
Kematian seluruh anggota perkumpulan Naga Giok sudah bisa dipastikan, tapi saat ini mereka masih memiliki waktu untuk untuk berusaha membebaskan diri, meski semua usaha yang mereka lakukan akan berakhir sia-sia.
Ledakan demi ledakan terus saja terjadi saat Patriak Zhang Leng dan sisa anggota perkumpulan Naga Giok yang belum putus asa, terus-menerus menyerang array formasi yang mengurung mereka, membuat tak satupun dari mereka bisa pergi melarikan diri.
“Mereka hanya melakukan sesuatu yang sia-sia.” Luo Feng menggelengkan kepala melihat usaha Patriak Zhang Leng dan yang lainnya, yang masih saja berjuang meski perjuangan mereka tak membuahkan hasil.
Array formasi yang diciptakan Luo Feng untuk mengurung mereka bukanlah sesuatu yang mudah dihancurkan. Sekalipun berkali-kali di serang dengan kekuatan besar, array formasi itu masih terlihat kokoh, tak terlihat adanya tanda-tanda ada kerusakan.
Di sisi lain, di kediaman Klan Zhang, saat ini pertarungan tak berimbang terjadi di tempat itu saat kekuatan utama Klan Ye tiba-tiba menyerang kediaman Klan Zhang yang hanya dijaga sisa-sisa kekuatan perkumpulan Naga Giok. Meski ada array formasi yang melindungi kediaman Klan Zhang, array formasi dengan mudah dihancurkan Tetua Ye Peng yang memimpin penyerangan.
Luo Feng telah membekali Tetua Ye Peng sebuah artefak yang dapat menghancurkan segala jenis array formasi pelindung. Artefak itu berbentuk pedang, dan begitu pedang itu digunakan menebas array formasi yang melindungi kediaman Klan Zhang, array formasi seketika hancur, dan anggota Klan Ye langsung menyerang kediaman Klan Zhang.
Begitu mereka menyerang, banyak penjaga kediaman Klan Zhang yang langsung mati di tangan mereka, yang menyerang dengan tujuan memusnahkan seluruh orang di kediaman Klan Zhang.
Mereka tak kenal ampun. Seperti yang dipesankan Luo Feng pada mereka, sekalipun musuh sudah menjatuhkan senjata untuk menyerah, mereka tetap membunuh musuh yang menyerah.
Pria, wanita, tua, muda, maupun anak-anak, selama mereka berada di kediaman Klan Zhang, mereka akan bertemu kematian, sama persis seperti yang dilakukan perkumpulan Naga Giok saat memusnahkan seluruh penduduk di kota yang pernah mereka serang. Bahkan anggota perkumpulan Naga Giok membunuh bayi yang baru saja lahir, beserta ibu dari bayi itu.
Darah dibalas darah, nyawa dibalas nyawa. Meski apa yang mereka lakukan saat ini tak jauh berbeda dengan apa yang pernah dilakukan anggota perkumpulan Naga Giok, mereka merasa semua ini pantas dilakukan pada mereka yang berhubungan dengan perkumpulan Naga Giok.
Tidak membutuhkan banyak waktu membunuh seluruh orang di kediaman Klan Zhang, saat ini Tetua Ye Peng dan seluruh anggota Klan Ye yang ditugaskan Luo Feng menghancurkan kediaman Klan Zhang, mereka sedang melakukan penghancuran total pada kediaman Klan Zhang, membuat kediaman yang semula terlihat megah, kini keadaannya rata dengan tanah.
Setelah melihat kediaman Klan Zhang rata dengan tanah, sisa-sisa bangunan yang ada langsung di bakar, dan kobaran api seketika membumbung tinggi ke langit.
Tak menunggu sampai kobaran api padam, Tetua Ye Peng memimpin Tetua lainnya dan seluruh anggota Klan Ye kembali ke kediaman Klan Ye. Dalam perjalanan pulang, mereka mulai membayangkan apa yang sedang terjadi pada anggota perkumpulan Naga Giok yang menyerang kediaman Klan Ye.
Mereka yakin anggota perkumpulan Naga Giok belum mati, melainkan sedang dibuat putus asa oleh Luo Feng.
Setelah beberapa waktu berlalu, mereka semua dapat mendengar suara ledakan yang berasal dari kediaman Klan Ye, tapi jelas ledakan itu berasal dari luar kediaman Klan Ye. “Sepertinya mereka masih berusaha memasuki kediaman kita,” ucap Tetua Ye Peng sambil tersenyum.
__ADS_1
“Mereka pasti sudah sangat putus asa karena sekian lama berusaha, tapi tak kunjung berhasil menghancurkan apa yang sedari awal memang tidak mungkin bisa mereka hancurkan!” ucap Tetua lainnya, dan ia tersenyum seperti Tetua Ye Peng.
Mereka semakin mendekati kediaman Klan Ye setelah melewati keberadaan kota yang bisanya menjadi pertahanan pertama Klan Ye sebelum musuh berhasil menyerang garis terakhir pertahanan Klan Ye.
Berhenti di luar array formasi yang entah sejak kapan ada di sekitaran kediaman Klan Ye, mereka dapat melihat secara langsung Patriak Zhang Leng yang merupakan pemimpin tertinggi perkumpulan Naga Giok, seorang diri sedang berusaha menghancurkan array yang menghalanginya pergi melarikan diri.
Sedangkan anggota lainnya, mereka sudah terlihat sangar kelelahan, dan tak sedikit dari mereka sudah putus asa, tak lagi ada niatan menghancurkan array formasi yang membuat mereka tak bisa pergi menjauh dari kediaman Klan Ye.
Sementara itu, dia atas gerbang kediaman Klan Ye, Luo Feng yang melihat kembalinya kekuatan utama Klan Ye yang menyerang kediaman Klan Zhang, ia yakin mereka telah menyelesaikan tugas yang diberikan olehnya, dan artinya sekarang sudah saatnya ia bergerak memusnahkan perkumpulan Naga Giok.
Luo Feng menoleh, melihat Patriak Ye Yong yang berada di sebelahnya, dan berkata, “Patriak, sudah saatnya kita bergerak memusnahkan mereka! Jika kita tidak segera memusnahkan mereka, takutnya mereka sudah lebih dulu putus asa, dan tidak akan menarik menghadapi orang-orang yang telah putus asa.”
Patriak Ye Yong mengangguk setuju. “Menghadapi sekumpulan orang yang sudah putus asa memang tidak akan menarik, dikarenakan mereka hanya akan diam dan pasrah menerima kematian!”
Celah kecil muncul di array formasi, tepat di depan Luo Feng dan Patriak Ye Yong. Celah yang sama juga muncul di depan Tetua Ye Peng dan para Tetua Klan. Melihat muncul celah di depan mereka, semua orang tahu kalau sudah saatnya mereka memusnahkan seluruh anggota perkumpulan Naga Giok.
“Patriak, mari kita musnahkan mereka!” Tidak menunggu balasan Patriak Ye Peng, Luo Feng segera melesat maju, menyerang anggota perkumpulan Naga Giok yang masih sedikit memiliki semangat bertarung.
“Dasar pengecut! Beraninya kalian menyerang setelah membuat kami kelelahan dan putus asa. Kalian semua tak pantas menyandang nama seorang kultivator, kalian hanyalah sekumpulan pengecut!” Patriak Zhang Leng berteriak marah, dan begitu saja melesat maju menyerang pemuda yang bergerak ke arahnya.
Pemuda yang tak lain adalah Luo Feng, ia yang melihat Patriak Zhang Leng bergerak cepat ke arahnya, ia tahu kalau dirinya sedang diincar oleh orang itu. Namun, meski dihadapkan pada seorang Patriak Klan, ia masih terlihat sangat tenang dan santai.
“Kami bukanlah pengecut, tapi kami malas saja berurusan dengan orang lemah sepertimu, dan anggotamu yang juga sama lemahnya denganmu.” Hanya sedikit bicara, Luo Feng menambah kecepatannya, dan lebih dulu menyerang Patriak Zhang Leng terkejut dengan kecepatannya.
Dikarenakan karena sudah kelelahan setelah berkali-kali mencoba menghancurkan array formasi yang mengurungnya, Patriak Zhang Leng sama sekali tidak bisa mengimbangi kecepatan Luo Feng, dan ia hanya bisa bertahan tanpa bisa melakukan serangan balasan.
“Kamu memang lemah, bahkan pemuda sepertiku dapat membuatmu kewalahan.” Luo Feng menghina Patriak Zhang Leng yang sama sekali tidak bisa membalas serangannya.
Sedangkan Patriak Zhang Leng yang di hina, jelas saja ia marah, tapi ia sama sekali tidak bisa membalas hinaan Luo Feng.
__ADS_1
Baang... Baang... Booomm...
Patriak Zhang Leng terpental setelah berkali-kali terkena pukulan dan tendangan Luo Feng. Ia merasakan sakit di dadanya dan kesulitan bernapas, dikarenakan pukulan dan tendangan Luo Feng tepat mengenai dadanya.
“Apa kau sudah tak lagi sanggup melanjutkan pertarungan? Kalau kemang sudah tidak sanggup mari kita akhiri ini dengan cepat!” Luo Feng bersiap membunuh Patriak Zhang Leng.
Akan tetapi, saat ia ingin segera mengakhiri hidup Patriak Zhang Leng, tubuh pria itu tiba-tiba saja memancarkan aura kegelapan.
Luo Feng segera menggunakan kekuatan elemen cahaya untuk melindungi tubuhnya dari kuatnya aura kegelapan, yang dikeluarkan Patriak Zhang Leng.
“Aku tidak menyangka tenyata kau memiliki kekuatan iblis kegelapan. Dikarenakan memiliki kekuatan yang terlarang di Alam Semesta ini, jangan harap kau bisa melihat hari esok setelah bertemu denganku!” Luo Feng menunjukkan kekuatan elemen cahaya miliknya, membuat Patriak Zhang Leng tertekan, dan ia tak menyangka jika lawannya memiliki kekuatan elemen cahaya, yang sudah jutaan tahun lamanya kekuatan elemen itu menghilang.
“Si-si-siapa kau sebenarnya? Kau jelas bukan bagian dari Klan Ye!” Dengan terbata-bata, Patriak Zhang Leng bertanya tentang identitas Luo Feng, dikarenakan ia yakin Luo Feng bukan bagian dari Klan Ye.
“Aku memang bukan bagian dari Klan Ye, tapi aku memiliki hubungan dengan Klan Ye. Perkenalkan, aku Luo Feng, dan keberadaanku adalah untuk memusnahkan keberadaanmu dan keberadaan perkumpulan Naga Giok!” Luo Feng tak menutupi identitasnya dari Patriak Zhang Leng.
Tubuh Patriak Zhang Leng gemetar hebat saat ia tahu siapa musuhnya, yang ternyata seorang Luo. Dia benar-benar tak menyangka jika Klan Luo benar-benar masih ada, dan sekarang salah satu sosok dari Klan itu berada di hadapannya.
Tak mungkin mengalahkan kekuatan seorang Luo yang juga memiliki kekuatan elemen cahaya. Meski saat ini ia telah menunjukkan kekuatannya yang merupakan kekuatan iblis kegelapan, kekalahannya sudah dipastikan sekalipun ia bersungguh-sungguh melakukan perlawanan.
Kekuatan iblis kegelapan miliknya memang kuat, tapi kekuatan iblis kegelapan lemah terhadap kekuatan elemen cahaya, dan saat ini ia merasa kekuatannya semakin lemah setelah terus merasakan pancaran kekuatan cahaya, yang dikeluarkan Luo Feng.
“Iblis sekalipun tidak akan mempelajari kekuatan iblis kegelapan yang hanya akan membuat mereka dimusuhi oleh semesta. Namun kau yang seorang manusia justru mempelajari kekuatan terlarang, yang menjadikanmu musuh seluruh makhluk hidup di semesta ini.”
Kekuatan iblis kegelapan bukanlah kekuatan seorang iblis, melainkan kekuatan yang bisa dipelajari, dan syarat untuk mempelajari kekuatan iblis kegelapan adalah pengorbanan seratus ribu jiwa, yang artinya Patriak Zhang Leng telah mengorbankan seratus ribu jiwa untuk mempelajari kekuatan iblis kegelapan, dan karena syarat itu juga yang membuat kekuatan iblis kegelapan terlarang untuk dipelajari.
Tidak ingin Patriak Zhang Leng menggunakan kekuatan iblis kegelapan untuk menyerang orang-orang dari Klan Ye, Luo Feng yang tubuhnya telah terselimuti kekuatan elemen cahaya, ia langsung saja maju menyerang Patriak Zhang Leng. Dengan kekuatan elemen cahaya ia berhasil melemahkan kekuatan musuh, dan tanpa ampun menyerang musuh yang lagi-lagi tak mampu memberinya perlawanan.
“Sudah saatnya orang sepertimu bertemu dengan Dewa Kematian, dan bersiaplah menanggung semua dosa yang sudah kau lakukan!”
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.