
Mario dengan lemas berjalan keluar apartemen dengan wajah penuh kesedihan,iya menyesali dirinya sendiri kenapa tidak bicara dan menjelaskan saja supaya wanita setengah baya itu mau menerima dia,atau ada pertimbangan supaya dia selamat dari hubunganya bersama Desy.
Tuhan betapa malangnya Mario kini diusir secara mentah mentah dengan Norma yang sepertinya tak merestui hubungannya dengan Desy,lalu Mario naik kedalam sebuah angkutan umum yang menuju rumah Rena karena uang Mario sudah tak cukup memanggil taxy online.
"Goblok kau Mario,kenapa kata maaf saja yang kau ucapkan tadi" Batin Mario menyesali sendiri dirinya dengan wajah penuh frustasi,karena memang baru ini dia merasakan kejadian yang luar biasa didalam hidupnya.
Dengan langkah tertatih Mario berjalan menuju rumah setelah membayar ongkos supir angkutan tersebut dan sesampai digerbang rumah Mario melihat Rena yang sibuk menyiram tanamannya dihalaman rumah.
"Tumben enggak pulang?,habis dari mana?" Tanya Rena dengan heran sembari memperhatikan wajah Mario yang kusut seperti tidak bersemangat.
Mario diam saja sembari memandang wajah Rena dengan mata yang mulai mengembun,wanita ini jadi heran kenapa adik sepupunya diam dan hanya menunjukan wajah sedih itu.
"Kau kenapa?" Tanya Rena dengan heran dan penasaran saat Mario duduk dengan lemas diatas sofa rumah.
"Ketahuan mbak sama mama Desy kalau Mario tidur diapartemennya" Jawab Mario lirih dengan mengacak rambutnya sendiri.
"Apa, jadi gimana?,kalian sih entah ngapai bisa kepergok mamanya Desy,Mario Mario" Sahut Rena geleng kepala dan cemas.
"Mario diusir sama mamanya Desy mbak" Tukas Mario lagi sembari bernafas kasar berkali kali.
"Ya sudah ngapai kamu fikirkan yang penting Desy tidak memutuskan hubungan sama kamu" Sahut Rena dengan mengekrutkan dahi.
"Sudah nanti kamu telpon saja Desy,kan ada handphone ngapai kamu stres gitu" Kata Rena lagi memberi semangat untuk Mario.
__ADS_1
"Ya mbak,kalau gitu Mario kamar dulu" Jawab Mario sembari berjalan kearah kamar dengan langkah berat.
"Masalah enggak habis habis" Gumam Rena berdiri duduk dengan tangan membawa alat penyiram bunga serta ember kecil.
Didalam kamar Mario terduduk ditepi ranjang sembari tangannya memegang handphone dan memberi pesan kepada Desy. Mario semakin sedih kenapa Desy tidak membalas pesan dengan cepat tidak seperti biasanya,dengan malas Mario meletakkan handphone diatas meja nakas lalu iya baringkan tubuhnya diatas ranjang.
"Pasti mama Desy marah sekali,apa aku besok datang saja ya keapartemen siapa tau mamanya tidak marah lagi" Batin Mario sembari berfikir keras.
*****
Diapartemen Desy terduduk disofa sembari mendengarkan ceramah dari Norma,gadis ini tidak sempat memegang handphone karena handphonenya didalam kamar sementara mereka berdua lagi duduk diruang tamu.
"Dengar Desy apa yang mama bilang tadi,mama enggak suka sama laki laki itu lihat gaya bajunya pasti dia orang miskin" Tukas Norma yang menolak keras hubungan Desy dengan Mario.
"Baik dari mana?, kau jelaskan baik dari mana coba?,apa enggak kau tengok anak itu enggak ada tegasnya jadi laki laki,bicara saja enggak mau,malah diusir tetap diam" Ketus Norma dengan wajah penuh emosi.
"Jadi apa saja yang kau lakukan sampai sampai dia tidur disini,kau harus jujur Desy atau kita kedokter saja supaya tau kau masih perawan apa enggak" Kata Norma lagi dengan nada tegas.
"Sumpah ma kami tidak melakukan hal terlarang itu,mama percaya sama Desy" Sangkal Desy dengan wajah penuh frustasi.
"Mama tau kelakuan buruk kau disini Desy,kau pikir mama tidak tau hah!,kau sengaja merantau kesini supaya kenakalanmu itu tidak diketahui Papa kamukan,sudah buat malu dirumah menolak calon suami kamu padahal Surya anak baik,sadar Desy kau itu anak seorang Gubernur berikan contoh yang bagus,lihat abangmu Ikhsan dan kakakmu Melani mereka sudah bahagia dengan pilihan mama dan papa" Tukas Norma membanggakan saudara Desy yang sangat penurut serta menyebut nama mantan tunangan Desy.
"Banggain terus Ikhsan sama Melani itu anak kesayangan mama,Desy tidak suka sama Surya jangan mama sebut lagi nama lelaki itu enak saja belum kenal langsung menikah" Ucap Desy sembari kesal dengan mengusap air mata yang tidak bisa dibendung lagi.
__ADS_1
"Susah bicara sama anak keras kepala hah jadi pening kepalaku" Sahut Norma langsung memijat dahi.
Desy sangat emosi kalau mamanya terus membandingkan dirinya dengan kedua saudaranya itu yang jadi anak penurut dan menikah dengan pilihan orang tuanya,sebagai anak paling kecil Desy tidak ingin dijodohkan seperti abang dan kakaknya yang sudah bahagia sekarang dengan pilihan mama dan papanya,padahal Norma sudah meminta tahun kemarin untuk Desy menikah dengan pilihan Norma dan suaminya tetapi itu ditolak keras oleh Desy dan pergi merantau supaya tidak jadi menikah.
"Jangan kau dekati lagi laki laki itu ingat Desy!" Ketus Norma sembari berjalan meninggalkan Desy yang terduduk menung sembari mengepalkan tangan.
Gadis ini sangat menyesal kenapa bisa mamanya bertemu Mario dengan cara yang salah,padahal niat seminggu lagi Desy ingin mengajak Mario kekotanya untuk dikenalkan kepada keluarganya,tetapi nasi sudah jadi bubur dipikiran Norma Pemuda yang bernama Mario adalah Pemuda kurang ajar karena tidur diapartemen seorang gadis tanpa status pernikahan.
"Mama jangan ambil handphone Desy" Gadis ini melihat Norma mematikan ponselnya yang sibuk berdering.
"Desy masih ada tugas kerja ma kembalikan handphone Desy" Tukas Desy lagi sembari berdiri dengan wajah memohon didepan Norma yang masih emosi kesal.
"Kau tidak bisa lagi disini,tidak ada yang mengawasimu,sekarang aku akan menelpon Papamu" Tukas Norma dengan wajah marah dan mengambil handphone miliknya dari saku celana.
Perlakuan norma yang posessif pasti ingin melindungi anak perempuanya dari seroang lelaki kurang ajar,tetapi bagi Desy ini sangat keterlaluan baru ini Norma memarahi Desy sampai menahan Handphone miliknya.Gadis ini semakin frustasi karena tidak bisa menelpon Mario lagi.
"Dulu kau tolak Surya aku diam saja,sekarang kau mau membantah lagi sudah jelas kau semakin liar Desy, Hallo Pa" Tukas Norma sembari menelpon suaminya yang berada dikota lain.
Wajah Desy pucat pasi karena Norma menelpon orang yang iya sangat takuti Yaitu Parlin Saragih selaku papa Desy,Desy berjalan mundur ingin lari saja tetapi tidak bisa karena pintu apartemen dikunci Norma dan kuncinya iya simpan didalam saku celananya.
"Sekarang kau susun pakaian kamu,Papa akan menjemput kita" Tukas Norma selesai menelpon Parlin suaminya.
"Enggak Desy enggak mau pulang ma,tolong ma biarkan Desy tinggal disini" Tolak Desy dengan menangis didepan Norma membuat Norma sedikit tidak tega,apalagi Desy anak paling kecil pasti Norma sangat menyayangi anaknya itu.
__ADS_1
Bersambung*