KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 16


__ADS_3

"Du du du du"


Suara Mario bersenandung tanpa syair,iya kini sibuk memakai pakaian kerja,pagi yang cerah membuatnya semakin bersemangat.Setelah semua selesai Mario tidak lupa memakai minyak wangi alias parfum.


"Kok sepi?,apa mbak Rena belum pulang ya?".Mario keluar dari kamar dan melihat meja makan tidak ada makanan yang biasa Rena bawa.Biasanya Rena menaruh bungkusan sarapan diatas meja makan.


"Berati mbak Rena tidak pulang" Gumamnya lagi,lalu berjalan keruang tamu,mata Mario melihat sepatu yang tadi malam dipakai Rena juga tidak ada,sudahlah mungkin Rena tidak pulang karena ada penting lain itu yang melintas dipikiran Mario.


Dengan Buru buru Mario memakai sepatu karena jarum jam sudah menunjukkan angka delapan yang artinya iya sudah terlambat,Langsung Mario mengunci pintu dan menaruh kunci rumah dibawah pot bunga.


Kedua kaki Mario terus berjalan matanya melihat balkon teras rumah Mawar tidak biasanya pintu rumah Mawar tertutup,lalu Mario cepat cepat berjalan kearah simpang rumah dan melihat taxy online yang baru iya pesan,Mario sudah pandai memesan taxy online tersebut dari handphone miliknya sendiri.


"Pak cepetan ya saya buru buru" Tukas Mario kepada supir taxy dan mobil melaju ngebut sampai tiba dihotel,Mario didalam hati bertanya apa yang akan terjadi jika iya bertemu wajah dengan Sarah?,Ah sungguh tidak enak rasanya.


*********Skip


Kembali kepada seorang gadis yang menyimpan seorang pemuda didalam kamarnya dia adalah Mawar,Maryam ibu Mawar ternyata tidak pulang kerumah sejak menginap tadi malam itu kesempatan Mawar untuk mebawa kekasihnya menginap didalam rumah.


Mawar membuka mata dan membuka selimut sambil melihat tubuhnya yang tanpa sehelaipun,sedangkan disamping Mawar tidur seorang pemuda bernama Andy tidak juga memakai sehelaipun,mungkin tadi malam mereka sehabis bertempur.


Sebenarnya sudah berulang kali Mawar melakukan hal yang tak seharusnya dilakukan pada pasangan yang belum menikah.Kini Gadis itu berdiri memakai satu persatu pakaian yang terletak begitu saja diatas ranjang berukuran kecil.


"Sayang bangun ini sudah pagi,duh gimama kamu akan keluar rumah" Ucap Mawar dengan hati yang bimbang karena biasanya Andy akan keluar pada waktu subuh,tetapi entah mengapa mereka bangun lama sekali mungkin karena lelah.


"Hah, udah jam berapa ini?" Sambung Andy dengan ketakutan dan perasaan bimbang, bagaimana iya keluar rumah pasti mata tetangga atau yang lainnya akan tau.


"Kamu meletakkan mobil dimana sayang?" Tanya Mawar yang sudah mulai bingung karena takut tiba tiba ibunya pulang.


"Aku telpon supirku saja,aku dari belakang saja sayang" Kata Andy yang buru buru memakai pakaian.


"Udahan biar aku buka pintu belakang" Tukas Mawar dengan berjalan keluar kamar.

__ADS_1


Pasangan itu kini berjalan kearah dapur rumah,didahului Mawar yang keluar lebih duluan untuk melihat keadaan aman atau tidak,Gadis itu memeriksa berulang ulang suasana belakang,sedangkan Andy masih mematung dengan tangan mengotak atik handphone miliknya.


"Aman sayang" Kata Mawar dengan hati yang senang karena tidak ada yang bakal lewat dibebelakang rumahnya, tanpa bicara lagi pemuda berwajah tampan dan berkulit kuning langsat itu buru buru keluar dari arah belakang rumah Mawar.


Setelah Andy sudah berlalu Mawar menutup pintu belakang dengan perasaan tenang.Mawar berjalan masuk kedalam kamarnya dan melihat Sprei acak acakan diatas ranjang lalu Gadis itu cepat cepat merapikan semuanya.


***********Skip


Disisi lain Mario sudah sampai didepan pintu hotel,kakinya kini melangkah sampai keruangan reception dengan buru buru takut kalau Sarah melihat.


"Mario Mario".Panggilan suara wanita tetapi bukan suara Sarah dan Mario membalikan tubuh kearah panggilan tersebut.


"Mario cepat kali jalanmu itu" Tukas gadis yang memakai topi ternyata adalah Desy membuat Mario bisa bernafas lega karena bukan Sarah.


"Kamu menyewa kamar lagi?" Tanya Mario tersenyum dan melihat warna bola mata Desy yang berawarna cokelat muda,dia tampak cantik sekali pagi ini membuat hati Mario sedikit hanyut dan mengingat ciuman kemarin.


"Enggak,aku datang mau jumpai kau,oh iya jam makan siang bisa aku jemput?" Jawab Desy dengan wajah yang berbinar binar.


"Hemm,gimana ya,aku usahain ya karena cuma satu jam aku istirahat" Jawabnya dengan ragu ragu karena belum pernah izin keluar dari hotel sewaktu jam makan siang.


Mario tanpa basa basi lagi menyebut nomor whastupnya kebetulan tadi malam iya sudah menghafalnya,Desy tampak senang sekali mendapatkan nomor Mario.


"Aku pergi dulu mau kerja juga" Kata Desy menaruh handphone miliknya kedalam saku celana kembali,Mario hanya anggukan kepala dan berjalan kembali untuk bekerja.


Saat Melintas didepan ruangan Sarah kedua kaki Mario mempercepat langkahnya,Mario bisa bernafas lega karena tidak ada tanda tanda Sarah melihat dirinya.


"Eh Mario makin ganteng aja" Sapa Dana saat bertemu dijalan menuju ruangan kerja,Langkah kaki Mario terhenti dan memberikan senyuman kepada Dana.


"Bisa aja kamu Dan,oh iya Deddy kemana?"Tanya Mario kembali.


"Oh ada sama Jaka diruang kerja,kalau gitu aku pamit dulu ya" Jawab Dana.

__ADS_1


"Ok ok".Jawab Mario dengan kaki berjalan menuju ruangan kerja dan Dana sudah pergi entah kemana mungkin membersihkan kamar dilantai atas.Sampai diruangan kerja Mario melihat Deddy dan Jaka lagi ngobrol sambil makan cemilan.


"Kamu namanya Mario ya?" Tanya pemuda berwajah bulat dan tampan dia adalah Jaka.


"Eh iya bang, abang Jaka ya?"Jawab Mario kembali ingin mengambil sapu dan alat pembersih lainnya.


"Tau dari mana nama aku Jaka?" Tanya pemuda yang mempunyai tubuh tegap dan berisi.


"Dana yang bilang tadi,kalau begitu saya pamit ya duluan mau membersihkan kamar"Jawab Mario dengan tersenyum,lalu iya berjalan kearah luar ruangan.


"Itu yang aku bilang man,kemayukan?,dia juga sering dipanggil keruangan janda,mungkin ada main". Ucap Deddy yang menikmati camilannya.


"Itu type Sarah,aku tau janda itu,dia suka yang polos, kurang ajar !" Balas Jaka dengan menggeram dan mengepalkan tangan.


Pembicaraan mereka didengar oleh Mario dibalik ruangan itu,niat hati berbalik lagi karena ada barang yang ketinggalan tidak taunya mereka menceritakan Mario dibelakang.


"Siapa pula mau merebut Sarah,suka aja Aku enggak, Aku saja takut banget ketemu Sarah ada ada aja Deddy dan Jaka membuatku tak habis fikir" Batin Mario dengus kesal.


"Tilit tlit tilit"


Mario terkejut bergetar didalam saku celana handphone miliknya dan maklum baru perdana ini dia berbunyi,cepat cepat iya melihat siapa yang menelpon rupanya Rena.


(Mario Aku enggak pulang,kamu udah kerja?)Suara Rena dari sebrang sana tidak tau dia ada dimana.


"Sudah kerja mbak,mbak kok enggak pulang"Tanya Mario yang menghentikan langkah.


(Ini sudah pulang,oh iya kalau ada janda gatel itu kamu enggak usah terlalu ramah ingat Mario) Nada suara Rena dengan tegas.


"Baik mbak"


Tut tut tut

__ADS_1


Rena menutup telponnya lalu Mario menaruh kembali didalam saku celana.Mario berjalan lagi kearah lantai atas untuk membersihkan kamar 104.


Bersambung*


__ADS_2