KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 21


__ADS_3

Sore sekitar jam lima Mawar dengan tangan gemetar melihat hasil tes kehamilan bergaris dua,Gadis ini terduduk lemas diatas lantai kamar mandi karena positif hamil.


"Andy gimana ini?" Tanyanya sendiri sembari dengan jantung yang berdetak tidak karuan.Gadis ini sangat takut apalagi kalau sempat Maryam tau kehamilannya dengan Andy.


Mawar keluar dari pintu kamar mandi sembari menyembunyikan tes kehamilan tersebut didalam saku celana,Mawar juga melihat Maryam yang lagi sibuk menyiapkan dagangannya untuk nanti malam didalam dapur.


"Bu saya keluar dulu ya" Kata Mawar yang terlihat buru buru memakai jaket jeansnya.


"Mau kemana kamu?,apa kamu tidak lihat ibu lagi sibuk,bantuin ibupun tidak !" Sungut Maryam dengan kesal hati.


"Mau ketemu Andy ibu" Jawab Mawar yang berdiri dipintu dapur.


"Oh iya nya? jangan lupa kamu minta uang biar nambah dagangan ibu" Sahut lagi Maryam dengan wajah berubah menjadi senang.


"Huh"


Dengus Mawar kesal sekali,selama ini Maryam menfaatkan kecantikan anaknya untuk menggaet pemuda kaya,Maryam tidak suka anak gadisnya berpacaran dengan pemuda miskin atau hidup pas pasan.


Maryam sangat setuju Mawar berpacaran dengan Andy karena pemuda ini sangat loyal kepada Maryam dan Mawar,padahal dibalik itu Mawar sudah sering melakukan hal yang seharusnya dilakukan suami istri yang sah. Mawar berjalan keluar rumah untuk menemui Andy,gadis ini ingin meminta pertanggung jawabannya kepada Andy.


*************Skip


Kembali bersama Mario yang mulai akrab dengan Desy, Kini Mario dan Desy masuk kedalam ruangan rumah sakit dimana Rena dirawat.


"Kalian sudah pulang?,Aku mau pulang kerumah,aku sudah sembuh" Kata Rena dengan senyum manisnya.


Pasangan ini saling tatap satu sama lain dengan ucapan Rena barusan,padahal tadi Rena gamang kenapa sekarang berubah?.


"Mbak belum sembuh atuh,besok saja kita pulang ya mbak". Sambung Mario yang sudah duduk ditepi brankar ranjang Rena.


"Terserah deh,oh iya aku belum berkenalan dengan gadis ini, siapa dia Mario?" Tanya Rena saat melihat Desy yang sedari tadi berdiri dibelakang Mario.


"Nama saya Desy mbak" Sambut Desy langsung mengulurkan jemarinya untuk Rena.

__ADS_1


Rena melihat atas bawah penampilan Desy dengan heran,Desy memakai topi serta baju kemeja kedodoran dibalut celana jeans robek robek diarea lutut.


"Saya Rena,terima kasih ya mau menolong saya,entar biaya perawatan ini akan saya ganti" Jawab Rena sembari menjabat tangan Desy.


"Seperti laki laki gayanya,aduh kok kebalikan Mario yang feminim ini" Batin Rena sendiri dihati,ingin Rena bertanya tetapi karena Desy sudah menolongnya tanpa pamrih mulut Rena terkunci rapat rapat.


"Enggak usah dipikirin mbak,yang penting mbak sembuh dulu" Jawab Desy yang sudah duduk disofa dengan merenggangkan paha seperti duduk gaya lelaki.


"Jadi enggak enak sama kamu Des,maaf ya sudah ngerepotin" Sahut Rena dengan tersenyum manis.


"Aman mbak,saya pamit mbak udah sore murid murid udah nungguin saya" Tukas Desy saat melihat jam tangannya.


Desy pamit juga kepada Mario lalu Pemuda tersebut mengantarkan Desy sampai kedepan pintu ruang inap Rena.Setelah itu Mario masuk kembali kedalam ruangan Rena.


"Emangnya dia ngajar apa Mario?,kamu kenal dimana gadis itu?,Cantik sih tapi....,gayanya kayak----"


"Laki lakikan mbak, Dia baik waktu itu dia nginap dihotel tempat Aku bekerja mbak,dia mengajar bela diri mbak" Potong Mario dengan tersenyum riang.


"Oh pantas saja tomboy begitu,mmmm...,Kalian pacaran?,Apa kamu sudah bisa mencintai wanita Mario?" Sahut Rena lagi memastikan Mario sudah bisakah merubah total kepribadiannya dan hidup normal layaknya Pria sejati.


"Cie....cie..."


Jemari Rena mencubit paha Mario dengan senyuman lebar tampak kalau pertanyaan dia tadi adalah benar.


"Adaw sakit mbak" Pekik Mario sembari mengelus paha yang terasa ngilu. Rena hanya geleng kepala seakan akan dia kembali lagi seperti sebelumnya tidak ada kata menangis. Padahal Rena wanita kuat dan berwajah datar bisa tersenyum saat melihat Mario dekat dengan Desy.


"Apa kalian melakukannya?, udah bisa kamu?" Tanya Rena menggoda Mario yang sudah sibuk membalas pesan whatsup dari Desy.


"Iih mbak ada ada saja,ya belum mbak,jangan bahas lagi mbak" Jawabnya dengan rasa malu dan berjalan masuk kedalam kamar mandi.


Pertanyaan Rena sangat pribadi membuat pemuda itu tarik diri,Apa perasaan ini benar sudah bisa mencintai seorang wanita?,atau Mario sekedar suka saja didekat Desy. Pemuda ini belum bisa menentukan hatinya untuk membuka perasaan kepada wanita.


Bila Mario ingat lagi masa lalunya apa Desy mau menerima iya seorang mantan waria ini?,Ah berat sekali untuk jujur kepada Desy masa lalunya yang kelam ini,Mario takut Desy akan mentah melihatnya jika tau.

__ADS_1


"Ibu apa bisa aku menikah?" Gumam Mario saat didalam kamar mandi merenungi Nasib.


Lalu pemuda ini mengingat wajah ibunya saat mereka tinggal dirumah kardus dulu,ah sungguh sesak rasanya hati Mario memikirkan nasibnya yang belum jelas.


"Mario,mario !!"Suara Rena dari luar ruangan kamar mandi dan seketika lamunan Mario buyar dengan cepat tangannya membuka pintu kamar mandi lalu berjalan kearah Rena.


"Lihat ini infus Aku udah mau habis" Tukas Rena saat melihat botol berisi cairan yang menggantung sudah sedikit lagi.


"Iya iya mbak"


Kini kaki Mario berjalan keluar pintu kamar hendak memanggil Suster,Pemuda ini bernafas lega Rena tidak membahas lebih panjang tentang Desy.


******************Skip


Kembali lagi bersama Mawar yang sudah didepan kantor Andy,pemuda ini bekerja didalam kantor tersebut. Mawar mendekati satpam yang berjaga didepan gedung kantor besar tersebut.


"Pak apa boleh saya bertemu dengan Andy?". Tukas Mawar dengan wajah heran.


"Andy siapa ya?,disini tidak ada namanya Andy nona" Jawab satpam yang sudah berdiri dihadapan Mawar.


"Direktur kantor ini pak, masa bapak tidak kenal direktur sendiri" Jawab Mawar dengan kerut dahi dan berfikir.


"Direktur kami namanya pak jamal nona,lagian kalau mau ketemu direktur harus buat janji nona,apa nona mau melamar kerjaan?" Tanya satpam tersebut dengan wajah serius.


"Jamal ?, bukan Andy pak?, enggak mungkin" Sangkal Mawar dengan geleng kepala.


"Enggak mungkin saya bohong nona,bos saya namanya Jamal masa saya mengarang cerita,telpon saja orang yang nona maksud,maaf nona saya lagi tugas" Sahut lagi Satpam berbadan gemuk tersebut dan langsung pergi kedalam pos jaga kembali.


"Apa Andy menipuku?,tidak sudah tiga bulan kami pacaran,telponku juga enggak diangkat" Gumam Mawar dengan perasaan gelisah.


Kemana Mawar mencari lagi pemuda yang bernama Andy tersebut,Mawar tidak putus asa dia menunggu didepan gerbang kantor tersebut siapa tau Andy keluar dari dalam gedung.Mawar menelpon Andy tidak mau jawab sejak mawar memberi pesan tentang kehamilannya.


Bersambung*

__ADS_1


Jangan lupa komen and likenya


__ADS_2