KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA

KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA
Kenapa selalu saja begini?


__ADS_3

Beberapa hari ada bersama, membuat Leoni candu akan keberadaan Glen. Saat bangun dan menyadari tidak ada keberadaan Glen di sisinya membuat Leoni sedih. “Benar juga apa kata Glen. Aku tidak akan bisa berada di sini sendiri, aku tidak dapat berbuat apa-apa tanpa ada dia di sini.” Leoni merasa sendirian, dia mulai merindukan Glen.


Dilihatnya Hp yang tersimpan di dalam tas yang dia bawah kemarin. “Wah banyak sekali panggilan dari Glen.” Leoni langsung menekan tombol berwarna hijau di ponselnya hendak menelpon Glen namun sayang beberapa panggilan itu di lakukan tapi tidak tersambung. Merasa tidak puas, Leoni pun mengirimkan pesan singkat ke Glen.


Masih dengan kegalauannya menanti kabar dari Glen, Leoni tetap ke sekolah untuk beraktivitas menunaikan tanggung jawabnya.


“Mba, tidak sehat yah?” Kata bu Melati yang sedari tadi memperhatikan Leoni sedang melamun.


“Ah tidak bu.” Leoni kaget dengan keberadaan Melati di sampingnya.


“Kalau tidak sehat, pulang istirahat saja!” kata Melati lagi.


“Saya tidak apa-apa kok.” Leoni tersenyum ke arah Melati.


Itu merupakan hari pertama Leoni bekerja tanpa adanya Glen, dia menjalin hubungan baik  dengan semua guru yang ada di SMA Gonzaga, bu Melati dan Wiliam menjadi sahabatnya di sana.


“Mba, tadi aku dan pak Wiliam semapat ngobrol, dia ngajak kita makan malam bersama, anggap saja sebagai penyambutan mba Leoni bergabung dengan kami di sini. Mau kan?” Melati menghampiri Leoni menjelang mereka pulang.


“Hemmmm….” Leoni enggan untuk menjawab, dia masih terbawah dengan suasana pagi tadi, dia memikirkan Glen yang belum menghubunginya.


“Mau kan? Nanti aku jemput yah??” tekan Melati lagi.


“Biar tidak usa di jemput, nanti aku ke sana bersama Paula. Mau makan di mana?.”


“Oke nanti aku serlok yah. Sampai jumpa nanti malam, jam 7.00pm yah!.” Melati mengakhiri perbincangan mereka saat itu. “Aku sudah ajak mba Leoni untuk nanti malam. Kita ketemuan jam 7.00pm yah!” Melati sempatkan mengirimi pesan singkat ke WIliam sebelum melangkah keluar dari ruang personalia di mana tempat mereka melaporkan kehadiran mereka.


“Oke baik. Sampai jumpa nanti malam.” Wiliam membalas pesan singkat Melati. Di sudut ruangan Wiliam

__ADS_1


melihat interaksi ke dua wanita itu dengan senyum di bibirnya.


Melati merasa senang membaca pesan singkat balasan dari Wiliam, setelahnya dia langsung memasukkan Hp ke dalam tasnya.


Sesampainya di rumah Leoni kembali menghubungi Glen namun sama saja, tidak direspon oleh sang pemilik Hp. Beberapa kali berdering namun tidak ada jawaban dari Glen. “Seharian ini sibuk apa saja sih? Kok tidak menghubungiku?” Tanya Leoni dalam hati. “Apa karena semalaman kemarin aku tidak menjawab panggilannya sampai dia marah dan tidak merespon telponku?” Leoni masih bertanya-tanya dalam hatinya. Merasa gelisah karena tidak ada respon dari Glen, Leoni memerintahkan Paula untuk mencoba menguhubungi bos nya itu, namun hasilnya sama saja.


“Mba, telponku tidak diangkat. Teman-teman pengawal di sana juga bilang katanya Tuan Glen kelihatan di kantor, yang mereka tahu hanya kemarin tuan pulang. Itu saja informasi yang aku dapat.” Lapor Paula.


“Dia ke mana sih? Katanya akan selalu menghubungi ku tapi kok seharian ini tidak menghubungiku??” Emosi Leoni.


“Sabar mba, mungkin tuan lagi sibuk sehingga tidak sempat menghubungi mba. Mba harus berpikiran positif. Tuan tidak mungkin ingkar janji.” Paula menenangkan Leoni. “Jangan sampai tuan lupa bawah Hp, dan sekarang belum pulang sehingga tidak bisa menghubungi mba, aku yakin tuan juga pasti sekarang sedang gelisah merindukan mba.” Lanjut Paula.


“Semoga saja. Makasi Paula. Sekarang kamu boleh istirahat. Nanti malam kita makan diluar. Jam setengah tujuh malam baru jalan.” Kata Leoni.


“Baik mba.” Paula keluar dari kamar Leoni, kemudian menutup pintu pelan-pelan.


“Kring…. Kring… Kring….” Bunyi alaram di Hp Leoni.


“Ah sudah jam 6.00pm.” Leoni mematikan bunyi alaran itu, sekaligus mengecek kalau ada panggilan atau pesan dari Glen di Hp-nya. “Ah Glen kamu kemana sih?” kata Leoni kesal dalam hatinya. Karena tidak ada panggilan ataupun pesan dari Glen maka diapun melanjutkan panggilan ke Paula untuk mengingatkan agar dia segera bersiap-siap, setelah itu dia bergegas ke kamar mandi dan mempersiapkan dirinya untuk bertemu dengan Wiliam dan Melati.


30 menit kemudian Leoni sudah siap. “Jalan sekarang mba?” Paula menghampiri Leoni yang terlihat sudah menuruni tangga dan sampai di lantai satu.


“Belum ada yang menghubungimu dari Manado?” Leoni balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Paula terlebih dahulu.


“Belum mba.” Jawab Paula singkat, dia mengerti kegundahan hati dari calon istri bos nya itu makanya dia takut bicara berlebihan.


“Yah sudah, ayo!” Leoni mendahului langkah menuju mobil yang sudah terparkir di depan vila.

__ADS_1


Perjalanan memakan waktu 15 menit menuju lokasi yang di share oleh Melati.


“Di sini mba?” Paula menunjuk ke arah restoran tepi laut yang ada di depan mata mereka.


“Sepertinya di sini. Coba lihat lokasi ini yang dikirim Melati!” Leoni menyodorkan Hp nya Paula.


“Benar mba di situ jelas nama restorannya Subasuka Paradise, berarti ini tempatnya.” Kembali Paula menunjuk ke arah restoran dengan menunjuk papan nama restoran yang ada di bagian depan tempat mereka parkir saat ini. “Kita cari parkiran dulu mba? Atau?” Tanya Paula dengan hati-hati.


“Parkir dulu! Kita turun sama-sama.” Jawab Leoni tegas.


Paula memarkirkan mobil tidak jauh dari pintu masuk restoran.


“Itu mba Leoni sudah datang.” Melati menunjuk ke arah Leoni dan Paula saat memasuki restoran. “Mba sini…!” Melati memanggil dan melambaikan tangan ke arah Leoni.


“Mba silahkan bergabung dengan mereka, aku tunggu di mobil yah?!” Tanya Paula hati-hati.


“Kamu juga ikut makan denganku! Tidak ada tawar menawar.” Jawab Leoni dengan ekspresi tegas.


“Baik.” Paula mengikuti Leoni dari samping.


“Kamu pegawainya Glen, mereka berdua juga sama. Jadi tidak ada statusnya yang lebih tinggi. Kita semua sama. Jadi kamu juga harus ikut makan dengan kami.” Bisik Leoni tegas ke telinga Paula.


Melihat interaksi Paula dan Leoni, membuat Wiliam penasaran dengan apa yang mereka berdua diskusikan.


***


Maaf baru update, lagi menikmati liburan soalnya.

__ADS_1


__ADS_2