KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA

KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA
Kabar membahagiahkan


__ADS_3

“Kalau aku tidak mau, gimana?” Leoni mengejutkan Glen dan benar, membuat Glen agak down, dia jadi ragu-ragu dan tidak percaya diri lagi.


“Semoga yang aku takutkan itu tidak terjadi.” Kata Glen dalam hati. “Aku akan paksa pokoknya.” Jawab Glen santai setelah beberapa detik berpikir namun sebetulnya berusaha untuk menguatkan dirinya.


“Gimana caranya kamu maksa?” Leoni mengernyitkan keningnya penasaran dengan jawaban yang nanti akan Glen katakana.


“Yah pokoknya aku akan paksa kamu.” Jawab Glen ketus walaupun sebenarnya ragu-ragu, dia takut kalau Leoni


benar menolaknya.


“Paksa apa hayooo...?” Leoni mengelitik pinggang Glen sambil tertawa, sepertinya signal baik buat Glen, dia mencairkan suasana diantara mereka yang hampir saja membeku.


“Leoni..” Glen menangkap kedua tangan Leoni yang mungil dan lembut itu. “Jangan permainkan aku seperti ini dong!” Pintah Glen dengan serius. “Aku mohon..!” Bisik Glendengan nafas yang berasa memberat.


“Mohon apa?” Lagi-lagi Leoni seperti mau membuat Glen kesal.


“Leoni.. serius dong. Kita ini bukan anak kecil lagi yah. Aku tidak mau main-main dengan hal seperti ini, aku mohon serius!” Mohon Glen, wajahnya penuh pengasihan.


“Oke, oke, oke.” Leoni menetralisir emosinya.


“Kamu sudah membuat aku berani dan berhasil mengutarakan isi hatiku, aku berani menurunkan ego ku demi untuk mengatakannya padamu. Sekarang aku butuh jawabanmu, apakah itu mengecewakan atau membahagiahkan, aku akan berusaha menerima dengan lapang dada walaupun sejujurnya ketakutanku sangat besar jika seandainya kamu menolakku.” Kata Glen panjang lebar. “Entah apa yang akan terjadi padaku kalau kamu menolakku.” Glen Kembali meneteskan air mata. “Tapi aku sangat berharap jawabanmu itu bukan mengecewakan. Ny, duniaku akan hancur. Benar-benar akan hancur, jika jawabanmu mengecewakanku yang artinya kamu menolakku.” Kata Glen jujur. “Kalau itu terjadi, mungkin aku tidak akan pergi jauh sejauh mungkin.” Jelas Glen.


Leoni menutup mulut Glen dengan tangannya “Ssssstttt…. Jangan bicara seperti itu!” Bisik Leoni, dia melingkarkan kedua tangannya di leher Glen, karena sangat terharu dengan apa yang Glen ungkapkan membuatnya secara spontan melakukan hal itu pada Glen dan bahkan semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah pria itu, mungkin jika diukur jarak wajah mereka sekitar kurang dari lima senti meter, Leoni menatap mata Glen yang tengah basah dengan air mata itu.  Perasaannya sangat senang karena apa yang dia inginkan dari Glen kini telah tercapai, namun dibalik itu diapun menjadi sedih dan bimbang, apakah dia harus menjalankan hubungan jarak jauh dengan Glen setelah dia menerima Glen sebagai calon suaminya? Apa yang akan terjadi nanti jika hal itu harus mereka jalani? Apakah Glen akan mengijinkannya untuk pergi menjalankan tugasnya atau? Jika diijinkan dan dia pergi ke Kupang, apakah mereka akan tahan berjauhan? Apakah Glen akan mendukungnya? Sungguh berkecamuk berbagai pertanyaan di kepalanya sekarang.


“Sayang, Leoni.” Glen berani memanggilnya dengan kata sayang dan itu membuyarkan lamunan Leoni dari berbagai pertanyaan yang hinggap di kepalanya.Walaupun belum mendapatkan jawaban pasti dari Leoni, Glen sudah berani menetapkan hatinya kalau Leoni bersedia menjadi istrinya.


“Ah, iya” Leoni kagetdan tersadar dari pikirannya yang sedang traveling membayangkan hubungan mereka ke depan.


“Gimana? Dari tadi belum saja di jawab nih, jangan menggantuk gitu dong. Aku lagi menunggu jawaban kepastian darimu.” Rengek Glen lagiberharap jawaban dari Leoni atas ungkapan hatinya.

__ADS_1


Leoni melepaskan tangannya yang melingkar di leher Glen dan tersenyum mengingat telinganya yang mendengar panggilan Glen tadi, rasa geli gimana gitu mendengar kata sayang itu keluar dari mulut Glen seorang yang kaku dan dingin menjadi romantis.


“Iya” Leoni menganggukkan kepalanya.


“Iya apa?” Glen balik tanya. “Iya tidak ngantuk gitu?” Kata Glen lagi yang sebetulnya dia sudah paham maksud perkataan Leoni, namun dia ingin Leoni mengatakan satu kalimat yang lengkap sesuai dengan keinginannya.


“Iya aku mau. Aku menerima pernyataanmu tadi.” Kata Leonidengan tegas.


“Pernyataan?” Glen bertanya lagi.


“Kan tadi kamu ngasih aku pernyataan bukan pertanyaan.” Jawab Leoni lagi dengan santai dan membuat mereka berdua tertawa bahagiah.


“Baik, sekarang aku rubah pernyataan itu dengan pertanyaan.” kata Glen menarik nafas dalam-dalam dan mengatur ekspresi wajahnya menjadi serius. “Kamu mau jadi istriku? Ibu dari anak-anakku? Pendamping hidupku selamanya?” Tanya Glentanpa basa-basi karena sebetulnya dia memang bukan orang yang pintar mengutarakan kata-kata romantis.


“Wooowww... banyak banget pertanyaannya.” Leoni tertawa.


“Satu kata untuk menjawab pertanyaanmu.” Kata Leoni.


“Satu kata? Apa itu?” Tanya Glen dengan polos.


"Iya." Jawab Leoni.


"Iya? iya apa?" Glen menuntut penjelasan.


“Iya, aku bersediah dan mau menjadi semua seusai dengan pertanyaanmu yang banyak-banyak itu.” Jawab Leoni


dengan senyum tulus diwajahnya.


“Pertanyaan yang banyak-banyak? Maksudnya?” Glen menuntut jawaban yang lebih spesifik lagi.

__ADS_1


“Oke.” Leoni menatap wajah Glen. “Aku mau jadi istrimu, ibu dari anak-anakmu dan mejadi pendamping hidupmu


selamanya.” Jelas Leoni.


“Yang benar Ny?” Tanya Glen mau meyakinkan apa yang dia dengar.


Leoni menganggukkan kepalanya dua kali. “Iya benar bawelll...” Leoni mencubit gemes hidung Glen yang mancung itu.


“Yessss…. Yessss….. Yessss….” Glen melompat kegirangan, lagi-lagi air matanya menetes tapi kali ini bukan karena sedih tapi karena bahagiah. “Aku bahagiah banget sayang, aku sayang banget sama kamu Leoni.”


Glen mengecup kening Leoni dengan mesrah. “Makasi yah sudah buat aku bahagiah banget hari ini.” Kata Glen.


“Makasi juga udah memilihku,  makasi udah.....” Leoni belum menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba Glen memberikan satu lagi kecupan di pipi Leoni dan kemudian kecupan terakhir telak di bibir Leoni, Glen membuat Leoni kaget dan tak berkutik.


“Sekali lagi makasi untuk kebahagiaan yang kau berikan padaku hari ini, hal ini juga pasti akan menjadi kabar yang membahagiahkan bagi kedua orang tuaku.” Kata Glen bahagiah. “Mama pasti akan sangat senang mendengar hal ini, dia sangat menginginkanmu menjadi menantunya sayang.” Rona bahagiah sangat terpancar dari wajah Glen. Kesedihan yang dulu pernah dia rasakan, kekecewaan yang sempat dia alami, kesendirian yang dia pernah nikmati dulu, dalam sejenak dapat lenyap begitu saja dari benaknya kini berganti kebahagiaan yang tidak dapat diukur dengan apapun dan oleh siapapun.


Leoni yang mendapat perlakuan romantis dari Glen, selalu di istimewahkan namun tidak mendapatkan kejelasan


mengenai hubungan mereka sehingga sangat mengganggu pikirannya, rasa takut menjadi wanita yang dipermainkan oleh Glen sempat bersarang dibenaknya, kini semua itu terjawab dengan pernyataan cinta yang Glen ungkapkan padanya saat itu. Dia sangat bahagiah dengan keadaan saat ini, masalah ke Kupang nanti akan dipikirkan Kembali, yang terpenting sekarang adalah jelasnya hubungan di antara mereka berdua dan hal ini akan menjadi kabar yang membahagiahkan bagi orang tua mereka.


****


Mana pendukung Leoni  dan Glen nih??


Bantu like, comment, vote, hadiah yah....


Supaya penulis semangat dalam melanjutkan penulisannya...


Makacieee

__ADS_1


__ADS_2