
Mario fokus menyetir melajukan mobil ketempat fitnes,Pemuda ini tau kalau Melati sesekali melirik wajahnya dengan senyum senyum sendiri,Pemuda ini merasa terganggu dengan lirikan mata Melati.
"Mario apa udah punya pacar?"
"Enggak punya"
"Masa sih orang sekeren kamu enggak punya pacar?"
"Aku hanya jawab satu kali,ngapai kamu tanya berulang lagi" Mario dengan wajah datar tanpa expresi sedikitpun.
"Dih cool banget,dia menggemaskan,arggg geram gue ingin gue cium aja" Batin Melati semakin kagum dan penasaran dengan Mario.
Kini kaki Mario menginjak pedal rem mobil, karena mobil sudah terparkir didepan gedung fitnes,tanpa bicara lagi Mario hanya membuka pintu mobil lalu keluar dari mobil dan tidak perduli Melati yang masih didalamnya.
"Mario tunggu gue dong" Melati langsung berlarian kearah Mario yang sudah masuk kedalam gedung.
"Yakin mau masuk sini?" Tanya Mario yang berdiri didepan pintu fitnes.
"Emangnya kenapa?,Gue mau lihat elo main barbel" Melati mengukir senyuman lebar didepan Mario tetapi Mario hanya berwajah datar.
"Baca itu,ini khusus cowok" Balas Mario sembari menunjuk papan reklame diatas pintu masuk tersebut.
"Kamu disuruh Jerry nunggu didepan ini bukan ikutan masuk" Kata Mario lagi.
Mario tanpa bicara lagi langsung masuk kedalam tempat tersebut dengan tangan mencincing tas ransel mungkin iya membawa baju ganti,lalu iya membuka bajunya dengan bertelanjang dada sembari memakai celana olah raga cowok,iya langsung latihan memegang beberapa bambel dan alat olah raga lainnya.
Sedangkan Melati dibiarkan berdiri didepan tempat tersebut,gadis ini sangat bosan iya memberanikan diri masuk kedalam tempat fitnes itu,Melati jadi pusat perhatian saat masuk kedalam,mata mata Pria ganjen melirik Melati dari atas bawah sembari mereka fokus angkat barbel.
Melati memang berparas cantik jelita hidung mancung kecil,bibirnya mungil nan tipis dipadu dengan pipi tirusnya membuat pesona wajah Melati semakin terpancar,apalagi gadis ini kalau tersenyum tampak lesung pipinya satu menghiasi senyumnya yang indah,ditambah body semampai dengan kulit putih bersih bak bengkoang dengan ukuran dada tiga puluh enam besar.
"Mario" Melati tidak perduli dilirik atau dipandangi Pria lain didalam sana,matanya fokus melihat Mario yang sudah berkeringat sedang sibuk dengan barbelnya,Mario terkejut mendengar namanya dipanggil Melati.
__ADS_1
Mario mendengar suara Melati dan mencari arah suara,Pemuda ini berdecak mulut sembari geleng kepala padahal iya sudah melarang Melati masuk kedalam ruangan,tetapi tampaknya Melati memang gadis yang bebal alias tidak mau dibilangi.Gadis tersebut berjalan mendekati Mario.
"Kamu tunggu aja diluar sana, lihat tuh mereka ngelihati kamu terus" Tandas Mario dengan mengkerutkan dahi,sembari matanya melirik beberapa Pria yang sedari tadi melihati melati seperti ingin memakan gadis ini.
"Gue bete diluar sana,jerry gue telpon enggak angkat" Balas Melati dengan lirih.
"Gue,elo,gue elo....,risih pakai aja bahasa sini,ngerti?,ya udah kamu tunggu diluar sana entar lagi aku nyusul" Tukas Mario sembari menyeka keringatnya.
Melati menuruti apa yang dibilang Mario,kini iya keluar dari tempat fitnes itu membuat para lelaki kecewa,tidak ada lagi tontonan mereka yang membuat mata segar,sementara Mario masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.
Tidak berapa lama Mario keluar dari kamar mandi dengan kemeja dan celana panjang jeans,iya tampil memukau dimata Melati membuat gadis ini semakin meleleh dengan penampilan Mario saat Pemuda ini berjalan kearahnya.
"Ini namanya gamut,ganteng dan imut" Batin Melati saat Mario sudah ada didepannya.
"Jerry sialan kamu,lama banget padahal aku mau pulang" Batin Mario tangannya kini megang handphone untuk menghubungi Jerry.
Beberapa menit kemudian mobil Jerry sudah ada diparkiran tempat itu,iya turun dari dalam mobil tidak sendiri,seorang gadis cantik juga turun dari dalam mobil Jerry.
"Maaf ya Men lama,aku jemput bidadariku ini,oh iya kenalin ini Oline pacar aku" Kata Jerry yang berdiri disamping.
"Aku Oline"
Mereka saling berjabat tangan tampak kalau mata Oline melihat Mario dengan penuh arti,Melati merasakan itu.
"Gila ganteng banget,salahnya aku udah sama Jerry" Batin Oline meleleh saat melihat Mario.
"Sayang ini sepupu aku,salaman dong" Titah Jerry sembari menyenggol lengan Oline yang berdiri mematung.
"Gue Melati sepupu pacar lo" Melati seperti enggak suka dengan Oline.
"Aku Oline"
__ADS_1
"Ini cewek ganjen bener udah ada sepupu gue masih aja melirik Mario,ini enggak boleh terjadi, Mario itu gebetan gue tau huh !" Batin Melati yang sudah mendengus kesal.
"Men makasih ya mau temani Melati,ini udah mau malam kalau gitu kami pamit ya" Jerry sembari melihat arlojinya yang menunjukkan pukul enam lewat pada sore hari.
"Ok men" Jawab singkat Mario.
"Kita mau pulang?" Kata Melati sepertinya tidak mau pulang karena ingin berlama melihat Mario.
"Ya iyalah,entar tante kamu tanya gimana?,udah ayo pulang" Jerry langsung menarik tangan Melati.
"Mario pamit ya" Oline dengan senyum penuh arti berpamitan dengan Mario membuat Melati mendengus kesal kembali.
"Mario besok kita ketemu lagi ya" Kata Melati yang ingin masuk kedalam mobil.
"Lihat besok,aku sibuk" Jawab Mario sembari memakai kacamata hitam dan masuk kedalam mobil.
Pemuda ini melajukan mobil setelah mobil Jerry sudah pergi lebih dulu,sekarang Mario memutar musik didalam mobil dan bergoyang sembari fokus menyetir.
"Kata Bang Jimmy harus jadi playboy,ada yang suka embat langsung enggak usah mikirin perasaan cewek,keknya Melati korban pertama aku nih" Mario bicara sendiri dengan tertawa sendiri,Pemuda ini tau kalau Melati pasti suka pada dirinya.
Handphone Mario berbunyi dengan nomor asing yang menelpon,Mario mengkerutkan dahi dan berfikir siapa yang menelpon,tanpa befikir panjang lagi iya angkat telpon nomor asing tersebut.
(Mario ini Gue Melati,jangan lupa save ya nomor gue) suara Melati dari dalam handphone Pemuda tersebut.
"Oh iya entar aku save udah dulu ya aku masih nyetir" Mario langsung menutup telponnya tanpa basa basi lagi.
"Hahaha,kata Bang Jimmy lagi kita harus tarik ulur dan bergaya cool,supaya cewek penasaran,mmmm Bang Jimmy itu memang buaya kelas kakap,aku harus banyak lagi belajar memahami wanita dari dia" Ucap Mario sendiri sembari memikirkan Melati yang akan jadi target bahan cinta palsunya.
"Aku tidak mau main hati lagi,cukup sakit aku rasakan dulu,Desy kelaot kamu cih" Sungut Mario sembari berdecak kesal dan tersenyum bahagia.
"Ternyata ucapan mbak Rena benar masih banyak cewek cantik luar sana,jauh cantik dari Desy itu,hahahaah aku harus cicipi satu persatu" Otak mesum Mario jadi traveling.
__ADS_1
Mario terus berbicara sendiri memuja dirinya sendiri didalam mobil,iya memang sudah move on dari mantannya itu terlihat foto foto Desy sudah iya hapus satu bulan yang lalu dari handphonenya dan alasan logis mengatakan lahirnya orang jahat karena dulu iya pernah bersikap baik tetapi disia siakan dan disepelekan.
Bersambung*