
Melihat jalannya pertarungan yang sedang terjadi, Luo Feng sudah bisa mengetahui siapa yang bakal menjadi pemenang, dan ia sekarang hanya berfokus menghadapi Patriak Klan Qing. “Apa Patriak Klan Qing yang terhormat tidak ingin menyerangku? Kalau Patriak tidak ingin melakukannya, biar aku yang melakukannya lebih dulu!” ucap Luo Feng dan ia maju menyerang Patriak Klan Qing.
Luo Feng menyerang dengan tangan kosong, ia bergerak maju sangat cepat seolah ia menghilang dan muncul tepat di hadapan musuhnya. Gerakannya benar-benar cepat, tapi Patriak Klan Qing masih bisa mengikuti kecepatan pergerakannya.
Dengan kedua tangannya Patriak Klan Qing menahan setiap serangan yang dilakukan Luo Feng, tapi ia merasakan tangannya mulai sakit setelah beberapa kali menahan serangan Luo Feng, dan ini adalah kali pertama ia merasakan rasa sakit setelah ribuan tahun berlalu.
Tidak perlu dipertanyakan, ia yakin kekuatan fisik lawan berada di atasnya, tapi ia masih yakin dengan kekuatannya, ia masih memiliki peluang besar mengalahkan siapapun yang menjadi lawannya.
“Kau ternyata cukup kuat!” ucap Patriak Klan Qing setelah berkali-kali ia berhasil menahan serangan Luo Feng.
Luo Feng yang mendengar ucapan Patriak Klan Qing, ia terkekeh pelan dan tidak ada niatan membalas ucapan orang itu. Daripada membalas ucapannya dengan kata-kata, Luo Feng memilih membalas dengan meningkatkan intensitas serangannya, dan sekarang ia lebih gencar menyerang Patriak Klan Qing yang menjadi lawannya.
Serangan Luo Feng tidak main-main, dan serangannya kali ini sedikit lebih cepat dan lebih kuat dari sebelumnya. Patriak Klan Qing yang sedang melawan Luo Feng, ia tahu jika lawannya meningkatkan kecepatan dan kekuatan serangannya, tapi ia masih terlihat tenang dan sebisa mungkin menghalau seluruh serangan yang dilakukan Luo Feng.
Patriak Klan Qing melompat mundur saat ia gagal menahan serangan Luo Feng. Beruntung ia tepat waktu saat melompat mundur jadi serangan Luo Feng tidak sempat mengenainya.
Orang-orang dari Klan Qing yang melihat jalannya pertarungan Patriak Klan Qing dan Luo Feng terkejut, melihat bagaimana Patriak Klan mereka dibuat mundur oleh lawannya. Selama ini Patriak Klan Qing tidak pernah melakukan gerakan mundur di tengah-tengah pertarungannya, tapi barusan terlihat jelas jika Patriak Klan Qing melompat mundur.
Luo Feng terkekeh melihat Patriak Klan Qing melompat mundur saat gagal menghalau serangannya, dan dengan tenang ia berkata, “Aku kira kamu tidak akan melompat mundur dan membiarkan seranganku mengenai tubuhmu, tapi ternyata kamu memilih melompat mundur hanya untuk menghindari seranganku, yang gagal kamu halau!”
“Sial! Sebelumnya aku tidak pernah mundur saat berhadapan dengan siapapun, tapi bocah ini bisa membuatku melakukan hal yang begitu memalukan!” gumamnya sangat pelan, dan selanjutnya ia berkata dengan suara lantang, “Aku akui jika setanganmu barusan gagal aku hindari, dan tentu saja aku akan terluka jika tidak segera melompat mundur menghindarinya. Akan tetapi aku pastikan kejadian barusan tidak akan pernah terjadi, dan setelah ini kau pasti akan aku buat babak belur!” Jika sebelumnya ia hanya bertahan, kini giliran Patriak Klan Qing melakukan serangan, dan tentu yang ia serang adalah Luo Feng.
Luo Feng dapat merasakan bahaya dan bahaya itu berasal dari sosok Patriak Klan Qing yang kini bersiap menyerangnya. Namun, ia sama sekali tidak gentar, dan ia sangat penasaran dengan kekuatan Patriak Klan Qing yang mana kekuatan orang itu telah berada di tingkat 2 ranah Supreme God Emperor, atau bisa dikatakan ia adalah sosok terkuat kedua di medan peperangan setelah dirinya.
Patriak Klan Qing melesat maju sangat cepat menyerang Luo Feng, dan ia melapisi tubuhnya menggunakan kekuatan elemen petir berwarna kuning, untuk menambah daya hancur daya serangnya.
Ia yakin dapat melukai Luo Feng dengan daya hancur serangannya, sampai akhirnya serangannya berhasil dihalau Luo Feng dengan sangat mudah. Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali serangannya berhasil dihalau, dan jelas terlihat kekuatan elemen petirnya sama sekali tidak berguna saat ia berhadapan dengan Luo Feng. Namun ia tidak begitu saja menyerah, dan terus saja menyerang Luo Feng.
Baang... Baang...
Boom... Boom...
Patriak Klan Qing melepaskan dua kali pukulan yang sangat kuat, dan seharusnya pukulan itu dapat mengalahkan kultivator dengan kekuatan satu tingkat lebih tinggi dari kekuatannya, tapi nyatanya setangan itu belum cukup untuk melukai Luo Feng.
Bukan hanya tidak terluka, tapi Luo Feng masih berdiri tenang di tempatnya, dan tidak terlihat adanya luka di tangan yang digunakan untuk menahan serangan Patriak Klan Qing. “Aku akui seranganmu barusan cukup kuat, tapi serangan itu masih belum cukup jika kamu ingin membuatku terluka!” ucap Luo Feng dengan santainya.
Mendengar itu, Patriak Klan Qing memandang Luo Feng dengan pandangan yang sulit diartikan. Ia memperhatikan baik-baik keadaan Luo Feng dari ujung kaki sampai ujung kepala, dan ia bisa melihat keadaan Luo Feng dalam keadaan baik-baik saja. ‘Bukankah seharusnya ia terluka oleh seranganku barusan, tapi kenapa ia masih saja terlihat baik-baik saja?’ ucapnya dalam hati dan ia sekarang sedang dilanda kebingungan.
Tentu saja Luo Feng masih dalam keadaan baik-baik saja tanpa adanya luka, dikarenakan serangan Patriak Klan Qing yang terlampau lemah untuk dapat melukainya. Ia bahkan tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya berdiri, sejak Patriak Klan Qing memulai serangannya.
Tubuh Patriak Klan Qing tiba-tiba kamu saat ia tidak lagi dapat melihat keberadaan Luo Feng, yang tiba-tiba saja menghilang dari tempatnya. Bukan sekedar bergerak cepat, tapi sekarang sosok Luo Feng benar-benar menghilang.
Luo Feng yang dianggap menghilang oleh Patriak Klan Qing, tiba-tiba ia muncul tepat di belakang Patriak Klan Qing, dan berkata dengan santai, “Jika aku ingin aku bisa langsung membunuhmu, tapi sepertinya aku tidak bisa melakukan itu karena aku merasa orang itu pasti akan dapat menyelamatkanmu dengan mudah!”
Patriak Klan Qing segera membalikkan tubuhnya, dan ia mencoba menyerang Luo Feng, tapi sosok Luo Feng sudah menghilang dan ia hanya menyerang angin.
“Hahahaha... kau tidak akan bisa memukukku meski itu hanya sekali!” ucap Luo Feng yang saat ini sudah berada di ketinggian, jauh dari tempatnya semula. Perpindahannya yang begitu cepat membuat Patriak Klan Qing menggertakkan giginya marah, dan ia sangat ingin memukuli wajah Luo Feng.
__ADS_1
Luo Feng semakin keras tertawa saat melihat kemarahan di wajah Patriak Klan Qing, lalu ia muncul kurang dari sepuluh langkah di hadapan Patriak Klan Qing. “Sebaiknya kamu menyerah, dan mengakhiri hidupmu sebelum aku memberi siksaan yang menyakiti padamu!”
Patriak Klan Qing tentu saja tidak akan menyerah, dan kembali ia mencoba menyerang Luo Feng, tapi hasilnya ia senantiasa gagal melakukannya.
Melihat bagaimana Luo Feng dsngan mudah terus-terusan menghindari serangannya, Patriak Klan Qing akhirnya mengeluarkan artefak berupa sepatu yang dapat meningkatkan kecepatannya, dan tidak lupa ia mengeluarkan pedan dari cincin ruang miliknya, lalu ia akan menggunakan semua itu untuk dapat melukai Luo Feng, tapi kalau bisa ia ingin langsung membunuhnya. “Dengan ini aku akan pastikan kau mati di tanganku!” teriak Patriak Klan Qing.
Swuushh... Swuushh...
Pergerakan Patriak Klan Qing dua kali lebih cepat dari sebelumnya, dan dengan sebuah pedang di tangan kanannya ia terlihat jauh lebih mengerikan dibandingkan sosoknya beberapa saat yang lalu. Namun, sosoknya masih terlihat biasa-biasa saja di mata Luo Feng.
“Apa kau yakin hanya dengan semua itu cukup untuk membuatku terluka? Sebaiknya buang jauh-jauh keyakinanmu itu karena apa yang saat ini kau lakukan, semua itu masih jauh dari kata cukup jika kau menginginkan kematianku, bahkan aku sangat ragu apa semua itu cukup untuk membuatku sedikit terluka!” ucap Luo Feng meremehkan keberadaan artefak dan senjata yang dimiliki Patriak Klan Qing, dan ia menganggap semua itu bukan sebagai ancaman untuknya.
Meski mendengar ucapan Luo Feng, Patriak Klan Qing sama sekali tidak menganggap apa yang diucapkan Luo Feng, dan ia tetap saja berusaha membunuh Luo Feng.
Patriak Klan Qing mengayunkan pedang di tangannya berusaha membelah tubuh Luo Feng menjadi dua bagian, tapi tebasan pedangnya hanya mengenai udara.
Luo Feng dengan mudah berhasil menghindari serangan Patriak Klan Qing. Ia memutuskan tidak menghentikan tebasan pedang itu menggunakan tangannya, dikarenakan ia tahu kekuatan pedang itu bisa saja membuat tangannya terluka, saat ia mencoba menghentikan pedang itu.
Saru serangannya memang gagal mengenai lawannya, tapi ia tidak begitu saja menyerah, dan kembali ia mengayunkan pedang dengan kecepatan dua kali lebih cepat dari sebelumnya.
Namun, berapa kalipun ia mengayunkan pedang di tangannya untuk melukai Luo Feng, tapi semua tebasan pedangnya hanya mengenai angin, dikarenakan Luo Feng dengan mudahnya berhasil menghindar serangannya.
“Kau, apa kau cuma bisa menghindar! Jika kau memang hanya bisa menghindar, makan teruslah menghindar selayaknya pengecut!” ucap Patriak Klan Qing yang sudah termakan amarah karena terus-terusan gagal melukai Luo Feng.
Noah tersenyum sinis setelah mendengar apa yang diucapkan Patriak Klan Qing. “Baiklah aku tidak akan lagi menghindar, tapi kau harus bersiap menghadapi seranganku!” ucapnya.
Melihat itu Patriak Klan Qing tidak mau kalah, dan ia segera menyelimuti pedang petirnya dengan kekuatan elemen petir berwarna hitam keunguan. “Aku tidak akan kalah dirimu!” teriaknya dan tanpa rasa takut ia bersiap menghadapi Luo Feng.
Luo Feng tersenyum penar melihat semangat yang dimiliki Patriak Klan Qing, dan dengan tenang ia berkata, “Bukan hanya kau yang tidak ingin kalah dalam pertarungan ini, tapi aku juga tidak ingin kalah darimu! Aku Luo Feng pasti dapat mengalahkan orang sepertimu!”
Slash... Slash...
Trang... Boom... Boom...
Luo Feng dan Patriak Klan Qing sama-sama mengayunkan pedang di tangannya, dan mereka saling berasu kekuatan pedang dan kekuatan elemen yang mereka miliki.
“Tebasan Pedang Petir Langit!” Patriak Klan Qing berteriak, dan kekuatan besar terkumpul di bilah tajam pedangnya, sebelum akhirnya ia mengayunkan pedang itu ke arah Luo Feng.
Booomm...
Serangan yang sangat dahsyat, membuat Luo Feng terdorong mundur beberapa langkah, dikarenakan ia tidak siapa dengan datangnya serangan cepat Patriak Klan Qing. Namun, meski terdorong mundur, ia sama sekali tidak terluka.
Luo Feng melebarkan senyum di wajahnya, saat ia merasakan kekuatan musuh yang bisa membuatnya terdorong mundur. “Cukup kuat, tapi masih belum cukup untuk membuatku terluka!”
Patriak Klan Qing yang sudah sangat marah, kemarahannya semakin meledak-ledak saat ia kembali mendengar kalimat merendahkan kekuatannya keluar dari mulut Luo Feng, lalu ia bersiap melakukan serangan selanjutnya.
“Tebasan Seribu Petir!” Patriak Klan Qing kembali menyerang, dan cukup sekali ia mengayunkan pedangnya, Luo Feng dapat melihat ribuan Petir melesat ke arahnya bagaikan anak panah yang seluruhnya terbuat dari kekuatan elemen petir.
__ADS_1
Tidak gentar dan juga tidak takut melihat semua itu, Luo Feng hanya mengayunkan pedangnya sekali, dan muncul kobaran api hitam yang langsung melahap seluruh petir yang melesat ke arahnya.
“Ti-Tidak mungkin! Bagaimana bisa kau melakukan semua itu pada salah satu serangan terkuatku?” ucap Patriak Klan Qing terkejut melihat apa yang baru saja terjadi.
Ia tidak menyangka serangannya dengan begitu mudah dapat dihentikan, padahal serangan itu mampu melukai seorang kultivator yang berada dua tongkat di atas tingkat kekuatannya.
“Gawat! Ternyata ia sangat kuat, jauh lebih kuat dari bayanganku. Apa aku harus menggunakan itu? Tetapi, aku tidak mungkin menggunakan itu saat ini karena aku menyiapkan semua itu untuk mengalahkannya!” gumam Patriak Klan Qing.
Ia yang ingin dikalahkannya adalah sosok yang selama ini dipanggilnya Tuan. Sosok itu, ia sangat ingin mengalahkannya, dikarenakan ia merasa harga dirinya sebagai Patriak Klan Qing sudah diinjak-injak, oleh orang yang hanya kuat tapi tidak memiliki kekuasaan.
“Tidak ada pilihan lain jika aku ingin mengalahkannya, dan dengan itu aku yakin dapat mengalahkannya! Serangan itu dapat memusnahkan seseorang dengan kekuatan di tingkat 7 ranah Supreme God Emperor, dan aku yakin sekalipun kuat, ia tentu belum melampaui kekuatan di tingkat itu! Tebasan Pedang Naga Petir Menghancurkan Surga, aku akan melenyapkanmu dengan jurus ini!” teriaknya dengan suara lantang, dan langit diatasnya seketika gelap bersamaan dengan munculnya kekuatan elemen petir yang saat ini mengelilingi tubuhnya.
Apa yang dilakukannya jelas terlihat oleh Luo Feng, dan kali ini ia tidak menganggap remeh kekuatan serangan yang sedang dihimpun Patriak Klan Qing. Meski serangan itu tidak cukup untuk membunuhnya, ia merasa tubuhnya akan sedikit terluka jika membiarkan serangan itu begitu saja mengenai tubuhnya.
Mengalirkan kekuatan seluruh elemen yang dikuasainya ke pedang elemen yang berada di genggaman kedua tangannya, Luo Feng dapat melihat badai elemen muncul di sekeliling tubuhnya, membuat semua yang ada di dekatnya hancur tidak bersisa.
Patriak Klan Qing yang sekilas melihat kekuatan Luo Feng, ia mulai tidak yakin jika jurus terkuatnya cukup untuk membunuh lawannya, sedangkan terlihat olehnya kekuatan jurus lawannya sangat kuat.
Petir, api, angin, air, es, lava, tanah, batu, kayu, besi, cahaya, kegelapan, bahkan elemen ruang dan waktu terlihat menyatu dalam serangan yang akan dilakukan Luo Feng, bisa dipastikan serangan itu dapat menghancurkan apapun yang menjadi target serangan.
Sedangkan serangan yang sedang dipersiapkan Patriak Klan Qing, serangan itu lebih terlihat seperti lelucon saat dihadapkan pada serangan Luo Feng yang menggabungkan seluruh kekuatan elemen miliknya. Kekuatan elemen petir Patriak Klan Qing memang kuat, tapi tidak sekuat kekuatan gabungan seluruh kekuatan elemen yang dimiliki Luo Feng.
Kini keduanya telah siap mengadu jurus siapa yang terkuat, tapi sekilas saja dilihat semua orang seharusnya sudah tahu jika jurus Luo Feng jauh lebih kuat dibandingkan jurus Patriak Klan Qing. Dari situ mereka bisa menyimpulkan siapa yang akan bertahan, dan siapa yang akan musnah.
“Aku akan mempertaruhkan semua di serangan ini! Sekalipun aku gagal membunuhnya dan berakhir dengan kematianku, aku tidak akan menyesal karena setidaknya aku melakukan pertarungan sampai akhir, dan tidak melarikan diri selayaknya seorang pengecut!” ucap Patriak Klan Qing.
“Mati kita mulai!” ucap Luo Feng dan ia langsung bergerak maju begitu juga dengan Patriak Klan Qing.
Saat jarak diantara keduanya semakin mendekat, Patriak Klan Qing mengayunkan pedangnya, dan tebasan pedang berwujud sosok naga petir melesat maju ke arah Luo Feng. Di sisi lain, Luo Feng juga mengayunkan pedangnya, dan tebasan pedang berbentuk sabit yang terbentuk dari gabungan seluruh elemennya melesat maju memusnahkan apapun yang berada di jalur lesatannya.
Swusshh...
Booomm...
Naga dan sabit saling berbenturan, dan hanya dalam waktu singkat naga petir lenyap, sedangkan tebasan berbentuk sabit terus saja bergerak menuju tubuh Patriak Klan Qing yang sudah pasrah menerima kematian.
“Belum saatnya kau mati!” Terdengar suara menggema di langit, sebelum sosok Patriak Klan Qing menghilang.
Booomm...
Serangan Luo Feng tidak mengenai siapa-siapa, tapi jelas ia melihat saat secara tiba-tiba tubuh Patriak Klan Qing menghilang.
“Hari ini memang bukan hari kematiannya, tapi tidak lama lagi kalian semua pasti mati!” ucap Luo Feng.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1