KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 18


__ADS_3

"Da Mario" Kata Desy saat melihat Pemuda itu turun dari dalam mobil,kini Desy berlalu pergi dari hotel,lalu Mario melanjutkan lagi pekerjaannya karena jam makan siang telah habis,langkah kaki Mario terhenti sejenak karena Sarah ada didepan dia.


Mario acuh dan melewati Sarah tanpa menyapa hanya senyuman yang Mario berikan,tetapi Sarah buang muka jalan saja melirik sekilas dirinya seperti anggap Mario tidak kenal.


Kini Sarah yang sudah menutup pintu kantornya dengan rasa geram hati wanita ini berjalan menuju meja kerjanya,"Buuuk" Sarah dengan marah memukul meja kerja.


"Aku benci kau Rena,tidak lama lagi kau akan hancur Hahaah....,enak saja kau mau menghalangi Aku mencari mangsa,Mario tunggu saja kau akan kudapatkan" Tukas Sarah dengan wajah penuh ambisi dan Sarah terbayang wajah Mario yang tampan.


Kini Sarah duduk dan menelpon seorang wanita entah apa yang mereka bicarakan,sehingga wanita yang ada ditelpon sangat marah sekali lalu menutup telponnya.


Kembali lagi bersama Mario yang sudah sibuk membersihkan toilet kamar,tidak sengaja mata ini melihat karet serta cairan berbentuk mayones didalam tong sampah kamar mandi.


"Dasar gila,habis mesum buang sembarangan" Gumam Mario dengan geleng kepala melihat itu,apa yang iya lihat bukan kali ini saja sering sih tapi itu sudah biasa,hanya kesalnya mereka yang membuang karet itu dengan sembarangan.


"Tit tit tit"


Ponsel milik Mario berdering cepat cepat tangan Mario meletakkan alat pembersih didaun pintu kamar mandi,ternyata Rena yang telpon Pemuda itu dengan cepat tangannya menekan tombol hijau.


"Iya mbak,oh iya mbak entar Mario pulang akan bawakan obat" Tukas Mario saat ditelpon Rena,ternyata Rena sakit dan dia menyuruh Mario membelikan obat diapotik. Lalu tangannya lagi menaruh handphone didalam saku celana dan melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda.


"Woi Mario eh enak ya makan siang sama cewek cantik" Tukas Jaka tiba tiba nongol didepan pintu.


"Eh mati mama kau !".Mario dengan terkejut dan latah membuat Jaka mengerutkan dahi.


"Eh maaf bang Jaka,aku latah".Kata Mario lagi takut Jaka mengambil hati dan marah.


"Oh kirain,maaf deh aku mengejutkanmu,kalau gitu aku kesamping ya mana tau Dana perlu bantuan" Jawab Jaka dengan sumringah.

__ADS_1


Kini Jaka telah berlalu dan Mario tak habis fikir tibat tiba saja pemuda itu datang seperti hantu,Setelah tugas Mario selesai semua,pemuda itu melihat jarum jam sudah menunjukan pukul enam sore dan pastinya semua karyawan sudah boleh pulang.Lalu dengan buru buru Mario memanggil taxy online takut Rena menunggu kelamaan.


Singkat waktu Mario sudah membeli obat dari apotik sesuai pesanan Rena,syukur supir taxy baik mau singgah keapotik sebentar. Mobil terus melaju kencang menuju gang rumah.


"Ini pak" Ucap Mario kepada supir taxy memberikan ongkos tagihan kepadanya,lalu kaki Mario berjalan menuju rumah.Saat sedikit lagi sampai digerbang rumah langkah Mario terhenti karena rumah mereka ramai dikerumuni banyak orang.


"Usir dia pak dia Pelakor,dia ganggu suami saya,wanita tidak tau malu kamu ya !!".Marah wanita cantik berdiri dihadapan Rena dengan wajah garang dan mata terbelalak.


"Hei jaga ucapanmu,Pak RT bukan begitu wan-----" Omongan Rena terputus saat wanita cantik itu menarik rambutnya sekuat mungkin.


"Tenang bu tenang" Tukas pria setengah baya berusaha menarik lengan wanita tersebut.


"Astaghfirullah embak, hei jangan narik rambut mbak aku" Kata Mario yang sudah berlari dan menepis tangan wanita itu,Mario tidak berani kasar kepada wanita itu karena iya sedang berbadan dua.


"Mama ngapai kamu kesini?, papa enggak ada hubungan sama dia,nekat benar kamu!!"Bentak seorang pria yang tiba tiba datang dan menarik lengan wanita itu dan pria itu ternyata Jimmy.


Mario baru ngerti sekarang pertengkaran Rena dengan wanita itu,sungguh tak habis pikir mengapa istri Jimmy bisa tau alamat rumah Rena.Tetangga sudah ramai ada yang mengintip dari jendela rumahnya dan ada juga terang terangan melihat kejadian itu, mata mata mereka menjadi jijik melihat Rena.


"Awas kamu ya !, lihat saja nanti".Ancam Wanita itu lagi saat berada didepan pintu gerbang rumah dan Jimmy memaksa pergi dari gang rumah Rena.


"Uh Rena kamu pergi saja deh dari gang ini, kami enggak suka ada pelakor digang ini ngotori saja,iya kan ibu ibu?" Ketus Maryam dengan wajah jijik dan benci,sedangkan Mawar terdiam sembari menonton saja.


"Iya iya betul itu pak RT,usir saja dia".Tandas Yuli salah satu tetangga jua,Lalu Mario menggenggam kuat tangan Rena seakan memberikan kekuatan kepadanya.


"Tenang ibu ibu jangan cari keributan, nyonya tadi sudah pergi jadi apalagi yang harus diselesaikan,sekarang kalian bubar bubar"Jawab pria setengah baya dengan berkumis tebal.


"Huh"

__ADS_1


Sorak semua tetangga berjalan kearah rumah masing masing dan pria selaku Rukun tetangga tadi masih berdiri didepan pintu rumah kami.


"Terima kasih ya pak" Ucap Rena dengan wajah bersedih.


"Sama sama,kalau begitu saya pulang dulu"Balas pria tersebut dan berjalan meninggalkan mereka berdua.


"Huh Mawar ayo masuk,jangan dekat dekat sama pelakor itu!" Tukas Maryam menarik lengan Mawar masuk kedalam rumah.


Mario kira sepupunya itu kuat karena tidak menitiskan air mata sedari tadi,tidak taunya dia berjalan masuk dan membuka pintu kamar menangis sejadi jadinya.


Mario berdiri mematung didepan pintu kamar Rena dengan tangan memegang bungkusan obat dan melihat Rena terduduk diatas lantai dengan menyandarkan kepala diatas ranjang.


"Hiks...hiks....Huuuu" Rena menangis dengan memiilin sprei sejadi jadinya,ingin sekali Mario memeluk Rena memberikan kekuatan tetapi itu tidak iya lakukan karena Mario mengerti Rena butuh sendirian.


Kini kaki Mario berjalan dengan wajah sedih dan menghempas bokong diatas sofa empuk,sesak sekali melihat Rena begitu sebenarnya itu memang kesalahan Rena kenapa berpacaran dengan suami orang,jadi serba salah perasaan Mario.


"Jimmy hikss...." Terdengar suara Rena dari dalam kamar dengan bergetar membuat Mario frustasi dan memijat dahi.


"Kenapa istri Jimmy kesini ya?,malah tetangga pada tau" Gumam Mario tidak habis fikir.


Kembali bersama Maryam yang tersenyum penuh kesenangan karena melihat kejadian tadi,Maryam duduk disofa ruang tamu dengan berfikir.Sedangkan Mawar sibuk menyapu lantai rumah mereka.


"Janda itu dapat balasannya,Rasakan !" Tukas Maryam dengan wajah geram dan senang.


"Ibu tidak boleh begitu,sudahlah bu" Kata Mawar sembari geleng kepala.


"Ibu tidak terima sama ucapan dia dulu,enak saja dia gosipin kamu godain suami dia,sekarang terbalik dia yang benar benar Pelakor" Jawab Maryam dengan senyum kepuasan.

__ADS_1


Mawar tidak berkata lagi takut ibunya terus mencela Rena,lalu gadis itu melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda itu.


Bersambung*


__ADS_2