KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA

KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA
Itu Leoni kan?


__ADS_3

Sesampainya di vila milik keluarga Glen, semua orang menyambut kedatangan Leoni dengan penuh kegembiraan, mulai dari para pengawal yang berbaris rapih menjemput Leoni di depan pintu dan mempersilahkan dia masuk, para pengurus rumah yang telah memeprsiapkan semua makanan enak yang selama ini dia rindukan, dan pelayanan yang baik dari semua yang ada dalam vila tersebut, terutama sambutan hangat yang mereka berikan. Saat itu vila tersebut seperti bangkit dari masa suram yang gelap dan mejadi tempat yang sangat hangat dan penuh keceriaan. Leoni nampak seperti nyonya rumah yang dulu hilang kini telah telah kembali.


“Mba, selamat datang kembali!” Paula menunggu di paling ujung barisan para pengawal menyambut sang nyonya rumah masuk.


“Makasi.” Leoni dan Paula berpelukan sejanak sekaligus saling melepas rindu sebagai sahabat, Leoni tidak pernah menganggap Paula sebagai bawahannya sejak awal melainkan sebagai sahabat. Setelah itu Leoni mengedarkan pandangannya mengamat-amati seisi vila dengan rasa kagum, rasa hangatpun menjalar ditubuhnya, kehangatan yang diberikan oleh seisi rumah ini padanya nampak seperti sambutan terhadap nyonya rumah yang telah kembali ke rumahnya.


“Tidak ada yang berubah.” Bisik Leoni.


Tiba-tiba terdengar suara tepukan tangan dari lantai dua memecah keharuan Leoni saat melihat seisi vila yang tidak berubah. Yah “Makasi Ny.” Glen mendekat dan memeluk Leoni dengan mesrah.” Kata Glen setelah dia menuruni tangga. “Aku tidak mau kehilangan kamu lagi.” Bisik Glen di telinga Leoni. “Ayo duduk!” Glen menarik Leoni duduk di ruangan tengah, dia membubarkan para pengawal yang tadi berbaris kecuali Paula yang tetap bertahan disitu, dia memerintahkan orang untuk menyiapkan minuman hangat dan kue untuk tuan dan nyonya rumahnya tersebut, dia siap menerima perintah apapun yang akan diberikan oleh Glen ataupun Leoni yang lagi duduk di ruang tengah, sibuk melepas rindu dan bebragi cerita keseharian mereka selama ini, terutama Leoni yang menceritakan kehidupannya selama di Fatuleuh bersama dengan orang tua Airin, dan tak lupa juga Glen menanyakan penyebab kenapa bisa Leoni ada di sana.


Leoni menceritakan kejadian waktu Glen menghadiri acara perpisahan dirinya dengan pihak sekolah dimana Glen membawah Luna yang menyebabkan Leoni sakit hati dan marah. Hal itu yang membuat dia bertemu dengan Airin dan keluarganya. Dia tidak bukannya mau lari atau bersembunyi dari Glen, hanya waktu itu dia ingin menenangkan diri dan tidak sengaja bertemu dengan mereka kemudian dia ikut dengan mereka ke kampungnya.


“Tuan, mama tuan telpon.” Tiba-tiba Paula mengganggu Leoni dan Glen yang tengah berbagi cerita, dia menyerahkan Hp ke Glen.


“Mama?” Glen menerima Hp nya dari Paula. “Aku jawab telpon dari mama dulu, boleh?” Tanya Glen meminta ijin pada Leoni.


“Iya, silahkan!” kata Leoni singkat.


“Ma, ada apa?” Tanya Glen setelah menerima panggilan telepon dan meletakan Hp ke telinganya.


“Kamu di mana sih? Kok sejak kemarin tidak bisa dihubungi?” Tanya mama balik.


“Aku sibuk sejak kemarin ma, aku berada di lokasi yang tidak ada jaringan Hp sejak kemarin dan sekarang baru saja kembali.” Jawab Glen.


“Emagnya kamu ke mana?” Tanya Mama lagi.


“Lagi ngurusin sesuatu yang sangat penting ma.” Jawab Glen lagi.


“Iya ngurusin apa sih?” Tanya mama lagi.

__ADS_1


“Ada deh ma.” Jawab Glen membuat mamanya tambah penasaran dengan tingkah anaknya itu. “Hayo coba mama tebak, aku lagi ngurusin apa ayo??!!” Kata Glen dengan sangat gembira setelah beberapa saat dia diam..


“Hah? Kok disuruh mama main tebak-tebakan sih? Ada apa sebenarnya?” Mama jengkel dengan ulah Glen. “Tunggu! Sepertinya kamu lagi senang deh sekarang ini. Ada apa? Ayo cerita Glen!” kata mama.


“Iya kan aku suruh mama tebak.” Kata Glen lagi.


“Usil banget sih jadi orang.” Kata Leoni tiba-tiba.


“Hei, itu siapa? Itu suara siapa? Glen kamu lagi sama siapa di situ?” Mama tambah penasaran mendengar suara Leoni. “Tunggu!” Sejenak mama berpikir. “Glen, itu Leoni?” Tanya mama hati-hati. “Itu tadi seperti suara Leoni. Benar kan?” tanya mama lagi.


“Maa, jangan buat aku ingat dia lagi dong!” Glen pura-pura sedih. “Aku berusaha melupakan…..” Glen sengaja tidak melanjutkan kata-katanya.


“Melupakan apa? Glen kamu jangan main-main dengan mama deh!” Kata mama Jengkel.


“Aku berusaha melupakan masa lalu yang menyaktikan bersama Leoni dulu ma.” Glen berkata dengan sungguh-sungguh, matanya mulai mengembun.


“Ya sudah, lupakan saja dia! Masih banyak cewek yang mengantri menunggumu di luar sana.” Kata mama dengan emosi.


“Ahhh… ahhh… sakit… sakit…” Glen kesakitan karena dicubit oleh Leoni.


“Ngomong yang jelas! Jangan muter balik, muter balik kayak itu!” Bisik Leoni.


"Siapa yang muter balik? kan aku memang beneran mau melupakan masa lalu kita yang menyakitkan dan memulai semua untuk hari depan kita yang bahagiah." Glen menarik tangan Leoni yang mencubit pingganggnya dan menggenggam erat tangan tersebut dengan mesrah.


“Itu siapa? Itu Leoni kan? Glen?” Sepertinya mama sudah bisa menebak kalau orang yang bersama Glen sekarang adalah Leoni.


“Jawab yang benar!” Bisik Leoni kembali melebarkan kedua bola matanya ke arah Glen..


“Iya, iya, ah..” Glen jengkel sendiri. “Iya Leoni ma.” Jawab Glen singkat.

__ADS_1


“Itu Leoni? Benar?” Mama Glen meyakinkan apakah pendengarannya benar atau salah, mama bingung kenapa sampai Leoni sudah bersama Glen saat ini, apa yang sebenarnya terjadi?


“Benar Leoni kan?” Tanya mama lagi.


“Iya mama, aku bersama Leoni sekarang.” Jawab Glen singkat.


“Hah? Yang benar saja Glen?” Mama senang mendengar jawaban dari Glen namun rasa penasaran pun muncul dalam benaknya, bagaimana cara nya sampai Glen bisa menemukan Leoni. “Cerita ke mama Glen! Gimana, gimana? Gimana caranya bisa ada Leoni di situ? Kamu menemukanya di mana? Apa kalian sudah baikan?” mama membanjiri Glen dengan beberapa pertanyaan.


Dalam pemikiran mama, dia sangat mengharapkan Glen dan Leoni untuk kembali berbaikan dan melanjutkan hubungan mereka yang sempat terkandas di batu karang, karena dia yakin anaknya hanya akan bahagiah kalau bersama dengan Leoni.


“Glen, jawab!” Perintah mama.


Glen menjawab pertanyaan mamanya satu persatu, mulai dari bagaimana sampai dia menemukan Leoni, dimana dia menemukan Leoni, sampai semua kronologi yang terjadi sewaktu dia mengusahakan agar Leoni memaafkannya dan mau ikut kembali pulang dengannya. Mama Glen mendengarkan semua cerita Glen dengan seksama.


“Benarkah begitu?” Tanya mama setelah mendengar semua cerita Glen. “Tapi syukurlah kalian sudah bisa bersama kembali, mama sangat senang mendengarnya. “Ayo cepat kalian kembali ke sini, kami tidak sabar menunggu kedatangan kalian.” Lanjut mama Glen dengan sangat gembira. “Sebentar papa pulang, mama akan menceritakan kepadanya, pasti dia juga akan sangat senang mendengar kabar ini.” Kata mama lagi.


“Iya ma, besok kami akan pulang.” Glen mengakhiri pembicaraan dengan mamanya saat itu.


“Ny, mama sangat senang mendengar kamu sudah kembali, dia meminta kita untuk segera pulang ke Manado.” Kata Glen pada Leoni setelah menutup telpon.


***


Mohon dukungan karya author dong, dengan cara :


Like


komentar


vote

__ADS_1


Agar author semakin semangat melanjutkan ceritanya.


__ADS_2