KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA

KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA
Terlalu Kejam


__ADS_3

Glen berjalan menghampiri Linda yang berdiri di samping Luna saat itu. Glen menghela nafasnya dalam-dalam menahan rasa kecewa yang dia rasakan dan juga menjaga perasaan Linda yang sekarang sedang tertimpa musibah, walaupun mereka juga menerima dampak dari musibah itu.


“Lin, aku turut berempati dengan apa yang menimpamu saat ini.” Kata Glen saat sudah berada di dekat Linda. “Ada apa kamu ke sini?” Bisik Glen pada Linda. “Luna?” Glen menyapah Luna yang diam saja menunggu bosnya berbicara.


“Makasi.” Jawab Linda singkat atas ucapan Glen.


Dibelakang Glen, Leoni sedang menahan emosi atas pemikirannya yang beranggapan bahwa Luna yang sengaja membakar butik dan mengacaukan pernikahan mereka, dia pun menganggap bahwa Luna datang ke rumahnya saat itu untuk menambah kekacauan dan sengaja untuk merusak acara pernikahannya atau paling tepatnya mau menggagalkan pernikahannya.


Beberapa saat Linda terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Glen yang menanyakan kenapa mereka datang ke rumah Leoni saat ini. Linda sedang memikirkan apa yang harus dia sampaikan dan bagaimana dia menjelaskan apa yang terjadi.


“Ngapain kalian kesini? Dan ini, apa ini? Apa yang kalian bawah ini?” Leoni marah karena mereka berdua tidak menjawab pertanyaan Glen, dia mendekat ke arah mereka dan menunjuk-nunjuk kotak yang ada di hadapannya itu.


“Itu wedding dress.” Jawab Luna pelan namun masih dapat didengar oleh beberapa orang yang bisa menjangkau suaranya itu.


“Apa? Wedding dress? Untuk apa repot-repot membawahkan wedding dress ke sini? Kalian dapat dari mana? Kalian pikir aku akan mau memakai sesuatu yang bukan punya ku? Punya siapa ini? Kalian ambil punya siapa? Hah?” Leoni mengamuk. “Jangan bilang kamu sengaja membakar butik untuk merusak semua wedding dress yang kami pesan dan sekarang pura-pura membawah gantinya? Untuk apa? Untuk apa coba?” Leoni berontak di hadapan Luna, dia berteriak memegang kedua bahu Luna kemudian menggoyang-goyang kan tubuh Luna dengan kasar.


“Ny, sabar sayang!” Glen menarik Leoni untuk menjauh dari Luna dan kembali merangkulnya, membawahnya duduk.


Dugggg

__ADS_1


Air mata dari mata indah Luna menetes dengan sendirinya, jatuh di pipinya tanpa diperintah oleh sang pemilik, sakit hatinya mendengar perkataan Leoni padanya, sangat menyakitkan hati. Dia telah berusaha sekuat tenaganya, bahkan dalam keadaan tubuh yang masih lemah dia berusaha datang ke rumah Leoni untuk membawahkan pesanan mereka namun apa yang dia dapat, perlakuan yang tidak baik dari Leoni. Terlalu kejam pemikiran Leoni terhadapnya.


“Sabar Lun, aku akan jelaskan pada Glen apa yang terjadi.” Kata Linda menenangkan Luna.


“Aku tidak terima perkataannya seperti itu, sungguh terlalu kejam.” Luna mangis. “Aku mengerti keadaannya, memang wajar saja dia berpikiran seperti itu karena takut acara pernikahannya berantakan. Tapi dia juga harus mengerti dengan kita dong, kita sekarang sedang mengalami kerugian besar karena kebakaran butik namun masih berusaha bertanggung jawab dengan pesanan mereka.” Bisik Luna berderai air mata pada Linda yang masih setia berdiri di sampingnya.


Glen sibuk menenangkan dan membujuk Leoni untuk tenang dan jengan berpikiran negatif terhadap Luna dan Linda. “Minum dulu!” Glen menyerahkan segelas air untuk Leoni dan diterima dengan baik, dia langsung meminum air itu dalam satu kali teguk. “Kamu tenang dulu, aku bicara dengan Linda dulu. Boleh?” Tanya Glen.


“Jangan lama-lama!” Leoni mengijinkan Glen untuk berbicara pada Linda.


“Paula, tolong temani Leoni!” Perintah Glen pada Paula, setelah itu dia mendekat pada Linda dan Luna.


“Aaaahhh…” Paula dan Romi bersamaan merasa sakit karena bertabrakan, sejanak mereka berdua saling bertatapan, namun akhirnya keduanya hanya diam saja dan masing-masing mengambil posisi Paula di sebelah kiri dan Romi di sebelah kanan Leoni, mereka berdua berusaha menengangkan Leoni selagi Glen berbicara dengan Linda dan Luna.


“Lin, duduk dulu!” Glen mendekat dan mengajak mereka duduk di tempat kosong yang ada ruangan itu namun masih sedikit berjarak dengan Leoni dan keluarga mereka yang juga berada di ruangan yang sama.


Butiran being dari mata Luna masih belum kering, dia menangis dalam diam, tak dapat berkata apa-apa namun juga belum bisa menghentikan tangisan. “Apa selama ini Leoni berpikiran jelek padaku? Atau aku terlalu kejam pada Leoni sejak dulu sehingga dia berpikiran sejahat itu padaku?” Tanya Luna dalam hatinya.


“Lun, sudah dong yah! Kita jelaskan pada Glen apa yang terjadi.” Bisik Linda lagi pada Luna karena dia melihat ekspresi di wajah Luna yang masih tidak bersahabat, sesekali dia pun melirik ke arah Leoni yang kurang lebih ekspresinya juga masih tidak bisa diajak kompromi oleh siapapun.

__ADS_1


“Maaf atas perlakuan Leoni.” Glen memulai pembicaraan. “Aku tahu kalian kesini dengan niat baik tapi aku harap kalian juga mengerti keadaan Leoni, kami sedang panik menanti hari esok yang seharusnya persiapan hari ini sudah rampung namun sekarang harus mendapat sedikit hambatan.” Kata Glen dengan bijak. “Sekali lagi maaf. Oh yah, apa tujuan kalian ke sini? Dan ini wedding dress siapa? Kenapa di bawah ke sini? Kalian ambil dari mana? Bukannya butik kalian terbakar tanpa ada yang tersisa?” Glen menghujani mereka dengan pertanyaan.


Linda menarik nafas panjang dan membuangnya secara kasar ke udara sebagai ancang-ancang sebelum dia menjelaskan apa yang terjadi pada butik mereka secara mendetail dan juga kenapa wedding dress itu bisa mereka bawah ke hadapan mereka sekarang.


“Itulah yang terjadi dan polisi sudah menyelidiki penyebab kebakaran, dan karena aksi nekat Luna tadi makanya ada beberpa orderan yang masih dapat diselamatkan.” Kata Linda mengakhiri penjelasannya pada Glen.


“Memang benar aku sempat berniat jahat untuk menggagalkan pernikahan kalian karena aku tidak rela kamu lebih memilih Leoni dari pada aku dan bahkan kalian akan menikah besok, aku tidak ingin kehilangan kesempatan untuk mendapatkanmu tapi aku masih punya akal sehat dan masih punya hati nurani.” Luna menangis lagi setelah Linda menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana usaha Luna sehingga mereka ada ditempat itu.


Linda yang ada di dekat Luna pun berusaha menenangkannya, “Jangan menangis lagi.” Bisik Linda pada Luna.


Glen yang mendengarkan perkataan Luna pun diam saja, dia sadar kalau apa yang dilakukan Leoni pada Luna juga karena ada campur tangannya yang membuat kesalah pahaman diantara kedua wanita yang menginginkan dirinya itu.


“Kalaupun aku mau menggagalkan pernikahan kalian tapi tidak mungkin aku membakar butik tempat kerjaku seperti tuduhan Leoni, itu tempat aku mencari nafkah. Kalau tidak dibutik itu, dimana lagi aku akan bekerja? Kalaupun benar aku membakar butik itu tidak mungkin polisi tidak menangkapku dan setelah itu aku akan bekerja dimana? Siapa lagi yang akan menerimaku bekerja?” Luna menangis sesegukan dan mengagetkan semua orang yang ada di ruangan tersebut.


***


Bersambung......


Maaf hanya bisa UP sedikit akhir-akhir ini karena ada beberapa aktifitas yang dikerjakan!

__ADS_1


__ADS_2