mendekati Rena yang berdiri didaun pintu.


"Aku tidak percaya adikku berbuat mesum kepada anak gadismu,karena aku tau anak gadismu perempuan penggoda,dulu mantan suamiku juga pernah dia goda !!" Ketus Rena dengan wajah terdongak hendak menantang Maryam .

__ADS_1


Bersambung*


__ADS_2