
Luo Feng tahu betapa besar kesetiaan yang dimiliki Klan Ye pada Klan Luo saat melihat ekspresi Tetua Ye Peng dan yang lainnya, begitu mereka tahu siapa dirinya.
Ekspresi itu menunjukkan kalau mereka sangat menantikan pertemuan dengan dirinya yang merupakan bagian dari Klan Luo, tapi ekspresi itu juga menunjukkan sebuah kekhawatiran.
Apa itu yang membuat mereka khawatir, Luo Feng belum mengetahuinya, dan sudah menjadi tujuannya yaitu mencari tahu apa yang menjadi sumber kekhawatiran anggota Klan Ye.
Dia menyuruh Tetua Ye Peng dan yang lainnya mengangkat kepala setelah sebelumnya tertunduk, lalu ia berkata, “Tetua, aku bisa melihat kekhawatiran di wajahmu. Kalau tidak keberatan, bisa tidak kamu jelaskan padaku apa yang membuatmu dan yang lainnya terlihat khawatir?”
Dia menatap Tetua Ye Peng, berharap pria tua itu memberi jawaban yang sesungguhnya.
“Tuan Muda, akhir-akhir ini Klan Ye mendapatkan tekanan dari beberapa Klan yang berada di daratan tengah. Mereka ingin Klan Ye menjadi bagian dari mereka, yang ingin menguasai seluruh daratan Pulau Kecil Yue Dao.”
“Mereka adalah kekuatan lima Klan terbesar di daratan ini, dan mereka membuat perkumpulan bernama perkumpulan Naga Giok. Klan Ye sudah sering menolak ajakan mereka, tapi saat kami menolak, saat itu juga mereka mulai membuat kekacauan di wilayah Klan Ye.”
Tetua Ye menceritakan pada Luo Feng tentang apa yang menjadi kekhawatiran nya, dan bukan hanya dia yang khawatir, melainkan seluruh anggota Klan Ye memiliki kekhawatiran yang sama, apalagi perkumpulan Naga Giok akhir-akhir ini semakin gencar membuat kekacauan di wilayah Klan Ye.
Luo Feng sejenak terdiam mendengarnya. Sempat dia mengira permasalahan Klan Ye berhubungan dengan Klan Qing, tapi nyatanya permasalahan itu sama sekali tidak berhubungan dengan Klan Qing.
“Tetua Peng, seberapa kuat kekuatan perkumpulan Naga Giok sampai Klan Ye sangat khawatir pada mereka? Apa kekuatan mereka setara dengan kekuatan Klan Qing?” tanya Luo Feng ingin membuat perbandingan antara kekuatan Klan Qing dan kekuatan perkumpulan Naga Giok.
Tetua Ye Peng sejenak diam karena berpikir, dan tak lama ia berkata, “Perkumpulan Naga Giok memang tak sekuat Klan Qing, bahkan kekuatan mereka tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kekuatan Klan Qing. Akan tetapi, di Pulau Kecil Yue Dao ini, kekuatan perkumpulan Naga Giok adalah yang terkuat!”
Mendengar itu, Luo Feng pelan menganggukkan kepalanya, dan merasa perkumpulan Naga Giok bukan sesuatu yang dapat mengancam keberadaannya selama mereka tidak memiliki hubungan dengan Klan Qing. “Selama perkumpulan Naga Giok tak memiliki hubungan dengan Klan Qing, mudah bagiku membantu kalian mengatasi ancaman dari mereka! Namun, aku memiliki syarat jika kalian ingin mendapatkan bantuan dariku!”
Tetua Ye Peng mengerutkan keningnya saat mendengar Luo Feng mengajukan syarat jika Klan Ye ingin mendapatkan bantuan darinya. Tetua Ye Peng sebenarnya tidak keberatan dengan syarat Luo Feng asalkan itu tidak bertentangan dengan keyakinannya, tapi tetap dia merasa harus menduskusikannya dengan yang lain.
Seolah tahu apa yang ada dalam pikiran Tetua Ye Peng, Luo Feng berkata dengan suara yang dapat di dengar semua orang, yang berada di dalam array formasi ciptaannya, “Tetua Peng, aku tidak meminta syarat yang sulit yang ke depannya akan merugikan Klan Ye! Aku hanya meminta syarat, Klan Ye setia pada Klan Luo, dan selamanya Klan Ye akan menjadi bagian dari Klan Luo. Jika Klan Ye bisa memenuhi persyaratan itu, hari ini juga aku Luo Feng akan mbantu Klan Ye mengatasi perkumpulan Naga Giok!”
__ADS_1
Mengetahu syarat apa yang diminta Luo Feng, tiba-tiba saja kedua sudut bibir Tetua Ye Peng terangkat ke atas, dan segera saja terlihat senyuman menghiasi wajahnya. “Kalau itu syarat yang Tuan Muda inginkan, tak perlu persetujuan yang lainnya, saya Tetua Ye Peng bisa memastikan kalau Klan Ye selamanya setia pada Klan Luo, dan selamanya Klan Ye akan menjadi bagian dari Klan Luo!” ucapnya bersungguh-sungguh.
Luo Feng tersenyum mendengarnya, lalu ia berkata, “Namun sebelum memberi bantuan pada Klan Ye, apa aku bisa bertemu dengan Patriak Klan Ye?” tanyanya.
“Kapanpun Tuan Muda ingin bertemu dengannya, saya siap mengantarkan Tuan Muda bertemu langsung dengan Patriak Ye Zong.” Tetua Ye Peng tak sedikitpun keberatan mengantarkan Luo Feng bertemu dengan Patriak Klan Ye.
Tak ingin membuang banyak waktunya, mendengar apa yang dikatakan Tetua Ye Peng, Luo Feng mengatakan kalau hari ini juga dia ingin bertemu dengan Patriak Ye Zong. “Kalau bisa hari ini juga aku harus bertemu dengannya! Semakin cepat bertemu dengannya, semakin cepat aku bisa mengulurkan tangan memberi bantuan pada Klan Ye!” ucap Luo Feng sambil menatap Tetua Ye Peng.
“Baiklah Tuan Muda, hari ini juga saya akan mengantarkan Tuan Muda bertemu dengan Patriak Ye Zong, dan saya yakin Patriak pasti senang karena akhinya bisa bertemu kali dengan anggota Klan Luo, apalagi status Tuan Muda yang begitu tinggi di Klan Luo.” Lencana milik Luo Feng merupakan milik anggota keluarga utama, yang statusnya jauh lebih tinggi dibandingkan anggota lainnya. Lencana milik Luo Feng hanya tak lebih tinggi daripada lencana pengenal milik Patriak Klan Luo.
Tetua Ye Peng melanjutkan bicara setelah beberapa saat terdiam, “Tapi sebelum bertemu, apa Tuan Muda ingin ikut dengan saya pergi melihat wilayah Klan Ye, yang kemarin baru saja mendapatkan serangan dari perkumpulan Naga Giok?”
Tak berpikir panjang Luo Feng langsung memberi jawaban, “Bawa aku dan kelima muridku pergi ke tempat itu!” ucapnya.
Tetua Ye Peng dan semua orang yang berasal dari Klan Ye senang saat Luo Feng bersedia ikut dengan mereka pergi ke tempat yang sebelumnya mendapatkan serangan dari perkumpulan Naga Giok.
Luo Feng hanya mengangguk sebagai jawaban, lalu dengan mengikuti Tetua Ye Peng dia dan kelima muridnya pergi ke wilayah Klan Ye yang kemarin mendapatkan gangguan dari perkumpulan Naga Giok.
Sambil berjalan, Luo Feng bertanya pada Tetua Ye Peng, “Wilayah pesisir barusan apa termasuk kawasan Klan Ye, dan apa di tempat itu sering mendapat serangan dari binatang buas penghuni samudra?”
“Tuan Muda, kota pesisir belum lama ini menjadi bagian dari wilayah Klan Ye karena mereka membutuhkan bantuan Klan Ye untuk melindungi kota dari serangan binatang buas penghuni samudra, dan untuk serangan binatang buas ke kota pesisir, serangan itu terjadi tiap satu minggu sekali.”
“Namun, hari ini kami benar-benar tak menyangka jika binatang buas yang muncul sangatlah kuat!”
Luo Feng mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar jawaban Tetua Ye Peng. Menurutnya sangat wajar jika sebuah kota memilih menjadi bagian dari sebuah Klan saat kota itu tak mampu bertahan dari sebuah ancaman. Namun, Luo Feng merasa sedikit keanehan saat kota pesisir lebih memilih menjadi bagian dari Klan Ye dibandingkan menjadi bagian dari perkumpulan Naga Giok.
“Jika Tuan ingin bertanya kenapa kota pesisir tak memilih menjadi bagian dari perkumpulan Naga Giok dan lebih memilih menjadi bagian dari Klan Ye, itu semua karena penguasa kota pesisir itu adalah Tetua Pertama di Klan Ye, dan tentunya dia tidak ingin kota yang dipimpinnya menjadi bagian dari perkumpulan Naga Giok, sedangkan dia adalah salah satu Tetua di Klan Ye.” Belum juga bertanya, Tetua Ye Peng sudah memberitahu apa yang ingin diketahui Luo Feng.
__ADS_1
Setelah pembahasan tentang kota pesisir, tak lagi ada pembicaraan di sepanjang jalan, sampai akhinya mereka semua sampai di tempat tujuan.
Baru sampai, Luo Feng dan kelima muridnya dapat melihat keadaan sebuah wilayah yang mengalami kehancuran.
“Inilah yang dilakukan perkumpulan Naga Giok pada siapapun yang menolak keinginan mereka. Menghancurkan wilayah Klan yang menolak keinginan mereka, membunuh siapapun yang berada di wilayah itu, dan setelahnya pergi begitu saja meninggalkan kekacauan yang telah mereka perbuat. Ini adalah wilayah ketiga yang mereka hancurkan, dan semoga saja ini menjadi yang terakhir!” ucap Ye Peng mencoba tetap tenang sambil menahan amarah.
Luo Feng sendiri dapat merasakan amarah dalam dirinya melihat pemandangan yang terlihat di depan kedua matanya. Sungguh pemandangan yang sesungguhnya tak ingin dilihat olehnya.
Bangunan hancur rata dengan tanah, mayat berserakan di mana-mana. Melihat semua itu, Luo Feng menguatkan kepalan tangannya, dan dia bersumpah akan menghancurkan perkumpulan Naga Giok sampai ke akar-akarnya. Baginya, kelompok seperti itu tak pantas dihargai keberadaannya, dan sudah seharusnya diberantas sampai tuntas.
“Sepertinya ada yang memata-matai kegiatan kita di tempat ini!” Menatap lurus kedepan, Luo Feng melihat keberadaan dua orang di atas pohon yang terus mengawasi kegiatan orang-orang, yang saat ini sedang melakukan pembersihan.
Luo Feng mengarahkan pandangan ke arah Tetua Ye Peng, dan ia berkata, “Tetua, tetap di sini! Aku ada sedikit urusan dengan orang-orang yang sejak tadi terus memata-matai kegiatan kita di tempat ini!”
Tak menunggu jawaban Tetua Ye Peng, Luo Feng langsung saja pergi ke tempat persembunyian dua sosok mata-mata. Sedangkan untuk kelima muridnya, dia meminta mereka untuk tetap berada di dekat Tetua Ye Peng.
Bergerak cepat, Luo Feng muncul di belakang dua sosok yang terus saja mengawasi kegiatan di depan sana. Fokus mengawasi kegiatan di depan, mereka sama sekali tidak sadar jika ada sosok yang kini sedang mengawasi mereka. Bahkan kapanpun juga sosok itu dengan mudah bisa membunuh keduanya.
Namun sosok yang mengawasi mereka tidak menginginkan sebuah kematian, tapi dia ingin tahu kemana mereka akan pergi.
Itulah yang diinginkan Luo Feng, bukan ingin membunuh tapi ingin melihat kearah mana mereka pergi, dan saat mereka telah berkumpul dengan yang lain, saat itulah dia akan membunuh semua orang di tempat itu.
Saat keduanya ingin pergi, Luo Feng segera bersembunyi, dan begitu mereka pergi, dia segera pergi mengikuti mereka. “Aku akan membalas apa yang sudah kalian lakukan di kawasan Klan Ye!”
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1