KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA

KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA
Lebih dari ekspektasi


__ADS_3

Malam harinya.


Sebelum dinner, Glen meminta Leoni untuk mempersiapkan dan menggunakan gaun terbaik yang dibawahnya untuk dikenakan saat makan malam istimewah mereka nanti dan berdandan yang cantik. Glen telah memerintahkan orang untuk menyediakan dinner yang romantis di bagian belakang villa nya itu tepatnya di seputaran kolam itu tanpa sepengetahuan Leoni.


“Emangnya dinnernya di mana sih?” Tanya Leoni setelah selesai berdandan di depan meja riasnya sambil berjalan menghampiri Glen.


“Ada deh pokoknya, kamu pasti akan suka.” Jawab Glen yang sedang menghadap cermin sambil mengancing kemejanya. “Pakai ini yah! Di luar dingin sekali.” Glen memakaikan long blezer yang dipilihnya dan dicocokkan dengan gaun yang Leoni kenakan.


“Emangnya mau ke mana sih?” Tanya Leoni penasaran.


“Di sini daerah yang sangat dingin, jadi jika keluar dari kamar kita harus menggunakan pakaian hangat.” Jelas Glen. “Ayo!” Glen mengajak Leoni keluar dari kamar dan menuntunnya ke arah kolam bukan keluar dari villa.


Nampak Leoni kebingungan kenapa Glen menuntunnya menuju ke bagian belakang villa, bukannya keluar dari villa, kedua keningnya berkerut namun terus melangkah mengikuti langkah kaki Glen.


Semakin dekat dengan kolam, mulai terdengar alunan musik jez yang sangat romantis, suasana remang-remang diterangi oleh lampu taman yang sangat indah serta harum bunga mawar merah yang ditaburkan di kolam.


Langkah kaki keduanya terhenti di pintu menuju kolam, mereka nampak berbinar melihat penataan kolam yang sangat indah bahkan Glen sendiri tidak menyangka kalau orang suruhannya dapat melakukan perintah yang diberikannya lebih dari ekspektasinya sendiri dan dapat menciptakan suasana romantis yang tidak kalah dengan suasana di tempat-tempat mewah.


“Woow keren.” Bisik Glen yang membuat Leoni menatap matanya dalam-dalam.

__ADS_1


“Kapan semua ini dipersiapkan? Bukannya tadi tidak seperti ini?” Tanya Leoni karena seingatnya tadi saat mengelilingi villa penampakan kolam tidak seperti ini.


Glen hanya tersenyum mendengarkan perkataan Leoni.


“Kamu yang menyuruh orang untuk mempersiapkan ini?” Tanya Leoni lagi saking penasarannya.


Glen lagi-lagi tersenyum dan menganggukkan kepalanya. “Iya.” Jawab Glen singkat.


Seorang pelayan telah siap disamping meja makan untuk melayani mereka, dia menyiapkan anggur sebagai minuman pembuka sambil menunggu makanan dihidangkan. Saat Glen dan Leoni sudah duduk di meja makan, sang pelayan langsung menuangkan anggur ke dalam gelas yang telah tersedia di atas meja.


“Makasi sayang, ini luar biasa sekali.” Leoni mengagumi suasana yang tercipta malam itu.


“Disini saja aku sudah sangat senang.” Jawab Leoni singkat memotong perkataan Glen.


Malam itu mereka melakukan makan malam yang sangat menyenangkan dan suasana yang sangat romantis, setiap hidangan yang dihidangkan pun tak kalah enaknya dengan masakan di restoran berbintang, bahkan tempatnya pun sangat bagus dengan penataan yang sangat indah dipandang, pokoknya membuat keduanya puas.


“Ayo bersulang untuk honeymoon kita.” Glen mengangkat gelas anggurnya setelah mereka selesai menikmati makan malamnya dan dibalas oleh Leoni dengan mengangkat gelas anggurnya, mereka bersulang dan lanjut menikmati anggur berdua.


Sesaat kemudian musik berganti dengan irama dansa, tak tahan kaki dan tangan Glen untuk mengajak Leoni berdansa. “Istriku maukah kamu berdansa denganku?” Tanya Glen menyodorkan tangan pertanda meminta Leoni untuk berdansa.

__ADS_1


Leoni memegang tangan Glen dan mengikuti langkahnya ke arah gazebo tengah kolam yang sudah diatur sebagai arena dansa dikelilingi lilin aroma terapi yang membuat suasana semakin romantis, Glen melingkarkan tangan ke pinggang Leoni dan menarik tubuh istrinya mendekat padanya, tanpa aba-aba Leoni pun melingkarkan kedua tangannya ke leher suaminya, mereka pun berdansa mengikuti alunan musik.


Lumayan lama gerakan dansa mereka lakukan mengikuti alunan musik yang berganti sekitar dua kali, kata-kata cinta pun terucap dari mulut mereka berdua bersahut-sahutan dan sesekali kecupan manis dari Glen mendarat di kening Leoni, dan kecupan itu pun berpindah ke bibir Leoni yang semikin seksi itu.


Setelah merasa cukup berdansa, mereka duduk di gazebo itu sambil menikmati anggur yang juga tersedia di situ. Glen masih terus mendekap tubuh Leoni dengan lembut. Setelah beberapa kali meneguk anggur dari gelasnya dan sedikit berbincang-bincang mengenai rencana jalan-jalan besok, Glen tiba-tiba menatap wajah Leoni dengan intens dan perlahan mendekatkan wajahnya pada wajah Leoni. Hap, mata Leoni terbelalak melihat Glen yang lagi-lagi mendaratkan ciuman untuk kesekian kalinya pada bibir indahnya itu, namun dia pun tidak dapat menolak tindakan yang dilakukan Glen itu, kelopak matanya terpejam menerima ciuman dari sang suami dan perlahan mulai membalas ciuman yang lama kelamaan kian memanas. Pengaruh alkohol yang sudah lumayan banyak mereka minum mulai mempengaruhi pikiran mereka berdua.


Tangan Glen yang sejak tadi mendekap tubuh Leoni perlahan menyingkap blezer yang dikenakan Leoni sampai terlepas kemudian mulai mengusap punggung dengan Leoni lembut. Getaran demi getaran mulai Leoni rasakan merespon setiap sentuhan yang diberikan oleh Glen. Alam kesadaran Glen pun mulai menurun menuntunya melakukan sesuatu lebih dari sekedar ciuman, mengikuti instingnya Glen pun menyentuh dua benda berharga milik Leoni.


“Byuuurrr…” Gelas anggur yang diletakkan Glen di pinggir terjatuh ke dalam kolam karena pergerakan yang mereka lakukan, hal ini membuat keduanya kaget dan melepaskan pautan diantara keduanya.


Glen bukan memperhatikan gelas yang terjatuh ataupun memperhatikan Leoni melainkan dia dengan sendirnya secara spontan melihat ke bagian intinya yang kini telah tegak kokoh dan menuntut sang pemilik untuk mencarikan tempatnya untuk berlabuh.


Sementara Leoni kaget dan secepatnya melepaskan pautan diantara mereka, dia sedikit menjauhkan tubuhnya dari Glen yang membuat beberapa gelas lilin pun ikut berjatuhan ke dalam kolam, hal ini membuat para pelayan yang mendengar bunyi air kolam pun berlarian ke arah mereka karena berpikir telah terjadi sesuatu pada tuannya itu, sontak lampu taman pun mereka nyalakan semua dan membuat suasana yang tadinya remang-remang menjadi terang benderang.


“Ahh…. Sial!” Glen menutupi bagian tubuhnya yang telah menjulang itu dengan blezer Leoni yang tadi dibukanya.


“Kamu kenapa?” Leoni kebingungan melihat ekspresi wajah masam Glen yang sepertinya sedang menahan sesuatu pada dirinya itu.


“Ayo kita masuk ke kamar!” Glen menarik lengan Leoni. “Disini dingin sekali, sebaiknya kita masuk.” Glen menunjuk ke arah tubuh Leoni yang hanya menggunakan gaun malam yang lumayan seksi.

__ADS_1


Leoni pun tidak berkata apa-apa lagi, dia hanya menuruti suaminya itu, mereka masuk ke dalam kamar dan membiarkan para pelayan membereskan kekacauan yang telah mereka berdua buat.


__ADS_2