KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA

KRIKIL TAJAM SETAJAM CINTA
Meminta jawaban


__ADS_3

Leoni menatap wajah tampan Glen yang selalu saja membayangi pikirannya, dia melihat adanya kejujuran dalam


setiap perkataan yang di ungkapkan oleh pria itu, didukung dengan ekspresi dan tatapan matanya yang memancarkan ketulusan. Leoni merasakan hatinya bergetar begitu cepat, kata-kata Glen membuatnya tersentuh. Memang benar selama ini baru Glen laki-laki yang dia lihat menangis dan bahkan menangis dihadapannya. Tidak pernah ada laki-laki yang datang merengek padanya, hanya Glen. Terlintas dalam pikiran Leoni betapa besarnya perjuangan Glen untuk bermohon padanya, sebagai seorang tuan muda pewaris Kerajaan bisnis dengan gengsi yang tinggi, rela bermohon dan bahkan menangis di depan seorang Wanita yang bukan siapa-siapa. Dan sebagai


seorang laki-laki sungguh perbuatannya itu menunjukkan bahwa betapa besarnya cinta yang dimiliki untuk dirinya. Dia sadar bahwa tidak boleh egois karena ini juga yang dia sangat harapkan dari Glen.


“Gara-gara aku? Kenapa aku? Emangnya aku buat apa?” Leoni tersenyum mendengar perkataan Glendan pura-pura tidak mengerti maksud Glen.


“Iya kamu, siapa lagi coba yang ada di sini??” Nampak Glen kesal.


“Hah?” Leoni masih dengan ke pura-puraan.


“Leoni!” Rengek Glen. “Iya, iya, karena kamu membuat aku sedih dan hancur.” Jelas Glen.


“Kok bisa?” Tanya Leoni lagi.


“Udah dong Ny, jangan gitu! kamu sudah mengerti maksud aku kan?” Kata Glen lagi. “Jangan ninggalin aku lagi


yah!” Pintah Glen sambal menghapus air mata yang masih membekas di matanya.


“Hehehe... jangan mewek lagi dong, aku jadi merasa ....” Kata Leoniyang tidak sempat diucapkan sampai selesai.


“Merasa apa?” Potong Glenmengelitik pinggang Leoni.


“Nggak deh.” Leoni berlari ke arah depan mobil dan tertawa.


“Leoni...” Panggil Glen kemudian mengejar Leoni


Mereka kemudian duduk di atas kap depan mobil dan ngobrol di situ.


“Ny.. kamu belum merespon apa yang aku katakan tadi loh.” Kata Glen manja dan melingkarkan tangannya ke pinggang Leoni tanpa ada rasa takut atau malu-malu lagi dan mungkin dia yakin bawah Leoni pun punya perasaan yang sama dengannya sehingga dia merasa nyaman melakukan hal itu.

__ADS_1


Leoni pun menerima perlakuan romantic dari Glen itu, dia menatap mata Glen dan melingkarkan tangan kirinya ke leher Glen dan satu tangannya lagi menahan berat tubuhnya karena takut terjatuh.


“Hah? Tentang apa?” Leoni sengaja bertanya supaya Glen bisa mengatakan kembali apa yang dia katakan sebelumnya karena Leoni ingin benar-benar mendengarkan lagi pernyataan Glen untuk dirinya.


“Aku sayang kamu.” Jawab Glen tegas. “Aku sayang kamu, aku ingin selalu ada di dekatmu, dan akupun ingin menikah denganmu, kamu wanita pujaanku selama ini dan kamu satu-satunya wanita yang ada dalam hidupku dan sangat berharga bagiku.” Ungkap Glen lagi dengan semakin jelas dan berani.


“Hah?” Leoni sengaja pura-pura kaget, dia mau melihat respon Glen.


“Setelah aku mengungkapkan isi hatiku padamu, perasaanku jadi lega dan tidak akan jadi emosian lagi.” Glen kembali tersenyum, rasanya lega sekali.


“Makasi yah...” Kata Leoni sambil memegang lengan Glen yang melingkar di pinggangnya


“Makasi untuk apa?” Tanya Glen sambil tersenyum terlihat bahagiah sekali.


“Untuk keberanianmu melawan musuh.” Leoni tertawa meledek Glen.


“Kamu...” Glen kesal mendengar bercandaan Leoni. Dia memalingkan wajahnya dari Leoni seolah tidak senang mendengarkan perkataan Leoni, tapi karena tidak mendapatkan tanggapan dari Leoni, diapun menggelitik pinggang Leoni sampai Leoni meminta ampun karena merasa geli.


“Iya.. iya.. ampun.” Leoni menahan lengan Glen dengan sekuat tenaga dan berusaha agar Glen tidak melanjutkan perbuatannya itu.


“Butuh jawabanku? Bukannya kamu tidak bertanya?” Leoni mengulur-ngulur waktu untuk menanggapi sesuai dengan harapan Glen.


“Leonii...” Glen kesal.


“Katanya tadi tidak akan emosian lagi??” Ledek Leoni.


“Oke.. oke.” Glen menyerah dengan Leoni. “Aku sayang kamu Leoni, tapi aku tidak mau jadi pacarmu.” Kata Glen dengan santai dan tatapan dingin sedingin es balok, hal ini membuat Leoni tidak percaya dengan pernyataan Glen itu.


“Hah??” Leoni kaget dengan ekspresi menuntut penjelasan dari Glen.


“Iya, aku tidak mau jadi pacarmu Ny.” Jelas Glen.

__ADS_1


“Kalau tidak mau jadi pacarku, terus apa dong tujuanmu mengatakan kalau kamu sayang padaku? Apa kamu hanya mau bilang bahwa selama ini kamu sayang dan menyimpan perasaanmu padaku dan tidak menuntut balasan dari ku? Itu apa namanya?” Kata Leoni yang gentian menjadi jengkel. “Kan tidak selamanya sayang itu harus mendapat tanggapan dari orang yang disayangi.” Kata Glen acuh.


“Heemmm.” Leoni menarik nafas dalam-dalam. “Yah sudah, aku juga tidak akan menuntut untuk jadi pacarmu kok,


emang aku cewek apaan? Emang aku sama kayak Luna yang sejak dulu mengejar-ngejar kamu? Tidak! Aku punya harga diri.” Lanjut Leoni yang semakin emosi.


“Leoni!” Glen berkata dengan lembut memanggil namanya sambal menatap matanya dengan tatapan yang dalam, dia memegang tengkuk Leoni dan mengarahkannya pada wajahnya. “Aku sayang sama kamu Leoni, aku tidak mau jadi pacarmu, tapi aku mau kamu jadi pendamping hidupku selamanya, aku mau menikahimu dan menjadikanmu ratuku.” Glen menjelaskan.


Leoni senang mendengarkan perkataan Glen yang terakhir, sebenarnya ini yang Leoni buthkan, Glen memperjelas hubungan mereka karena selama ini Glen memperlakukan Leoni seperti pacarnya. Keraguan Leoni, mungkin saja terhadap Luna, Glen juga melakukan hal yang sama sehingga dia sungguh sangat mengharapkan pengakuan dari Glen seperti ini untuk menguatkan perasaannya terhadap Glen yang mulai muncul sejak ia kembali dari Jakarta.


Walaupun perlakuan Glen awalnya menyakitkan, tapi dia sudah mendengar dari Anita kalau sebenarnya Glen juga


punya perasaan yang sama, Glen sayang pada nya.


“Jadi gimana Ny? Apa jawabanmu? Kamu mau kan? Jadi pendamping hidupku?” Tanya Glen dengan wajah


pengasihan.


Glen sangat berharap Leoni menerimanya dan mau menerima tawarannya untuk menjadi pendamping hidupnya, saat ini dia tidak berani menebak-nebak apa yang ada di pikiran Leoni dan dia tidak bisa membayangkan apa yang nanti jadi jawaban Leoni, iya ataukah tidak. Sungguh sangat misterius kali ini menurut Glen.


Glen memanjatkan doa dalam hatinya agar supaya Leoni bersedia menerima permintaannya, dan dia pun berdoa supaya Leoni tidak memberi jawaban yang nanti akan membuat dia kecewa.


Seandainya Leoni menolaknya, mungkin dunia nya akan serasa kiamat, mungkin saja hidupnya akan lebih buruk dari empat tahun yang lalu.


Sementara pikiran Leoni pun sedang traveling ke mana-mana.


**


Mana pendukung Leoni  dan Glen nih??


Bantu like, comment, vote, hadiah yah....

__ADS_1


Supaya penulis semangat dalam melanjutkan penulisannya...


Makacieee


__ADS_2