KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA

KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA
Penjelasan


__ADS_3

“Pasti dia sedang menarik perhatian Glen.” Kata Leoni emosi mendengarkan tangisan Luna, dia hendak berdiri menghampiri mereka namun dengan gerakan cepat Paula dan Romi menahan pergerakan Leoni yang membuat lagi-lagi mereka bertabrakan.


“Aduuhhh…” Paula dan Romi kaget karena tiba-tiba mereka bertabrakan badan di depan Leoni.


Leoni yang sedang menangis pun akhirnya tersenyum melihat tingkah kedua orang tersebut.


“Isshhh dasar ganjen, maunya aja nabrak-nabrak aku. Pergi sana!” Paula jengkel dengan Romi, dia mendorong Romi.


“Siapa juga yang mau nabrak-nabrak kamu? Kamu nya saja yang terlalu banyak gerak, tidak lihat-lihat pula.” Kata Romi kasar.


“Dasar laki-laki tidak beres! Maunya juga megang-megang mba Leoni.” Sindir Paula.


“Heh yang nabrak itu kamu bukan dia, ngapain disangkut pautkan dengan dia?” Romi menunjuk Leoni sambil marah-marah pada Luna.


Bawaan Romi marah-marah pada Paula, biasanya dia tidak seperi itu, Romi yang selalu bijaksana dan dewasa dalam bersikap kini sepertinya berubah ketika menghadapi Paula, dia menjadi ke kanak-kanakkan dan cepat marah.

__ADS_1


“Iya karena kamu yang nyosor saja mau main sentuh-sentuh, apalagi mau sentuh-sentuh mba Leoni.” Sindir Paula lagi.


“Siapa yang nyosor? Ngomong yang jelas sedikit! Jangan sembarang ngomong.” Romi mendorong pundak Palua.


“Heh dasar laki-laki tidak berguna, mau main kasar yah?” Tantang Paula.


Semua orang tidak berbuat apa-apa melihat apa yang dilakukan oleh Paula dan Romi, mereka hanya menonton saja kedua orang tersebut beradu mulut sampai Leoni sendiri yang bertindak menengahi mereka berdua.


“Stop!” Teriak Leoni membuat perhatian semua orang teralihkan ke arah Leoni. “Kalian berdua nih apa-apaan sih? kayak anak kecil saja.” teriak Leoni. “Duduk!” perintah Leoni dengan kasar pada Paula dan Romi yang berdiri tepat dihadapannya. Akhirnya mereka berdua mengikuti perintah Leoni, mereka duduk kembali ke tempatnya semula walaupun keduanya masih saling tatap dan saling julur lidah.


“Oh lidah itu beraninya dijulurkan ke arah saya yah? Awas saja jangan sampai lidah itu salah masuk landasannya!” Kata Romi dalam hatinya, dia emosi melihat ulah Paula yang masih saja mau cari gara-gara.


Memperhatikan Romi dan Paula, akhirnya Leoni lupa dengan masalahnya sendiri, seketika dia melihat Luna kembali dia teringat kalau seharusnya tadi dia menghampiri Luna dan memarahinya.


“Mba, mau kemana?” Paula sigap melihat Leoni berdiri dari tempatnya menuju ke tempat dimana Luna duduk. Paula mengikutinya dari belakang. “Mba.” Paula menarik Leoni saat mereka telah berada di hadapan Luna, Glen pun beridiri mendekat pada Leoni.

__ADS_1


“Ny.” Glen mendekat pada Leoni dan bermaksud menjaga Leoni sekiranya melakukan hal yang tidak diinginkan. “Tolong dengarkan aku.” Glen menahan Leoni. “Tolong jangan berpikiran negatif dulu! Itu yang mereka bawah adalah wedding dress yang kita pesan.” Kata Glen menjelaskan dan berusaha menenangkan Leoni.


“Kenapa begitu? Maksudnya?” Tanya Leoni.


“Nanti Luna dan Linda yang jelaskan. Biar kamu dengar dari mereka sendiri.” Jawab Glen. “Lind, tolong jelaskan ke Leoni kejadiannya!” Pintah Glen.


“Leoni, ini yang kami bawah adalah wedding dress pesananmu. Jadi ini adalah milikmu dan bukan milik orang lain yang kami ambil untukmu. Kamu bisa lihat sedniri.” Kata Linda memulai penjelasannya. “Memang butik kami terbakar tidak tersisa, semua isi di dalam butik terbakar habis. Tapi mobil butik yang berisi wedding dress pesanan


kalian sempat diselamatkan oleh Luna. Malam itu sebelum kebakaran terjadi dia dengan satu karyawan kami yang bertugas menjaga butik dan menyelesaikan pekerjaan, mereka sempat packing beberapa pesanan dan memasukkannya ke dalam mobil itu dan siap diantarkan kepada costumer pagi hari oleh petugas, di dalamnya ada pesanan kalian. Biasanya pesanan yang sudah selesai mereka langsung pack ke dalam kotak-kotak dan memasukannya ke dalam mobil untuk supaya paginya langsung diantarkan oleh petugas ke alamat pemesan, jadi malam itu termasuk punya kalian ada di dalam mobil itu karena aku yang lupa menyampaikan pada mereka kalau pesanan kalian seharusnya diambil sendiri. Malam itu kebetulan aku menelpon Luna untuk pergi ke lokasi karena saat itu aku lagi keluar kota untuk belanja. Jadi dia secepatnya pergi ke lokasi kebakaran, sementara kobaran api semakin memuncak, dia berusaha mendekat dan menerobos kobaran api walaupun sudah dilarang oleh petugas keamanan dan petugas pemadam kebakaran. Dia tetap berusaha lepas dari cekalan mereka, dia berlari sekuat tenaga menerobos sampai ke tempat mobil butik diparkir dan dia berhasil menyelamatkan mobil tersebut yang diparkir di bagian luar butik, kebetulan kunci serep mobil ada satu di tangannya. Itu yang berhasil dia selamatkan dari butik kami walaupun setelah itu dia pingsan di dalam mobil dan untung saja masih bisa diselamatkan oleh petugas pemadam kebakaran dan kebetulan saat itu aku sudah berada di sana jadi aku membawahnya ke klinik terdekat.” Jelas Linda dengan sedih meningat butiknya yang terbakar.


Leoni terpaku pada posisinya mendengar penjelasan dari Linda. Dia meneteskan air mata kembali, entah karena apa penyebabnya.


“Polisi sudah menyelidiki penyebab kebakaran itu adalah bukan karena di sengaja oleh manusia atau seperti tuduhanmu yang bilang kalau aku yang membakarnya melainkan karena ada korslet pada salah satu mesin jahit yang kami pakai di dalam butik, arus korslet itu menyebabkan kebakaran karena tidak ada orang yang mengontrolnya dan lagi bahan-bahan yang ada di dalam butik sebagian besar sejenis kain dan benang yang mudah terbakar sehingga dengan cepat menghanguskan butik dan seluruh isinya.” Lanjut Luna dengan penuh isak tangis menjelaskan.


Semua orang terdiam mendengar penjelasan Luna. “Memang mungkin aku pernah jahat padamu sejak kita kecil dulu, dan waktu kamu gagal menikah dengan Glen waktu lalu aku sempat senang bahkan aku sempat berharap supaya Glen bisa menikahiku karena aku tahu dia tidak akan mungkin menikah dengan perempuan yang sudah tidur dengan laki-laki lain untuk itu aku berusaha mendekatinya lagi, aku pun memang benar sangat mencintai Glen dan terobsesi untuk memilikinya, dan jujur saja waktu tahu kamu akan menikah dengan Glen bahkan telah memberikan wedding invitation padaku di kafe Anita, sempat terpikirkan bagiku untuk merusak acara kalian atau lebih tepatnya lagi menggagalkan pernikahan kalian. Mungkin Tuhan yang mengatur rencana bagiku untuk malam itu memasukkan orderanmu ke dalam mobil itu, memang rencananya aku mau menyembunyikannya dan bahkan menghilangkannya agar pernikahanmu akan kacau. Tapi saat kebakaran terjadi entah kenapa aku berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan mobil itu dari kobaran api dan aku berpikir bahwa aku harus menyelamatkan apa saja yang aku bisa demi Linda." Kata Luna.

__ADS_1


***


Bersambung guyss...


__ADS_2