KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA

KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA
Mama dan papa tahu.


__ADS_3

“Saya tan? Kenapa dengan saya? Emangnya saya buat apa? Dia yang pergi kok saya yang disalahkan?!” Kata Luna sombong.


“Dasar wanita si*lan! Masih berani juga kamu bicara seperti itu pada kami?” Bentak mama.


“Ma sudahlah, jangan emosi!” Bujuk papa.


“Glen sebaiknya kamu bawah wanita ini keluar dari sini, kalau dia disampingmu terus masalah tidak akan pernah selesai.” Perintah mama.


“Mama….” Papa berusaha membuat mama tenang.


“Glen kamu dengar mama kan?” Tanya mama.


“Aku tidak akan pergi dari sini.” Kata Luna dengan sombong. “Aku akan selalu berada disamping pacarku Glen. Iya kan sayang?” Lanjut Luna.


“Pacar? Glen jelaskan!” Mama kaget mendengar perkataan Luna barusan. “Glen, apa maskud semua ini?” Lanjut mama menuntut jawaban dari Glen yang diam saja dari tadi. “Apa kamu sengaja membawah Luna ke sini untuk membuat Leoni pergi dan menghilang? Dasar bod*h!” Kata mama penuh emosi.


“Benar, Glen mengajakku ke sini untuk membuat Leoni marah.” Kata Luna sombong. “Memang sudah seharusnya Leoni dibuat jauh dari Glen, perempuan kayak itu tidak pantas dicintai oleh Glen. Pura-pura baik namun disaat pacarnya jauh dia berani main dengan laki-laki lain.” Sindir Luna.


“Apa katamu?” Mama Glen semakin emosi dengan Luna.


“Pacaran saja sudah berani selingkuh seperti itu, bagaimana kalau sudah menikah? Bukan tidak mungkin dia berbuat lebih parah dari itu.” Lanjut Luna tanpa perasaan sama sekali.

__ADS_1


“Jangan menuduh Leoni sembarangan seperti itu! Kamu tidak punya hak untuk berbicara seperti itu.” Bentak mama.


“Aku bukan menuduh tapi itu kenyataanya.” Jawab Luna


“Kau….” Mama hendak menampar Luna namun papa dapat menahan pergerakan mama.


“Ppppprrraaaakkkk…” Glen yang ada di samping Luna tiba-tiba menamparnya. Glen tidak terima Luna menjelek-jelekan Leoni dihadapannya.


“Aku memang mengajakmu ke sini untuk membuat Leoni cemburu, tapi kamu tidak sepantasnya mengatakan Leoni seperti itu.” Kata Glen marah.


“Apa? Tidak pantas? Bukannya kamu sendiri yang bilang tentang Leoni seperti itu? Kenapa sekarang marah?” Bentak Luna pada Glen.


“Memang benar aku yang mengatakannya padamu, tapi kamu tidak berhak bicara seperti itu apalagi pada orang tuaku.” Lanjut Glen masih dengan nada emosi.


“Mama?” Glen terhentak dan tiba-tiba menatap mama menutut penjelasan atas perkataan mama barusan. “Apa maksud mama?” Glen membiarkan Luna begitu saja dan berbalik ke arah mama. “Maaaa…” Pintah Glen dengan manja menuntut penjelasan dari mama. Air mata mulai menetes dipipi nya.


“Tuan dan nyonya yang menyuruh kami untuk mencari tuan Glen dan menceritakan kejadian waktu itu.” Tiba-tiba Melati dan Wiliam muncul dari arah belakang.


Glen tidak memahami maksud perkataan mama yang mengatakan berusaha membuat dia dan Leoni baikan karena emosi dan perasaannya yang bercampur aduk.


“Maksuddnya? Jadi mama dan papa yang merekayasa semua ini?” Glen tidak dapat berpikir dengan jernih, pikiran negatif yang pertama muncul di benaknya. “Mama dan papa sengaja merencanakan peristiwa hari ini? Sengaja menyuruh mereka berdua (menunjuk ke Wiliam dan Melati) mengarang cerita agar aku merasa bersalah pada Leoni namun sengaja juga menyuruh dia (menunjuk ke arah Luna) memancing Leoni marah? Iya? Kalian sengaja membuat Leoni jauh dariku? Kalian sengaja membuat aku tidak bisa bersama dia lagi?” Glen emosi meratap penuh kesedihan. “Ahhhh… apa salahku? Kenapa nasibku seperti ini?” Glen menangis berteriak sambil memukul-mukul

__ADS_1


dada nya.


“Tuan jangan seperti ini!” Paula berusaha membujuk Glen.


“Glen…” Mama menangis sejadi-jadinya.


“Apa ma? Mama mau ngomong apa lagi?” Bentak Glen. “Belum cukup membuatku sesakit ini kah?” Glen menunjuk-nunjuk ke arah jantungnya. “Selama ini mama berpura-pura menjadi teman curhatku tapi ternyata apa? Mama malah menghancurkan semuanya.” Teriak Glen histeris.


“Praaaakkk…” papa yang sedari tadi diam saja akhirnya ambil tindakan menampar Glen. “Diam!” Bentak papa. “Kasi kami kesempatan untuk bicara.” Lanjut papa masih dengan nada marah. “Jangan jadi seperti tiga bulan yang lalu kamu tidak memberi kesempatan pada Leoni dan ujungnya penyesalan.” Jelas papa. “Lihat mama mu! Orang yang melahirkanmu. Tega sekali kamu menyakiti hatinya?” Tanya papa dengan nada tegas dan sedikit marah. “Belum cukup kau menyakiti Leoni? Membawah wanita itu (menunjuk Luna) ke sini tambah membuatnya sakit sampai dia menghilang dan sekarang kamu mau menyakiti kami juga?” Papa tidak dapat menahan emosi.


“Papa…” Mama masih menangis.


“Duduk!” Papa menarik mama untuk duduk.


“Ini semua memang mama yang rencanakan, mama tidak tahan melihatmu hancur sejak tiga bulan yang lalu.” Kata mama singkat dengan air mata yang masih membasahi pipinya. “Mama yang mencari tahu dan meminta mereka mengatakan kejadian yang terjadi pada waktu itu. Namun itu bukan rekayasa mama. Itu memang kejadian yang sebenarnya. Sepanjang malam mama mencari kamu di setiap sudut rumah ini untuk bertemu dengan mereka namun mama tidak menemukanmu, maka tadi pagi mama menelpon Paula untuk mencari tahu di mana kalian


berada. Setelah itu mama menyuruh Wiliam dan Melati menemuimu agar bisa berbicara denganmu, tujuan mama melakukan itu agar disaat acara yang diselenggarakan sekolahan tadi kamu bisa hadir dan bisa menyelesaikan kesalah pahamanmu dengan Leoni. Namun karena kamu membawah wanita itu yang tidak dapat menahan mulutnya akhirnya merusak semua rencana mama, mama sudah melarang dia untuk ikut masuk ke dalam aula tapi kamu masih membawahnya juga.” Mama menangis di pelukan papa sambil berbicara.


“Glen belum paham apa maksud mama.” Glen menggelengkan kepala tidak mau menerima kenyataan yang disampaikan mama.


“Sejak kita kembali ke Manado waktu itu, mama sangat sedih melihat kondisimu yang sangat memprihatinkan. Mama tidak tega melihat kamu hancur seperti tiga bulan belakangan ini. Sungguh sebagai seorang ibu, mama turut merasakah sakit dihati melihat anaknya hancur. Memang mama dan papa sejak kamu masih kecil sudah berkomitmen untuk tidak ikut campur urusanmu apalagi masalah cinta dan masa depanmu, kami selalu percaya dengan apa yang menjadi pilihanmu. Namun karena rasa penasaran yang besar membuat mama harus cari tahu kebenaran peristiwa waktu itu, setelah mama pikir-pikir Leoni anak yang baik, tidak mungkin dia melakukan hal-hal yang aneh seperti ceritamu waktu itu, jadi mama mepertimbangkan segala sesuatunya. Mama jadi tidak percaya dengan kata-katamu, mama mau membuktikan kebenarannya sendiri. Akhirnya mama meminta bantuan papa untuk menyuruh orang menyelidiki kejadian waktu itu, benar saja keyakinan mama bahwa bukan Leoni wanita yang kamu lihat saat itu melainkan Melati. Mungkin memang awalnya Wiliam mau menjebak Leoni karena terobsesi dengannya, dia mengajak semua orang bersulang walaupun dia tahu Leoni tidak bisa minum beer karena akan cepat mabuk. Benar setelah minum beer Leoni langsung bereaksi, namun sayang diluar rencana Loeni tanpa sengaja masuk ke kamar Melati dan menyuruh Melati untuk bergantian kamar tanpa sepengetahuan siapapun. Melati yang menerima kunci kamar Leoni pun sangat senang karena mendapat kamar yang fasilitasnya sangat berbeda dengan kamar yang lain. Dia menikmati tidur di kamar tersebut, namun sayang nasip naas menimpahnya, Wiliam yang sejak awal sudah memegang kunci serep pun masuk ke kamar yang diyakininya adalah kamar Leoni. Terjadilah kejadian yang tidak diiningkan seperti yang kamu lihat. Itu informasi yang mama dapat. Setelah mama tahu kebenarannya mamapun masih percaya bahwa kamu bisa menyelesaikan masalahmu, mama belum langsung

__ADS_1


memberitahu kamu karena mama ingin melihat bagaimana kamu bisa melewati kesulitan ini dan apakah kamu masih bisa menggunakan nalarmu untuk berpikir atau malah kamu tenggelam dalam pemikiranmu yang buntuh, selain itu mama masih berpegang pada komitmen kami yang tidak akan ikut campur tangan dalam urusan pribadimu.” Jelas mama.


“Jadi mama dan papa tahu kejadian yang sebenarnya?” Tanya Glen.


__ADS_2