
Sore ini Mario akan pergi fitnes setelah menyelesaikan pekerjaanya dikafe,kini iya telah siap siap untuk keluar dari rumah karena Jimmy sudah menunggunya diteras depan rumah Bersama Rena.
"Bang aku udah siap" Kata Mario yang sudah berdiri didepan Jimmy yang duduk santai dengan Rena.
"Ya udah kami pergi dulu sayang" Kata Jimmy sembari kecup mesra kening Rena.
"Wih mesranya" Tukas Mario sembari malu melihat kemesraan Jimmy dan Rena.
"Tuhkan dilihat Mario,kamu ini pakai cium didepan Mario" Celetuk Rena dengan pipi merona.
"Alah dia udah besar,udah tau gitu gitu" Sambung Jimmy sembari berjalan kearah mobil.
Rena geleng kepala saja dan melihat mobil Jimmy melaju meninggalkan area Vila mereka.Lalu wanita ini masuk kedalam rumah sembari membawa beberapa gelas kotor.
Sedangkan Jimmy didalam mobil bersama Mario menuju tempat fitnes.
"Gimana Mario,apa kamu nyaman kerja disitu,kalau enggak nyaman bilang sama Abang karena pemiliknya sahabat abang" Kata Jimmy dengan fokus menyetir.
"Betah bang,nyaman kok,eh aku bang dah punya gebetan baru namamya Melati,cantik sih anaknya" Kata Mario sembari membayangi wajah Melati.
"Terus,gimana?,apa kamu udah buat dia kelepek kelepek" Sambung Jimmy sangat tertarik untuk ngobrol.
"Dia nagih aku cium bang ,hahahah...tapi ada satu bang aku mau bilang sama abang"
"Katakan saja?" Kata Jimmy sembari tersenyum.
"Kenapa ya bang,senjataku ini enggak pernah hidup kalau dekat cewek,aku bingung bang" Mario hembus nafas panjang.
"Ahahaha...ahaahahaah" Jimmy tertawa geli dan melihat wajah bodoh Mario berbicara seperti itu.
"Abang kok ketawa sih,aku bicara serius bang,sumpah senjata pamungkasku ini enggak pernah berdiri bang" Balas Mario dengan wajah antusias.
"Mmmm,abang mau cerita ini tapi kamu jangan sakit hati" Kata Jimmy sudah memasang wajah serius.
__ADS_1
"Ngapai sakit hati,toh abang udah aku anggap saudara sendiri" Jawab Mario.
"Abang mau tanya dulu waktu kamu menyukai sejenis apa itu bisa naik?,maaf ya ini pribadi" Tanya Jimmy sedikit canggung takut melukai Mario.
"Sama aja bang enggak pernah naik,Aku sebenarnya punya trauma bang tapi itu udah lama sekali waktu umur sembilan tahun"
"Mmmm,apa kau masih trauma sekarang?" Tanya Jimmy.
"Udah enggak sih bang karena itu udah lama,tapi yang buat aku pusing senjata ini bang enggak pernah naik" Kata Mario sembari menunjuk senjatanya didalam celana tersebut.
"Apa kamu udah berusaha menaikkan lagi birahi kamu?,mungkin dia mati suri Mario Hahaahaha" Jimmy tertawa lagi buat Mario semakin kesal.
"Dah enggak usah pusing,abang ada kenalan Dokter spesialis tentang itu dia juga psikolog,atau kita enggak usah fitnes aja,biar abang temani kamu ketempat dokter itu?" Kata Jimmy lagi.
"Boleh bang,ayolah" Mario terlihat bersemangat sekali mendengar tawaran Jimmy.
Jimmy langsung memutar mobilnya kearah rumah Dokter yang iya maksud,dipersimpangan empat mobil Jimmy belok kanan dan berhenti tepat dirumah praktek Dokter tersebut.
"Ya udah bang" Mario langsung turun dari mobil mengikuti langkah Jimmy masuk kedalam rumah Dokter tersebut.
Sampai didalam rumah Dokter Jimmy bersalaman dengan seorang Pria setengah baya dan mempersilahkan mereka untuk duduk.
"Pak Jimmy saya enggak buka hari ini,tapi karena anda saya siap melayani anda" Kata Dokter itu dengan tersenyum ramah.
"Yang mau bertanya dan berobat bukan saya Dok,tapi adik saya ini" Balas Jimmy yang sudah duduk disamping Mario.
Mario langsung menyalam dokter tersebut,Dokter langsung memeriksa kesehatan Mario serta yang lainnya,lalu Dokter bertanya kepada Mario apa yang menimpa dirinya soal kehidupan intim yang iya alami. Karena dokter tersebut memang spesialis khusus dibidang pasangan yang bermasalah.
Mario awalnya malu bercerita tetapi dorongan Jimmy dan perkataan dokter yang membuat dia nyaman,akhirnya Mario menceritakan apa yang terjadi didalam hidupnya kepada Dokter tersebut.
"Sepertinya hormon anda tidak teratur Pak Mario,apalagi trauma yang anda alami itu meninggalkan luka dihati,coba deh anda lebih fokus lagi merangsang birahi anda saat melakukan itu saya yakin pasti anda bisa,saya akan tulis resep obat untuk stabilkan hormon anda" Kata Sang Dokter.
"Tapi Dok saya pernah mencoba dengan keras tapi enggak bisa juga ini naik" Kata Mario tidak malu lagi bercerita karena iya terlihat nyaman.
__ADS_1
"Mungkin pada saat itu anda tidak nyaman atau kurang fokus,coba deh ikutin saran saya tadi dan minum teratur obat ini" Ucap Dokter lagi.
"Obat ini tidak ketergantungankan dok?" Tanya Mario sedikit cemas.
"Enggak ini hanya menetralkan hormon dan libidoo anda,ini hanya bantuan sedikit,soal lainnya kembali pada anda sendiri" Ucap Dokter tersebut sembari menulis beberapa resep.
Setelah selesai mengobrol banyak Mario dan Jimmy pergi meninggalkan rumah Dokter tersebut. Lalu mereka berdua masuk kedalam mobil.
"Udah legakan?,kamu itu normal Mario cuma kamu saja mungkin kurang konsen atau apa gitu,coba kamu minum obat itu teratur lalu kamu praktekan sama Melati" Kata Jimmy sembari melajukan mobil.
"Kalau memang ini naik,aku harus membuang perjaka ini sama cewek itu?" Kata Mario.
"Puuuk" Jimmy langsung menjotos kepala Mario karena kesal,sepertinya Mario tidak mengerti maksud Jimmy.
"Apa'an sih Bang,sakit tau" Pekik Mario sembari ngusek ngusek kepalanya yang terasa kebas.
"Ngapai kamu harus melakukan itu Mario,semi semi aja maksudku,supaya merangsang naik apa enggak,bukan berarti harus melakukan itu gimana sih kamu,kamu masih polos kelihatanya,buang kepolosan kamu itu udah berapa kali abang bilang sama kamu,jangan sia siakan apa yang selama ini kamu dapat sekarang,enam bulan lho kamu capek merubah ini semua" Jimmy ngedumel dengan wajah serius.
"Siap Bos,aku udah berusaha keras,ayo bang belok kesitu itu ada apotik,aku mau nebus obat ini" Kata Mario dengan penuh semangat.
Jimmy geleng kepala dan tersenyum manis lalu melihat Mario dengan penuh semangat berjalan keapotik untuk menebus resep Dokter.
"Aku sudah banyak merubah kamu Mario jadi kamu harus bahagia,aku pastikan mantan kamu itu akan menarik ucapannya dulu yang pernah menghinamu dengan cara yang sadis" Batin Jimmy yang tidak senang oleh mantan Mario dia adalah Desy.
Mario berlarian kecil masuk kedalam mobil sembari tangannya membawa beberapa resep obat.
"Banyak banget obatnya bang" Kata Mario sembari mengamati kantungan plastik tersebut.
"Dah enggak usah ngeluh atau takut,ikuti saja saran dokter,sama saran abangmu ini" Jawab Jimmy sembari mengacak rambut Mario.
"Iya iya bawel,abang udah kek mbak Rena ngomel terus" Sungut Mario.
Bersambung*
__ADS_1