KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA

KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA
Melepas RIndu


__ADS_3

“Tunggu disini sebentar yah!” Glen meninggalkan Leoni sendirian tapi dia tidak berani bergerak sedikitpun dari tempatnya itu. “Pakai ini!” Glen datang lagi dan membawah kain selimut untuk menutupi tubuh Leoni yang terlihat kedinginan, Leoni menerima dan melakukan apa yang disuruh Glen. Setelah itu keduanya kembali hening, beberapa jam mereka lalui seperti itu, mungkin saling berharap siapa yang bicara duluan atau mungkin keduanya gengsi untuk berbicara terlebih dahulu.


“Masuk yuk, ngantuk.” Leoni memecah keheningan


“Aku mau menghabiskan malam ini bersamamu di sini. Kalo aku ajak kamu masuk kedalam kamar, aku takut kamu


berpikiran yang tidak-tidak terhadapku. Jadi sebaiknya disini saja.” kata Glen jujur.


Keduanya kembali diam.


“Ny, biar disini saja sampai pagi. Anggap saja malam ini bersama adalah untuk menebus semua waktu empat tahun yang terpisah oleh jarak itu.” Kata Glen tanpa melirik Leoni sedikitpun namun terus menggenggam tangannya.


“Hah?”  Leoni kaget dengan perkataan Glen.


Glen kembali diam, Leoni tidak mengerti dengan perlakuan Glen seperti ini. Leoni bingung, dia tidak pekah dengan perasaan Glen. Sebetulnya Leoni bingung Glen kenapa memperlakukannya seperti ini, Glen menganggapnya sebagai apa? Sahabat atau? Tapi dibilang sahabat rasanya tidak seperti ini seharusnya. Mungkin ini lebih dari itu?


Mereka berdua ketirudan didepan api unggun sampai pagi, dan tidak ada yang berani membangunkan mereka


berdua yang posisinya berbaring dan saling berpegangan tangan.


“Aduh, kok panas banget yah?” Glen terbangun karena terik matahari mulai menyengat tubuhnya. “Ny, bangun! Sudah pagi.” Glen menggoyang-goyang tangan Leoni untuk membangunkannya.


“Ah... di mana nih?” Leoni membuka mata dan terbangun.


“Kita masi di depan api unggun yang sudah dipadamkan Ny.” Jawab Glen malu-malu.


Saat mereka berdua berdiri dari tempat mereka tidur sebelumnya, ternyata teman-temannya sudah siap  di depan villa sambil menunggu jemputan masing-masing untuk pulang.


“Ayoo Ny...!” Glen menarik tangan Leoni dan membawah nya ke kamar yang sebelumnya ditempati oleh Leoni dan


teman-temannya. “Atur barang-barangmu!” Perintah Glen.


“Iya.” Leoni langsung packing barang-barangnya dan menyimpan didalam tas ransel miliknya dan bersiap untuk pulang.


“Sudah?” Tanya Glen setelah melihat semua barang-barang Leoni dimasukkan ke dalam tas.


“Iya sudah. Tapi aku mandi dulu sebentar.” Jawab Leoni mau menuju ke kamar mandi.


“Mandi di kamarku saja.” Glen langsung menganngkat tas milik Leoni dan menarik tangannya.

__ADS_1


Dalam hati Leoni bertanya-tanya, kenapa sikap Glen seperti ini. Dia diperlakukan dengan sangat aneh.


“Aku mau pulang Glen. Nanti aku ditinggal teman-temanku. Mereka sudah pada nunggu di depan tuh.” Leoni menarik tangannya dari genggaman Glen.


“Aku bilang nanti dikamarku.” Kata Glen pelan-pelan. “Nanti aku yang nganter kamu pulang.” Tambah Glen lagi semakin dekat ke arah pipih Leoni dan menarik kembali tangan Leoni ke dalam genggamannya.


“Gleenn, kamu ini sebenarnya kenapa sih? Kemarin-kemarin jahat banget padaku, sekarang?” tanya Leoni sambil mengikuti langkah Glen.


“Aku minta maaf.” jawab Glen. “Sekarang pokoknya ikutin aku saja.” Tambah Glen.


“Ngikutin kamu? Untuk apa Glen? Ngapain aku harus ngikutin kamu? Untuk kamu sakitin lebih jauh lagi? Untuk kamu kerjain aku lagi? Untuk nyakitin aku lagi?” Bentak Leonimulai berani.


“Silahkan mandi. Aku tunggu disini.” Glen membuka kamar nya kemudian menunjuk ke arah kamar mandi.


“Uh...” Bentak Leoni dan masuk ke kamar mandi walaupun kesal tapi  tetap mengikuti perintah Glen.


Leoni berusaha berpikiran positif dengan tingkah laku Glen, dia berusaha percaya bahwa perlakuan Glen ini bukan untuk menyakiti Leoni


“Ayo sarapan!” Ajak Glen setelah mereka berdua selesai mandi dan telah siap untuk pulang.


Selesai sarapan, Glen mengantar Leoni pulang ke rumah.


“Kenapa sih senyumnya sinis banget?!” Bentak Leoni ke Kevin karena meilhat senyum yang aneh di wajah adik gantengnya itu.


“Udah ketemu pangeran yah? dalam rumah aja masi di gandeng tangannya.” Bisik Kevin ke telinga Leoni namun masi terdengar oleh Glen.


“Eh ada Glen, duduk dulu nak!” mama Serly menghampiri Glen dan Leoni yang baru saja dating.


Mama Serly tidak kaget lagi melihat Leoni dan Glen saat ini yang saling menggenggam tangan, serasa kayak melihat anak kucing dan tikus berbaikan, tapi juga dipenuhi pertanyaan, apakah ini pilihan Leoni? Atau apa yang terjadi diantara dua anak ini.


“Tan aku hanya nganterin Leoni pulang aja supaya tante tahu kalau kegiatan sudah selesai dan Leoni aman.” Glen sedikit menjelaskan. “Tapi juga sekalian mau ngajakin Leoni keluar sebentar. Bisa kan tan?” Tambah Glen seperti


biasanya dan serasa seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Dia menganggap keadaan seperti dulu lagi, tanpa ada rasa kikuk atau malu sedikitpun.


“Tapi aku capek, mau istirahat dulu.” Bantah Leoni sambal menatap ke arah Glen dan berusaha melepaskan genggaman Glen yang masi terus melekat ditangannya.


“Tidak apa-apa Ny, pergi aja dulu. Kata Glen kan hanya bentar doang. Nanti setelah itu baru istirahat kan bisa.” Sindir Kevin yang ternyata mendengar pembicaraan mereka.


“Ih kamu...” Leoni kesal.

__ADS_1


“Iya Ny, anggap saja kalian saling melepas rindu kan?” Kata mama Leoni.


“Mama apaan sih? Siapa yang rindu?” Kata Leoni malu-malu dan agak sedikit berbisik karena takut Glen tersinggung.


“Siapa yang rindu? Yah kalian berdua lah, kan sudah empat tahun tidak ketemu?” Sindir Kevin lagi.


“Iya Ny, pergi aja.” Tambah mama Serly.


“Makasi tan, aku janji hanya sebentar saja kok. Tidak lebih dari dua jam kok.” Glen tersenyum langsung berbalik dan menarik Leoni keluar dari rumah.


Kembali Glen tak bersuara, dia membukakan pintu mobil untuk Leoni naik kemudian melajukan mobil.


“Kok kesini?” Leoni kaget katika Glen memarkirkan mobilnya diepan caffe milik Anita.


“Aku pingin makan yang enak-enak.”  Jawab Glen. “Ayo turun!” Ajak Glen yang langsung keluar dari mobil


“Ny..” Panggil Glen.


“Yaa...” Leoni menatap Glen.


“Sini dekat-dekat!” Glen tidak malu menyampaikan keinginannya.


“Apa sih?” Kata Leoni.


“Sini ahhh...” Paksa Glen kemudian mengenggam tangan Leoni. Mereka berdua kemudian melangkah memasuki caffe milik Anita.


“Selamat datang boss Glen.” Sapa seorang karyawan yang sudah akrab dengan Glen.


“Mana Anita?” Tanya Glen.


“Di dalam bos, sabar saya panggilin.” jawab sang karyawan langsung menuju ke ruangan Anita.


“Haaiii kalian berdua.” Anita yang ternyata sudah melihat kedatangan kedua sahabatnya itu. “Ke sini yuk!” Menunjuk


ruangan privat kepada kedua temannya itu dan mereka pun menghampirinya kemudian masuk ke dalam ruangan yang dipersiapkan Anita


“Nit...” Leoni membuka  pembicaraan mereka.


“Sabar, aku pesankan menu spesial untuk kedua sahabatku yang special ini dulu. Kalian duduk aja dulu yah.” Anita langsung keluar dari ruangan menuju ke dapur.

__ADS_1


__ADS_2