KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA

KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA
Mengantar Leoni pulang


__ADS_3

“Sudah, cukup Ny, sudah cukup penjelasanmu..” Glen masih terus memeluk Leoni dan malah mengecup keningnya.


“Kejadian waktu inagurasi, aku bersumpah, kalau itu bukan aku yang sengaja ngelakuinnya.” Leoni meneteskan air mata sekali lagi. “Tapi aku minta maaf kalau hal itu membuatmu marah, aku tidak bermaksud menyembunyikan semua ini darimu. Aku pikir kamu tidak peduli lagi denganku, jadi untuk apa aku memberitahu mu? Maaf, skali lagi aku minta maaf kalau kejadian itu menyakitimu.” Kata Leoni lagi.


Penjelasan Leoni menyadarkan Glen, selama ini dia yang tidak pernah ingin tahu dengan keadaan Leoni, pesan-pesan Leoni di grup wa pun tidak pernah dibacanya sehingga dia tidak tahu perkembangan Leoni dan bodohnya dia sendiri yang lalai.


Dalam hitungan detik, tanpa aba-aba, Glen menarik kepala Leoni menghadap ke arahnya dan byuuurrr... satu kecupan mendarat dibibir Leoni.


“Kamu...?” Leoni memegang mulutnya yang baru saja dikecup Glen.


“Aku maafin kamu.” Kata Glen singkat kemudian kembali memeluk Leoni. “Aku juga minta maaf karena telah menyakitimu.” Kata Glen.


Leoni menatap Glen dengan wajah penuh pertanyaan tapi tak mampu dia ungkapkan. Sebenarnya dia menunggu Glen untuk bilang kata sayang atau kata cinta, karena perlakuan Glen layaknya mereka berdua pacaran, tapi sebagai seorang wanita Leoni butuh penjelasan dan butuh kata itu keluar dari mulut Glen. Leoni takut kalau dia menanggapi dan menganggap Glen pacaranya tapi pada kenyataannya Glen hanya menganggap dia teman, dilema kini hinggap di hati Leoni.


“Sudah jam 10 malam ternyata.” Glen melepaskan tangannya yang memeluk Leoni kemudian melirik ke jam yang ada di tangannya.


“Kita pulang aja yuksss...” Kata Leoni setelah merasa agak baikan.


“Ayooo.." Glen menerima ajakan Leoni. "Mari aku antar kamu pulang.” Ajak Glen kemudian memegang tangan Leoni dan mereka melangkah menuju tempat Glen memarkirkan mobilnya.


**


“Halllooo...” Glen menanggapi panggilan telpon di hp nya.


“Kamu di mana??” Tanya seseorang dari balik telpon.


“Lagi di caffe Nyiur” Jawab Glen.


“Kamu bisa pulang kerumah sekarang? ada yang mau papa bicarakan denganmu.” Kata orang dari balik telpon.


“Tapii...” Glen mau membantah.


“Sebentar saja, mampir ke rumah dulu.” Telpon langsung terputus.


**

__ADS_1


“Mama suruh aku pulang.” Kata Glen ke Leoni yang kini duduk di kursi penumpang, samping kemudi. “Kerumahku dulu sebentar yah, katanya ada yang mau dibicarakan. Setelah itu aku antar kamu pulang. Bisa?” Kata Glen dengan hati-hati.


"Antarkan aku dulu, supaya kamu bisa sekalian pulang." Kata Leoni.


"Aku masih pingin sama-sama denganmu. Bisa?" Tanya Glen lagi.


"Heemmm...." Leoni menarik napas dalam-dalam.


"Aku janji hanya sebentar saja, setelah itu aku antar kamu pulang. Oke?" Tanya Glen lagi.


“Iya, aku ikut saja.” Kata Leoni pasrah.


Sepuluh menit kemudian mereka sudah tiba dirumahnya Glen. Di halaman rumahnya ada terparkir beberapa mobil mewah yang tidak asing lagi dimata Glen. Dia tahu itu mobil milik para pejabat di perusahaannya.


“Ayoo turun!” Ajak Glen ke Leoni.


“Aku tunggu dimobil saja. Katanya hanya sebentar kan?” Tanya Leoni.


“Iya sih...” Jawab Glen ragu-ragu karena meilihat sepertinya banyak relasinya yang ada dirumah saat ini. “Oke aku janji tidak akan lama.” Glen kemudian turun dari mobil.


“Tinggalin kunci mobilnya disini.” Leoni mengulurkan tangan ke arah Glen meminta kunci mobil, kayak Leoni punya firasat kalau Glen akan lama.


“Heemmm...” Glen menghela nafas.


“Kalau kamu lama, aku akan pulang sendiri.” Kata Leoni.


“Kamu...” Glen ragu-ragu untuk memberikan kunci mobil, dia masih sempat berpikir, benar kah Leoni bisa nyetir? Tapi dia tetap menyerahkan kunci mobilnya ke Leoni walaupun rahu-ragu.


“Aku tunggu kamu, tapi kalau kamu lama, yahh aku nyetir sendiri.” Kata Leoni meyakinkan. “Waktu di Jakarta aku juga sempat belajar nyetir.” Kata Leoni.


“Yah sudah, jangan kemana-mana yah, aku hanya sebentar saja.” Kata Glen lagi.


**


Di dalam rumah Glen terkumpul beberapa rekan kerja papa nya yang juga merupakan petinggi-petinggi di perusahaan. Mereka sementara mendiskusikan tentang penyerahan CEO perusahaan ke tangan Glen secara sepenuhnya.

__ADS_1


“Selamat malam semua.” Glen masuk ke dalam rumah. “Ada apa ini ma?” Bisik Glen ke mama nya setelah dia duduk disamping mama.


“Glen..” Sapah papa nya.


“Ayooo minum sedikit dulu, untuk menyambut kedatangan CEO kitaa.” Kata om Roger sambil menyerahkan secangkir angur ke tangan Glen.


“Maaf om.. Glen lagi tidak pingin minum.” Glen mengayunkan tangan tanda menolak ajakan om Roger, dia menolak karena kalau dia sudah minum pasti dia akan lupa Leoni yang menunggunya diluar.


“Sekali saja.. masa sih tidak menerima, om tersinggung loh.” Kata om Roger.


“Maaa??” Glen meminta persetujuan mama nya.


“Iya sekali saja tidak apa-apa Glen.” Mama Glen menyerahkan secangkir anggur yang tadi diberikan om Roger.


“Maaa... Leoni lagi nunggu aku di luar. Aku antar Leoni pulang dulu yah...” Kata Glen setelah meneguk secangkir anggur tadi.


“Glen... mau kemana?? Ayoo kita ngobrol di taman yukss.” Kata Lukas, salah seorang anak dari para petinggi yang ada disitu.


“Glen.. temani Lukas dulu! Kalian baru ketemu sekarang kan?” Kata papa Glen yang akhirnya tidak bisa dibantah oleh Glen.


“Glen.. Lukas.. duduk dulu. Kita bahas dulu masalah perusahaan. Setelah itu baru kalian bisa bebas mau ngapain.” Kata om Roger menghalangi mereka untuk keluar.


**


“Huh... sudah jam dua belas malam nih, katanya hanya sebentar.” Leoni sadar dan terbangun dari tidurnya kemudian melihat jam di dasbor mobil. “Aku pulang sendiri saja. Nanti kalau menunggu terus, tidak tahu jam berapa Glen akan keluar, dan kalau aku tidak pulang, mama papa pasti akan marah.” Kata Leoni dalam hati.


Leoni langsung mengambil posisi di belakang kemudi, dengan hati-hati menghidupkan mobil milik Glen itu dan menginjak gas kemudian melajukan mobilnya dengan perlahan-lahan.


***


Akhirnya Glen tidak punya kesempatan untuk menghindar dari mereka dan membuat dia lupa kalau Leoni menunggunya. Jam menunjukkan pukul 3 dini hari, Glen baru tersadar dari mabuknya dan dia mengamabil hp nya, dilihatnya sudah ada puluhan panggilan tak terjawab dari Leoni, baru dia ingat kalau Leoni menunggunya. Rasa bersalah dan emosi mercampur aduk dikepala Glen, dia berlari kearah parkiran, dilihatnya benar bahwa mobil miliknya sudah tidak ada ditempat parkir. Dia menelpon Leoni berulang-ulang kali tapi hp Leoni tidak aktif.


“Kalau malam-malam begini aku ke rumahnya?? Nanti tidak enak dengan orang tua nya. Heemmm...” Kata Glen dalam hati sementara kebingungan melihat-lihat ditempat parkir bahwa benar mobilnya sudah tidak ada ditempat semalam dia memarkirkan mobilnya.


“Besok pagi saja aku pergi atau??” Glen menimbang-nimbang, harus mengambil sikap seperti apa. Dia merasa bersalah pada Leoni, tapi dibalik itu dia juga tidak bisa meniggalkan papa dan rekan-rekannya saat itu.

__ADS_1


__ADS_2