KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 66


__ADS_3

Pilot melandaskan pesawat tepat dilapangan luas bandara,semua orang yang didalam sudah bersiap turun dari dalam pesawat tersebut,salah satu dari mereka adalah Mario yang berwajah sedih telah sampai kekota sebelah dan meninggalkan kota kelahirannya serta mantan kekasihnya tersebut.


Malam kejadian Mario langsung mengambil keputusan,lalu Mario mengadu kepada Rena disebrang sana melalui handphone,Wanita itu terkejut saat mendengar aduan Mario yang menyakitkan dari dia diusir dan dihina keluarga Desy,Rena langsung cepat menyuruh Mario meninggalkan kota tersebut.


"Lebih baik aku dikota ini,karena aku tidak cocok dikota itu buat Sial kehidupanku" Batin Mario yang masih terluka karena putus dengan Desy.


Kaki Mario berjalan keluar dari bandara tersebut dan menunggu Rena,karena Rena berjanji akan menjemput Mario dibandara. Dengan wajah kusut serta penampilan kumuh Mario berdiri mematung ditepi jalan dengan tatapan kosong.Dada Mario masih sesak deritanya belum berkurang apalagi membayangkan wajah Desy.


Tidak berapa lama sebuah mobil berhenti tepat diepan Mario,Wanita itu langsung membuka pintu mobil dan melihat adik sepupunya yang kusam dan tidak bergairah,Rena langsung memeluk tubuh lemah Mario dengan penuh kasih sayang dan memberikan semangat untuk Mario.


"Mbak Hikkkkssss" Hanya kata itu yang dilontarkan Mario saat memeluk Rena,Rena yang sudah menangis melepas pelukan dan menarik lengan Mario untuk masuk kedalam mobil.


"Jangan bersedih anggap saja itu pengalaman pahit kamu" Ucap Rena sembari menuntun Mario masuk kedalam mobil.


Mario masuk kedalam mobil dengan mengusap air mata dan melihat Jimmy yang jadi supir,Jimmy tersenyum pada Mario dan Mario membalas senyuman Jimmy.


"Anak laki laki enggak boleh nangis,apalagi soal cinta" Tukas Jimmy sembari menghidupkan kunci kontak Mobil.


"Mario kamu harus kuat,kamu masih muda masih panjang perjalanan,jadi kamu jangan terus berduka" Rena yang sudah duduk disebelah Jimmy.


"Benarkan mbak apa yang selama ini Mario takutkan,dia enggak mau terima masa lalu Mario" Suara gemetar dengan mata mengembun.


"Sudah tidak usah dibahas,kita pulang kerumah dulu,entar mbak masakin yang enak buat kamu" Rena yang berusaha membujuk Mario.


"Untuk sementara kamu tinggal divilla Abang,kebetulan kosong,untuk menjahui tetangga usil" Kata Jimmy.


"Maksudnya?,Mario enggak ngerti Bang" Tukas Mario dengan wajah heran.


"Iya kamukan tau Desy pernah ngaku hamil,pasti tetangga usil mencari tau,ikuti saja kemauan Jimmy,lalu kamu tidak usah bekerja lagi sama Yuda itu" Sambung Rena.


"Kenapa mbak?,Mario nyaman kerja sama Yuda"

__ADS_1


"Yuda teman Desy,sebaiknya kamu jahui yang berbau mantan supaya kamu cepat move on Mario,mbak enggak mau kamu sedih terus" Balas Rena.


"Udah turuti saja kemauan mbak kamu,nanti biar abang yang mencarikan pekerjaan baru buat kamu" Sambung Jimmy.


"Tapi enggak dihotel itu lagikan Bang?,Mario enggak mau kerja disitu,disitu ada Sarah"


"Ya enggaklah,kamu ada ada saja" Jawab Jimmy.


"Itu kakak ipar kamu wanita ganjen,syukur tidak aku ramas mulutnya" Sambung Rena dengan kesal.


"Sudah enggak usah dibahas dulu tentang wanita gila itu" Balas Jimmy sembari mengelus pipi Rena.


"Ya sudah" jawab Singkat Rena sembari melontarkan senyum untuk Jimmy.


Mario melihat kemesraan Rena dengan Jimmy,pemuda ini malas bertanya kenapa mereka balikan lagi,karena memikirkan masalahnya saja dia sudah pusing konon mikirin hubungan terlarang Rena dan Jimmy.


Beberapa menit kemudian mobil Jimmy terparkir disebuah villa kecil,villa itu mutlak memang milik Jimmy sendiri bukan harta istri Jimmy,Pria ini membeli sendiri vila tersebut tanpa sepengetahuan istrinya,jadi villa itu aman ditempati Mario.


"Ini kamar mbak" Sambung Rena yang membuka pintu kamar utama.


"Lah mbak kok disini juga?" Mario melihat sekliling ruangan baru sadar kalau barang barang milik Rena sudah berpindah kedalam villa tersebut.


"Sudah dua hari mbak pindah disini,iyakan Honey" Mengelus rahang Jimmy.


"Mbak enggak bilang bilang" Mario Heran dan melihat lagi barang miliknya sudah ada didalam kamar.


"Villa ini buat mbak kamu,saya yang memberinya,rumah lama sudah kami jual,lagian disana kurang nyaman untuk kalian tinggali" Balas Jimmy yang masih berdiri disamping Rena.


"Lagian tetangga mulut lemes,mbak enggak nyaman lagi tinggal disana Mario" Sambung Rena.


"Ya sudah mbak,kalau gitu Mario masuk dulu ya mau rapikan barang barang lainnya" Kata Mario yang sudah didepan pintu kamarnya.

__ADS_1


"Ok,Kami mau belanja keperluan mandi,makan,kami tinggal dulu ya,kamu enggak apakan sendiri disini?" Tukas Rena.


"Ya mbak Mario udah biasa sendiri"


"Jangan lupa kamu kunci pintu ini Mario,abang pergi ya sama mbak kamu" Jimmy berjalan keluar pintu rumah.


"Ya Bang aman" Jawab Mario yang menapakkan kaki dipintu utama.


Mario melihat Rena dan Jimmy sudah berlalu dari villa tersebut,kini tinggalah Mario sendiri yang sudah masuk kedalam kamar,Mario menatap langit kamar dan membaringkan tubuh sekelak untuk menghilangkan rasa letih sehabis perjalanan jauh.


Pemuda ini mengambil handphone miliknya didalam saku celana,entah kenapa tangan Mario membuka album foto dan melihat segudang foto Mario dengan Desy. Mereka foto alias selvi dimana saja sewaktu bersama dulu,kini semua itu hanya tinggal kenangan dan hubungan mereka kandas begitu saja.


"Aku juga cinta kamu Mario,janji jangan tinggalin Aku ya sayang"


Kata kata itu terulang dan teringat didalam pikiran Mario saat desy mengucap cintanya sewaktu mereka makan didekat pantai. Jemari Mario mengelus lagi layar handphone yang menampilkan foto mereka berdua sewaktu kencan.


"Ka-kamu yang bilang padaku janji jangan tinggali kamu,nyatanya kamu yang ninggali aku Des Hiksss" Mario terisak sembari mengelus foto Desy.


" Aku tidak sudi punya calon suami Banci,sekarang aku jijik melihat wajahmu itu Mario,sekarang kau pergi dari sini !!!"


Lalu kata kata Desy terakhir terngiang lagi dipikiran Mario,membuat pemuda ini mengulang lagi rasa frustasinya."Praak" Mario membanting handphone diatas lantai dengan kesal saat mengingat ucapan Desy yang terakhir itu.


"Aku benci kamu Des,Aku benci kamu..!!" Berteriak sembari mengacak rambutnya.


Mario tersadar melihat layar handphonenya yang retak,iya jadi menyesal membanting handphone tersebut karena itu pemberian Rena. Mario memungut Handphone tersebut diatas lantai.


"Syukur aku membantingnya enggak begitu kuat,mbak Rena pasti ngamuk kalau aku rusakkan nih Handphone" Ucap Mario sendiri sembari mengusap Air matanya.


Mario singkirkan sekelak rasa frustasi dan patah hati untuk memperbaiki handphone tersebut,syukur saja handphone masih bisa digunakan hanya saja layarnya sudah retak sebagian.


Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2