
Besok harinya masih pagi Romi sudah berkunjung ke rumah keluarga Airin untuk menepati janjinya mengajak mereka jalan-jalan.
“Wah kak Romi sudah datang.” Airin kegirangan menyambut kedatangan Romi yang terlihat dari deru mobil masuk dan nampak mobil hitam mewah itu memasuki pekarangan rumah mereka.
“Nak Romi? Pagi-pagi ke sini ada apa?” taya papa Airin yang saat itu sementara membelah kayu bakar di pekarangan rumah.
“Ini bapa, aku ada janjian dengan Airin dan nona ibu untuk ngajak mereka jalan-jalan. Katanya sebelum besok Airin kembali ke sekolah.” Jawab Romi polos.
“Ohh gitu. Kita ngopi dulu yuk!” Ajak papa Airin menuju masuk ke dalam rumah diikuti oleh Romi. “Airin, rin..” Panggil papa Airin. “Buatkan kopi dua yah!” teriak papa lagi ke arah dapur.
“Siap.” Airin dengan senang hati menerimah perintah.
“Kalian mau ke mana?” Tanya papa Airin.
“Tidak tahu, tergantung mereka saja. Aku sih hanya jadi supirnya saja.” Kata Romi yang membuat mereka berdua tertawa bersama, dua pria beda usia itu.
“Ibu tolong dong, bawahkan kopi ke bapa, ini aku sakit perut nih bu, kebelet.” Kata Airin.
“Airin masa sih nyuru ibu nya?” Kata mama.
“Kebelet ema.” Teriak Airin yang langsung menyerahkan nampan ke tangan Leoni dan berlari ke arah kamar toilet yang ada di bagian belakang rumah.
“Dasar ini anak.” Leoni menerima nampan dan terpaksa mengantarkan ke depan.
“Nona ibu belum siap-siap?” Tanya papa Airin setelah Leoni meletakkan cangkir kopi tanpa bersuara sedikitpun.
“Siap-siap apa bapa?” Tanya Leoni penasaran.
“Sini duduk sini!” Ajak papa Airin menyuruh Leoni duduk di sampingnya dan berhadapan dengan Romi.
“Aduh ni ibu sungguh menggoda, cantik betul deh. Bikin hati ini bergetar.” Kata Romi dalam hati. “Ahh Rom kamu ini kenapa sih? Tidak.. tidak…” Romi kembali berkata dalam hati sambil mengusap-usap wajahnya dengan kasar untuk menghilangkan pemikiran yang tidak-tidak pada Leoni.
”Iya bapa.” Leoni duduk di samping papa Airin.
“Katanya mau di ajak jalan-jalan sama nak Romi?” Tanya papa Airin.
__ADS_1
“Sepagi ini?” Leoni kaget. “Emang tidak ada kerjaan apa?” Sindir Leoni.
“Hahaha… iya nak Romi memang tidak ada kerjaan di kampung ini non, dia di sini lagi liburan kesini sekaligus mengunjungi orang tuanya.” Jelas papa Airin.
“Issshhhh…” Leoni merutuki dirinya yang salah bicara.
“Hahaha….” Papa Airin tertawa menyadari ekspresi Leoni. “Nak Romi ini bekerja di Jakarta sebagai staf khusus presiden, hampir setiap minggu dia pulang ke sini untuk mengunjungi orang tuanya, tapi kali ini dia mengambil cuti sudah hampir dua bulan karena ada urusan adat dengan keluarganya dan desa ini yang mengharuskan campur tangannya.” Jelas papa Airin lagi dengan sangat bangga karena anak di desa mereka ada yang bisa dibanggakan.
“Ah bapa nih bisa saja, bikin aku malu.” Kata Romi dengan rendah hati.
“Kak Romi.” Tiba-tiba Airin menghampiri mereka. “Kapan kita jalan-jalan?” Tanya Airin.
“Kalau kalian sudah siap, ayo!” Ajak Romi.
“Aku sih sudah.” Airin melirik ke arah Leoni dan menyenggolnya sedikit.
“Aku ganti baju dulu.” Leoni langsung berdiri dari tempat duduknya dan masuk ke dalam kamar untuk bertukar pakaian.
“Pantas saja punya mobil mewah, ternyata pekerjaannya lumayan juga. Tapi kok orangnya sederhana sekali dan sopan serta tidak sombong?” Leoni mulai memuji Romi dalam hatinya.
“Kak Romi makasi lagi yah, sudah mengajak kami hari ini. Aku senang sekali.” Airin kegirangan mengingat kejadian sepanjang hari tadi.
“Iya sama-sama anak kecil.” Kata Romi gemes pada Airin.
“Sudah puas kan? Sekarang kita pulang?” Tanya Romi pada Airin. “Kasihan nona ibu nya kelihatan sudah sangat capek.” Romi melirik ke arah Leoni yang masih menikmati es kelapa muda di pinggiran sungai tempat orang berjualan. “Nona ibu sudah selesai minumnya? Kita pulang?” Tanya Romi dengan hati-hati.
“Iya sudah. Ayo!” Leoni langsung berdiri dari duduknya.
“Kalian duluan ke mobil.” Romi merogoh kunci mobil dari saku celananya dan mengarahkan remot untuk membuka kunci mobil kemudian dia menuju ke arah penjual untuk membayar semua makanan dan minuman yang mereka makan.
“Kak Romi besok aku sudah kembali ke sekolah.” Kata Airin tiba-tiba dalam perjalanan Romi mengantar mereka pulang.
“Kalian mau kembali ke sekolah besok?” tanya Romi balik, dia berpikir bahwa Airin dan Leoni akan segera kembali ke kota. “Wah sayang sekali yah, padahal baru kenal dengan bu Leoni.” Kata Romi sedikit menyesal. “Kok secepat ini baliknya?” Tanya Romi.
“Hahaha…” Airin tertawa. “Iya. Besok aku akan kembali ke sekolah, tapi kayaknya bu Leoni belum deh. Iya kan bu?” Jelas Airin.
__ADS_1
“Iya aku masih di sini.” Jawab Leoni singkat.
“Kok bisa gitu?” Romi penasaran.
“Bu Leoni akan tinggal disini beberapa hari lagi, nanti kalau dia sudah bosan di sini baru dia akan pulang ke kota atau bahkan pulang ke Manado.” Jawab Airin.
“Jadi nona ibu masih tinggal di sini walaupun kamu sudah kembali ke sekolahan?” Tanya Romi lagi pertegas. “Bener non?” Tanya Romi meyakinkan.
“Iya aku masih mau tinggal di sini, setelah otak ini kembali normal baru aku akan pulang. Aku masih betah tinggal di sini.” Jawab Leoni.
“Kak Romi sendiri kapan kembali ke Jakarta?” Tanya Airin mengi terogasi Romi.
“Kak Romi masih ada banyak urusan di desa, jadi yahh mungkin masih agak lama baru bisa kembali ke Jakarta.” Jawab Romi.
“Kalau gitu kak Romi tolong jadi temannya nona ibu yah! Jaga nona ibu selama berada di sini.” Pintah Airin menirukan gerakan bermohon, mengatupkan kedua tangan di depan dadanya.
“Iya pasti kak Romi akan menjadi temannya nona ibu. Kamu anak kecil tenang saja!” Kata Romi.
“Yesss… makasi kak Romi, aku jadi tidak beban lagi meninggalkan nona ibu sendiri di sini.” Airin sangat gembira. “Besok kak Romi antarkan aku ke terminal yah? Bisakan?” Tanya Airin.
“Iya bisa.” Jawab Romi singkat.
Besok harinya pagi-pagi Airin sudah bersiap-siap, biasanya kendaraan oto kol yang akan dia tumpangi ke kota akan jalan jam 8 pagi dan para penumpang tidak boleh datang terlambat.
Leoni dan Romi mengantarkan Airin sampai ke terminal dan tepat waktu, 15 menit sebelum mobil berangkat.
“Airin.” Panggil Leoni sebelum Airin naik ke atas mobil yang akan dia tumpangi itu.
“Ada apa bu?” Tanya Airin.
“Tolong bantu ibu satu hal.” Bisik Leoni.
“Apa bu?” tanya Airin.
“Kamu jangan bilang sama siapa-siapa di sekolahan tentang keberadaan ibu yah? Dan tolong kamu juga mengabari ibu di sini apa yang terjadi di sekolahan.” Perintah Leoni.
__ADS_1
“Siap bu.” Kata Airin. “Nanti aku akan menelpon ke rumahnya kak Romi setiap hari sabtu sore, ibu bisa datang ke sana agar kita bisa berbicara. Biasanya dari asrama akan mengijinkan kami menghubungi keluarga pada setiap hari sabtu.” Jelas Airin.