
Mario sudah menyiapkan hidangan dendeng daging serta tumisan sayur berbagai warna diatas meja dan terlihat wajah Desy dengan rasa kagum melihat Mario menghidangkan sebuah makanan untuknya.Indra penciuman Desy menghirup wangi masakan membuat perutnya semakin lapar saja.
"Waw...kelihatannya enak,boleh aku coba" Tukas Desy dengan semangat mengambil sendok dan menicicipi masakan Mario.
"Ayo ambil nasinya" Sambungnya yang sudah duduk dikursi makan berhadapan dengan Desy.
"Kalau punya suami begini aku pasti betah dirumah,apa kau mau jadi suamiku Mario?" Tanya Desy dengan berterus terang tanpa rasa malu sedikitpun.
"Brruhsd" Air putih yang diminum Mario keluar lagi dari dalam mulut,iya terkejut dengan ucapan Desy barusan.Dengan kilat Desy mengambil tisu dan menyeka sisa air ditepi bibir Mario.
"Maaf Aku tidak pelan pelan"
"Iya enggak apa,ayo kita lanjut makan lagi" Kata Desy sembari menaikkan alis.
Desy kelihatannya lapar betul dia tidak perduli dengan ucapannya tadi malah menyantap lahap makanan buatan Mario,bibir Mario tersenyum puas karena sepertinya Desy menyukai masakannya ini.
"Kenapa bengong tengok aku makan?,kamu enggak makan?" Tanya Desy yang melihat Mario tidak menyantap makanan diatas piringnya.
"Mau tambah lagi?" Tanya Mario dengan berdiri dan mengambil nasi didalam rice cooker.
"Jangan repot biar aku saja Mario" Kata Desy merasa tidak enak dan menahan lengan Mario mengambil nasi tersebut.
"Enggak apa apa" Balas Mario sembari menaruh nasi tambah diatas piring kepunyaan Desy. Lalu gadis ini duduk kembali melanjutkan makannya.
"Glek"
Mario menelan ludah heran karena melihat Desy yang makan nambah nambah terus,Desy sangat rakus makan seperti laki laki tidak ada anggun anggunnya.Mario ingin tertawa tapi takut gadis ini tersinggung.
"Eeegggg"
Desy bersendawa besar seperti kerbau saat selesai makan,Mario sangat terkejut dan menutup mulut karena tersenyum lihat tingkahnya.
"Dari tadi kau kuperhatikan melihati aku terus makan, apa ada yang salah Mario" Kata Desy dengan heran sembari meletakkan gelas diatas meja.Tampak kalau dia baru minum.
"Cara makanmu enggak ada anggun anggunnya,tapi aku senang kau habiskan masakanku ini Des" Jawabnya sembari merapikan piring piring.
__ADS_1
"Ah biarin memang begini gayaku apa adanya,eh jangan dicuci biar aku saja" Kata Desy saat melihat Mario sudah didepan wastafel cucian piring.
"Enggak apa Des,sudah sana keruang tamu" Titah Mario.
"Jadi enggak enak,kau yang mau bukan aku yang suruh ya" Kata Desy sembari berjalan keruang tamu.
"Aman bos" Sambung Mario yang sudah sibuk dengan piring piring kotor.
Desy duduk santai diatas sofa sembari mengambil remote televisi dan menonton sebuah siaran,Desy memutar terus dan mencari siaran tetapi tidak ada yang cocok dihatinya.
"Ting nong ting nong"
Suara bel berbunyi dari luar ruangan ini, Desy berfikir siapa yang datang malam malam begini padahal dia tidak mengundang teman temannya datang.
Mario juga mendengar suara bel tersebut dan mengacuhkannya sembari melanjutkan cucian piring yang belum selesai.
"Paket makanannya mbak" Ucap seorang pemuda yang membawa bungkusan,ternyata Desy memesan cemilan secara online tapi dia malah lupa karena sudah kenyang masakan Mario.
"Ok terima kasih" Jawab Desy sembari mengambil bungkusan dari tangan karyawan makanan online tersebut,setelah menanda tanganinya.
"Mario ini cemilan,apa kamu sudah siap cuci piringnya?" Kata Desy sembari meletakkan bungkusan diatas meja.
Lalu kaki Mario berjalan kearah ruang tamu dan duduk disamping Desy yang lagi menonton film action dengan serius sembari mengunyah roti bolu,Mario jadi sangat heran karena Desy tidak ada kenyang kenyangnya.
"Ya tinju terus ayo pukul dia,arggh...bodoh kamu" Kata Desy saat melihat adegan bela diri membuatnya ikut mengoceh kesal.
"Sepak kayak gini bodoh !" Kata Desy kepada televisi dan menunjukkan adegan sepak dengan serius tidak memperdulikan Mario yang sedari tadi tersenyum geli melihat dia.
Kedua kaki Desy sudah naik keatas sofa dengan gaya duduk mengangkang,Mario sedikit kesal sih merasa diacuhkan Desy, tampaknya Mario kalah dengan film yang Desy tonton.
"Desy aku disini" Kata Mario merasa sepi karena Desy terus fokus menonton.
Ucapan Mario tidak digubris Desy sama sekali dan itu membuatnya kesal,lalu Mario membalikan tubuh dengan duduk membelakangi Desy.
"Dih merajuk" Tukas Desy sembari tersenyum.
__ADS_1
Desy menarik kepala Mario hingga jatuh diatas pahanya,dengan mulut mengerucut Mario menatap wajah Desy saat menunduk melihat wajah Pemuda tersebut.
"Cup"
Desy mengecup kening Mario dengan mesra,lalu gadis ini membelai mesra rambutnya yang menyangkut dikening sungguh baru kali ini iya merasakan belaian seorang wanita.
"Enggak merajuk lagi?" Tanya Desy yang menundukkan kepala karena ingin melihat wajah Mario.
"Habisnya kamu nonton terus" Jawab Mario sembari tersenyum manis dengan kepala yang masih bersandar dipaha Desy.
Mereka berdua kini bermesraan terus sampai pukul sebelas malam hingga lupa waktu,Desy mematikan televisinya dan mengobrol mesra dengan Mario.
**************Skip
Kembali disebuah rumah yang terlihat sunyi seperti tidak berpenghuni,gadis ini masih saja duduk termenung diatas ranjang dengan tangisan yang selalu menghiasi dikedua pipinya. Dia adalah Mawar.
Sejak dipukuli Ibunya gadis ini mengurung diri didalam kamar dengan tubuh yang lemas,wanita hamil biasanya harus diberi gizi yang seimbang dan susu hamil supaya janin dan ibunya sehat,berbeda dengan Mawar yang hamil diluar nikah harus meratapi perutnya yang kian membuncit.
Maryam masih kesal mengetahui Aib yang dibuat Mawar,dia masih belum terima kenyataan ini, Ibu mana yang takkan sedih dan frustasi mengetahui anak tunggalnya hamil tanpa suami.
Kini Maryam sibuk mencari alamat Andy untuk meminta pertanggung jawaban.Maryam terus berjalan kaki setelah turun dari ojek online lalu menyusuri tengah kota hingga berhenti disebuah komplek perumahan Mewah.
"Pak apa boleh saya masuk?" Tanya Maryam saat melihat pos jaga diperumahan tersebut.
"Ini sudah malam bu,ibu mencari siapa?" Tanya satpam dengan tersenyum manis.
"Saya mencari rumah nomor lima satu pak, dia bernama Andy" Jawab Maryam sembari menunjukkan selembar kertas dengan tulisan alamat rumah tersebut.
"Oh ini orang baru itu,kalau malam setau saya dia tidak dirumah bu" Sahut satpam tersebut sesudah membaca selembar kertas dari tangan Maryam.
"Malam malam enggak ada emangnya kemana pak?" Tanya Maryam sembari heran dan meneyelidikinya.
"Saya kurang tau bu, dia orang baru setiap malam pergi kalau pulang jam tiga pagi saya yang buka gerbang ini kalau dia pulang" Jawab satpam dengan kumis tebalnya.
"Emangnya ibu siapanya ya?,entar saya sampaikan kepada Pak Andy" Tanya satpam lagi kepada Maryam.
__ADS_1
"Ada perlu pak, sudah deh besok saja,makasih ya pak" Kata Maryam sembari pergi meninggalkan satpam tersebut. Dan satpam kembali masuk kedalam pos jaga.
Bersambung*