Kisah Yang Tak Terlupakan

Kisah Yang Tak Terlupakan
Bagian 36


__ADS_3

Lima tahun sudah dia bertahan hidup seorang diri. Lima tahun setelah rentetan kehilangan demi kehilangan dialaminya. Pertama, kedua orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan, kisah asmara singkatnya di Singapura, sahabat terbaiknya sejak kecil tidak bisa lagi didekatinya, kakak kandung beserta keluarga kecilnya tidak pernah datang lagi ke Indonesia, lalu pekerjaan yang diperjuangkannya selama dua belas tahun direnggut secara paksa darinya.


Hal yang terakhir hampir membunuhnya. Dia kehilangan harapan hidup. Namun itu tidak lama. Satu bulan setelah kehilangan pekerjaannya, dia harus pindah ke Jakarta karena mendapatkan pekerjaan baru di kota megapolitan tersebut.


Dia terpaksa menjual mobil peninggalan kedua orang tuanya berhubung dia tidak bisa mengendarai mobil. Mempertahankan mobil itu lebih lama lagi demi sebuah kenangan hanya akan membuat mobil tersebut rusak dan terbuang percuma. Rumah peninggalan orang tuanya dia sewakan lengkap dengan perabotannya. Satu keluarga muda segera bersedia untuk menempatinya dan setuju dengan harga yang diajukannya.


Dexter menawarkan diri untuk membantunya mengepak barang-barang pribadinya. Tetapi Kirana menolaknya dengan halus. Dia tahu maksud sahabatnya itu baik dan tulus, dan dia berterima kasih untuk itu. Seharusnya persahabatan mereka tidak berakhir begini, tetapi dia tidak berdaya. Seorang pria beristri dan seorang wanita lajang bersahabat baik dianggap sebagai aib. Vivian telah bersikap baik membukakan matanya sebelum masyarakat mulai menyindir persahabatan mereka.


Dia dan Vivian tidak pernah berbincang atau bertegur sapa lagi sejak insiden dia tidak sengaja mendengar percakapan mereka tentangnya. Dia tidak pernah sendiri. Suaminya selalu berada di dekatnya. Menyapanya berarti menyapa Dexter juga, maka dia memilih untuk tidak melakukannya sama sekali. Dia tidak ingin disebut sebagai perusak rumah tangga orang lain. Bila itu berarti dia harus menghindari Dexter dan menolak semua bantuannya, bukan masalah besar.

__ADS_1


Hanya bantuan dari rekan-rekan kerja lamanya, yang juga teman baiknya, yang dia terima dengan tangan terbuka. Mereka membantu memasukkan barang ke dalam kardus sesuai labelnya, memesan mobil boks yang memberi jasa pindah rumah, membantu memasukkan kardus-kardus ke dalam mobil tersebut hingga mengantarnya ke bandara.


Fauzi putus dari pacarnya dan setahun kemudian menikah dengan wanita pilihan kedua orang tuanya. Mereka menikah hanya setelah sebulan saling mengenal. Kirana menerima undangannya tetapi dia tidak bisa menghadirinya karena berbeda kota. Setelah Fauzi resmi menikah, Kirana meminta sahabatnya untuk tidak mengirim pesan atau meneleponnya lagi untuk alasan apa pun kecuali darurat. Dia tidak mau kejadian yang dialaminya dengan Dexter, akan dialaminya lagi. Sebelum hal itu terjadi, dia memutuskan untuk mengambil langkah lebih awal.


Kepala bagian keuangan dari tempat kerjanya yang dahulu memberinya surat referensi. Hal itu mempermudahnya mendapatkan pekerjaan baru daripada hanya mengandalkan kemampuan dan pengalamannya. Mengawali pekerjaan sebagai pegawai bagian pemasaran, dua tahun kemudian dia diangkat menjadi kepala bagian pemasaran dengan gaji tiga kali lipat lebih besar dari yang pernah diterimanya pada posisi yang sama.


Wanita yang menempati posisi itu sebelumnya telah menikah dan keluar dari pekerjaan agar bisa mengikuti suaminya pindah ke kota lain. Kesempatan itu tidak disia-siakannya. Dia ikut melamar untuk mengisi lowongan tersebut dan berhasil mengalahkan puluhan orang saingannya, baik sesama rekan kerjanya maupun pelamar dari luar perusahaan.


Hal yang dia sebut rencana gila lima tahun yang lalu, ternyata berhasil. Dua bulan setelah pulang dari Singapura, dia menemukan dirinya hamil. Dia menangis bahagia menyadari bahwa Tuhan tidak benar-benar meninggalkannya. Dia mendapat kesempatan lagi untuk bahagia. Dia menerima semua hal yang harus dihadapinya sebagai seorang wanita hamil dengan senang hati. Mual disertai muntah, perubahan emosi, cepat lelah, kehilangan selera makan, hingga sulit tidur. Dia hadapi seorang diri hingga bayi laki-lakinya lahir. Dia tidak pernah sekalipun mengeluhkannya.

__ADS_1


Dia tidak peduli bagaimana tatapan orang yang melihat dia datang ke rumah sakit seorang diri. Dia juga memperkuat dirinya sendiri untuk fokus pada saran dan perintah dokter, bidan, dan perawat yang membantu proses persalinannya. Setelah hampir dua puluh empat jam merasakan sakit, anak pertamanya pun lahir. Seorang putra. Sesuai harapannya, putranya memiliki rambut pirang dan bermata biru seperti ayahnya. Dia menangis penuh syukur saat melihatnya.


Mungkin dia tidak akan pernah memiliki pria misterius yang telah memberinya seorang putra. Tetapi dia memiliki bukti bahwa yang terjadi di antara mereka adalah nyata. Bukan sekadar imajinasi atau khayalannya semata.


Dia hanya mengisi nama ibu pada akta kelahiran anaknya yang diterbitkan oleh pihak rumah sakit karena tidak tahu nama ayahnya. Bila menulis nama Romeo, dia tahu anaknya akan menjadi bahan tertawaan. Sampai saat ini dia sengaja belum mengesahkan akta lahir resmi putranya. Tidak ada yang tahu, jadi dia bisa tenang. Setidaknya untuk saat ini.


Pada semua orang dia mengaku bahwa ayah anaknya adalah kekasihnya. Mereka sedang menyiapkan pernikahan ketika pria itu sakit keras kemudian meninggal dunia. Cerita itu diterima orang-orang di sekitarnya dengan cepat. Kirana tidak perlu berpura-pura menangis atau berwajah sedih. Mereka yang mendengar ceritanya yang biasanya menangis. Anaknya sangat menggemaskan dan dengan mudah mengambil hati orang-orang yang melihatnya. Dia begitu cerdas, sopan, dan tampan, tepat seperti Romeonya.


Kehadiran buah hati mereka membuatnya tidak bisa melupakan pengalaman tiga malamnya satu hari pun. Dia melihat wajah pria itu pada wajah anak mereka. Kadang-kadang dia menangis di tempat tidur setiap kali tidak bisa menahan rasa rindunya. Kalau setiap kehilangan yang dialaminya dia anggap sebagai hukuman atas dosanya di Singapura, maka begitu juga dengan rasa rindu yang dirasakannya kepadanya.

__ADS_1


Selama lima tahun terakhir dia tidak berhenti mengharapkan seseorang yang tidak bisa dicari atau dihubunginya itu. Semua ini karena kesepakatan konyolnya dan sikap arogannya yang menolak kartu nama pria itu.


Dan dugaannya salah. Dia mengira bahwa kehadiran seorang anak akan mengusir rasa sepi. Ternyata tidak. Ada bagian dalam hidupnya, di dalam hatinya, yang tidak bisa diisi oleh kehadiran putranya. Dia membutuhkan seorang teman. Teman yang hanya miliknya. Dengan siapa dia tidak perlu khawatir akan kehilangan persahabatan mereka bila pria itu menemukan wanita pujaannya. Dia membutuhkan seorang kekasih dan sahabat yang hanya miliknya seorang.


__ADS_2