KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA

KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA
Berdamai


__ADS_3

“Luna sempat pingsan karena menghirup asap terlalu banyak dan kehabisan oksigen. Setelah dia sadar, hal pertama yang dia ingat adalah mobil dan pesanan orang yang ada di dalamnya. Coba lihat penampilannya, masih menggunakan pakaian pasien.” Linda menunjuk ke arah pakaian yang dipakai oleh Luna. Semua orang melihat ke arah Luna termasuk Leoni. “Lihat wajahnya masih pucat pasi tanpa goresan make up sama sekali.” Lanjut Linda menunjuk ke arah wajah Luna.


Leoni tidak berkata apa-apa lagi, dia hanya mengikuti perkataan Linda untuk memperhatikan Luna mulai dari pakaian hingga memperhatikan wajahnya dengan seksama. Ekspresi Leoni yang sebelumnya penuh kemarahan perlahan-lahan mulai bersahabat.


“Semua ini dia lakukan demi beberapa costumer yang tidak mau dia kecewakan, termasuk kalian. Tadi aku saja bingung kenapa datang ke sini, ternyata ada pesanan kalian dalam mobil itu. Aku sendiri berpikir bahwa wedding dress kalian ikut terbakar dalam butik.” Kata Linda lagi, wajahnya mulai sendu, rasa sedih mulai menyelimuti dirinya.

__ADS_1


“Aku memang mungkin jahat menurut mu Ny, tapi aku tidak akan se tega tuduhanmu untuk membakar ladang pencaharianku.” Luna kembali sesegukan. “Aku memang benar berniat jahat padamu, tapi aku tidak mungkin mengecewakan costumer Linda. Aku juga tanpa sengaja menyelamatkan orderan kalian, itu pasti semua dalam kendali Tuhan. Dan aku tahu kamu sedang dalam kegundahan memikirkan bagaimana hari esok pernikahan kalian jika tanpa wedding dress ini yang bukan hanya untuk dirimu sendiri melainkan untuk semua anggota keluargamu. Mungkin kamu sudah berusaha mencari penggantinya dan belum mendapatkannya. Itu ada dalam pemikiranku sejak tadi waktu aku siuman, sehingga aku berusaha sebisa mungkin untuk membawahnya ke sini.” Kata Luna kemudian dia diam sejenak menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya secara kasar ke udara. “Tapi apa yang aku dapat? Tuduhan yang menyakitkan hatiku. Sungguh sakit hati ini Ny.” Luna melanjutkan perkataannya.


“Luna.” Leoni membisikan nama Luna, air mata yang tadinya sudah mengering kembali menetes dia sedikit tersentuh dengan setiap ucapan Luna.


“Maafkan aku Lun.” Leoni memeluk Luna. “Makasi.” Kata Leoni lagi. “Mohon mengerti keadaanku Lun. Jujur saja aku emosi denganmu dan tidak suka dengan semua perlakuanmu apalagi terakhir kali di Kupang kamu pergi bersama Glen dan mengaku akan menikah dengannya, hal itu membuat aku sakit hati dan selalu berpikiran negatif tentangmu. Sejak kecil juga kamu selalu usil padaku, itu yang tertanam dalam benakku dan aku tahu sejak dulu juga kamu menyukai Glen, waktu aku di Jakarta kamu selalu bersama dengan Glen kemana saja dia pergi dan berada bahkan kamu mengaku sebagai pacarnya, aku tahu kamu marah dan tidak terima ketika aku datang kembali dan Glen lebih memilihku. Semua itu membuat aku berpikiran negatif dan tidak suka denganmu.” Kata Leoni, air mata mengalir di kedua pipi Leoni dan Luna.

__ADS_1


Perkataan Leoni membuat Luna sadar bahwa perbuatannya sejak dulu telah menyakiti Leoni.


“Maafkan aku Leoni, aku tahu aku telah menyakitimu.” Kata Luna melerai pelukan Leoni.


“Maafkan aku juga Lun, aku sudah berpikiran negatif tentangmu tadi dan aku sudah berkata kasar serta menuduhmu yang tidak-tidak.” Leoni menghapus air mata dipipinya.

__ADS_1


__ADS_2