
Luo Feng perlahan membuka matanya saat ia merasakan setitik cahaya mengganggu tidurnya. Meraba sisi kiri tempat tidurnya di saat kedua matanya belum terbuka sempurna, ia tidak merasakan keberadaan seseorang yang seharusnya berada di tempat itu. Begitu membuka mata, ia melihat jika hanya dirinya seorang diri yang berada di atas tempat tidur.
Duduk di atas tempat tidur dan menajamkan pendengarannya, Luo Feng bisa mendengar suara gemericik air, yang menandakan jika ada seseorang yang sedang membersihkan diri di tempat pemandian yang bisa diakses dari kamarnya.
Tentu saja Luo Feng bisa menebak dengan pasti siapa sosok yang sedang membersihkan diri.
“Sepertinya dia langsung pergi membersihkan diri begitu terbangun dari tidurnya, dan dimanapun itu wanita bakal menghabiskan banyak waktu saat sedang membersihkan tubuhnya,” ucap Luo Feng, lalu ia memakai kembali pakaiannya yang berserakan di sekitaran tempat tidur.
Sementara itu di tempat pemandian, Luo Xue membersihkan tubuhnya dari keringat yang membuat tubuhnya lengket dan terasa tidak nyaman. Sambil membersihkan diri, ia teringat sesuatu yang besar milik Luo Feng, yang sebelumnya menyatu dengan tubuhnya.
Luo Xue menggigit bibir bawahnya saat ia mengingat betapa nikmatnya saat miliknya dan milik Luo Feng menyatu, dan jika tidak melihat dan merasakannya secara langsung, ia tidak akan percaya jika sesuatu yang besar bisa masuk dan tertelan sepenuhnya ke tempat yang sangat sempit.
Membayangkan semua itu membuat tubuhnya menghangat, dan ia segera menggunakan air dinginnya untuk mendinginkan suhu tubuhnya. Air dingin memang bisa mendinginkan tubuhnya, tapi tidak bisa menghilangkan bayang-bayang kejadian tadi malam.
Apalagi, berkat kejadian tadi malam ia juga berhasil mendapatkan terobosan besar, yang mana kekuatannya saat ini sudah berada di tingkat 10 ranah Supreme God Emperor, dan tinggal satu langkah lagi untuk menerobos ranah Immortal God.
Ia tahu apa yang dilakukan semalam dengan Luo Feng bisa dikatakan sebagai salah satu cara berkultivasi, yaitu kultivasi ganda. Saat pertama kali melakukannya, kultivasi ganda dapat memberi banyak manfaat untuk peningkatan kekuatannya, tapi manfaat itu akan semakin berkurang saat terlalu sering melakukan kultivasi ganda.
Namun, bagi seorang pria, ia bisa mendapatkan manfaat puncak kultivasi ganda dengan melakukan dengan seorang gadis. Sedangkan untuk kuktivator wanita, manfaat puncak kultivasi ganda dapat kembali di dapatkan jika ia rela menyerahkan tubuhnya pada puluhan pria, yang mana pria itu haruslah jauh lebih kuat darinya.
Luo Xue tentu saja tidak akan melakukan itu, dikarenakan ia hanya ingin menyerahkan tubuhnya pada pria yang dicintainya, dan satu-satunya pria yang dicintainya adalah Luo Feng, suaminya.
__ADS_1
Akan tetapi, ia tidak akan pernah mencegah jika Luo Feng ingin memiliki wanita lain selain dirinya, sekalipun nantinya Luo Feng bakalan memiliki lebih dari seratus wanita.
Menyudahi acara membersihkan tubuh yang memang sudah bersih, Luo Xue hanya menggunakan pakaian tipis saat keluar dari tempat pemandian.
Pakaian yang saat ini dikenakan Luo Xue untuk menutupi tubuhnya benar-benar sangat tipis, bahkan Luo Feng yang melihatnya, ia jelas bisa melihat jelas keindahan tubuh Luo Xue, seolah istrinya itu sedang tidak mengenakan apapun untuk menutupi tubuh indahnya. Sebagai pria normal dan disuguhi pemandangan yang begitu menggoda di pagi hari, tentu saja ada yang bangkit dan berdiri kokoh dengan urat-urat yang keluar. Namun, Luo Feng tahu jika saat ini bukan waktu yang tepat untuk melakukannya.
Sebentar lagi ia dan Luo Xue harus melakukan penghormatan pagi pada para orangtua, jadi mereka bisa terlambat jika dirinya memaksakan keinginan miliknya. Oleh karena itu, daripada datang terlambat, ia memilih pergi ke tempat pemandian, dan ia punya cara tersendiri untuk membuat miliknya tertidur dengan cepat.
Luo Xue yang melihat suaminya buru-buru pergi ke teko pemandian, dan ia juga melihat tangan kanan suaminya itu memegang sesuatu yang beberapa waktu sebelumnya menyatu dengan tubuhnya, melihat semua itu ia tidak bisa menahan tawa, dan pada akhirnya ia tertawa cekikikan, dikarenakan tahu apa yang terjadi pada suaminya.
“Salahku juga kenapa harus memakai pakaian setipis ini saat keluar dari kamar mandi, dan lagi sepertinya bukan hanya Gege yang ingin kembali melakukannya, tapi akupun juga menginginkannya! Kalau saja tidak harus melakukan penghormatan pagi, mungkin aku bisa meminta Gege kembali melakukannya!” gumam Luo Xue, dan setelahnya ia tertawa lirih.
Tidak mungkin melakukan itu di pagi yang cerah ini, Luo Xue segera memakai pakaiannya, tanpa memanggik pelayan yang sebenarnya sudah berbaris rapi di luar kamar pengantin.
Sedangkan Luo Feng yang baru saja keluar dari tempat pemandian, ia sudah berpakaian lengkap begitu keluar, dan senyuman terlihat di wajahnya, saat ia melihat kecantikan Luo Xue. Melihat itu, ia merasa sangat beruntung karena memiliki wanita yang begitu sempurna.
Setelah Luo Xue selesai dengan seluruh persiapan yang dilakukan seorang diri tanpa adanya satupun pelayan yang membantunya, Luo Feng yang membantu menyempurnakan penampilan Luo Xue dengan sebuah jurus yang ia pelajari dari sebuah kitab, dengan tangan Luo Xue yang mengait lengannya, Luo Feng membawa istri gantinya ke tempat dimana mereka akan melakukan upacara penghormatan pagi pada Luo Yuxuan, Hua Mayleen, dan juga pada Tetua Agung Luo Ang.
Dikarenakan mereka tiba di waktu yang tepat untuk melakukan upacara penghormatan pagi pada para orangtua, Luo Feng dan Luo Xue segera melakukan apa yang sudah seharusnya mereka lakukan.
Upacara penghormatan pagi pada para orangtua dilakukan dengan cara bersujud sebanyak tiga kali di hadapan masing-masing orangtua, yang artinya mereka akan bersujud sebanyak tiga kali di hadapan Luo Yuxuan dan Hua Mayleen, dan bersujud dalam jumlah yang sama di hadapan Tetua Agung Luo Ang.
__ADS_1
Luo Feng dan Luo Xue dengan begitu tulus melakukan upacara penghormatan pagi pada para orangtua, dan setelah upacara penghormatan pagi selesai, mereka semua melakukan makan pagi bersama, dan sebagai pasangan pengantin baru, Luo Xue menyerahkan kain putih yang dilipat rapi pada Hua Mayleen.
Hua Mayleen tersenyum saat menerima apa yang diberikan Luo Xue padanya. Dengan Luo Xue berani memberikan lipatan kain yang sekarang sudah berada di tangannya, Hua Mayleen tahu jika putranya telah menjadi pria sejati, dan menantunya telah menjadi seorang wanita yang sesungguhnya.
Luo Feng tahu kain apa yang diserahkan Luo Xue pada ibundanya, dan itu semua memang tradisi di Klan Luo.
Setelah Luo Xue dan Hua Mayleen menyelesaikan apa yang memang harus mereka selesaikan, acara makan pagi bersama akhirnya bisa dimulai.
Di saat para orangtua hanya menghabiskan sedikit makanan di pagi hari, berbeda dengan Luo Feng dan Luo Xue, yang mana keduanya menghabiskan banyak makanan pagi ini, tapi tidak ada yang merasakan keanehan dari semua itu.
Usai makan pagi bersama dimana kebanyakan makanan dihabiskan oleh Luo Feng dan Luo Xue, keduanya harus membuka jalannya pesta hari ini, dan mereka akan terus melakukan pembukaan jalannya pesta sampai hari ketujuh, yang mana selain menjadi hari penutupan pesta, di hari itu juga akan diadakan pesta lampion di kediaman utama Klan Luo.
Para tamu undangan juga tidak ada yang pergi meninggalkan kediaman utama Klan Luo, dikarenakan mereka ingin menikmati jalannya pesta pernikahan Luo Feng dan Luo Xue dari awal sampai akhir.
Lagipula, setelah berakhirnya pesta pernikahan selama tujuh hari tujuh malam, di kediaman Klan Luo akan berlangsung upacara pengangkatan Luo Feng sebagai Patriak Klan Luo, dan tentunya para tamu undangan pesta pernikahan juga akan diundang dalam upacara itu.
Oleh karena itu, para tamu memilih tetap tinggal di kediaman utama Klan Luo, daripada mereka harus mengulang perjalanan dalam kurun waktu yang cukup berdekatan.
Pesta hari ini pun akhirnya dimulai, begitu Luo Feng dan Luo Xue membuka acara pesta, dan untuk beberapa waktu kedepan mereka akan bersama-sama semua orang menikmati jalannya pesta.
......................
__ADS_1
Bersambung.