Legenda Sang Dewa

Legenda Sang Dewa
Ketakutan Patriak Qing Qong


__ADS_3

Luo Feng telah berada di aula kediaman Klan Yuan saat matahari baru saja terbit. Selain Luo Feng, di tempat itu ada Luo Xue, Shen Huang dan keempat saudaranya, Patriak Yuan Yuji, dan para Tetua Klan Yuan.


Sengaja pagi ini Luo Feng mengumpulkan mereka semua di aula kediaman Klan Yuan, dikarenakan ia ingin mengatakan pada mereka kalau tidak lama lagi, ia akan pergi meninggalkan Pulau Besar Taiyang Dao, dan tujuan selanjutnya mungkin Pulau Besar Baian Dao.


Kalau bukan pergi ke Pulau Besar Baian Dao, mungkin ia akan pergi ke Pulau Besar Qing Dao, sebuah tempat yang mutlak dikuasai Klan Qing, dan di tempat itulah berdiri kediaman agung Klan Qing.


“Gege, sebelum pergi ke Pulau Besar Qing Dao atau Pulau Besar Baian Dao, bagaimana kalau kita pergi ke Pulau Kecil Jiu Dao untuk bertemu dengan ayahku? Ayahku semalam mengirim pesan jiwa padaku, dan mengatakan jika ia berada di tempat itu bersama orang-orang dari Klan Luo,” ucap Luo Xue.


Luo Feng yang mendengarnya, ia sama sekali tidak keberatan pergi ke tempat yang dimaksud Luo Xue, lagipula Pulau Kecil Jiu Dao berada tidak jauh dari Pulau Besar Qing Dao. Jadi, begitu menyelesaikan urusan di tempat itu, ia bisa langsung pergi ke Pulau Besar Qing Dao.


Shen Huang dan keempat saudaranya tentu saja mereka akan ikut kemanapun Luo Feng pergi. Meski sebenarnya Luo Feng telah mengizinkan mereka kembali ke Klan Shen, untuk saat ini mereka merasa jauh lebih baik mengikuti Luo Feng daripada kembali ke kediaman Klan Shen.


Lagipula mereka juga sudah mendapatkan pesan jiwa dari keluarga di kediaman Klan Shen, yang mengatakan mereka semua dalam keadaan baik-baik saja, dan mereka berharap Shen Huang dan keempat saudaranya terus mengikuti kemanapun Luo Feng pergi.


Pertemuan di aula kediaman Klan Yuan berlangsung singkat karena pertemuan hanya membahas hari kepergian Luo Feng dan enam orang lainnya, yang mana besok mereka akan pergi meninggalkan Pulau Besar Taiyang Dao.


Memang mereka bukan pergi untuk selamanya tanpa ada kemungkinan kembali ke kediaman Klan Yuan. Akan tetapi, tidak ada yang tahu kapan mereka akan kembali ke kediaman Klan Yuan seperti yang mereka lakukan beberapa waktu terakhir.


Luo Feng, Luo Xue, Shen Huang, dan empat orang lainnya meninggalkan aula kediaman Klan Yuan setelah apa yang ingin disampaikan Luo Feng, telah ia sampaikan pada Patriak Yuan Yuji dan para Tetua Klan Yuan.


Tidak lama, Luo Feng dan yang lainnya telah berada di kediaman khusus, yang selama ini menjadi tempat tinggal mereka selama berada di kediaman Klan Yuan. Sampai di kediaman khusus, Luo Feng dan orang-orang yang mengikutinya pergi ke tempat pertemuan yang berada di kediaman khusus.


“Jika di antara kalian ada yang ingin kembali ke Klan Shen, katakan saja padaku, dan aku tidak akan melarang kalian kembali ke Klan Shen!” ucap Luo Feng begitu ia dan yang lainnya sudah berada di ruang pertemuan.


Mendengar itu, Shen Huang dan empat orang lainnya tegas menyatakan jika tidak ada dari mereka yang ingin kembali ke Klan Shen. Mereka semua ingin terus mengikuti kemanapun Luo Feng pergi.


Sebagai murid mereka juga ingin memastikan keadaan guru mereka senantiasa berada dalam keadaan baik-baik saja. Oleh karena itu, mereka tidak memiliki keinginan kembali ke Klan Shen, dan masih ingin terus bepergian bersama Luo Feng. Mereka bertekad tumbuh jauh lebih kuat dari saat ini, dan kelak mereka akan menjadi pelindung untuk sosok Luo Feng, yang tidak lain adalah sosok guru mereka.


“Kalau memang tidak ada yang ingin kembali ke Klan Shen, besok kita akan meninggalkan tempat ini, dan tujuan kita selanjutnya adalah Pulau Kecil Jiu Dao!” ucap Luo Feng.


Shen Huang dan empat orang lainnya mengangguk, tidak keberatan dengan apa yang sudah menjadi keputusan Luo Feng


Sedangkan Luo Xue, ia sudah sangat tidak sabar bertemu dengan ayahnya, meski sosok yang ia anggap ayah hanyalah ayah angkatnya.


Setelah melakukan pertemuan pribadi dengan kelima muridnya yang sekarang telah pergi meninggalkannya berdua dengan Luo Xue, Luo Feng menatap lembut keberadaan Luo Xue yang sepertinya sedang berbahagia karena ia akan segera bertemu ayahnya. “Xue’er, apa ayahmu telah tahu keberadaanku di tempat ini?” tanya Luo Feng.


Luo Xue pelan menggelengkan kepala, dan ia berkata, “Gege, aku belum menceritakan keberadaan Gege pada ayahku, dan nantinya aku harap Gege sendiri yang menderita siapa Gege pada ayahku!”

__ADS_1


“Lalu, apa yang aku ceritakan pada ayahmu? Apa aku hanya menceritakan padanya kalau aku adalah celok Patriak baru Klan Luo, atau aku juga harus menceritakan padanya jika kita memiliki hubungan dekat, atau ?” tanya Luo Feng dan ia tersenyum.


Luo Xue terlihat biasa-biasa saja saat mendengar Luo Feng ingin menceritakan jika dirinya adalah calon Patriak baru Klan Luo, tapi wajahnya Luo Xue tiba-tiba memerah saat ia mendengar Luo Feng ingin menceritakan jika ia memiliki hubungan dekat dengan dirinya.


Jika Luo Feng benar-benar menceritakan tentang kedekatannya dengan dirinya pada ayah angkatnya, bisa dipastikan ayah angkatnya akan segera menggelar pesta pernikahan. Bukannya ia tidak senang jika semua itu tejadi, tapi ia merasa semua itu terlalu cepat, sedangkan ia sendiri belum lama mengenal sosok Luo Feng, meski ia senantiasa merasa nyaman jika berada di dekat Luo Feng.


Sementara Luo Feng yang melihat wajah cantik Luo Xue memerah, ia merasa gemas dengan Luo Xue, tapi ia tidak ingin sembarangan menyentuh wajah wanita itu karena gemas. Ia masih menahan diri untuk tidak melampaui batasan hubungan antara pria dan wanita, apalagi hubungannya dengan Luo Xue sampai saat ini seolah-olah hanya jalan ditempat tanpa adanya kepastian dari dirinya sendiri, ataupun dari Luo Xue.


Keduanya lalu berjalan beriringan keluar dari ruang pertemuan, lalu mereka bersama-sama pergi meninggalkan kediaman khusus. Mereka sudah sepakat pergi menikmati Kota Yuan untuk terakhir kalinya, sebelum nantinya mereka pergi meninggalkan Pulau Besar Taiyang Dao.


Sampai di Kota Yuan, Luo Feng berinisiatif menggenggam tangan Luo Xue, membuat wajah wanita itu semakin memerah, dan detak jantungnya semakin memburu seolah-olah ia baru saja melakukan pekerjaan terlampau berat untuk dilakukan.


‘Sepertinya ada yang salah dengan jantungku!’ ucap Luo Xue dalam hati.


Luo Feng membawa Luo Xue ke kedai makanan terbaik yang ada di Kota Yuan untuk menikmati makan pagi bersama. “Pagi ini kita belum makan apa-apa, jadi aku sengaja membawamu ke tempat ini untuk makan pagi bersama, baru setelahnya kita akan pergi melihat keindahan Kota Yuan sampai puas, dikarenakan dalam waktu dekat mungkin kita tidak bisa melihat kembali keindahan kota ini!” ucap Luo Feng dan ia tersenyum.


Mendengar itu Luo Xue menganggukkan pelan kepalanya, dan ia mulai memesan makanan yang diinginkannya.


Tidak lama setelah memesan makanan serta minuman, apa yang mereka pesan diantarkan oleh pelayan kedai makan. Dikarenakan mereka saat ini berada di pantai ketiga, mereka dapat makan dengan tenang dikarenakan tidak sembarangan orang bisa berada di lantai ketiga.


Menikmati makan pagi dengan tenang, setelah selesai makan dan Luo Feng membayar apa saja yang ia pesan bersama Luo Xue, ia mengajak Luo Xue berkeliling kota, dan ia berencana menghabiskan hari terakhirnya di Pulau Besar Taiyang Dao dengan bepergian bersama Luo Xue. Untuk kelima muridnya, ia membebaskan mereka melakukan apapun, dan sebelumnya ia juga sudah memberi mereka uang saku, meski sebenarnya mereka telah mendapatkan uang saku dari Klan Yuan, yang bisa digunakan untuk berbelanja banyak barang di Kota Yuan.


Meninggalkan kedai makan, Luo Feng membawa ke salah satu jalanan di Kota Yuan, dimana di jalanan itu menjual seluruh barang yang berhubungan dengan wanita. Mulai dari pakaian, perhiasan, wewangian, aksesoris, dan masih banyak barang lain yang semua berhubungan dengan kebutuhan para wanita.


Bisa dikatakan jika semua kebutuhan wanita bisa ditemukan di jalanan, yang saat ini dilewati oleh Luo Feng dan Luo Xue. Namun sayangnya tidak ada barang-barang untuk pria di jalanan ini.


“Xue’er, tunjuk saja barang apa yang kamu inginkan, dan aku pasti akan membelikannya untukmu! Jangan pedulikan hargr karena aku punya banyak uang yang sangat sulit dihabiskan!” ucap Luo Feng pada Luo Xue.


Jelas saja uang milik Luo Feng tidak bakalan habis. Bagaimana bisa habis jika tiap kali ia mengambil uang dari cincin ruangannya, makan uang dalam jumlah yang sama akan muncul kembali di cincin ruang miliknya. Ia sempat merasa aneh dengan itu, tapi ia segera berpikir jika semua itu adalah kelebihan cincin ruang miliknya, yang merupakan barang pemberian bola cahaya, sebuah bola cahaya yang ditemuinya sebelum berpindah ke dunianya saat ini.


“Gege tidak perlu membelikan apapun untukku, karena memang tidak ada yang aku inginkan!” ucap Luo Xue.


Luo Feng menghela napas mendengar itu lalu ia berkata, “Kalau kamu tidak menginginkan sesuatu, maka aku bisa membuatmu menginginkan banyak hal yang ada di tempat ini, dan aku yakin bisa melakukannya untukmu!” Dengan gerakan cepat Luo Feng membawa Luo Xue pergi ke toko pakaian, dan ia membelikan banyak pakaian untuk Luo Xue.


Selesai dari toko pakaian, Luo Feng membawa Luo Xue ke toko perhiasan, lanjut ke toko wewangian, dan terakhir ke toko aksesoris. Luo Xue yang tidak bisa menolak keinginan Luo Feng, pada akhirnya ia hanya mengikuti apa yang menjadi keinginan Luo Feng.


...----------------...

__ADS_1


Di Pulau Besar Baian Dao, sosok Patriak Qing Qong akhirnya membuka kembali kedua matanya setelah cukup lama ia berada dalam keadaan hilang kesadaran. Begitu membuka mata dan beberapa kali mengerjapkan matanya, hal yang pertama dilihatnya adalah sosok Luo Hong, yang saat ini berdiri tidak terlalu jauh dari tempatnya terbaring lemah.


Dari tempatnya berada Luo Hong melihat bagaimana Patriak Qing Qong berusaha duduk, tapi karena tubuhnya masih lemas, ia kesulitan duduk. “Tidak usah keras kepala melakukan sesuatu yang tidak bisa kamu lakukan saat keadaan tubuhmu masih sangat lemah! Kenapa juga kau tidak meminta bantuan padaku? Apa kau tidak melihat keberadaanku di tempat ini?” tanya Luo Hong dan ia menatap tajam Patriak Qing Qong.


“Maaf Tuan, bukannya hamba tidak melihat keberadaan Tuan atau tidak ingin meminta bantuan pada Tuan, tapi hamba merasa tidak layak meminta bantuan pada Tuan untuk sesuatu yang masih bisa hamba lakukan sendiri!” ucap Patriak Qing Qong begitu ia sudah bisa duduk.


Luo Hong mengabaikan apa yang diucapkan Patriak Qing Qong, dan ia memilih membahas hal lainnya. “Apa kamu tidak ingin bertanya padaku bagaimana keadaan Pulau Besar Qing Dao dan Klan Qing?” ujar Luo Hong.


Mendengar itu Patriak Qing Qong tentu saja langsung menanyakan seperti apa keadaan Pulau Besar Qing Dao dan Klan Qing nya. Sedangkan Luo Hong yang mendapat pertanyaan dari Patriak Qing Qong, ia mengatakan kalau Pulau Besar Qing Dao dalam keadaan baik-baik saja, begitu juga dengan Klan Qing di tempat itu. Namun ia punya kabar buruk, yaitu musnahnya Klan Qing di Pulau Besar Zhu Dao.


Meski mendengar kabar buruk tentang salah satu cabang Klan Qing, Patriak Qing Qong tetap menunjukkan kelegaan di wajahnya karena tidak terjadi hal buruk di Pulau Besar Qing Dao.


“Saat ini Pulau Besar Qing Dao dan Klan Qing di tempat itu memang dalam keadaan baik-baik saja, tapi aku rasa itu tidak akan berlangsung lama! Cepat atau lambat, pemuda itu pasti mendatangi Pulau Besar Qing Dao. Bagaimanapun juga ia adalah bagian dari Klan Luo, dan Klan Qing adalah musuh abadi Klan Luo!” ucap Luo Hong.


Patriak Qing Qong yang sebelumnya merasa lega, ia tiba-tiba merasakan ketakutan saat mendengar apa yang baru diucapkan Luo Hong. Jika pemuda yang mengalahkannya benar-benar mendatangi Pulau Besar Qing Dao, bisa dipastikan Klan Qing nya akan musnah, dan tidak akan lagi ada Pulau Besar Qing Dao di Alam Semesta ini.


“Tuan, apa yang sebaiknya hamba lakukan supaya hal buruk tidak terjadi pada Klan Qing?” tanya Patriak Qing Qong pada Luo Hong.


Mendengarnya Luo Hong terkekeh pelan, lalu ia menjawab, “Jika kamu tidak ingin hal buruk terjadi pada Klan Qing, kamu harus bertambah kuat!” Terlihat Luo Hong mengeluarkan botol berisikan sebuah pil dari cincin ruang miliknya, lalu ia kembali berkata, “Pil di dalam botol itu dapat meningkatkan kekuatanmu sebanyak empat tingkatan. Meski bukan kekuatan permanen dan harus dibayar mahal dengan penurunan dua tingkat kekuatan begitu manfaat dari pil ini habis, setidaknya dalam satu bulan kamu bakalan jauh lebih kuat dari kekuatan sejatimu!”


Dengan senang hati Patriak Qing Qong menerima pil pemberian Luo Hong. Meski ia sudah mengetahui efek buruk dari pil dalam botol giok yang kini sudah bertindak di tangannya, ia tetap akan mengkonsumsi pik itu seandainya pemuda yang ia ketahui bersama Luo Feng datang menyerang kediaman agung Klan Qing di Pulau Besar Qing Dao.


‘Dengan kekuatan yang dipinjamkan pil ini padaku, aku pasti dapat mengalahkannya!’ ucap dalam hati Patriak Qing Qong, dan ia yakin dapat mengalahkan Luo Feng dengan memanfaatkan barang terbaik yang pernah diberikan Luo Hong padanya.


...----------------...


Satu hari berlalu, di sebuah hutan belantara yang tidak begitu jauh dari sebuah kota, rombong Luo Feng baru saja tiba di Pulau Kecil Jiu Dao, dan sekarang mereka sedang mencoba beradaptasi dengan keadaan sekitar. Keadaan Pulau Kecil Jiu Dao tidak begitu jauh dengan keadaan Pulau Besar Taiyang Dao, jadi mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi.


Luo Feng memperhatikan area sekitar, mencoba memastikan tidak adanya sesuatu yang membahayakan dirinya dan orang-orangnya. “Tidak ada sesuatu yang berbahaya di sekitar tempat ini, dan sepertinya kita saat ini berada di hutan belantara, tapi tidak jauh dari hutan ini terdapat sebuah kota,” ucap Luo Feng.


Luo Xue, Shen Huang dan empat orang lainnya mengangguk pelan setelah mendengar ucapan Luo Feng. “Gege, bagaimana kalau kita lebih dulu pergi ke kota yang tidak terlalu jauh dari tempat ini, baru setelahnya kita pergi mencari keberadaan ayah angkat?” ujar Luo Xue.


Luo Feng hanya mengangguk, lalu ia membawa Luo Xue dan yang lainnya pergi ke kota yang hanya berjarak puluhan kilometer dari lokasi mereka saat ini, dan hanya dalam kurun waktu lima menit, akhirnya mereka sampai di kota tujuan.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2