KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA

KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA
Kemana?


__ADS_3

Dibandara Manado, keluarga kedua belah pihak sudah menanti kedatangan mereka dengan harapan mereka membawah kabar gembira, apalagi papa Glen yang sangat mengharapkan mereka bisa segera menghadiahinya cucu.


“Itu mereka!” Tunjuk mama Glen yang sudah melihat anak dan menantunya dari jauh mulai mendekati mereka. “Gimana liburannya?” Tanya mama Glen setelah mereka sudah berdiri di hadapannya.


“Sungguh sangat menyenangkan ma.” Jawab Leoni yang menyalaminya terlebih dahulu.


Leoni dan Glen menyalami semua keluarga yang sudah menantikan kedatangan mereka itu.


“Semoga Glen memanfaatkan waktu liburan itu dengan sangat baik dan berhasil melakukan tugasnya sebagai seorang laki-laki.” Sindir papa Glen.


Sontak Leoni kaget mendengar perkataan papa Glen, dia bingung mengartikan maksud dari perkataan itu.


“Ih papa nih apaan sih?” Bisik mama.


“Apaan gimana ma? Kan wajar donk papa ngomong seperti itu. Iya kan besan?” Papa Glen melirik papa Leoni yang hanya dibalas dengan senyuman.


“Papa.” Bentak mama Glen. “Pasti mereka akan beri papa kabar gembira, di tunggu saja! tapi sekarang mereka harus pulang dan beristirahat. Mereka pasti lelah dengan penerbangan yang lumayan lama. Iyakan?” Mama meminta dukungan Leoni dan Glen atas pernyataannya.


“Iya.” Jawab Glen dan Leoni bersamaan.


Mereka semua tertawa bahagiah bersama mendengarkan jawaban Glen dan Leoni seperti itu.


Beberapa hari setelah liburan honeymoon berlalu dan sekembalinya mereka ke Manado.


Mereka kembali beraktifitas terlebih Glen yang kembali menjalankan tugasnya seperti biasa yaitu kembali ke kantor menjalankan perannya sebagai seorang presdir, dia mengurus perusahaan dan sekian banyak yayasan persekolahan yang ada di berbagai daerah di Indonesia.

__ADS_1


Sedangkan Leoni selain menjalankan perannya sebagai seorang istri, dia tetap melanjutkan kuliahnya yang sempat tertunda karena pergi ke Kupang, dia juga membuka sanggar untuk pelatihan renang bagi siapa saja yang mau latihan renang. Leoni sangat senang karena setelah pulang kuliah dia masih bisa beraktifitas sambil menunggu Glen pulang kerja yaitu dengan melatih renang. Hal ini dia lakukan sekedar untuk mengisi waktunya agar tidak bosan sendirian saat menunggu suaminya pulang kerja.


****


Leoni mengerjapkan mata dari tidurnya, merasakan ada pergerakan di sampingnya. Diliriknya jam yang tertempel di dinding kamar. “Sudah pukul sebelas malam?” Kata Leoni setelah melihat jam dinding kemudian mengarahkan pandangannya ke arah jendela yang nampaknya suasana di luar sudah sangat gelap. “Kamu baru pulang?” dilihatnya suaminya yang masih berdiri di pinggir ranjang dengan pakaian lengkap seperti tadi pagi saat pergi bekerja.


“Iya, pekerjaan di kantor sangat menumpuk.” Jawab Glen singkat kemudian mengecup mesrah kening Leoni. “Aku mandi dulu.” Glen tidak memberikan peluang bagi Leoni untuk berbicara, dia langsung melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Leoni pun langsung bangun dari tempat pembaringannya itu kemudian menuju ke lemari pakaian dan mempersiapkan pakaian ganti suaminya itu, hal ini sudah terbiasa dia lakukan sejak mereka berdua menikah. Leoni berusaha menjadi istri yang baik untuk Glen, sampai hal-hal kecil tentang Glen sekarang dilakukannya, dia melakukan perannya sebagai seorang istri dengan sangat baik.


Demikian juga dengan Glen yang mulai belajar menjalankan perannya sebagai seorang suami.


“Ny.” Glen mengecup kepala Leoni dan dia ikut berbaring di samping Leoni setelah menggunakan pakaian yang tadinya sudah disiapkan oleh istrinya itu. “Sudah tidur?” Tanya Glen karena tidak melihat pergerakan dari istrinya.


“Sejak mengantarmu ke Kupang waktu itu, pekerjaanku di kantor banyak sekali yang terbengkalai, sekarang aku sedang berusaha menyelesaikannya makanya beberapa hari ini aku pulang agak larut.” Jelas Glen merasa tidak enak dengan sang istri, walaupun Leoni tidak berkata apa-apa tapi Glen sadar bahwa waktu untuk berdua dengan istrinya berkurang padahal mereka baru saja menikah.


“Aku tidak apa-apa kok, aku mengerti dengan pekerjaanmu.” Jawab Leoni. “Aku sudah sangat mengantuk, tadi juga lumayan banyak anak-anak yang belajar renang dan mereka masih pemula jadi butuh tenaga ekstra untuk melatih mereka, makanya badanku agak lemas dan capek.” Jelas Leoni yang juga feelingnya tidak enak karena tidak menanggapi sang suami.


“Yah sudah sekarang ayo kita tidur!” Kata Glen yang masih terus mengelus rambut Leoni dengan mesrah. “Oh yah, besok kamu sibuk gak?” Tanya Glen.


“Hemmm…” Leoni nampak berpikir sejenak. “Kayaknya besok tidak ada kegiatan deh, aku besok tidak ada kuliah juga tidak ada latihan renang dan aku belum punya rencana mau ngapain, palingan ke kafe Anita saja.” Jawab Leoni setelah mengingat-ingat apa yang akan dia lakukan di hari besok.


“Kalau gitu besok saat jam makan siang aku jemput kamu yah, kita makan siang di luar sekaligus aku mau ajak kamu ke suatu tempat.” Kata Glen.


“Hah? Kemana?” Tanya Leoni penasaran dan membuat kesadarannya full kembali padahal sebelumnya sudah sangat mengantuk.

__ADS_1


“Ada deh pokoknya, tunggu aja besok yah!” Jawab Glen santai.


“Iiiihh…” Leoni kesal karena tidak mendapatkan jawaban sesuai dengan keinginannya. “Yah sudah.” Leoni ngambek, dia kembali tidur dan membalikkan badan membelakangi Glen.


“Apaan sih ngambek gitu?” Rayu Glen berusaha membuat Leoni kembali menghadap ke arahnya dengan cara menarik pundak istrinya itu. “Jelek tahu mukanya kalau ngambek.” Kata Glen lagi.


“Biarin aja jelek, yang penting sudah laku.” Jawab Leoni masih dengan kekesalan pada Glen.


“Iya, iya.” Glen bingung mau mengatakan apa lagi, dia tidak terlalu pekah bagaimana cara merayu dan membujuk seorang wanita, dia pun berbaring telentang menatap langit-langit kamar kemudian menutup matanya walaupu masih merasa tidak tenang dengan sikap istrinya yang masih ngambek.


Beberapa menit kemudian Leoni berbalik melihat ke arah Glen, diapun merasa bersalah pada suaminya itu yang sudah capek bekerja sampai larut malam tapi pulang-pulang hanya mendapatkan perlakuan seperti itu. Dia mengelus pipi suaminya tanpa berkata apa-apa.


Hap…


Gerakan cepat Glen menyadari apa yang sedang Leoni lakukan pada pipinya, dengan satu gerakan tangan kananya memegang kepala Leoni dengan lembut dan membuat bibir mereka saling menempel dan terciptalah ciuman lembut yang dituntun oleh Glen.


“Jangan suka ngambek yah!” pintah Glen setelah melepas ciuman diantara mereka. “Besok aku mau ngajak kamu ke suatu tempat yang aku harap kamu akan suka, tapi maaf aku masih merahasiakannya karena mau kasih surprise. Boleh kan?” Tanya Glen dengan sangat hati-hati. “Aku sungguh tidak tahu bagaimana melakukan hal-hal romantis seperti yang dilakukan oleh sebagian besar laki-laki di luar sana, aku hanya mau membuatmu bahagiah. Mungkin cara aku salah, tapi aku hanya sekedar mau memberikanmu satu kejutan untuk mu sebagai hadiah dariku. Jangan marah yah!” Bujuk Glen.


Setets air mata keluar dari pelupuk mata Leoni. “Maaf.” Leoni menghapus air mata yang jatuh di pipnya. “Aku hanya penasaran mau di ajak kemana. Maaf kalau aku salah!” Leoni mencium pipi Glen sebagai permintaan maaf.


“Kamu tidak salah, aku yang salah. Mungkin aku yang belum terlalu mengerti dengan sikap perempuan, maaf! Aku akan berusaha untuk semakin memahamimu.” Glen membalas kecupan Leoni dengan mengecup manis kening sang istri.


“Kita sama-sama saling belajar untuk bisa memahami satu sama lain.” Sambung Leoni.


“Makasi.” Glen mencium pipi Leoni. “Ayo kita tidur!” Ajak Glen.

__ADS_1


__ADS_2