
Luo Feng, Luo Xue, Luo Long, serta Luo Nui yang berada di luar penginapan, keberadaan mereka cukup menarik perhatian banyak orang. Luo Long yang terlihat begitu tampan dan menawan meski masih jauh jika dibandingkan dengan Luo Feng yang saat ini menggunakan topeng separuh wajah untuk menutupi wajahnya, keberadaan cukup menarik perhatian para wanita.
Sedangkan Luo Xue dan Luo Nui, meski keduanya samasa memakai cadar, tapi sayangnya cadar itu bukan membuat mereka terlihat buruk, melainkan cadar itu membuat kecantikan mereka terlihat sangat misterius, dan semakin banyak orang yang penasaran akan wajah dibalik cadar merek, termasuk beberapa pemuda, yang saat ini datang menghampiri kelompok Luo Feng.
Menatap tidak suka keberasaan yang berjalan mendekat ke tempatnya berhenti, Luo Feng segera saja membawa kelompok kecilnya melanjutkan perjalanan mengelilingi kota pertama, yang mereka singgahi sejak berada di Alam Surgawi.
“Gege, sepertinya mereka terus mengikuti kita!” ungkap Luo Xue yang risih dengan keberadaan para pemuda, yang terus saja mengikuti kelompok kecilnya.
Luo Feng yang mendengar itu, dengan tenang dia berkata, “Selama mereka tidak mengganggu kita, abaikan saja keberadaan mereka! Namun, jika mereka berani berbuat macam-macam, aku sendiri yang akan membereskan mereka!”
Anggukan kecil Luo Xue menjadi balasan atas apa yang baru diucapkan Luo Feng, dan setelahnya mereka melanjutkan perjalanan tanpa mempedulikan beberapa pemuda yang terus saja mengikuti mereka.
Kelompok kecil Luo Feng terus saja berkeliling kota sambil mencari informasi masi sebanyak-banyaknya tentang Istana Penguasa Alam Surgawi.
Tidak sulit bagi mereka menemukan banyak informasi tentang istana itu. Tanpa bertanya-tanya pada orang-orang yang mereka temui, ternyata sedang ramai orang yang sedang membicarakan keanehan, yang sedang berlangsung di Istana Penguasa Alam Surgawi sejak beberapa hari terakhir. Seluruh kawasa istana terselimuti kabut hitam, yang nyatanya itu adalah kabut racun.
Semua orang memperkirakan seluruh penghuni istana itu telah mati, termasuk Penguasa Alam Surgawi, istrinya, dan seluruh anggota keluarganya. Ada juga kemungkinan jika seluruh Pantau yang selama ini berada di belakang Penguasa Alam Surgawi beserta istrinya, mereka juga sudah mati dalam bencana yang terjadi di istana itu.
Ketika Luo Feng ingin menghampiri seseorang guna menanyakan letak pasti keberadaan Istana Penguasa Alam Surgawi, tiba-tiba saja sekelompok pemuda yang sebelumnya terus mengikuti mereka, mereka mendahului langkah kaki kelompok kecil Luo Feng, dan saat ini mereka berdiri di hadapan kelompok kecil Zhou Tian.
“Hei kalian dua wanita, kenapa kalian menggunakan cadar untuk menutupi wajah? Apa kalian ingin menyembunyikan kecantikan dari kami? Sebaiknya kalian segera membuka cadar, dan jika kalian benar-benar cantik, kalian harus ikut bersenang-senang bersama kami!” ucap salah satu pemuda sambil menatap bergantian Luo Xue dan Luo Nui.
Para pemuda itu adalah putra orang-orang berpengaruh di kota, tapi selama ini tidak ada satu orang pun yang berani melaporkan tindakan buruk mereka pada orangtuanya masing-masing. Mereka takut pada ancaman para pemuda itu, meski seluruh orangtua para pemuda menegaskan supaya melaporkan tindakan buruk yang dilakukan putra mereka, selama di kota.
__ADS_1
Mereka bukanlah sekumpulan orangtua yang membela anaknya, bahkan mereka tidak akan segan memberi hukuman mati jika anaknya bersalah. Jadi mereka akan senantiasa bersikap adil, dan membela kebenaran. Namun sayangnya banyak penduduk kota yang lebih takut pada putra mereka, dibandingkan mereka yang jauh lebih kuat dan lebih berkuasa.
Sementara itu Luo Xue dan Luo Nui yang mendengar ucapan pemuda asing, mereka benar-benar mengabaikan mereka. Apalagi pemuda itu telah mengucapkan sesuatu yang sangat tidak penting, jadi mereka memilih mengabaikannya, dan fokus pada pasangan masing-masing.
“Apa pendengaran kalian bermasalah, atau justru mulut kalian yang bermasalah? Kalau seperti itu, aku biarkan aku sendiri yang membuka cadar kalian!” pemuda yang terus saja bicara, dengan begitu berani dan tanpa berpikir panjang, dia mengulurkan tangan dan mencoba meraih cadar Luo Xue, tapi sebelum berhasil melakukannya, kejadian buruk terjadi padanya.
Aaaaargh...
Pemuda itu berteriak kesakitan saat tangan yang dia gunakan untuk menyentuh cadar Luo Xue tiba-tiba patah. Semua orang melihat bagaimana tangan itu tiba-tiba patah, dan mereka sama sekali tidak bisa melihat siapa yang telah melakukannya.
Wanita yang berurusan dengan pemuda itu hanya diam, begitu juga dengan anggota enggota kelompok kecilnya. Mereka sama sekali tidak curiga jika orang-orang itu yang melakukannya. Namun, mereka curiga jika yang melakukan itu berhubungan dengan empat orang yang terlihat sangat tenang, meski mereka sedan berhadapan dengan para putra orang-orang berpengaruh di kota.
Ada tiga kemungkinan yang membuat keempatnya masih terlihat begitu tenang. Pertama, keempatnya tidak mengenal siapa kelompok pemuda yang menghadang mereka, kedua mereka berempat memiliki kekuasaan jauh lebih besar dari semua orang yang berada di kota, atau yang ketiga, mereka tidak memandang kekuatan yang dimiliki seluruh orang di kota.
Sedangkan Luo Xue yang melihat bagaimana tangan pemuda itu patah, dia tahu siapa yang melakukannya, dikarenakan sebelumnya dia merasakan kekuatan tipis yang berasal dari seseorang, yang telah memotong tangan pemuda itu.
Para pemuda lainnya yang tidak merasakan kesakitan, mereka segera bersikap waspada, dan entah kenapa mereka merasa jika keputusan mengganggu ke-empat sosok di hadapan mereka merupakan sebuah kesalahan.
Begitu tidak lagi merasakan rasa sakit, pemuda yang lukanya sudah berhenti mengeluarkan darah setelah dia menelan pil penyembuh, tiba-tiba dia berteriak ke arah Luo Xue, “Wanita sialan, aku yakin kau lah yang melakukan semua ini padaku!” Saat tangan kanannya tidak lagi bisa digunakan, dia menggunakan tangan kirinya untuk menyerang Luo Xue.
Namun sebelum dia berhasil menyakiti Luo Xue, Luo Feng lebih dulu berada si hadapan pemuda itu, dan dia langsung saja mencengkram leher pemuda itu dengan begitu kuat. Tanpa banyak bicara, Luo Feng langsung saja mematahkan leher pemuda di hadapannya.
Setelahnya, Luo Feng berkata begitu dingin, “Berani memiliki niat buruk pada istriku, hanya kematian yang pantas untuk orang sepeetimu!” Tubuh pemuda yang sudah mati dilempar begitu saja oleh Luo Feng, ke arah para pemuda yang masih diam mematung di tempat, setelah mereka melihat kejadian yang begitu cepat.
__ADS_1
Luo Feng adalah pribadi yang baik dan hangat pada orang-orang baik, tapi pada mereka yang memiliki sifat buruk, dia akan berubah menjadi sosok dingin yang kejam, dan tidak akan sungkan membunuh mereka yang telah melakukan hal buruk.
Para pemuda yang sadar dari keterkejutan setelah melihat apa yang terjadi, mereka segera melihat tampilan mayat salah satu teman mereka, teman yang selama ini paling berani melakukan kesenangan, meski merugikan banyak orang.
“Katakan padaku, apa dia benar-benar telah membunuh Tuan Muda Ke-tiga?” tanya salah satu pemuda.
Salah satu pemuda segera mengecek napas sosok pemuda yang selama ini dipanggil sebagai Tuan Muda Ke-tiga. Setelah memastikan tidak ada napas yang masuk ataupun yang keluar, dia memastikan jika Tuan Muda Ke-tiga telah mati.
“Nak, kamu telah berani membunuh salah satu putra penguasa kota. Selam ini penguasa kota memang baik pada semua orang, dan dia senantiasa menghukum orang-orang yang salah. Putranya saat ini memang berada dalam posisi yang salah karena telah mengganggu istrimu, tapi membunuhnya itu hanya bisa dilakukan oleh penguasa kota. Jika yang melakukannya orang lain, bisa dipastikan orang itu akan menerima murka penguasa kota. Anak muda, semoga kamu bisa selamat dari murka penguasa kota!” pria tua yang berada tidak jauh dari Luo Feng berkata, dan jelas Luo Feng dapat mendengarnya.
Baru juga pria tua selesai berkata, Luo Feng dapat merasakan keberadaan sosok kuat bergerak cepat ke arahnya, dan tidak lama kemudian dia melihat sosok pria dewasa dengan jenggot panjang, melayang tepat di atasnya.
Merasa tidak suka ada orang yang berada di atasnya, Luo Feng menggerakkan jari tangannya, dan tiba-tiba saja pria yang melayang di ketinggian jatuh dengan kecepatan tinggi, dan tubuhnya menghantam tanah. “Aku tidak suka pada orang yang berani berada di atasku! Penguasa Alam ini saja tidak memiliki keberanian untuk melakukannya, tapi kau yang hanya penguasa kota kecil berani melakukannya! Apa kau ingin mati bersamaan dengan musnahnya kota ini?”
Swush...
Booomm...
Aura kuat meluap keluar dari tubuh Luo Feng, menekan seluruh orang yang ada di kota, termasuk penguasa kota. Melihat semua orang tertekan, Luo Feng tersenyum sinis menatap mereka, “Aku hanya membunuh orang yang berani mengusikku, atau mengusikk orang-orangku! Jika kau ingin membalas kematian putramu padaku, lakukan jika kau bisa melakukannya!” ucap Luo Feng tenang, dan masih menunjukkan senyuman sinis di wajahnya.
......................
Bersambung.
__ADS_1