
Kurang dari setengah hari istana Penguasa Pulau Besar Jin Dao telah jatuh ke tangan Luo Feng dan orang-orang yang berasal dari Pulau Besar Luo Dao. Seluruh prajurit penjaga istana telah berhasil dimusnahkan, dan tidak ada yang menjadi tahanan perang.
Luo Feng dan yang lainnya tidak berencana menguasai istana Penguasa Pulau Besar Jin Dao. Mereka hanya mengambil barang-barang berharga yang ada di istana, dan setelahnya mereka akan kembali ke Pulau Besar Luo Dao. Untuk istana Penguasa Pulau Besar Jin Dao, nantinya siapapun boleh memiliki istana yang telah ditinggalkan, dan tidak ada barang berharga di istana yang bukan lagi milik Penguasa Pulau Besar Jin Dao.
Setelah mengumpulkan seluruh barang-barang berharga, malam ini Luo Feng dan yang lainnya akan beristirahat di istana Penguasa Pulau Besar Jin Dao, dan besok pagi mereka baru akan kembali ke Pulau Besar Luo Dao.
......................
Kediaman utama Klan Luo.
Kediaman utama Klan Luo yang biasanya ramai, siang ini keadaan kediaman sangat hening, bahkan tidak terlihat adanya aktivitas di kediaman utama Klan Luo. Selain tidak adanya aktivitas di kediaman utama Klan Luo, kini tidak lagi terlihat adanya bangunan yang untuh di kediaman utama Klan Luo. Banyak bangunan yang mengalami kerusakan, bahkan tidak sedikit bangunan yang rata dengan tanah.
Selain itu banyak mayat tergeletak diantara reruntuhan dan mereka semua adalah anggota Klan Luo. Setidaknya ada ribuan mayat tergeletak diantara reruntuhan bangunan, dan sangat jarang terlihat adanya mayat yang terlihat utuh. Semua mayat tidak utuh, bahkan ada mayat yang hanya tersisa bagian kepala dan sebagian tubuhnya.
Su Jing adalah sosok dibalik apa yang terjadi pada anggota Klan Luo, dan kediaman utama Klan Luo. Wanita itu yang saat ini melihat keadaan kediaman utama Klan Luo dari langit, dia tersenyum senang melihat kehancuran Klan Luo, padahal Klan Luo tidak pernah mengusik kehidupannya.
“Seharusnya kalian tidak tumbuh menjadi Klan kuat, yang suatu hari nanti keberadaan kalian akan mengancam kekuasaan suamiku! Inilah yang akan terjadi pada kalian, jika kalian terus meningkatkan kekuatan tanpa sadar jika kalian hanyalah Klan kecil, yang sampai kapanpun tidak akan sebanding dengan kekuasaan suamiku!” ucap Su Jing, lalu dia melihat salah satu orang kepercayaannya datang menghampirinya.
“Nyonya, kami tidak berhasil menemukan keberadaan Patriak Klan dan istrinya! Sedangkan untuk orangtua dan mertua Patriak Klan, mereka berhasil melarikan diri bersama banyak anggota Klan Luo dengan menggunakan portal teleportasi,” ucap sosok di hadapan Su Jing.
“Cari mereka sampai ketemu, dan setelahnya bawa ke hadapanku untuk mendapatkan hukuman langsung dariku!” Su Jing sangat ingin membunuh semua anggota Klan Luo, sekalipun itu adalah orang tua lemah, maupun anak-anak tidak berdosa. Baginya, semua anggota Klan Luo harus musnah, untuk mencegah adanya balas dendam di masa depan. Sedangkan untuk Klan sekutu yang memiliki hubungan dengan Klan Luo, Su Jing mengabaikan keberadaan mereka, dikarenakan mereka bukanlah apa-apa tanpa Klan Luo.
“Aku tidak akan membiarkan ada yang selamat diantara anggota Klan Luo! Mereka semua harus mati, supaya kelak tidak ada lagi Klan Luo yang dapat mengancam kekuasaan suamiku sebagai Penguasa tunggal Alam Surgawi!” gumam Su Jing, dan setelah mendengar jika tidak lagi ada keberadaan anggota Klan Luo di kediaman yang sudah hancur, Su Jing memutuskan mengelilingi Pulau Besar Luo Dao, mencari keberadaan anggota Klan Luo yang pergi melarikan diri.
Sementara itu, di hutan ilusi yang berada tidak jauh dari kediaman utama Klan Luo, dengan beralaskan tanah dan beratapkan pepohonan yang tumbuh lebat, anggota yang berhasil meloloskan diri dari kematian, mereka beristirahat sambil mengobati luka, bagi mereka yang terluka. Kedua orangtua Luo Feng mengalami luka paling serius karena mereka bekerja keras melindungi banyak anggota Klan Luo. Tetua Agung Luo Ang juga mengalami luka parah, tapi lukanya tidak separah ke-dua orangtua Luo Feng.
Luo Yuxuan harus kehilangan tangan kirinya, sedangkan Hua Mayleen, dia harus kehilangan salah satu matanya, akibat jarum beracun yang digunakan musuh untuk menyerang mereka. Dari mereka semua yang selamat dari penyerangan, tidak satupun dari mereka tahu, siapa yang telah menyerang kediaman utama Klan Luo.
Semuanya yakin jika penyerangan tidak dilakukan oleh orang-orang dari Pulau Besar Jin Dao, dikarenakan aura penyerang jauh berbeda dengan aura yang dimiliki oleh orang-orang dari Pulau Besar Jin Dao. Namun, jelas jika penyerang memiliki kekuatan yang sangat kuat, bahkan hanya dengan ratusan orang, mereka bisa membuat tidak berdaya seluruh anggota Klan Luo di kediaman utama, yang berjumlah tidak kurang dari lima puluh ribu orang.
__ADS_1
Kebanyakan anggota Klan Luo menempati kediaman tersembunyi yang berada di lima hutan ilusi, yang tersebar di kawasan Pulau Besar Luo Dao. Salah satunya adalah hutan ilusi yang saat ini menjadi tempat persembunyian mereka yang selamat, dari serangan brutal di kediaman utama, yang saat ini mereka yakinin sudah rata dengan tanah.
Dengan jumlah mereka tidak bisa mengalahkan musuh yang jumlahnya tidak seberapa, bahkan Klan Luo harus kehilangan lebih dari dua puluh ribu anggota Klan, yang mati dalam serangan brutal di kediaman utama. Jumlah kematian yang begitu besar, jika dibandingkan saat berurusan dengan kekuatan orang-orang, yang berasal dari Pulau Besar Jin Dao.
Jika bukan karena Luo Yuxuan dan Hua Mayleen yang bisa menggunakan teknik teleportasi sebelum keduanya kehilangan kesadaran, kemungkinan mereka semua bakalan mati, di tangan orang-orang, yang mungkin saat ini terus saja mencari keberadaan mereka yang secara tiba-tiba menghilang. Meski saat ini mereka berada di hutan ilusi, mereka tidak sepenuhnya yakin bisa selamat dari musuh, yang sampai saat ini masih belum ada yang tahu, identitas asli musuh yang secara tiba-tiba menyerang kediaman utama Klan Luo.
Sementara itu, di kediaman sederhana yang ada di hutan ilusi, Luo Yuxuan, Hua Mayleen, serta Tetua Agung Luo Ang, mereka sedang mendapatkan perawatan dari tabib Klan Luo, yang ditempatkan di setiap hutan ilusi. Seluruh tabib yang ditempatkan di hutan ilusi memiliki kemampuan yang sama, dan tabib Klan Luo telah melakukan pekerjaan mereka dengan sangat baik. Dari tiga orang yang terluka parah, kini hanya tersisa Hua Mayleen yang belum sadar, sedangkan dua orang lainnya sudah sadar sejak beberapa waktu yang lalu.
“Saudara Ang, apa kamu tahu siapa sebenarnya mereka yang tiba-tiba menyerang kita? Aku sangat yakin mereka bukan orang-orang dari Pulau Besar Jin Dao! Aura mereka jauh berbeda, dan kekuatan orang-orang yang barusan menyerang kita, kekuatan mereka jauh lebih kuat dari orang-orang Pulau Besar Jin Dao!” ujar Luo Yuxuan, yang kini duduk berhadap-hadapan dengan Tetua Agung Luo Ang.
“Saudara Yu, aku benar tidak tahu siapa mereka, tapi aku memiliki keyakinan yang sama denganmu tentang mereka. Aku sangat yakin mereka bukan orang-orang, yang berasal dari Pulau Besar Jin Dao!” ungkap Tetua Agung Luo Ang, yang jujur saja saat ini dia lebih mengkhawatirkan keselamatan Luo Feng dan Luo Xue dibandingkan keselamatan dirinya sendiri.
Luo Yuxuan juga sangat mengkhawatirkan putranya dan menantunya, selain itu dia juga mengkhawatirkan keadaan istrinya, serta keselamatan anggota Klan Luo di luar sana. Dia sangat berharap penyerang sudah pergi meninggalkan Pulau Besar Luo Dao setelah berhasil menghancurkan kediaman utama Klan Luo.
“Sepertinya kita harus menunggu Feng’er kembali untuk menanyakan padanya apa dia tahu tentang orang-orang yang begitu brutal menyerang kediaman utama Klan Luo! Semoga saja dia dan yang lainnya segera kembali, dan mereka kembali dalam keadaan baik-baik saja,” ucap Luo Yuxuan, dan dia tahu jika nantinya Luo Feng dan yang lainnya akan muncul di hutan, yang saat ini dia tempati begitu menggunakan teknik teleportasi jarak jauh, yang menghubungkan Pulau Besar Jin Dao dengan Pulau Besar Luo Dao.
“Untuk sekarang sebaiknya apa yang harus kita lakukan?” tanya Tetua Agung Luo Ang, dikarenakan dia benar-benar tidak tahu sekarang harus melakukan apa, sedangkan dia yakin jika musuh saat ini sedang mencari keberadaan mereka.
Melihat keadaan istrinya, Luo Yuxuan sangat marah pada musuh, yang telah membuat luka di salah satu mata istrinya, sehingga membuat istrinya harus kehilangan sebelah matanya, dan dia belum juga sadar akibat dari racun yang belum sepenuhnya berhasil dibersihkan.
Pada akhirnya Luo Yuxuan dan Tetua Agung Luo Ang memutuskan menyembuhkan seluruh luka di tubuhnya, termasuk Luo Yuxuan yang akan mencoba menumbuhkan kembali tangannya yang terpotong. Sebagai kultivator yang kekuatannya sudah berada di ranah Immortal God, Luo Yuxuan sudah seharusnya bisa menumbuhkan kembali bagian tubuhnya yang terpotong, dan saat ini dia sedang mencoba melakukannya.
‘Aku harus bisa menumbuhkan kembali tanganku, dan setelahnya aku akan mencari cara untuk mengobati mata istriku,’ batin Luo Yuxuan, dan dia akan berusaha keras menumbuhkan tangannya yang telah terpotong.
......................
“Bagaimana, apa ada diantara kalian yang berhasil menemukan keberadaan anggota Klan Luo?” tanya Su Jing pada orang-orang kepercayaannya, dan ini sudah masuk tengah malam, yang artinya hampir seharian mereka semua mencari keberadaan anggota Klan Luo, yang berhasil melarikan diri dari kediaman utama Klan Luo.
“Maaf Nyonya, kami belum berhasil menemukan keberadaan mereka! Bahkan kami tidak menemukan keberadaan anggota Klan Luo di kediaman Klan, yang selama ini menjadi sekutu Klan Luo!” ucap salah satu orang kepercayaan Su Jing, yang mana dia bicara dengan kepala tertunduk.
__ADS_1
Mendengar semua itu Su Jing tidak bisa menyalahkan mereka, dikarenakan dia sendiri juga mengalami kesulitan dalam mencari keberadaan anggota Klan Luo yang berhasil melarikan diri. Bahkan setelah melakukan pencarian di setengah wilayah Pulau Besar Luo Dao, dia belum juga menemukan keberadaan mereka.
“Terus cari keberadaan mereka! Secepatnya kita harus berhasil menemukan keberadaan mereka, dan memusnahkannya!” ucap Su Jing, lalu dia yang didampingi lima wanita pelayan setianya, dia pergi melanjutkan pencarian, begitu juga dengan orang-orang kepercayaan yang juga pergi melanjutkan pencarian.
Beberapa waktu kemudian, di Pulau Besar Jin Dao.
Pagi menyapa Luo Feng dan yang lainnya, yang mana makan ini mereka menghabiskan malam pertama sekaligus malam terakhir di istana, yang dulunya merupakan istana Penguasa Pulau Besar Jin Dao. Pagi ini setelah semua orang siap, Luo Feng akan membawa mereka semua kembali ke Pulau Besar Luo Dao.
Sejak semalam sebenarnya Luo Feng merasa jika dirinya harus segera kembali ke Pulau Besar Luo Dao. Oleh karena itu, saat ini dia tidak ingin menunda waktu untuk segera kembali ke Pulau Besar Luo Dao. Begitu semua siap kembali, Luo Feng segera saja menggunakan teknik teleportasi jarak jauh, yang nantinya meraka akan muncul di hutan ilusi terdekat dari kediaman utama Klan Luo.
Meski menggunakan teknik teleportasi, mereka tidak akan langsung sampai di tempat tujuan, melainkan setidaknya mereka harus menghabiskan waktu setengah hari di lorong teleportasi. Jika tanpa teknik teleportasi mereka membutuhkan waktu beberapa hari untuk sampai di Pulau Besar Luo Dao, dengan adanya teknik teleportasi, perjalanan mereka menjadi lebih singkat. Sedangkan kenapa Luo Feng tidak menggunakan teknik teleportasi saat melakukan perjalanan ke Pulau Besar Jin Dao, itu dikarenakan Luo Feng belum pernah pergi ke Pulau Besar Jin Dao.
Teknik teleportasi hanya bisa menghubungkan dua tempat yang pernah dikunjungi oleh sosok yang menggunakan teknik itu. Jika tempat yang menjadi tujuan belum pernah dikunjungi pemilik teknik teleportasi, pemilik teknik teleportasi lebih dulu harus pergi ke tempat itu secara manual, baru setelahnya dia bisa bepergian menggunakan teknik teleportasi.
Begitu Luo Feng menggunakan teknik teleportasi, semua orang yang datang bersama Luo Feng, tubuh mereka terselimuti cahaya terang, dan begitu cahaya di tubuh mereka menghilang, mereka bisa melihat, jika saat ini tubuh mereka seolah-olah sedang bergerak di sebuah lorong, padahal mereka tahu jika tubuh mereka sama sekali tidak bergerak.
Saat Luo Feng san yang lainnya sedang melakukan perjalanan kembali ke Pulau Bedar Luo Dao, sosok Guang Wu sudah lebih dulu sampai di Pulau Besar Luo Dao atas permintaan istrinya. Su Jing meminta Guang Wu datang, dan membantunya mencari keberadaan tempat persembunyian anggota Klan Luo. Tidak bisa menolak permintaan istrinya, Guang Wu segera pergi ke Pulau Besar Luo Dao, dan sekarang dia tengah bergerak ke tempat istrinya.
Tidak lama Guang Wu berhasil menemukan sosok istrinya dan segera saja dia menghampirinya. Guang Wu tidaklah datang seorang diri, melainkan dia turut serta membawa sepuluh ribu orang kepercayaannya, dan mereka yang nantinya akan membantu Su Jing menemukan tempat persembunyian anggota Klan Luo, yang saat ini sedang bersembunyi.
“Sayang, bagaimana kalau kita kembali ke Alam Surgawi dan bersenang-senang, daripada ditempat ini mencari sesuatu yang tidak jelas keberadaannya!” ucap Guang Wu yang merasa jika Su Jing sedang melakukan sesuatu yang sia-sia.
Sebelumnya dia sudah tahu jika Su Jing telah berhasil menghancurkan kediaman utama Klan Luo, tapi dia gagal memusnahkan semua orang di kediaman itu, bahkan dia tidak menemukan keberadaan Patriak Klan Luo beserta istrinya. Meski belum berhasil memusnahkan seluruh anggota Klan Luo, Guang Wu memiliki sedikit keyakinan jika Su Jing bakalan bersedia kembali dengannya.
Mendengar ajakan Guang Wu, Su Jing menolak mentah-mentah ajakan Guang Wu yang merupakan suaminya. “Aku belum akan pergi sebelum memusnahkan seluruh anggota Klan Luo!” ucapnya tegas.
“Baiklah, aku akan membantumu mencari keberadaan mereka, dan nantinya setelah memusnahkan mereka, kamu harus ikut aku kembali ke Alam Surgawi!” ucap Guang Wu, yang dibalas anggukan kepala Su Jing.
......................
__ADS_1
Bersambung.