KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 76


__ADS_3

"Kau lihat lima mobil didepan kamu itu,didalamnya ada banyak bodyguart untuk mengawasi Kartika kalau dirinya merasa terancam,apa kau mau dibuat babak belur hah !!" Kata Melsa sembari melirik lima mobil sedan hitam yang ada didepan mereka berdua.


"Mmmm tapi,Michael William sudah mati dia tidak ada kuasa Melsa" Balas Sarah tidak perduli dengan ucapan Melsa.


"Jangan bodoh kau Sarah,Kartika pewaris tunggal harta suaminya,dialah yang melanjutkan usaha usaha gelap suaminya termaksud beberapa perusahaan,dia wanita karir yang pintar kau tidak bisa mengimbangi wanita berkelas itu Sarah" Sahut Melsa.


"Mmm aku tetap akan menghajarnya Melsa" Suara tegas Sarah tidak perduli dengan ocehan Melsa.


"Silahkan saja kalau kau berani, Pasti pistol pistol bodygurat itu tidak akan diam dan menembus otakmu yang keras itu,ah sudahlah lagian aku tidak tau kenapa kau mencari masalah dengannya" Kata Melsa sembari berjalan masuk kedalam mobilnya.


Sarah terdiam sembari melirik lima mobil sedan hitam tersebut,Sarah berjalan mundur ketika salah satu bodyguart berbadan besar keluar dari mobil.


"Sialan,pintar sekali Mario mencari wanita kaya" Geram Sarah berjalan mundur dan masuk kedalam mobilnya.


Sementara disisi lain Mario bergegas pulang dan berjalan kearah pintu keluar diskotik,lalu pemuda ini berjalan sedikit sembari tangannya mengotak atik handphone.


"Mario kamu belum pulang?" Suara Wanita dari balik tubuh Mario.


Mario berbalik kebelakang dan melihat wanita yang menegurnya itu,Pemuda ini jadi gugup ternyata Kartika yang menyapanya,Mario gugup karena mencium Kartika tadi tanpa izin lebih dulu.


"Mb-mbak masih disini?,aku mau menunggu Heru rumah kami searah" Jawab Mario dengan kikuk.


"Mau aku antar lagi?" Tawar Kartika sembari tersenyum manis.


"Eng-enggak usah mbak dah kadung janji sama Heru" Jawab Mario.


"Ayolah jangan sungkan" Kartika menarik saja pergelangan Mario tanpa menunggu jawaban Mario,Pemuda ini ingin menolak tetapi tidak bisa dan entah kenapa iya menurut saja untuk masuk kedalam mobil mewah Kartika.


Mata Kartika memberi kode kepada Bodyguartnya untuk pergi,wanita ini tidak mau diganggu saat dengan Mario,terpaksa lima mobil sedan hitam yang sedari tadi mengawasi pergi tanpa Kartika.


Kartika langsung masuk kedalam mobil duduk dibangku setir dan melajukan mobil membawa Mario,didalam perjalanan mereka diam membisu mungkin malu atau apa karena insiden ciuman tadi.


"Kamu diam saja dari tadi,apa ada masalah?" Tanya Kartika sembari fokus menyetir membuka suara lebih dulu.

__ADS_1


"Enggak mbak,aku sedikit capek siang kerja,malam juga kerja" Alasan Mario menjawab asal saja,padahal iya menutupi kecanggungan dihatinya.


"Oh iya siapa wanita tadi?,kenapa kamu membuatnya cemburu? apa dia mantan atau salah satu fans kamu?" Tanya Kartika dengan hati penasaran.


"Aku benci dengan wanita itu,memaksa aku untuk tidur dengannya,dia hampir menjebakku dulu waktu aku kerja dihotel" Jawab Mario dengan wajah kesal.


"Mmmm kau tidak suka dipaksa Mario?,seandainya aku yang memaksa kamu untuk meniduriku,apa kamu akan benci juga padaku?" Kata Kartika.


Mario terdiam sekelak dia mengerti apa maksud perkataan Kartika barusan,Pemuda ini bingung mau jawab apa.


"Kenapa wajah kamu langsung gitu aku tanya,aku hanya menggoda kamu saja,serius amat" Kata Kartika lagi sembari menepuk bahu Mario.


"Ah mbak aku kira beneran huh" Sahut Mario sembari tersenyum kecil.


"Mmm jadi siapa nama wanita yang kau benci itu?" Tanya Kartika mengalihkan obrolan karena melihat Mario masih berwajah tegang.


"Sarah,dia manejer hotel Siaren hotel berbintang itu mbak" Jawab Mario.


"Oh hotel itu,aku kenal dengan pemiliknya aku juga langganan disana" Kata Kartika.


Kini mobil mewah Kartika berhenti ditepi gang rumah Mario,lalu Kartika mengambil parkir disudut jalan tersebut.


"Mbak terima kasih ya" Kata Mario sembari tersenyum manis.


"Ok Mario sampai jumpa kembali" Jawab Kartika sembari mengacak rambut Mario.


Tangan Mario langsung cepat membuka mobil dan berjalan pergi meninggalkan mobil Kartika tesebut,lalu Mario membuka pintu rumah dengan tersenyum kecil mengingat wajah Sarah yang marah,tampaknya Mario puas membuat Sarah menjahuinya.


"Akhirnya aku bisa menyingkirkan wanita gila itu" Gumam Mario sembari membuka pintu rumah.


Mario masuk kedalam kamar dan merebahkan tubuh kekarnya diatas ranjang,mengendurkan otot otot tegangnya yang sudah lelah.


*****************Skip

__ADS_1


Disana ada sebuah rumah besar dan bergaya kelas atas,rumah itu seperti istana kerajaan inggris saja,didalam rumah tersebut berisikan barang barang mewah berkualitas tinggi,bila dijual bisa membeli beberapa rumah kecil atau mobil mewah. Tetapi sayang sekali penghuni rumah tersebut hanya satu orang dialah Kartika.


Janda muda yang kesepian hanya ditemani pelayan berjumlah sepuluh orang,dihalaman rumahnya ramai para bodygurad mengawasi rumah istana itu sembari begadang untuk mengawasi maling atau bahaya yang mengancam.


Kartika berjalan elegan menaiki satu persatu anak tangga menuju lantai atas,lalu wanita ini membuka pintu kamarnya yang megah nan mewah,tetapi walaupun bergelimang harta wanita ini sangat kesepian,terlihat wajahnya yang sedih menatap langit langit rumahnya saat berbaring.


"Dia lagi ngapai ya?" Gumam Kartika sembari berbaring tanpa mengganti pakaian tidurnya.


"Udah berberapa kali aku ketemu,aku lupa minta nomor Mario,bodohnya aku" Kartika bicara sendiri sembari menepuk jidatnya.


Lalu tangan kanan Kartika memencet Bel yang mengarah kedapur,mungkin wanita ini memanggil salah satu pelayannya.


Tok tok tok


Dengan cepat ada yang mengetuk pintu kamar Kartika,"masuk saja Bi Anna" Suara Kartika yang masih berbaring dengan setengah duduk.


"Cklek" Wanita tua berambut putih masuk setelah membuka pintu kamar,lalu berjalan dengan mata sayu tampak kalau iya baru bangun tidur.


"Iya nyonya,anda mencet Bel apa perlu sesuatu?" Tanya wanita tua tersebut.


"Bi Anna temani saya tidur disini,saya tidak ada teman tidur"


"Tap-tapi nyonya sudah setiap hari saya temani nyonya tidur,saya tidak enak"


"Jangan sungkan Bi,bagiku bibi sudah seperti Ibu,sini mari Bi tidur disebelah saya"


Wanita tua itu tidak dapat menolak toh dia merasakan ranjang empuk dikamar majikannya,selama ini Bi Anna pelayan kesayangan Kartika dia sudah lama berbakti kepada Kartika,dari awal Kartika menikah sampai menjadi janda.


Tanpa bicara lagi Bi Anna langsung berbaring diatas kasur empuk tersebut,tubuh tuanya seperti menikmati kasur mahal itu terlihat iya langsung terpulas diatasnya.


"mmm Bi Anna disuruh temani tidur malah tidur duluan,ya sudah aku akan tidur juga" Batin Kartika sembari geleng kepala dan menarik selimutnya.


Bersambung*

__ADS_1


Jangan lupa like and komennya saya.


__ADS_2