Legenda Sang Dewa

Legenda Sang Dewa
Persiapan Sebelum Dimulainya Peperangan


__ADS_3

Pertemuan dengan kedua orangtuanya memberikan semangat baru pada Luo Feng, dan secepatnya ia ingin menghancurkan keberadaan Klan Qing, yang telah membuat kedua orangtuanya menderita di masa lalu, dan Klan Qing lah yang telah membunuh kakek serta neneknya, baik itu dari pihak ayah maupun ibunya.


Saat ini Luo Feng dan Luo Xue sedang menikmati makan malam bersama para orangtua. Luo Yuxuan dan Hua Mayleen ada di tempat itu, begitu juga dengan Tetua Agung Luo Ang. Suasana makan malam yang begitu tenang, dengan hanya sesekali terdengar suara alat makan yang saling berbenturan, dan begitu acara makan malam selesai, mereka pindah ke ruangan pertemuan, yang berada di kediaman Luo Yuxuan.


Sambil menikmati teh yang disajikan istrinya, Luo Yuxuan membuka suara, “Tetua Agung, sepertinya di masa depan nanti kita akan memiliki hubungan yang jauh lebih dekat karena anak-anak kita,” ucapnya.


Tetua Agung Luo Ang tersenyum mendengarnya. “Mereka memang pasangan yang serasi, dan juga aku bisa melihat jika mereka sudah saling berbalas perasaan. Namun, aku tidak ingin adanya pernikahan sebelum kita mengalahkan Klan Qing! Sebaiknya kita musnahkan labih dulu keberada Klan Qing sebelum menggelar pesta pernikahan mereka!” balas Tetua Agung Luo Ang sambil menatap Luo Yuxuan.


Luo Yuxuan menganggukkan kepalanya setuju dengan apa yang menjadi keinginan Tetua Agung Luo Ang. Bagaimanapun juga, ia ingin setelah pernikahan putranya, ia bisa melihat putranya hidup di tengah-tengah kedamaian, tanpa adanya musuh kuat yang bisa membahayakan hidupnya.


...----------------...


Dari hari ke hari jumlah anggota Klan Luo yang datang di tempat persembunyian semakin banyak. Jumpa mereka saat ini telah mencapai ratusan ribu, bahkan jumlah mereka akan semakin banyak dikarenakan tidak lama lagi seluruh Klan yang selama ini masih setia melayani Klan Luo, mereka akan datang ke Pulau Besar Qing Dao, dan membantu Klan Luo memusnahkan keberadaan Klan Qing.


Namun, bukan hanya jumlah kekuatan Klan Luo yang bertambah, tapi kekuatan yang berkumpul di kediaman agung Klan Qing juga terus bertambah. Dari mata-mata yang terus memantau kediaman agung Klan Qing, mereka melaporkan jika saat ini lebih dari lima juta orang telah berkumpul di kediaman agung Klan Qing.


“Bukan hanya jumlah kita yang setiap harinya bertambah, tapi jumlah musuh juga bertambah. Aku khawatir, jumlah mereka nantinya berkali-kali lebih banyak dari jumlah kita!” ucap Luo Yuxuan yang saat ini sedang memimpin rapat.


Hua Mayleen, Tetua Agung Luo Ang, keduanya menghela napas panjang, setelah tahun jumlah musuh jauh lebih banyak dibandingkan apa yang dimiliki Klan Luo. Mereka tidak menyangka jika kekuatan Klan Qing berkembang sangat pesat, dan pantas saja jika Klan Qing diakui sebagai Klan terkuat dengan jumlah mereka.


“Untuk mengatasi jumlah musuh, kita hanya bisa berharap jika mereka yang masih setia pada Klan Luo datang tepar waktu!” ujar Luo Yuxuan mencoba menghibur orang-orang di ruang rapat, yang dibuat ketakutan dengan banyaknya jumlah orang-orang Klan Qing.


Mereka semua berharap pada Klan yang masih setia pada Klan Luo, bersedia mengirim sebanyak-banyaknya kekuatan, yang dimilikinya. Meski jumlah Klan yang masih setia hanya setengah dari jumlah Klan yang dimasa lalu menjadi pelayan Klan Luo, tetapi kekuatan mereka jauh lebih kuat dari kekuatan keseluruhan Klan, yang di masa lalu menjadi pelayan Klan Luo.


Luo Feng yang ditemani Luo Xue, keduanya terus memantau persiapan anggota Klan Luo, lalu dengan banyaknya persenjataan dari cincin ruang miliknya yang seolah tidak ada habisnya, Luo Feng mencoba melengkapi apa saja yang belum lengkap dari persiapan anggota Klan Luo.


Di masa depan ia adalah Patriak Klan Luo, oleh karena itu ia akan melakukan apapun untuk kemenangan Klan Luo dalam peperangan yang bakalan terjadi tidak lama lagi. Ia juga akan melakukan banyak hal untuk melindungi mereka yang memiliki hubungan dengan Klan Luo, dikarenakan ia tidak ingin kehilangan orang-orangnya dalam peperangan melawan Klan Qing.


Kelima murid Luo Feng juga tidak bersantai, mereka yang telah diangkat menjadi Jenderal yang nantinya masing-masing dari mereka bakalan memimpin lima ribu prajurit, saat ini mereka sedang melatih prajurit meningkatkan kerjasama prajurit Klan Luo.


Serangan akan dilakukan satu minggu lagi, dan dalam satu minggu ini mereka semua harus bersiap dengan apapun yang akan terjadi, saat tiba hari dimana mereka akan terlibat dalam peperangan besar melawan Klan Qing.


...----------------...


Di sekeliling kediaman agung Klan Qing saat ini telah dipenuhi ribuan tenda, berisikan prajurit Klan Qing, yang berasal dari Klan pelayan. Setiap harinya jumlah mereka semakin bertambah, dan semua itu tidak lepas dari perhatian mata-mata Klan Qing, yang senantiasa memantau perkembangan terbaru di kediaman agung Klan Qing.


Mereka dibuat kagum dengan jumlah prajurit Klan Qing yang sudah terkumpul, yang saat ini jumlahnya telah menyentuh angka sepuluh juta, meski banyak diantara mereka hanya memiliki kekuatan di ranah Martial Emperor dan Martial God.


“Jumlah mereka semakin banyak, dan keseluruhan jumlah mereka telah mencapai angka sepuluh juta!”

__ADS_1


“Apa-apaan dengan jumlah mereka? Bukan lagi ratusan ribu, tapi tidak lama lagi jumlah mereka akan mencapai belasan juta, dan tentu itu bukan jumlah yang sedikit!”


“Kalian berdua sebaiknya segera laporkan jumlah musuh pada Tuan Luo Yuxuan! Semakin cepat Tuan tahu seberapa banyak jumlah musuh, semakin cepat Tuan mempersiapkan strategi terbaik untuk melawan musuh dalam jumlah sebanyak itu!”


“Baik, kami akan segera melaporkan jumlah musuh pada Tuan Yuxuan!” Dua orang segera pergi menjauhi kediaman agung Klan Qing, dan saat ini tersisa enam orang yang terus memantau apa saja yang terjadi di kediaman agung Klan Qing. Jika sedikit saja melihat adanya keanehan dari prajurit Klan Qing, mereka akan langsung melaporkannya pada Luo Yuxuan.


Tidak lama setelah dua orang pegi, enam orang yang tersisa merasa jika ada beberapa sosok yang saat ini sedang mengawasi keberadaan mereka. Saat melihat sekeliling, mereka dikejutkan dengan keberadaan ratusan prajurit Klan Qing, yang ternyata telah mengetahui keberadaan mereka.


“Kemampuan kalian menyembunyikan diri memang sangat luar biasa, tapi sekali keberadaan kalian kami ketahui, itu artinya kalian semua harus mati!” kata pria yang memimpin ratusan prajurit Klan Qing, dan ia menunjukkan seringaian di wajahnya.


Pria itu mengerahkan ratusan prajurit Klan Qing menyerang enam orang yang mereka yakini berasal dari Klan Luo.


Pertarungan enam orang melawan ratusan prajurit Klan Qing berlangsung singkat, dan bisa dipastikan enam orang itu mati mengenaskan, meski mereka sempat melakukan perlawanan.


Perlawanan yang mereka lakukan juga tidak berakhir sia-sia karena puluhan prajurit Klan Qing mati di tangan mereka, sebelum akhirnya mereka mati.


Sementara itu, beberapa waktu kemudian, di tempat persembunyian Klan Luo, dua orang yang sebelumnya memata-matai kediaman agung Klan Qing, mereka baru saja sampai dan salah satu mereka segera menemui Luo Yuxuan. “Tuan, jumlah prajurit Klan Qing telah mencapai belasan juta, dan jumlah mereka terus bertambah!” ucapnya di hadapan Luo Yuxuan.


“Apa kamu yakin dengan jumlah mereka?” tanya Luo Yuxuan.


“Tuan, hamba sangat yakin, dan jika perhitungan hamba serta yang lain salah, itu bukannya jumlah hitungan kami yang lebih banyak, melainkan bisa jadi hitungan kami jauh lebih sedikit dari jumlah prajurit Klan Qing yang sebenarnya!”


Luo Feng yang kebetulan sedang bersama dengan ayahnya, ia tentu saja mendengar laporan dari prajurit, yang telah memata-matai kediaman agung Klan Qing. Mendengar jumlah prajurit musuh begitu banyak, ia sama sekali tidak gentar berhadapan dengan mereka, yang ada ia justru semakin bersemangat.


“Ayahanda!” Luo Feng memanggik ayahnya.


Luo Yuxuan yang merasa dipanggil, ia segera menolehkan kepalanya, melihat keberadaan putranya yang berdiri tepat di sebelahmu. Panggilan untuknya, menunjukkan jika putranya ingin mengatakan sesuatu kepadanya.


“Putraku, apa yang ingin kamu sampaikan padaku?” tanya Luo Yuxuan, dan ia cukup penasaran dengan apa yang ingin dikatakan putranya. Ia yakin putranya ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting.


Luo Feng sejenak menarik napas panjang, lalu kemudian ia memberi jawaban, “Ayahanda, jumlah musuh memang banyak, tapi belum tentu kekuatan mereka setara dengan kekuatan prajurit Klan Luo. Jadi, aku rasa Ayahanda tidak perlu berpikir terlalu keras, memikirkan jumlah musuh yang sangat banyak!”


Luo Yuxuan setuju dengan apa yang dikatakan putranya, dan ia memutuskan bertanya pada pria yang melaporkan padanya tentang jumlah prajurit Klan Qing. “Bagaimana dengan kekuatan prajurit Klan Qing, apa kekuatan mereka setara dengan kekuatan prajurit Klan Luo, atau justru lebih kuat?”


“Tuan, dari apa yang terlihat kebanyakan dari prajurit Klan Qing, atau lebih dari setengah jumlah mereka, mereka memiliki kekuatan di ranah Martial Emperor dan ranah Martial God.”


“Itu kabar baik, dikarenakan kekuatan prajurit Klan Luo masih unggul dibandingkan kekuatan prajurit musuh!” ucap Luo Yuxuan.


Luo Feng senang mendengar jika prajurit musuh benar-benar hanya unggul dalam jumlah, dan kekuatannya masih diungguli oleh kekuatan prajurit Klan Luo. “Ayahanda, kita akan memanfaat keunggulan kekuatan yang dimiliki prajurit Klan Luo dengan sebaik-baiknya. Kita jangan melakukan peperangan dalam jangka lama! Dengan begitu, kita bisa tetap menjaga tenaga, meski harus bertarung lebih keras dibandingkan musuh yang unggul dalam jumlah!” ucapnya.

__ADS_1


“Kita akan menggunakan strategi melakukan pertarungan dari pagi sampai siang, dan setelah itu kita akan menarik mundur prajurit. Menghabiskan sisa hari itu dengan mengistirahatkan seluruh prajurit, di keesokan harinya kita bisa kembali ke medan peperangan dalam keadaan segar bugar!” lanjut Luo Feng berucap.


Luo Yuxuan setuju dengan strategi yang dicetuskan Luo Feng, dan ia akan mematangkan strategi itu saat melakukan pertemuan dengan Tetua Agung Luo Ang, dan para Tetua lainnya. Pertemuan yang akan dilakukan adalah pertemuan akhir, sebelum nantinya mereka semua pergi ke medan perang.


Luo Yuxuan segera petgi menuju aula pertemuan, sedangkan Luo Feng memutuskan menghampiri mata-mata Klan Luo yang saat ini masih berdiam diri di tempatnya. “Sebaiknya kamu tidak pergi kembali ke kediaman agung Klan Qing, dikarenakan aku yang akan menggantikan posisimu!” ucap Luo Feng.


Prajurit itu tidak membantah, dan setelahnya ia pamit undur diri.


Sedangkan Luo Feng yang ingin melihat langsung seperti apa keadaan kediaman agung Klan Qing, sosoknya segera melayang di udara, dan setelahnya ia terbang cepat menuju kediaman agung Klan Qing. Dengan kecepatannya, tidak membutuhkan waktu lama untuknya sampai di kediaman agung Klan Qing.


Begitu sampai di kediaman agung Klan Qing, Luo Feng mencari keberadaan prajurit Klan Luo yang menjadi mata-mata. Namun, bukannya menemukan mereka dalam keadaan baik-baik saja, ia justru menemukan mayat mereka yang tidak lagi berbentuk, dan sepertinya mereka belum lama ini mati.


Dikarenakan mereka saat ini berada di wilayah kekuasaan musuh, Luo Feng yakin kematian mereka berhubungan dengan orang-orang dari Klan Qing.


Ketika mengedarkan pandangannya lebih jauh, Luo Feng dapat melihat ratusan prajurit Klan Qing sedang melakukan patroli keamanan, dan mereka melakukan patroli di sekitaran kediaman agung Klan Qing.


Luo Feng yang melihat keberadaan mereka sebagai kesempatan mengurangi jumlah musuh. “Jika aku membunuh mereka di luar kediaman, orang-orang yang berada di dalam kediaman, kemungkinan tidak mungkin tahu jika orang-orang di luar kediaman telah mati di tanganku!” gumamnya pelan.


Swush...


Luo Feng bergerak cepat mengikuti prajurit Klan Qing yang melakukan patroli keamanan di sekitarnya kediaman agung Klan Qing. “Semakin kesini jumlah mereka semakin banyak saja! Apa mungkin mereka telah mengetahui keberadaanku, dan sedang mencarinya?”


Ia tidak yakin jika mereka mengetahui keberadaannya, oleh karena itu ia terus saja mengikuti prajurit Klan Qing yang sedang melakukan patroli keamanan. Nyatanya mereka memang tidak mengetahui keberadaannya, tapi dengan jumlah mereka yang semakin banyak, semakin sulit baginya membunuh mereka tanpa memancing keluarnya orang-orang yang berada di dalam kediaman agung Klan Qing.


Keberuntungan benar-benar melihatnya, setelah terus mengikuti sekitar dua ribu prajurit Klan Qing yang sebelumnya melakukan patroli keamanan.


Setelah beberapa waktu melakukan patroli dan yakin keadaan di sekitar kediaman agung Klan Qing aman terkendali, mereka memutuskan pergi ke hutan untuk bersenang-senang. Ya, prajurit Klan Qing terdiri dari pria dan wanita, yang mana mereka senantiasa bersenang-senang, bahkan saling bertukar pasangan.


Sampai di kedalaman hutan, prajurit Klan Qing mulai memilih pasangan mereka masing-masing, tapi karena jumlah wanita lebih sedikit dari jumlah pria, ada beberapa wanita yang melayani lebih dari satu pria.


Namun, belum juga mereka mulai bersenang-senang, sosok Luo Feng datang, dan dengan gerakan yang begitu cepat ia mulai membunuh mereka, yang benar-benar tidak siap menghadapi datangnya serangan mendadak.


Alhasil mereka semua mati di tangan Luo Feng. Baik prajurit pria maupun prajurit wanita, Luo Feng tidak membeda-bedakan mereka. Semua terlihat sama rata di matanya, dan kematian mereka adalah keinginan terbesarnya.


“Orang-orang seperti kalian memang pantas mati! Kalau saja hari ini kalian tidak mati, kalian pasti mati saat dimulainya peperangan antara Klan Luo dan Klan Qing! Beruntunglah kalian karena bertemu denganku lebih dulu, jadi kalian bisa mati lebih dulu dibandingkan yang lainnya!”


Tidak ingin keberadaannya diketahui prajurit Klan Qing yang mungkin saja juga sedang melakukan patroli, setelah memastikan seluruh musuhnya mati, Luo Feng memutuskan kembali ke tempat persembunyian anggota Klan Luo, yang tidak begitu jauh dari kediaman agung Klan Qing.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2