KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA

KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA
Tidak bisa menikah.


__ADS_3

Sama hal nya dengan karyawan Linda, Leoni pun kaget meilihat dirinya ditempat itu. Entah kenapa dunia ini sepertinya sempit sekali, selalu saja bertemu dengan orang itu. Leoni terpaku pada posisinya tanpa bergerak sedikitpun dan entah kata apa yang harus dikeluarkan dari mulutnya, apakah dia harus senang karena bertemu dengan teman lama ataukah dia harus emosi melihat orang yang sempat membuat dia hancur dengan kebohongan kata-kata orang tersebut. Rasanya Leoni tidak mau melihat orang itu, tapi kenapa dunia kembali mempertemukan mereka. Keberadaan orang itu membuat mood hatinya menjadi tidak baik.


“Leoni, kenapa diam saja? ayo dicoba gaunnya! Glen sudah selesai memakai satu set bajunya, ayo cepat biar bisa dicocokan dengan apa yang dipakainya.” Linda yang tidak mengerti arti tatapan dari kedua orang tersebut menjadi bingung kenapa Leoni diam saja melihat gaun yang tadi ditatapnya dengan berbinar kini ditatapnya sendu, sedangkan Luna terus-terusan memegang gaun ditangannya tanpa bergerak sedikitpun.


“Leoni? Apakah gaun-gaun ini kamu yang akan memakainya? Apa kamu akan menikah dengan Glen? Atau? Ah tidak, tidak. Tidak mungkin kamu menikah dengan Glen, bukannya waktu itu Glen sudah meninggalkanmu? Terus?” Kata-kata Luna dalam hatinya, dia tidak mau mempercayai apa yang baru saja didengarnya. Yah karyawan Linda yang membawahkan gaun pengantin untuk Leoni adalah Luna.


“Luna, ayo kemarikan gaunnya, jangan bengong saja dong!” Linda memberi perintah pada Luna yang juga diam saja ditempat.


“Ini.” Luna meletakkan semua gaun pengantin yang dia bawah ke hadapan Linda dan Leoni, tanpa berkata apa-apa Luna langsung meninggalkan mereka.


“Bbbbrrruuukkk…” Luna berlari keluar dari ruang fitting dengan menahan air matanya yang mulai membanjiri pelupuk matanya, tiba-tiba menabrak sesuatu. “Ahhh…” Luna kaget, sekejap dia melihat apa yang disambarnya itu sambil memegang jidatnya yang sakit.


“Kamu?” Luna dan Glen saling bertatapan.


“Glen? Berarti yang aku dengar tadi tidak salah? Mereka benar akan menikah?” Luna bertanya-tanya dalam hatinya.


“Ngapain kamu di sini?” Tanya Glen dengan ekspresi marah sekaligus kaget melihat Luna ada disitu.


Tanpa menjawab pertanyaan Glen, Luna pun berlari keluar menuju ke tempat istirahat karyawan sambil menangis.


“Hei, kalau jalan lihat-lihat dong!” Bentak Glen melihat Luna yang menyambarnya lagi tanpa berkata apa-apa pada dirinya.


“Benar, mereka akan menikah.” Luna menangis, merasa kesal dengan apa yang baru saja dilihatnya, rasa sakit hati pun dirasakannya melihat Glen yang sedang mempersiapkan pernikahan bersama Leoni. “Harusnya aku yang menggunakan gaun-gaun cantik itu bukan kamu Ny.” Kata Luna lagi. Dia menghentak-hentakkan kakinya dengan emosi kemudian meninggalkan tempat kerjanya menuju ke parkiran mobil, tanpa mempedulikan lagi jam kerjanya, Luna langsung bergegas pulang ke rumahnya. “Kenapa mereka berdua bisa kembali bersama bukannya Glen telah mencampakannya? Apa yang terjadi sebenarnya?” Luna merasa jengkel. Dia melajukan mobilnya dengan urak-urakan, rasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya tadi.


Sebaliknya dengan Glen, dia masuk ke dalam ruang fitting dimana Leoni berada, nampaknya ada yang mau dia sampaikan tapi tidak dapat diungkapkan. Dia menunjuk ke arah pintu dimana dia masuk tadi.

__ADS_1


“Itu Luna, karyawan aku.” Sangat cepat Linda mengerti tingkah Glen barusan. “Kenapa?” Tanya Linda.


“Ah tidak. Tidak apa-apa, hanya dia buru-buru keluar jadinya nambrak aku tadi.” Kata Glen tanpa menutupi kejadian apa yang terjadi diantara dia dan Luna tadi didepan pintu.


“Oh kirain kenapa. Yah sudah ayo Leoni.” Linda meletakkan beberapa gaun di atas gantungannya kemudian membantu Leoni mencoba setiap gaun yang telah disiapkannya.


Awalanya perasaan Leoni tidak tenang, namun dia berusaha melupakan dan menganggap tidak terjadi apa-apa. Setelah semua telah melakukan fitting baju, mereka kembali ke rumahnya masing-masing.


Sedangkan Luna, sesampai dirumahnya, dia langsung masuk ke dalam kamar dan menangis sejadinya dia meluapkan emosi dan rasa kesalnya sambil memporak-porandakan seluruh isi dalam kamarnya itu, apapun barang yang berhasil diraih oleh tangannya langsung dia lempar ke sembarang arah tanpa mempedulikan resiko atau apa yang akan terjadi setelah dia melakukannya..


“Glen, tega sekali dirimu memperlakukan diriku seperti ini.” Teriak Luna marah. “Leoni, kamu tidak bisa menikahi Glen!” Kata Luna penuh amarah. Dia tidak terima kalau pria yang dicintainya itu akan menikah dengan sahabatnya Leoni, Luna sangat tahu Glen memang sejak dulu memang mencintai Leoni bukan dirinya namun dia tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan Glen.


“Luna..” Mama Luna mendengar keributan yang terjadi di kamar Luna, mama masuk ke dalam kamarnya yang kebetulan tidak dikunci. “Kamu kenapa?” Mama bingung dengan apa yang sedang dilakukan anaknya itu, kamarnya menjadi berantakan, entah apa yang menyebabkan Luna menangis dan membuat kamarnya hancur seperti itu.


“Mama.” Luna memeluk mamanya yang sudah duduk di samping ranjangnya.


“Glen ma.” Kata Luna terbata.


“Kenapa dengan Glen? Apa yang terjadi padanya?” Tanya mama lagi.


“Dia akan menikah dengan Leoni.” Luna menangis histeris menyebutkan nama mereka.


“Terus apa hubungannya denganmu? Kenapa kamu menangis seperti ini? Harusnya kamu bahagiah mendengar kabar kedua sahabatmu akan menikah.” Kata mama Luna yang tidak mengerti dengan perasaan anaknya itu.


“Mama, aku tidak mau Glen menikah dengan Leoni, harusnya yang menikah dengannya adalah aku.” Kata Luna berbinar, matanya terpancar aura permusuhan. “Mereka tidak bisa menikah!” Kata Luna lagi.

__ADS_1


“Luna, sayang. Kamu tidak boleh seperti itu nak. Di luar sana masih banyak pria baik yang menunggumu untuk menjadi pasanganmu.” Nasihat mama.


“Aku maunya Glen.” Bantah Luna.


“Luna, kamu harus menerima kenyataan kalau Glen memilih Leoni untuk menjadi pendamping hidupnya, dan kamu harus berusaha melupakannya dan memulai hidup yang baru. Pasti kamu akan medapatkan yang lebih baik dari Glen.” Kata mama lagi.


“Iya ma.” Luna tidak mau terlalu banyak membantah mamanya karena dia tahu mama akan terus menceramahinya. “Sebaiknya mama keluar, aku mau istirata.” Luna mengusir mamanya dari dalam kamar.


Beberapa hari Luna lewati dengan bersedih hati dan masih tetap tidak menerima kenyataan kalau Leoni dan Glen akan menikah.


“Luna kamu mau ke mana?” Tanya mama yang menghadang Luna di depan pintu rumahnya.


“Aku mau pergi kerja ma. Sudah berapa hari aku tidak masuk kerja, bos Linda pasti marah padaku.” Jawab Luna.


“Tapi kamu sudah baikan kan? Kamu sudah siap kerja?” Tanya mama khawatir.


Luna tidak mempeduliakn pertanyaan mamanya, yang menjadi tujuannya hanyalah menuju ke butik tempat dia kerja.


“Luna kemana saja kamu? Kenapa beberapa hari ini menghilang?” Luna masuk ke dalam kantor dan langsung disambut Linda dengan marah-marah.


“Maaf, aku sakit.” Jawab Luna menutupi kebenaran kenapa dia tidak masuk kerja.


***


Minta komentarnya dong readers!

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote nya juga yah!


Makasi.


__ADS_2