
Genap satu bulan Luo Feng melatih seluruh anggota Klan Ye, dan ia bisa melihat hasil dari latihan keras mereka selama satu bulan ini. Selain berhasil meningkatkan ranah kultivasi, pondasi kekuatan anggota Klan Ye juga semakin sempurna.
Dengan kekuatan meraka saat ini ditambah kesempurnaan pondasi kekuatan yang mereka miliki, mereka dapat seimbang seandainya melawan lawan, dengan kekuatan dua tingkat di atas mereka.
Orang terkuat di Klan Ye masihlah Patriak Ye Yong yang saat ini kekuatannya berada di ranah Martial God tingkat 7, tapi ia hanya berada dua tingkat di atas Tetua Ye Peng dan Tetua Ye Rui.
Sementara itu untuk kelima muridnya, ia telah membuat mereka semua menerobos ranah Martial God, dan tetap Shen Huang adalah yang terkuat dengan sudah berada di tingkat 5, sedangkan yang lainnya berada di tingkat 3 sampai tingkat 4.
Ia sendiri masih belum tahu seberapa besar kekuatan miliknya, dikarenakan kekuatannya rasanya tidak sebatas ranah Supreme God Emperor, yang selama ini diketahui sebagai ranah tertinggi yang bisa dicapai seorang kultivator, tapi selama ini belum pernah ada yang mencapai ranah itu. “Mungkin masih ada ranah di atas Supreme God Emperor, yang selama ini belum ada yang mengetahuinya!” gumam Luo Feng.
Kalau benar kekuatannya telah melampaui ranah Supreme God Emperor, berarti saat ini ia adalah sosok terkuat di Alam Semesta, bahkan jika ada seribu sosok sekuat Patriak Klan Qing yang menjadi musuhnya, ia tidak perlu gentar berharap dengan mereka, yang jelas bisa dengan mudah dikalahkannya. Namun, entah kenapa ia masih saja belum yakin dapat mengalahkan kekuatan Klan Qing dengan kekuatannya saat ini.
Merasa cukup memikirkan kekuatannya, ia memutuskan keluar kamar, dan hal pertama yang ingin ia lakukan setelah keluar kamar adalah melihat perkembangan kekuatan kelima muridnya yang dalam sepuluh hari ke depan ia tugaskan terus berkultivasi karena dalam sepuluh hari ia dan mereka akan pergi meninggalkan Pulau Kecil Yue Dao.
Sampai di tempat kultivasi kelima muridnya, melihat kecepatan kultivasi mereka berlima, ia yakin dalam sepuluh hari mereka setidaknya sudah berada di atas tingkat 7 ranah Martial God.
Sedangkan untuk Patriak Klan Ye dan kedua Tetua Klan yang hanya sedikit lebih lemah dari Patriak Klan, ia yakin mereka bertiga dapat melampaui ranah Martial God dalam sepuluh hari ke depan. Jika itu terjadi, Klan Ye segera bisa meninggalkan Pulau Kecil Yue Dao dan pindah ke salah satu Pulau Besar.
“Jika ingin pindah ke Pulau Besar, aku berharap Klan Ye pindah ke Pulau Besar Naren Dao karena di sana banyak dihuni klan-klan yang baru saja berpindah dari Pulau kecil!”
Luo Feng akan menyarankan Patriak Klan Ye untuk membawa Klan Ye pindah ke Pulau Besar Naren Dao jika berkeinginan meninggalkan Pulau Kecil Yue Dao. Pindah ke Pulau Besar yang dihuni banyak Klan kuat, semua itu hanya akan menjadi mimpi buruk untuk Klan Ye yang sedang berkembang.
Meninggalkan kelima muridnya yang sedang fokus berkultivasi, Luo Feng melihat-lihat keadaan Klan Ye yang tidak lagi sepi seperti hari-hari sebelumnya, dan saat ia keluar dari kediamannya, siapapun yang melihat keberadaannya, mereka segera menundukkan kepala memberi hormat. Tidak ada paksaan saat mereka menundukkan kepala menghormati keberadaannya, yang terlihat mereka justru sangat senang karena bertemu dengannya, dan bisa memberi hormat langsung di hadapannya.
Seandainya ia tidak melarang orang-orang berlutut dan hanya mengizinkan mereka semua menundukkan kepala saat memberi hormat padanya, mungkin di sepanjang jalan ia akan melihat banyak orang yang dengan senang hati berlutut padanya.
__ADS_1
Semua anggota Klan Ye telah tahu kalau dirinya adalah bagian dari Klan Luo, dengan status seorang Tuan Muda. Ditambah banyak hal yang sudah ia lakukan untuk membantu kebangkitan Klan Ye, semua orang menghormatinya, selayaknya ia adalah seorang Dewa.
Ia senantiasa tersenyum untuk membalas orang-orang yang memberi penghormatan padanya, sampai akhirnya ia berada di gerbang yang akan membawanya ke luar dari kawasan kediaman Klan Ye.
Luo Feng mengatakan pada sepuluh anggota Klan Ye yang menjaga gerbang kalau ia ingin keluar, melihat-lihat keramaian kota yang mengelilingi kawasan kediaman Klan Ye, dan kota itu sekarang menyatakan diri sebagai bagian dari kediaman Klan Ye, meski hanya menjadi bagian dari kediaman luar.
Meski hanya sebagian kediaman luar, keamanan kota saat ini juga menjadi tanggung jawab anggota Klan Ye.
Mengetahui Luo Feng ingin melihat-lihat kota, gerbang kediaman Klan Ye segera terbuka, dan ada dua orang yang menawarkan diri untuk menemani Luo Feng berkeliling karena mereka sudah mengetahui seluk-beluk kota.
“Aku ingin berkeliling seorang diri, dan aku harap kalian tidak kecewa karena saat ini aku memang sedang ingin sendirian!” ucapnya memberi penjelasan supaya tidak ada satu orang pun yang kecewa dengan keputusannya.
Mereka yang menawarkan diri ingin menemaninya akhirnya mengerti jika dirinya ingin pergi seorang diri. Sebenarnya mereka kecewa, tapi setelah mendengar penjelasan Luo Feng, rasa kecewa itu seketika berganti rasa kagum karena mereka merasa Luo Feng sangatlah perhatian pada mereka yang hanya anggota biasa di Klan Ye.
Setelah melewati gerbang Klan Ye, Luo Feng segera disuguhkan pemandangan kota yang sangat ramai, tapi ia masih bisa menemukan orang-orang dengan pakaian Klan Ye di beberapa sudut Kota. “Sepertinya mereka diperbantukan untuk menjaga keamanan kota yang setiap harinya semakin ramai!” gumamnya.
Melihat-lihat kota, perhatiannya segera tertuju pada arena pertarungan bebas yang berada di pusat keramaian kota. Semua orang bebas melakukan pertarungan di atas arena asalkan orang itu memiliki nyali melawan juara bertahan saat ini.
Saat ini seorang pria dengan pakaian berwarna biru dengan senjata sebuah tombak adalah sosok juara bertahan. Dengan kekuatan yang telah mencapai ranah Martial King tingkat 7, sangat sedikit orang yang berani menantangnya, bahkan ia membiarkan dua orang menyerangnya secara bersamaan, dan hasilnya tetap ia yang keluar sebagai pemenang.
Saat Luo Feng berada di dekat arena pertarungan bebas, tidak ada orang yang terlalu memperhatikan keberadaannya karena perhatian semua orang sedang tertuju ke atas arena, yang mana saat ini seorang wanita berpakaian serba putih dengan cadar menutupi sebagian wajahnya naik ke atas arena, dan dengan beraninya ia menantang juara bertahan.
Banyak orang yang berteriak supaya wanita yang terlihat lemah itu segera turun, dan jangan menyiksa diri dengan melawan seseorang yang mungkin tidak bisa dikalahkannya.
Namun wanita itu mengacuhkan suara teriakan semua orang, dan dengan santainya ia menatap pria berpakaian biru dengan tombak di tangannya. Sedangkan pria yang ia tatap, pria itu mulai bersikap waspada.
__ADS_1
‘Bagaimana mungkin wanita itu lemah, di saat ia bisa menjadi sosok terkuat di Pulau Kecil Yue Dao, tentunya jika aku tidak berada di tempat ini?’ Luo Feng berbicara dalam hati, dan ia sangat kagum dengan wanita muda di atas arer yang sudah memiliki kekuatan di ranah Heavenly Emperor tingkat 7.
Menghadapi lawan yang hanya berada di ranah Martial King, hanya dengan kekuatan ujung kukunya, wanita itu dengan mudah dapat mengalahkan lawan, dan menggantikan posisinya sebagai juara bertahan.
Melihat wanita yang menjadi lawannya tidak bergerak setelah berhenti di jarak lima langkah di depannya, pria yang merupakan juara bertahan berinisiatif melakukan serangan, tapi bari juga ia bergerak maju, tubuhnya dipaksa jatuh menghantam arena pertarungan, saat aura kuat menekannya.
Tekanan itu sangat kuat, sampai membuat ia hanya bisa tengkurap di atas arena, tanpa bisa bergerak. Kuatnya tekanan aura itu bahkan membuat orang-orang di sekitar arena jatuh berlutut, dan hanya menyisakan satu orang yang berdiri di tempatnya tanpa merasa ada sesuatu yang menekannya.
Melihat lawannya jatuh tidak berdaya dan orang-orang yang sebelumnya berteriak juga jatuh berlutut, wanita berpakaian putih terlihat ingin mengatakan sesuatu, tapi belum juga ia berkata, ia dikejutkan dengan keberadaan seorang pemuda berpakaian serba putih, yang terlihat baik-baik saja di bawah tekanan kuat aura kekuatannya.
Mencoba mengukur kekuatan pemuda itu, ia dibuat terkejut saat tidak bisa melihat seberapa besar kekuatan pemuda itu, bahkan kesadarannya hampir tersedot ke lubang dalam tanpa dasar saat ia memaksakan diri mengukur kekuatan pemuda itu. Dari situ ia menyimpulkan jika pemuda itu lebih kuat darinya, meski ia tidak tahu kekuatannya secara pasti.
Sedangkan Luo Feng yang merasa sedang diperhatikan, sosoknya tiba-tiba menghilang dari tempatnya semula, dan dalam sekejap saja ia sudah berdiri di atas arena pertarungan bebas, dan begitu saja menyingkirkan pria berpakaian biru dengan cara menendangnya keluar arena.
“Apa kamu datang untuk menindasku yang seorang wanita? Jika itu tujuanmu, kau sungguh memalukan untuk seorang pria yang dianugrahi kekuatan besar!” ucap wanita bercadar dengan pakaian serba putih, setelah Luo Feng menyingkirkan pria berpakaian biru, yang sebelumnya merupakan lawan bertarungnya.
Mendengarnya Luo Feng menggelengkan kepala, dan dengan tenang ia berkata, “Aku sama sekali tidak ingin melakukan apa yang kamu tuduhkan padaku! Keberadaanku di tempat ini hanyalah sekedar untuk mengenalmu!”
“Untuk apa kau ingin mengenalku, dan apa yang ingin kau lakukan setelah mengenalku?” tanya wanita itu pada Luo Feng.
Bukannya menjawab, Luo Feng justru melemparkan sesuatu pada wanita di hadapannya, dan berkata, “Aku merasakan auramu yang terasa tidak asing, dan aku yakin kamu tahu siapa aku, setelah melihat itu!”
Wanita itu melihat apa yang dilemparkan Luo Feng padanya, dan saat itu juga matanya melotot melihat benda apa yang ada di tangannya.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.