KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 33


__ADS_3

Jarum jam menunjukkan pukul tujuh malam semua orang beristirahat karena seharian beraktifitas,berbeda dengan Mario yang sudah didepan cermin menyisir rambut dengan rapi.


"Mario..,mario" Suara panggilan Rena dari luar kamar,segera tangan Mario membuka pintu kamar dan melihat Rena dengan baju sexy sepertinya dia siap siap untuk bekerja malam ini.


"Ya mbak" Jawabnya setelah berdiri berhadapan dengan Rena,Mata Rena melihat Mario dari atas bawah dengan rasa kagum dan terukir senyuman lebar dibibirnya.


"Wah ganteng amat adikku hari ini,mau kencan ya?, eleh eleh" Tutur Rena melihat Mario yang sudah memakai baju kaos merah ngepas badan,dengan dibalut jaket kulit kesayangan Mario.


"Mbak ih buat malu aja" Balas Mario dengan nada suara malu malu.


"Mbak ih buat malu aja" Sambung Rena mengikuti ucapan dan gaya Mario yang gemulai.Membuatnya bingung sembari kerut alis.


"Bicara gentel sikit Mario, mbak enggak mau kamu gemulai gitu, rubah itu !" Ucap Rena lagi dengan wajah serius.


"Iya mbak maaf, Mario berusaha untuk jadi cowok sejati Hehehe" Katanya dengan cengengesan.


"Ya sudah untuk kedepannya berusaha lagi, mbak mau kerja jangan lupa kunci pintu rumah" Sahut Rena sembari berjalan menuju pintu utama rumah.


"Hati hati ya mbak" Suara Mario yang sudah berjalan dibelakang Rena. Sampai sekarang Mario tidak tau juga pekerjaan sepupunya ini apa, tetapi iya sudah bisa menduganya Rena mengerjakan apa setiap malam dan Mario enggan bertanya takut kalau Rena jadi tersinggung karena sepupunya ini gampang tersinggung.


"Da Mario, semoga kencan kamu sukses sama Desy" Kata Rena dengan senang sepertinya dia sangat mendukung hubungan Mario dengan Desy.


"Ok mbak" Kata Mario yang berdiri didepan pintu rumah melihat Rena berjalan keluar pagar rumah ini,Mata Mario melihat kearah rumah Mawar yang sepi seperti tidak berpenghuni.


"Mawar kemana ya?,biasanya dia dibalkon teras depan duduk sama cowok atau temannya?" Tanya Mario sendiri sembari memperhatikan lampu ruang tamu rumah Mawar tidak menyala.


"Aduh sebentar lagi Desy datang harus siap siap ini" Kata Mario lagi sembari berjalan cepat masuk kedalam rumah.


Lalu Mario masuk kedalam kamar dan mengambil sepatu dibawah ranjang tidurnya lalu iya pakai dan bergegas keluar dari rumah,kakinya terus berjalan kearah pintu pagar rumah dan mendengar handphonenya berbunyi.Mario melihat Desy yang menelpon dihandphone dan segera iya berjalan cepat kearah simpang rumah.


"Maaf ya aku terlambat" Kata Mario saat masuk kedalam mobil Desy yang sudah menunggu didepan gang rumah.


"Santai baru aja sampai, kita mau kemana?" Tanya Desy yang sudah melajukan mobil.


"Aku kurang tau kota ini maaf ya jadi terlihat cupu" Jawabnya sambil bingung karena memang baru jalan dua bulan tinggal dikota ini.


"Kamu suka mabuk?,atau mau dugem?" Kata Desy dengan wajah penuh semangat.


"Enggak suka,emangnya kamu suka?" Tanya Mario lagi dengan penasaran.

__ADS_1


"Mmm suka tapi dulu,sejak kenal kau Aku tidak pernah lagi dugem,maaf ya aku belum bilang kebiasaan buruk Aku" Sambung Desy sembari fokus menyetir.


"Oh gitu, tapi malam ini kamu cantik ya pakai lipstik enggak biasanya Hehehe" Katanya sembari memuji Desy dan melihat lipstik Desy berwarna pink.


"Sumpah perdana pakai lipstik,Ok Aku tau tempat enak dikota ini" Jawab Desy sembari memutarkan mobil menuju pinggiran kota.


Desy demi bertemu dengan Mario iya pakai lipstik dan sedikit makeup diwajahnya supaya lebih segar,Desy juga berubah semenjak bertemu Mario dia melepaskan kebiasaan buruknya yaitu dugem dan mabuk mabukkan disalah satu tempat hiburan malam dikota ini,dahulu dia tidak pernah absen datang ketempat itu.


Beberapa menit kemudian mobil Desy terparkir didepan kafe berposisi dekat dengan pantai dan semua orang bisa menikmati udara sejuk serta pemandangan indah dikafe tersebut.


Mereka berdua turun dari dalam mobil dan berjalan masuk kedalam kafe memilih tempat yang paling pojok supaya lebih leluasa ngobrol berdua. Seorang pelayan wanita datang sembari membawa buku menu untuk mereka berdua.


"Syukur sisa gajiku masih ada, malah tempat ini elite lagi" Batin Mario dengan rasa nyaman, karena iya tidak enak setiap pergi dengan Desy yang membayar tagihan makan adalah Desy,membuatnya menjadi laki laki tak berguna.


"Des kamu pesan apa?" Tanya Mario dengan semangat karena melihat daftar menu dengan harga yang masih terjangkau.


"Enggak biasanya tanya duluan" Jawab Desy sembari fokus melihat buku menu.


"Alhamdulilah hari ini Aku bisa traktir kamu" Katanya dengan senyum lebar.Mario bangga bisa mentraktir pacarnya walau mereka belum resmi jadian.


"Ok biar aku pesan,mbak saya pesan yang ini sama yang ini" Kata Desy sembari menunjuk makanan yang ada dibuku menu. Pelayan wanita itu mencatat pesanan Desy.


Tiba tiba datang seorang pengemis wanita setengah baya dengan baju compang camping ditempat kami duduk,Desy berwajah sangar menatap wanita tersebut.


"Maaf ya buk tidak ada" Kata Desy dengan wajah datar.


"Ini bu ada" Kata Mario sembari mengambil uang receh menaruh ditangan pengemis tersebut,wajah Desy berubah seakan memberi kode jangan memberikan uang itu untuk pengemis tersebut.


Pengemis itu pergi setelah berdoa dan mengucap syukur karena Mario sudah memberi uang untukknya,Sedangkan Desy seperti tidak suka dengan perbuatan terpuji Mario ini.


"Kenapa dikasih sih,dia masih sehat bisa bekerja, semakin kau kasih semakin malas dia bekerja Mario" Kata Desy dengan dengus kesal.


"Cuma uang receh tidak apa,kasihan Des" Jawabnya irih karena baru kali ini Desy ngedumel pada Mario.


"Banyak pengemis palsu dikota ini Mario, kita enggak boleh terpikat sama gaya pakaian mereka, Aku bukan pelit tapi tidak suka aja" Kata Desy sembari bersungut kesal kepada Mario


"Ya Allah cuma uang receh saja,udah deh jangan dibahas ya, maaf deh" Kata Mario tidak ingin merusak kencan ini.


"Ya udahlah aku juga minta maaf,dulu aku seperti kamu kasih pengemis yang buta,eh besoknya kepergok Aku dia bisa bawa anak istri naik roda dua,jadi tidak percaya kasih pengemis lagi" Sahut Desy dengan wajah serius.

__ADS_1


"Ya Aku tau lain kali aku bersedekah sama orang yang benar benar tidak mampu".Jawab Mario lirih.


"Yuk kita kepantai Mario,sambil menunggu pesanan datang" Kata Desy dengan menyudahi kekesalanya tadi.


"Ayo" Suara Mario dengan semangat,Mari langsung genggam jemari lentik Desy menuju pantai pasir putih, sinar rembulan sangat terang seperti mendukung mereka untuk berduaan malam ini.


"Mario apa kau suka disini" Kata Desy yang berdiri dengan kaki memainkan pasir putih dan deruan ombak kecil datang silih berganti.


"Suka Desy" Sambungnya memejamkan mata sesekali merasakan hembusan angin sejuk sepoi sepoi dipantai ini.


Secara perlahan Mario memeluk Desy dari belakang dan menyandarkan dagu dipundak kiri Desy, Gadis ini terkejut dengan perlakuan hangat yang Mario buat ,dia tidak menolak sama sekali malah menarik kedua tangan Mario untuk memeluk pinggang rampingnya.


"Mario apa kamu sayang padaku?" Tanya Desy sembari melihat bintang yang bertaburan dilangit.


"Enggak" Jawab Mario dengan niat menggoda Desy supaya gadis ini marah,atau berkeluh manja karena jawaban Mario.


"Buuk"


"Aduh,kuat banget tenaga kamu Des" Pekik Mario dengan merintih kesakitan karena Desy menyikut ulu hati Mario.Tampak gadis ini kesal dengan jawaban Mario tadi.


"Itu belum seberapa, belum lagi tinjuku ini melayang dibibirmu Mario" Kata Desy berbalik badan memandang Mario dengan kesal.


"Kasar banget kamu,Aku cuma bercanda lho" Sahut Mario lagi sembari menahan ngilu diperut dengan terbungkuk.


"Kesal kali kurasakan,aku bicara serius kau main main huh !" Tandas Desy dengan bibir mengerucut panjang kedepan.


Desy sangat kesal dan ingin berjalan meninggalkan Mario, cepat cepat tangan Mario menarik lengan kiri Desy dan melihat wajah cantik desy yang sudah merah padam.


"Ak-Aku sayang kamu,Ak-Aku cinta kamu Des, pliese jangan marah,Aku takut kamu marah" Kata Mario dengan gemetar karena baru perdana mengucapkan tanda cinta kepada seorang wanita.


Seketika wajah Desy berubah senang dan puas dengan ucapan Mario barusan,Desy langsung memeluk tubuh Mario dengan posessif membuat Mario jadi sesak dengan pelukan itu.


"Aku juga cinta kamu Mario,janji jangan tinggalin Aku ya sayang" Ucap Desy masih memeluk Mario dengan erat.


"Leherku sakit susah nafas kuat banget kamu peluk Des" Kata Mario yang mulai sesak karena pelukan Desy erat sekali.


Desy melepas pelukan membuat Mario bernafas lega,gadis ini langsung menarik jemari Mario berjalan ketempat semula karena makanan yang mereka pesan sudah tersedia diatas meja.


Akhirnya Mario bisa menyatakan cinta pertamanya,ya cinta pertama kepada seorang wanita bukan kepada pria yang pernah iya rasakan dulu dan Mario belum bisa berkata jujur kepada Desy tentang masa lalunya yang suram itu.

__ADS_1


Bersambung*


__ADS_2