
Pagi harinya mereka kembali disibukan dengan aktivitasnya masing-masing, Glen mempersiapkan dirinya ke kantor sedangkan Leoni yang hari itu tidak ada kegiatan kuliah dan latihan renang, hanya membantu mama mertuanya di rumah dan seperti biasa Leoni menjalankan tugasnya sebagai istri, mulai dari mempersiapkan pakaian yang akan dikenakan Glen, sarapan dan juga membantu Glen dalam mempersiapkan perlengkapannya untuk ke kantor.
“Ny, jangan lupa yah sebentar sekitar jam 12 siang aku jemput kamu.” Kata Glen sambil mendaratkan ciuman di kening Leoni sebelum mereka keluar dari kamar.
“Iya, tenang saja!” Balas Leoni dengan tersenyum. “Sebelum jam 12 aku pasti sudah siap kok.” Leoni merangkul pinggang Glen dan mereka berdua berpelukan sambil keluar dari kamar.
Mama Glen, dari ruang tengah menyaksikan betapa romantisnya mereka berdua saat itu. Dia tersenyum bahagiah melihat sang anak bahagiah dengan kehidupannya sekarang bersama perempuan yang menjadi pilihannya.
“Pagi ma.” Sapah Glen pada mamanya dan mendaratkan kecupan di pipinya.
“Pagi, ayo sarapan dulu! Tadi Leoni dan mama sudah siapkan sarapannya.” Mama dengan senyum yang tidak luntur mengajak mereka berdua ke meja makan.
“Makasi yah ma!” Kata Glen.
“Papa di mana ma?” Tanya Leoni yang tidak melihat keberadaan papa mertuanya.
“Papa sudah sarapan tadi, sekarang lagi berenang di belakang.” Jawab mama apa adanya. “Ayo kita sarapan bersama!” Ajak mama lagi.
Mereka bertiga menikmati sarapan bersama dengan canda tawa yang menghiasi ruangan itu, mereka sangat akrab dan tidak membuat kecanggungan sedikitpun di antara mertua dan anak mantunya, malah nampak mama Glen sangat perhatian pada Leoni, perhatian yang dulunya hanya milik Glen seorang kini telah direbut oleh Leoni.
“Ehem.” Batuk Glen menyadarkan dua wanita beda generasi itu dari diskusi mereka yang tidak melibatkan dirinya sedikitpun.
“Kamu kenapa? Keselek yah? Ini minum dulu airnya!” Leoni memberikan segelas air mineral kepada Glen yang duduk di sampingnya itu.
Glen yang tadinya memasang wajah cemberut karena tidak diperhatikan oleh kedua wanita itu sejenak melupakan emosinya karena melihat sikap Leoni yang memberikan perhatian padanya walau hanya sekedar memberikan air minum.
“Makasi.” Glen mengambil segelas air yang disodorkan istrinya itu kemudian meminum seteguk.
Leoni kembali bercengkrama dengan mama mertuanya dan lagi-lagi membuarkan Glen menghabiskan makanannya sendirian. “Aku ke kantor dulu yah sayang, ma.” Glen berpamitan dengan istri dan mamanya sambil mengecup manis kepala kedua wanita itu.
__ADS_1
“Sudah selesai sarapan kamu?” Tanya mama Glen.
“Sudah ma.” Jawab Glen padahal masih ada sisa sendwich dan beberapa potong stik beef yang belum dia makan serta susu yang belum diminum karena selera makannya hilang diakibatkan tidak dihiraukan oleh kedua wanita yang dia sayangi itu, mereka lebih fokus pada pembicaraan ibu-ibu.
“Loh itu makananmu belum habis sayang.” Leoni menoleh ke arah piring makan milik suaminya yang masih ada isinya.
“Aku sudah kenyang, kan tadi sudah sarapan.” Kata Glen.
“Emangnya kamu makan apa tadi? Bukannya kamu baru saja bangun? Kamu sarapan dimana?” Tanya Leoni bingung dengan jawaban suaminya yang mengatakan sudah sarapan.
“Aku sarapan di kamar sayang.” Jawab Glen santai.
“Hah? Di kamar?” Leoni semakin bingung saja karena merasa tidak ada bekas makanan di kamarnya tadi. “Makan apa?” Tanya Leoni lagi.
“Kan tadi aku sudah makan kamu sayang.” Bisik Glen gombal ke telinga Leoni.
Wajah Leoni seketika itu berubah ekspresi yang tadinya memancarkan aura bahagiah ketika ngobrol dengan mertuanya kini menjadi merah padam karena mendengar perkataan Glen yang membuat dia malu walaupun mama mertuanya itu sebenarnya tidak mendengar apa yang dibisikkan oleh sang suami di telinganya.
Mereka berjalan beriringan sampai ke depan rumah, Leoni mengantarkan Glen sampai ke parkiran mobil.
“Aku kerja dulu, nanti siang aku jemput kamu.” Glen kembali mendaratkan ciuman romantis di kening Leoni.
“Iya, kamu hati-hati bekerjanya yah! Sampai jumpa nanti siang.” Leoni memeluk Glen barang sejenak sebelum Glen masuk ke dalam mobil.
Leoni melepas kepergian suaminya itu sambil melambaikan tangan, setelah mobil yang dikendarai Glen menghilang dari pandangan matanya diapun masuk ke dalam rumah dan kembali bergabung dengan mama mertuanya di taman belakang rumah sambil menemani papa mertua yang sedang berenang. Mereka berdua berdiskusi tentang kebiasaaan perempuan yang rencanannya akan mereka lakukan besok, selain itu mama mertuanya itu memberikan sedikit wejangan pada anak mantunya itu tentang kehidupan rumah tangga dan Leoni pun mendengarkan dengan seksama, sesekali dia pun memberikan tanggapan ataupun pertanyaan bahkan mengemukakan pendapat.
Sangat terlihat keakraban yang terjalin diantara mereka walaupun usia pernikahan Glen dan Leoni masih berusia seumur jagung, kedua orang tua Glen sangat menerima Leoni di keluarga mereka bahkan mereka memperlakukannya seperti anak kandung mereka sendiri, Leoni pun demikian memperlakukan mereka layaknya orang tua kandungnya.
Setelah puas bercengkrama dengan kedua orang tua Glen, Leoni pamit kembali ke kamarnya untuk bersiap diri karena Glen akan menjemputnya makan siang diluar.
__ADS_1
Sebelum jam 12.00 Leoni telah siap dan menunggu Glen di ruang tengah tempat tinggalnya itu ditemani sang mama yang masih terus mengekor pada Leoni. Tepat jam 12.00 bunyi deru mobil masuk di pekarangan rumah diikuti klatson mobil yang dibunyikan beberapa kali oleh sang pengendara.
“Itu pasti suamimu.” Mama berdiri membukakan pintu diikuti Leoni dari belakang. “Leoni mana ma?” Tanya Glen yang belum melihat istrinya itu.
“Ini dia.” Mama agak bergeser sedikit sambil menunjuk ke arah Leoni sehingga Glen dapat melihat istrinya yang berdiri di belakang mama.
“Kamu sudah siap?” tanya Glen pada sang istri.
“Sudah.” Jawab Leoni singkat.
“Kalau begitu ayo!” Glen memberikan instruksi dengan gerakan tangan pertanda menyuruh Leoni keluar dari dalam rumah.
“Tidak mampir dulu?” Tanya mama.
“Tidak ma, kami langsung saja. Aku sudah lapar banget nih.” Jawab Glen sambil mengelus perutnya.
“Yah sudah, hati-hati yah! Ingat nanti malam harus makan di rumah loh yah, mama masakin nih.” Pesan mama sebelum mereka melangkah.
Leoni dan Glen pun menganggukan kepala mereka bersamaan pertanda menyetujui permintaan mamanya, tanpa berkata apa-apa lagi mereka berdua mencium pipi mama secara bergantian kemudian mereka menuju ke mobil yang terparkir tepat didepan mereka.
Setelah berada di dalam mobil, Glen memastikan istrinya itu telah duduk dengan nyaman dan menggunakan sitbelt dengan baik kemudian melajukan mobilnya membelah jalanan kota Manado yang lumayan ramai siang itu. Mereka menuju ke salah satu restoran ternama dikota itu untuk menikmati makan siang seperti yang Glen bicarakan sebelum berangkat kerja pagi hari tadi.
***
Readers,
Maaf yah jarang update akhir-akhir ini karena banyak kesibukan.
Happy reading yah!
__ADS_1
Jangan lupa komentarnya dong.