
Semua orang masih berlutut di bawah tekanan Luo Feng. Mereka semua termasuk penguasa kota tidak menyangka jika pria yang terlihat biasa-biasa saja, ternyata pria itu sangat kuat, jauh lebih kuat dari mereka semua.
Penguasa kota yang masih marah setelah seseorang berani membunuh salah satu putranya, dia bertekad akan membalaskan kematian salah satu putranya, pada orang yang telah berani melakukan semua itu pada salah satu putranya. Namun, dia saat ini berpikir bagaimana bisa membalaskan kematian putranya, sedangkan orang yang telah membunuh putranya jauh lebih kuat darinya.
“Kau yang telah membunuh putraku, tapi kau juga yang tidak mematuhi aturan di kota ini! Menggunakan kekuatan untuk melawan hukum dan melakukan tindakan semena-mena pada kami yang lebih lemah, kau benar-benar pengecut!” Pemguasa kota berteriak menghina Luo Feng, yang baginya sosoknya adalah pengecut karena hanya berani pada sosok yang lebih lemah darinya.
Luo Feng sama sekali tidak merasa terhina mendengar semua itu, bahkan dia masih bisa terkekeh pelan mendengar semuanya. “Kalau putramu tidak lebih dulu mencari masalah denganku, kemungkinan saat ini dia masih hidup, dan masih dapat bersenang-senang! Namun sayangnya dia sudah mencari masalah denganku, dan hanya kematian yang pantas untuknya!”
Penguasa kota menggertakkan giginya marah, setelah mendengar ucapan Luo Feng, lalu dia bicara dengan suara lantang, “Kalaupun dia berbuat salah padamu, kau cukup melaporkannya padaku, dan biar aku yang menentukan hukuman untuknya! Bukannya membunuhnya!”
Aaaargh...
Penguasa kota menjerit kesakitan begitu dia selesai bicara, dan itu terjadi karena rasa sakit yang dia alami, saat Luo Feng semakin kuat memberi tekanan padanya.
Sementara itu, Luo Feng dengan nada dingin dan penuh ancaman dia berkata, “Aku bukan orang baik untuk mereka yang berani mengusikku, dan aku bebas menentukan hukuman pada siapapun yang berani mengusikku! Sebaiknya kau diam jika tidak ingin bernasib sama seperti putramu!” Usai bicara Luo Feng menjentikkan jari dan hanya dalam satu kedipan mata sosoknya dan kelompok kecilnya telah menghilang tanpa jejak.
Keempatnya benar-benar menghilang dari hadapan semua orang, bahkan tidak ada yang merasakan sisa-sisa aura yang ditinggalkan keempatnya. Dari apa yang mereka lihat, mereka semua tahu jika ke-empat orang itu jauh lebih kuat dari mereka semua, termasuk penguasa kota.
Mereka yang tidak lagi merasakan tekanan kuat dari aura kekuatan Luo Feng, mereka segera bangkit berdiri, dan buru-buru pergi menjauhi sosok penguasa kota yang terlihat sendu melihat keadaan salah satu putranya.
“Jika aku sendiri yang membunuhmu dan itu merupakan cara menegakkan keadilan, aku tidak akan menyimpan dendam pada siapapun. Namun, dikarenakan kamu mati di tangan orang lain, meski aku tahu kamu adalah pihak yang salah, tetap aku sangat ingin membalaskan kematianmu pada orang itu!” ucap penguasa kota, lalu dia segera pergi membawa mayat putranya.
__ADS_1
Sahabat putra penguasa kota, mereka ikut pergi di belakang penguasa kota. Mereka adalah para sahabat yang setia, dan mereka akan turut pergi mengantarkan putra penguasa kota ke tempat peristirahatan terakhirnya. Sementara itu, di tempat yang kini telah sepi, pria tua yang sebelumnya meremehkan kekuatan Luo Feng, tubuhnya masih saja bergetar, meski tidak ada hal buruk yang terjadi padanya. Meski benar-benar tidak ada hal buruk yang terjadi padanya, alasan kenapa tubuh pria tua gemetaran, itu semua karena dia masih ketakutan akan kekuatan besar, milik pria yang sebelumnya dia remehkan. “Aku tidak menyangka kalau dia yang terlihat biasa-biasa saja, ternyata dia lebih kuat dari penguasa kota!” gumamnya, dan dengan langkah perlahan, dia pergi menjauhi pusat keramaian dengan maksud menyembunyikan keberadaannya.
Semua orang yang sebelumnya berkumpul untuk melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi, mereka yang juga baru terbebas dari kuatnya tekanan aura kekuatan Luo Feng,segera saja mereka beranjak pergi, dan jika nantinya mereka kembali dipertemukan dengan kelompok kecil Luo Feng, mereka berjanji untuk tidak mengganggunya. Daripada mengganggu dan celaka, lebih baik mereka menghindar atau meberikan perlakukan baik pada Luo Feng dan tiga orang lainnya.
......................
Setengah hari berlalu setelah apa yang terjadi pada salah satu putra penguasa kota. Masih ingin membalaskan dendam akan kematian putranya, dia berencana meminta bantuan pada Sekte Anggrek Surgawi.
Dia yang dimasa lalu merupakan bagian dari Sekte Anggrek Surgawi, dia yakin bakalan mendapatkan bantuan dari Sekte Anggrek Surgawi. Awalnya orang-orang Sekte Anggrek Surgawi bersedia membantunya, tapi setelah mereka tahu jika penguasa kota ingin membunuh orang yang beberapa waktu yang lalu membuat seluruh orang di Sekte Anggrek Surgawi merasakan tekanan yang begitu kuat, orang-orang Sekte Anggrek Surgawi mengurungkan niat mereka membantu penguasa kota. Mereka justru menasehati penguasa kota untuk tidak berurusan dengan orang itu.
Orang itu sangat kuat, bahkan jika kekuatan Sekte Anggrek Surgawi dan kekuatan penguasa kota digabungkan, hanya dengan melambaikan tangannya, pemilik kekuatan itu bisa memusnahkan mereka tanpa sisa.
Penguasa kota sebenarnya sangat kecewa dengan penolakan Sekte Anggrek Surgawi, tapi setelah mendengar semua penjelasan yang intinya hanya nasib buruk yang bakal didapatkan jika berurusan dengan pembunuh putranya, akhirnya penguasa kota memilih mengikhlaskan kematian putranya.
Semua informasi yang mereka butuhkan telah di dapat, dan tidak ada alasan bagi mereka untuk menunda kepergian menuju istana Penguasa Alam Surgawi. Namun karena saat ini sore sudah datang, dan tidak lama lagi hari beranjak malam, mereka memutuskan melanjutkan perjalanan saat pagi datang.
“Apa Gege tidak ada rencana menjadi penguasa Alam Surgawi?” tanya Luo Xue begitu Luo Long dan Luo Nui pergi meninggalkan kamar yang dia tempati bersama Luo Feng.
“Aku sama sekali tidak tertarik menjadi seorang penguasa. Rencananya aku akan membuat Luo Long menjadi penguasa Alam Surgawi, dan Luo Nui sebagai pendampingnya. Setelah semua itu tercapai, kita akan kembali ke Pulau Besar Luo Dao, dan mungkin kita bisa pergi ke Bumi untuk melihat tempat yang dipenuhi dengan kemajuan teknologi!” ucap Luo Feng.
Luo Xue sangat setuju dengan rencana Luo Feng menjadikan Luo Long sebagai Penguasa Alam Surgawi, dan Luo Nui sebagai pendampingnya. Dengan begitu, Alam Surgawi masih berada di tangan orang yang memiliki hubungan baik dengan Klan Luo, dan tidak mungkin di masa depan nanti Klan Luo kembali terlibat peperangan dengan kekuatan Alam Surgawi.
__ADS_1
......................
Di pagi harinya.
Sebelum datangnya pelayan yang bertugas membersihkan dua kamar yang ditempati kelompok Luo Feng, empat orang yang merupakan Luo Feng dan tiga anggota kelompoknya, mereka telah pergi meninggalkan penginapan, dan hanya dalam waktu yang begitu singkat mereka telah sampai di luar kota.
Mereka akan langsung pergi menuju Istana Penguasa Alam Surgawi, dan jika bergerak dengan kecepatan penuh, dibutuhkan waktu dua hari dua malam untuk sampai di tempat itu.
Luo Feng dan Luo Xue terbang bersebelahan, sedangkan tepat di belakang mereka ada Luo Long dan Luo Nui. Mereka terbang sangat cepat, dan sudah tidak terhitung berapa banyak kultivator Alam Surgawi yang mereka lewati, dikarenakan para kultivator itu terbang jauh lebih lambat dibandingkan mereka berempat.
Sejauh ini perjalanan menuju Istana Penguasa Alam Surgawi berjalan lancar, dan setelah satu hari satu malam berlalu, akhirnya mereka sudah menempuh setengah perjalanan. Dikarenakan merasa sedikit rasa lelah, mereka memutuskan beristirahat di dekat aliran sungai, yang airnya terlihat sangat bening.
Setelah memastikan air sungai aman dikonsumsi secara langsung, mereka langsung saja meminum air sungai yang terasa sangat menyegarkan.
Baru juga merasakan kesegaran air sungai, Luo Feng segera meminta mereka semua bersembunyi karena dia merasa ada banyak pergerakan menuju ke pinggiran aliran sungai.
Setelah berada di tempat persembunyian yang aman, Luo Feng dan tiga orang lainnya dapat jelas melihat dua kelompok prajurit saling serang di atas permukaan air sungai.
Mereka bukan sedang berlatih, tapi mereka sedang terlibat peperangan, dan kematian dalam peperangan adalah hal yang wajar.
Tidak ingin ikut campur dalam peperangan kedua belah pihak, Luo Feng dan yang lainnya memilih tetap bersembunyi. “Kita baru akan melanjutkan perjalanan setelah peperangan mereka berakhir!” ucap Luo Feng, sementara tiga orang yang mendengarnya, mereka kompak menganggukkan kepala setuju, dan berharap peperangan cepat selesai sehingga semakin cepat mereka bisa melanjutkan perjalanan menuju Istana Penguasa Alam Surgawi.
__ADS_1
......................
Bersambung.