KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA

KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA
Sungai Siumate


__ADS_3

Kampung Fatuleuh salah satu daerah yang sulit dijangkau dari kota, disaat hujan besar maka akan lebih sulit lagi untuk menemukan tempat itu. Walaupun jauh dari kota namun Leoni senang tinggal di sana, sejenak saat bersama dengan masyarakat setempat dia dapat melupakan rasa sakit hati yang sedang tumbuh dan menjalar di tubuhnya.


“Selamat sore.” Benar saja, sore hari menjelang malan Romi datang berkunjung ke rumah keluarga Airin.


“Eh nak Romi. Mari masuk!” Ajak papa Airin.


“Kak Romi.” Airin melompat keluar dari dalam kamar ketika mendengar suara Romi.


“Airin pelan-pelan!” Leoni menegur Airin yang tiba-tiba melompat kegirangan seperti mendapatkan hadiah istimewah kemudian menyusulnya keluar.


“Kak Romi.” Teriak Airin lagi.


“Airin. Hai…” Sapah Romi.


“Pasti kak Romi mau ajak kami jalan-jalan yah?” kata Airin usil.


“Airin!” Bisik Leoni menegur Airin yang masih kegirangan.


“Kalau mau sih, kak Romi bersedia mengajak kalian jalan-jalan.” Kata Romi malu-malu.


“Mau, mau banget. Iya kan bu?” Airin kegirangan melirik ke arah Leoni. “Ibu harus banyak jalan-jalan biar happy bu. Iya kan kak?” sindir Airin melirik ke arah Romi.


“Dasar anak kecil ini.” Romi mengacak rambut Airin. “Gimana non? Mau tidak ikut jalan-jalan? Kalau nona ibu tidak mau, biar saya dengan Airin saja.” Romi bertanya pada Leoni.


“Dasar sok kenal aja nih orang.” Kata Leoni dalam hati.


“Iya kan Rin? Mau?” Desak Romi.


“Iya nona ibu, sekali-sekali harus jalan-jalan. Apa lagi kan nona ibu masih baru di sini. Paling tidak di ajak jalan ke tempat-tempat yang menyenangkan, di sini biarpun daerah terpencil tapi banyak tempat yang enak di kunjungi kok. Di jamin tidak akan mengecewakan.” Kata Mama Airin.


“Yah sudah, aku ikut.” Kata Leoni dengan berat.


“Gitu dong.” Kata Airin senang dan berlompat menuju ke luar rumah diikuti oleh Romi dan Leoni. “Ibu aku hanya pingin agar ibu mencari suasana baru dan bisa melupakan masalah ibu, sekedar menghibur diri.” Bisik Airin setelah mereka sampai di depan mobil Romi.

__ADS_1


“Masalah? Emangnya dia ada masalah apa?” Kata Romi dalam hati sekedar kepoh dengan apa yang dikatakan Airin.


“Wahhh… ini mobil barunya kak Romi yah?” Airin cengingisan melihat mobil merk Fortun3r berwarna hitam nampak berkilap dan mewah.


“Bukan mobil kak Romi, ini mobil bapa desa.” Jawab Romi merendah.


“Ah sama saja kan, mobil bapa desa sama saja dengan mobil kak Romi toh.” Balas Airin. “Kak Romi mau ajak kita ke mana?” Tanya Airin.


“Kita cari udara segar di tepi sungai Siumate, mau?” Tanya Romi.


“Mau kak, mau. Aku dengar teman-teman di tetangga bilang kalau ada tempat baru di bangun oleh bapa desa di situ yah?” Airin semangat sekali.


“Iya kalian lihat saja nanti.” Kata Romi.


Perjalanan memakan waktu 15 menit menyusuri pinggiran sungai Siumate, nampak Airin sangat senang melihat pemandangan di luar, sedangkan Leoni biasa-biasa saja bahkan tidak terlihat ekspresi apapun pada wajahnya.


“Ayo turun!” Kata Romi setelah memarkirkan mobilnya di depan sebuah Gazebo yang ada di tepi sungai. “Di sini udaranya enak banget.” Romi merentangkan tangannya di depan mobil.


“Wah bagus banget. Itu anak-anak pada senang berenang.” Airin menunjuk ke arah anak-anak yang tengah beranang di tepi sungai dengan pembatas sungai yang sudah ditata dengan baik agar anak-anak tidak terbawah hanyut oleh air sungai di saat sungai deras.


“Wah tambah seru saja. Beberapa bulan yang lalu belum seperti ini.” Airin terial senang.


Airin sibuk berbicara dengan Romi, sedangkan Leoni sedang memperhatikan anak-anak yang sedang bermain air, bisa dikatakan bermain air di kolam sederhana yang ada di tepi sungai.


“Byyuuuurrrr…” Leoni melompat bergabung dengan mereka yang sedang bermain air.


“Waahhh nona ibu?!” Romi kaget melihat Loeni yang pergi berenang ke tempat yang dalam.


“Tidak apa-apa kak.” Airin menenangkan Romi.


“Takut nona ibu terbawah arus sungai Rin.” Romi menghkawatirkan Leoni.


“Tidak apa-apa kak. Ibu Leoni itu pelatih renang handal, jadi kak Romi tidak perlu khawatir.” Kata Airin menasehati.

__ADS_1


“Ohhh gitu??” Romi masih tidak percaya dengan kata-kata Airin.


“Iya kak. Ibu Leoni itu pelatih dan guru renang di sekolah ku. Dia berhasil membawah pulang banyak penghargaan bersama dengan tim renang kami di tingkat internasional.” Jelas Airin.


“Wah keren sekali dong kalau gitu.” Kata Romi masih sedikit tidak percaya dengan perkataan Airin.


“Coba lihat kak! Itu Ibu Leoni mulai mengajar anak-anak renang tuh.” Airin menunjuk Leoni yang tengah berbicara pada beberapa anak dan menirukan beberapa gerakan renang.


“Wah benar-benar hebat.” Puji Romi.


Setelah sekitar setengah jam berlalu Leoni bermain air bersama anak-anak, dia kembali bergabung dengan Airin dan Romi yang sedang duduk bercerita di gazebo.


“Maaf aku basah, tidak apa-apa numpang dimobilmu?” Tanya Leoni polos.


“Hahaha… tidak apa-apa. Tenang saja, aku tidak akan marah kok. Malah aku senang kamu  bisa berinteraksi dengan warga desaku.” Kata Romi. “Air sungai Siumate ini memang begitu menarik yah, bahkan orang baru sepertimu dapat dengan cepat berteman dengannya.” Canda Romi.


“Kak Romi nih bisa aja deh, masa bu Leoni berteman dengan sungai??” Kata Airin bingung.


“Hahaha… dasar anak kecil, ayo pulang!” Ajak Romi.


“Secepat ini pulangnya kak?” Kata Airin kecewa.


“Kamu mau ibu gurumu itu kedinginan? Lihat dia basah kuyup tuh!” Romi menunjuk ke arah Leoni.


“Ah iya benar juga yah. Ayo!” Ajak Airin merasa kasihan pada Leoni yang nampak sedang kedinginan. “Kak Romi, dua hari lagi aku akan kembali ke sekolah nih, besok bisa tidak ngajak kami jalan-jalan lagi?” Kata Airin sedikit menunjukkan wajah kasihan pada dirinya.


“Iya boleh, nanti kak Romi jemput lagi, kamu tenang saja!” Romi melihat ke arah belakang melalui pantulan cermin yang ada di hadapannya agar bisa melihat Airin yang duduk di jok belakang.


“Asiiikkk..” Teriak Airin senang. “Ibu Leoni juga ikut kan?” Airin bertanya ke arah Leoni.


“Iya pasti dong, masa kamu saja yang bersenang-senang. Iya kan nona ibu?” Kata Romi melirik ke arah Leoni yang duduk disampingnya.


“Hemm… boleh.” Jawab Leoni singkat.

__ADS_1


“Gitu dong bu. Makasi yah mau diajak jalan-jalan.” Kata Airin senang.


__ADS_2