KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA

KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA
Pertunangan


__ADS_3

Satu jam lamanya mereka membahas kapan pernikahan antara Glen dan Leoni sampai pada segala persiapan yang dibutuhkan untuk acara tersebut, akhirnya pembicaraan kedua belah pihak keluarga itu mencapai kata sepakat bahwa dalam waktu dua minggu lagi mereka akan menggelar acara pernikahan kedua insan tersebut tanpa ada acara pertunangan terlebih dahulu.


Setelah ada kesepakatan diantara mereka tersebut, tiba-tiba Glen berdiri dan mengeluarkan kotak perhiasan dari saku celananya, kotak itu berisi sepasang cincin emas bertuliskan nama mereka berdua. Glen menjelaskan bahwa kotak tersebut berisi cincin pertunangan yang sudah dia persiapkan sejak tiga bulan yang lalu dimana seharusnya dia sematkan pada jari manis Leoni saat itu.


“Anggap saja hari ini adalah acara pertunangan kita.” Kata Glen setelah menjelaskan tentang kotak perhiasan yang dia keluarkan dari saku celananya itu. “Ny, aku akan memakaikan cincin ini ke jari manismu, kenakanlah cincin dariku yang bertuliskan namaku sehingga seluruh dunia tahu kalau kamu adalah milikku.” Kata Glen dengan romantis, Leoni menyodorkan tangannya ke arah Glen dan Glen memasangkan cincin tersebut ke jari manis Leoni. “Sekarang pakaikan cincin yang bertuliskan namamu ini ke jariku sebagai pertanda bahwa aku ini adalah milikmu!” Glen menyodorkan lagi satu cincin ke arah Leoni dan memintanya untuk memasakngkan ke jari Glen.


Setelah adegan pasang-memasang cincin itu mereka berdua lakukan, semua orang yang ada di situ bertepuk tangan dan memberikan ucapan selamat pada mereka.


“Leoni, maaf mama tidak mempersiapkan acara pertunangan yang mewah untuk kalian, tapi mama janji acara pernikahan kalian akan  diselenggarakan sesuai dengan yang kalian harapkan.” Kata mama Glen yang merasa bersalah dengan apa yang mereka saksikan saat ini, dimana acara pertunangan dadakan.


“Ma, ini saja sudah sangat cukup bagiku.” Leoni tersenyum ke arah calon mertuanya itu dan menunjukkan jari yang telah melingkar cincin yang dipakaikan oleh Glen tadi. “Menurutku ini sudah sangat mewah, aku tidak butuh yang lebih, yang terpenting bagiku adalah Glen akan selalu menyayangiku, mencintaiku dan hidup bersamaku sampai kapanpun.” Jelas Leoni.


“Kamu memang anak yang baik, kami sebagai orang tua sangat bersyukur Glen mendapatkan wanita yang baik sepertimu.” Mama Glen memeluk calon mantunya itu dengan penuh kasih sayang.


Leoni hanya bisa tersenyum mendengarkan setiap perkataan yang diungkapkan oleh mama Glen. Diapun sangat bersyukur akhirnya bisa bersama dengan Glen, selangkah lagi mereka akan menjadi suami istri.


Glen menyaksikan apa yang dilakukan oleh Leoni dan mamanya dengan senyum bahagiah merekah dibibirnya. “Aku memang tidak salah memilih pendamping hidupku.” Kata Glen tersenyum melirik ke arah Leoni, menatapnya dalam-dalam dengan tatapan penuh cinta.


Tak terasa, malam itu pun semakin larut. Suasana bahagiah membawah mereka pada perbincangan yang tak putus-putusnya, bahkan hampir lupa menyantap makanan dinner yang telah disiapkan oleh mama Leoni.

__ADS_1


***


Selama beberapa hari Leoni dan Glen tengah disibukkan dengan urusan pernikahan, mereka berdua tidak mau urusan itu diurus oleh orang lain atau bawahan Glen, mereka mau turun tangan secara langsung walaupun ada hal-hal yang dibantu oleh beberapa keluarganya.


“Gimana persiapannya? Apa ada lagi yang belum beres?” Tanya Glen pada Leoni yang tengah duduk di pinggir kolam rumahnya Glen sambil meilhat-lihat daftar persiapan ditangannya.


“Aku lupa, makanan untuk acara resepsi belum ada yang handel.” Jawab Leoni menunjukkan ekspresi kebingungan.


“Kamu mau pesan makanan di mana? Atau apa mau langsung dengan resto hotelnya biar tidak ribet-ribet?” Tanya Glen lagi.


“Heemmmm…” Nampak Leoni berpikir. “Oh ya.” Tiba-tiba Leoni seperti mengingat sesuatu, Glen menjadi bingung dengan eskpresi Leoni yang tiba-tiba itu namun dia diam saja sambil mengerutkan kening. “Kita coba ke Anita dan Aryz  saja gimana? Pakai kafe mereka saja untuk handel makanan.” Kata Leoni dengan semangat. “Gimana menurutmu?” Leoni balik bertanya pada Glen.


Tanpa berlama-lama, Leoni langsung mengajak Glen menuju ke kafe milik kedua sahabatnya itu untuk membicarakan rencanya tersebut.


“Ada di dalam ruangannya mba, duduk dulu! Aku panggilkan bu Anitanya.” Kata pelayan tersebut pada Leoni.


“Dimana ruangannya? Aku langsung menemuinya.” Kata Leoni tak sabaran.


Leoni mengikuti ke mana arah perginya pelayan tersebut membawahnya untuk bertemu dengan Anita.

__ADS_1


“Nit…” Leoni tiba-tiba membuka pintu ruangan Anita.


Anita kaget melihat sepasang kekasih yang berada di hadapannya saat ini, tidak pernah terlintas dalam benaknya untuk saat ini akan mendapatkan tamu spesial. Seingatnya bahwa Glen sedang mencari Leoni saat ini karena beberapa hari yang lalu Glen sempat menghubunginya, dia tidak menyangka kalau Leoni telah kembali dan saat ini ada di hadapannya.


“Leoni?” Anita berdiri dari tempat duduknya, dia melangkah menghampiri Leoni dan mereka pun berpelukan. “Glen, kamu telah menemukannya?” Anita melirik ke arah Glen tanpa melepas pelukannya dengan Leoni dan mendapat tanggapan dari Glen dengan menganggukkan kepalanya. “Ayo duduk dulu!” Anita menarik tubuh Leoni dan mereka duduk di sofa tamu di dalam ruangannya itu.


“Kamu tahu kalau Glen mencariku?” Tanya Leoni penasaran.


“Iya aku tahu.” Jawab Anita singkat. “Sebelum kita lanjut ngobrol, aku buatkan kalian makanan dan minuman, kalian mau apa?” Tanya Anita.


“Minum aja. Yang bisa kamu siapin, itu aja. Gak perlu yang ribet-ribet. Kami ke sini untuk ngobrol denganmu sekaligus ada yang mau kami sampaikan padamu bukan untuk datang makan.” Kata Leoni.


Walaupun sedang penasaran dengan perkataan Leoni barusan, tapi Anita tetap menuju ke dapur untuk membuatkan minuman dan sedikit jajanan peneman minum untuk ke dua sahabatnya itu. Selama berada di dapur Anita bertanya-tanya pada dirinya apa yang akan Leoni dan Glen sampaikan, selain itu dia penasaran mendengarkan cerita mereka bagaimana sehingga Glen bisa menemukan Leoni dan bagaimana kelanjutan kisah mereka berdua.


Beberapa menit kemudian Anita kembali dari dapur membawah minuman dan beberapa makanan ringan untuk kedua tamunya itu.


“Sekarang ayo cerita apa tujuan kalian kesini?” Anita meletakkan nampan yang dibawahnya kemudian duduk disamping Leoni. Anita tidak ingin memulai pembicaraan dengan pertanyaan-pertanyaan yang sedang bersarang dikepalanya, melainkan dia ingin tahu terlebih dahulu apa tujuan mereka.


“Minggu depan kami akan menikah.” Glen tidak mau terlalu banyak basa-basi.

__ADS_1


“Woowww…” Anita kaget mendengar perkataan Glen. “Selamat yah, ini yang kami tunggu-tunggu dari kalian berdua, semoga berjalan lancar acaranya dan yang terpenting adalah selamat menapaki rumah tangga. Semoga rumah tangga kalian bahagiah selamanya.” Kata Anita dengan tulus. “Apa yang bisa aku bantu untuk kalian?” Tanya Leoni.


Leoni menyampaikan apa maksud dan tujuan mereka datang menemui Anita saat itu, dengan sangat gembira Anita menyanggupi permintaan Leoni dan Glen, dia bersedia menyediakan makanan untuk acara resepsi pernikahan mereka.


__ADS_2