
“Walaupun dia begitu, tapi dia tetap temanku. Aku tidak mau terlihat egois di depannya.” Kata Leoni sedih.
“Kamu tidak egois Ny, karena aku yang kejar kamu. Hehe.” Kata Glen dalam hati. “Udah, jangan nangis lagi yah! Nanti aku bukannya kerja, malah hanya bujukin kamu lagieee.” Kata Glen sambil pura-pura menekan tombol laptop nya yang padahal entah apa yang dia kerjakan hanya mengotak-atik laptop saja.
“Iya...” Kata Leoni. “Tapi beneran kan? Kamu tidak pernah nyakitin Luna?” Tanya Leoni lagi mau meyakinkan.
“Ny, sekali lagi, aku tidak ngapa-ngapain dia. Itu hanya dia aja yang mengada-ngada. Kamu percaya pada ku kan?” Tiba-tiba Glen membentak Leoni dan memukul meja, membuat Leoni takut.
“Iya... iyaa... aku percaya kamu.” Leoni terbata-bata dan ketakutan.
“Nyyy.... maaf.” Glen merasa bersalah karena telah membentak Leoni. “Aku tidak bermaksud marah sama kamu. Maaf!” Glen memeluk Leoni. “Maaf, aku tidak mau kamu menangis lagi.” Tambah Glen. “Aku bersumpah sama kamu Ny. Aku tidak pernah melakukan hal-hal seperti yang ada dalam pikiran mu.” Kata Glen seolah mengerti apa yang Leoni pikirkan tentang perlakuannya kepada Luna.
“Iya aku percaya.” Jawab Leoni. “Maaf uda buat kamu marah.” Bisik Leoni di telinga Glen yang pada saat itu posisinya masih memeluk Leoni dengan erat dan penuh kehangatan.
“Makasi...” Glen melepaskan pelukkannya.
“Aku ke toilet dulu.” Kata Leoni tiba-tiba.
“Iya, itu wajahmu habis nangis jelek banget, cuci muka sana gihhh...!” Glen mengusap air mata yang masih tersisah di wajah Leoni.
“Tunggu bentar yah!” Leoni mengusap wajahnya dengan kedua tanggannya kemudian menuju ke kamar toilet untuk membersihkan wajahnya dan matanya yang sembab karena habis nangis.
Ting..
__ADS_1
Tingg..
(ada pesan wa masuk, Hp Leoni berbunyi dan menampilkan layar wallpaper nya yang dipasang dengan foto Leoni menggunakan pakaian renang dan beraksi di tepi kolam renang).
“Hp nya bunyi...” Glen melirik hp Leoni yang ada tepat di samping Laptopnya. “Hah?? Foto siapa yang dipasang di wallpapernya ini??” Glen penasaran karena melihat foto wallpaper di hp Leon.
Akhirnya Glen membuka layar Hp Leoni karena penasaran kemudian memperhatikan foto yang tampil di layar tersebut. Leoni tampak cantik dan atletis dengan baju renangnya. ”Hah?? yang benar saja?? Ini Leoni atau? Heemmm.. bener deh, ini dia.” Kata Glen dalam hati. “Berarti waktu inagurasi dia pura-pura tenggelam?” Pikiran Glen membuat dirinya sendiri marah karena memikirkan kejadian waktu inagurasi dimana Leoni tenggelam. “Aku harus menanyakannya langsung.” Kata Glen lagi dalam hatinya.
“Ny...” Sapah Glen ketika Leoni sudah kembali duduk disampingnya.
“Iya.” Balas Leoni
“Tadi ada wa masuk di hp mu.” Kata Glen memberi tahu sekedar basa-basi padahal lagi memendam amarah dan penuh pertanyaan atas foto yang dilihatnya.
Sementara Glen tidak menanggapi perkataan Leoni, karena dia masi berpikir bagaimana menanyakan foto wallpaper Hp Leoni itu agar dia tidak marah-marah dan tidak menyebabkan konflik di antara mereka.
“Foto mu cantik banget Ny...” Kata Glen lembut.
“Makasi atas pujiannya.” Balas Leoni yang lagi-lagi belum conect dengan Glen.
“Itu foto waktu di Jakarta yah?” Glen mulai mengiterogasi.
“Foto yang mana sih??” Leoni mulai curiga. “Ahhh... heeemmm... iyaa.” Kata Leoni setelah dia mengusap layar hp nya dan memunculkan foto cantiknya berpakaian renang disamping kolam renang sekolah. Leoni jadi salah tingkah.
__ADS_1
Keduanya kemudian tidak saling bicara sekitar 15 menit keduanya hening, Leoni tidak tahu harus mulai dari mana untuk bicara dengan Glen karena dia sudah curiga bahwa saat ini Glen sedang marah atau sedang pingin mencari tahu tentang dirinya. Sedangkan Glen sementara menenangkan diri dan tidak mau marah.
Akhirnya Leoni memulai pembicaraan walaupun awalnya tidak ditanggapi oleh Glen. “Itu foto waktu aku SMA.” Kata Leoni penuh kehati-hatian karena takut Glen marah. “Foto itu waktu aku ujian praktik olahraga kelulusan.” Kata Leoni lagi.
“Dan kamu tidak takut dengan berpakaian seperti itu?” Bisik Glen.
“Iya, kenapa harus takut? Ini kan masi sewajarnya. Tidak terbuka banget.” Leoni salah mengartikan pertanyaan Glen, yang dia pikirkan bahwa baju renangnya terlalu terbuka dan seksi.
“Dan kamu nyebur ke dalam kolam dengan berani?? Gitu??” Tanya Glen mengandung emosi.
“Hah? Maksudnya?” Tanya Leoni masa bodoh.
“Ny...” Bentak Glen. “Selama ini yang aku tahu kamu takut dengan kolam. Tapi apa ini??” Glen merampas Hp Leoni. “Ini apa??” Glen marah.
Leoni masih belum mengerti kenapa Glen marah seperti itu, “Emang ada yang salah yah?” Tanya Leoni polos.
“Leoni... bukan ada yang salah! Memang tidak ada yang salah dengan kamu pakai baju renang itu, atau kamu berenang di kolam yang sangat dalam itu. Tidak ada yang salah.” Kata Glen penuh emosi. “Tapi kamu sudah nipu aku. Itu masalahnya.” Mata Glen membarah penuh emosi dan membentak Leoni.
“Maksudnya? Kapan aku nipu kamu?” Tanya Leoni yang mulai kembali menangis.
“Ohhh gitu yah... jadi kapan?? Oke.. waktu inagurasi itu? Kamu sengaja tenggelam kan??” Tanya Glen lembut tapi sebetulnya penuh amarah.
Pertanyaan itu menyadarkan Leoni. “Ahhh ituu...” Leoni mulai kehilangan akal untuk menjelaskannya. “Kamu mau mendengarkan penjelasanku?? Kalau mau, aku jelaskan. Kalau tidak juga tidak masalah.” Kata Leoni hati-hati dan tidak ditanggapi oleh Glen. Glen diam saja dan bersandar di kursi tempat mereka berdua duduk. “Aku tidak tahu siapa yang mendorongku sampai terjatuh di dalam kolam” Leoni menghadapkan badannya ke arah Glen kemudian memegang lengan Glen dengan sangat hati-hati. “Aku bukan sengaja atau pura-pura tenggelam.” Leoni meneteskan air mata walaupun belum mendapatkan tanggapan dari Glen. “Memang aku bisa berenang. Tapi waktu itu sumpah, bukan karena aku yang sengaja. Mungkin menurutmu aku sengaja pura-pura tenggelam karena mau cari perhatianmu pada waktu itu kan? Maaf Glen aku bukan orang seperti itu yah! Waktu itu ada orang yang sengaja mendorongku ke dalam kolam tanpa sepengetahuanku. Saat aku siap untuk menhikuti kegiatan tiba-tiba ada yang mendorongku.” Leoni menjelaskan. “Benar aku sengaja berdiam di dalam kolam karena aku berpikir mungkin saja dengan cara itu aku bisa tahu siapa yang mendorong aku. Mungkin saja ada percakapan teman-teman di sana, yang bisa membuat aku tahu siapa yang melakukannya dan aku pingin lihat siapa yang menolongku nanti, apakah kamu atau siapa.” Lanjut Leoni menjelaskan.
__ADS_1